Tag: WOMAN

Kolaborasi FK UNAIR – PEMKOT SURABAYA – POGI – IDI dalam MOMENT (MATERNAL AND WOMAN HEALTH) Course dan PROGRAM 1P1O (1 Puskesmas – 1 Obgyn)Kolaborasi FK UNAIR – PEMKOT SURABAYA – POGI – IDI dalam MOMENT (MATERNAL AND WOMAN HEALTH) Course dan PROGRAM 1P1O (1 Puskesmas – 1 Obgyn)

Peningkatan mutu layanan maternal merupakan salah satu fokus upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menyadari pentingnya keberadaan Puskesmas sebagai faskes terdepan dalam rantai layanan maternal, maka FK UNAIR bersama Pemkot Surabaya, didukung penuh oleh organisasi profesi POGI dan IDI, menginisiasi program PKB – MOMENT Course dan Program 1p1o. Kedua program ini bertujuan meningkatkan kapasitas Puskesmas dalam layanan maternal dan peningkatan kesehatan reproduksi wanita.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subp. F.E.R menjelaskan, Program 1p1o (1 Puskesmas 1 obgyn) merupakan program pendampingan di mana untuk setiap 1 puskesmas rawat inap di Surabaya, akan ada 1 dokter obgyn atau spog yang siap mendampingi.

“Puskesmas di Surabaya sudah ada 63. Target di semester awal 2024 ini, semua puskesmas sudah terdampingi oleh obgyn,” terangnya seusai acara di Aula FK UNAIR, Sabtu (06/01).

Sementara program PKB – MOMENT Course adalah Program Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan di mana Para dokter obgyn ini nantinya juga akan memberikan kursus-kursus untuk mengupgrade pengetahuan dan kemampuan dokter yang ada di puskesmas. diganti seperti penguatan antenatal care yang berkualitas, tatalaksana kegawatdaruratan maternal dan ttg kesehatan reproduksi wanita.

Ketua POGI cabang Surabaya, Dr. dr. Budi Prasetyo, Sp.O. G, Subsp. Obginsos mengatakan bahwa kegiatan pendampingan itu bersifat mentoring, refreshing keilmuan, diskusi kasus sulit, konsultasi rujukan.

Program kolaborasi ini awalnya tercetus saat kunjungan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi pada Agustus 2023 silam. Di mana saat itu Pemkot Surabaya berkunjung ke FK UNAIR untuk berkolaborasi untuk menurunkan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta menuju zero stunting di Kota Surabaya.

“Kebetulan juga ketua organisasi-organisasi profesi seperti Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya kan orang FK UNAIR. Seperti Dr. dr. Budi Prasetyo, Sp.O. G, Subsp. Obginsos, dr. Brahmana Askandar Tjokroprawiro, Sp. OG, K-Onk.” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Dr Ikhsan SPsi MM menambahkan, per Desember 2023, AKI di Surabaya sebanyak 13 orang. Jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pemkot terus mengupayakan agar angka tersebut turun.

“Target tentunya kita tidak ingin ada kematian ibu Ketika melahirkan. Karenanya dari awal kita sudah mendata betul mana ibu yang hamil resiko tinggi. Kita jaga baik dari vitaminnya, nutrisinya, obat-obatannya,” tambahnya. (ISM)