WARFARIN –

WARFARIN – post thumbnail image


Pada kegiatan Warfarin tahun ini mungkin sedikit berbeda dengan tahun lalu karena pada acara Warfarin tahun ini diadakan secara offline atau tatap muka, dimana setiap anggota HIMAWARY berkumpul di Kampus C Universitas Airlangga dengan bertemakan warna hitam dan merah maroon. Dan pada acara ini juga diwajibkan bagi seluruh pengurus HIMAWARY untuk menghandiri acara tersebut dan jika tidak dapat hadir maka akan diberikan sanksi sesuai dengan kesepakatan bersama.

Pertama, peserta melakukan registrasi dan diberikan konsumsi untuk dibawa masuk ke dalam ruangan. Panitia telah menyusun tempat duduk dari peserta yaitu berkelompok per departemen. Tujuannya agar mereka saling mengenal dan akrab antar satu sama lain. Dilanjutkan, pembukaan oleh MC dan sambutan dari beberapa pihak seperti ketua pelaksana, ketua HIMAWARY, serta ketua dari departemen KRT sendiri. Lalu, memasuki acara inti dari Warfarin sendiri yaitu sharing per departemen. Mekanisme dari sharing per departemen yaitu MC akan menunjuk secara acak dan departemen yang terpilih akan maju ke depan yang diwakili oleh 2 orang yaitu ketua departemen beserta wakil departemen untuk memberikan materi terkait dengan departemennya masing-masing. Setelah sesi sharing per departemen selesai, memasuki sesi bermain games.

Sebelum sesi games dimulai, MC melakukan bridging selama 5 menit terlebih dahulu yaitu dengan break clap. Games yang dimainkan ada 2 yaitu pecah balon dan kata berantai. Pada waktu pelaksanaan game pecah balon semua peserta merasa sangat antusias dan terhibur. Mereka sangat menikmati dengan adanya game tersebut baik yang mengikuti ataupun yang tidak. Dari game pecah balon dapat terlihat kerjasama antar tim. Ada 5 tim yang berhasil yaitu BPH, Biraval, KPSDM, Pendpro, dan Hublu. Tim yang berhasil memenangkan akan masuk ke babak selanjutnya yaitu kata berantai. Waktu game kata berantai dimulai terlihat semangat dari partisipan sudah mulai menurun. Strategi dari panitia untuk game tersebut tidak berhasil. Salah satunya adalah soal yang digunakan terlalu sulit dan durasi waktu yang sangat cepat sehingga tidak ada satupun tim yang bisa berhasil menebak dengan benar. Panitia berusaha untuk mengganti soal yang lebih mudah dan berakhir mendapatkan kandidat untuk pemenang games kata berantai. Pemenang games diambil 3 dari 5 departemen yang terpilih yaitu BPH, Biraval, serta Pendpro. Setelah diumumkan pemenang dilanjutkan dengan sesi awarding beserta dokumentasi. Dan kegiatan terakhir yaitu penutupan acara dengan do’a.

Pada saat pelaksanaan terdapat sedikit masalah yaitu dimana para panitia kurang adanya briefing yang diadakan beberapa menit sebelum acara dimulai. kemudian terdapat kendala masalah waktu penataan ruangan yang dilaksanakan pada hari H. untuk solusi yang pertama mengenai briefing sebaiknya diadakan h-1 sebelum acara dimulai agar mendapat persiapan yang sangat matang dan mengenai waktu penataan ruangan sebaiknya juga dilakukan h-1 sebelum acara namun karena ada beberapa kendala seperti pada tema kali ini Warfarin menggunakan lumayan banyak balon sebagai properti utama sehingga memungkinkan jika menata pada saat h-1 sebelum acara dimulai maka tidak bisa menjamin bahwa nanti balon yang sudah dihias di ruangan akan bertahan lama sampai keesokan harinya.

Sesi presentasi dimana setiapa departemen melakukan presentasi yang mencakup perkenalan setiap anggota masing-masing departemen dan masalah proker yang dijalankan. dan setiap departemen melakukan presentasi dengan lancar tanpa terkendala apapun namun ada sedikit masalah mengenai waktu, seperti kurangnya waktu yang diberikan untuk presentasi. Dan harapan untuk kedepannya semoga Warfarin bisa terus diadakan dengan berbagai tema yang menarik dan dapat dilaksanakan di luar universitas. sehingga kedepannya kita dapat lebih mengeksplore dunia luar.

Penulis: Intan Lois Saputri & Firda Septiana Rahmawati (Kebidanan UNAIR 2022)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Fatal, COVID pada Komorbid GinjalFatal, COVID pada Komorbid Ginjal

Ahli Ginjal FK UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr., SpPD, KGH, Ph.D.,FINASIM menuturkan pasien Covid-19 dengan komorbid (penyakit penyerta) Penyakit Ginjal Kronis (PGK) beresiko lebih tinggi terhadap fatalitas. “Sebuah penelitian di Italia melaporkan bahwa kejadian Covid-19 pada pasien PGK 10 kali lebih tinggi daripada pada populasi umum, sedangkan angka kematian pada