Tag: Urip

Dr Urip Berpulang Tinggalkan Banyak CapaianDr Urip Berpulang Tinggalkan Banyak Capaian

RSUD Dr Seotomo dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali kehilangan putra terbaiknya karena COVID-19. Urip Murtedjo, dr., SpB.KL(K).FINACS(K).FICS, staf pengajar Departemen Ilmu Bedah FK UNAIR menghembuskan nafas terakhir pada Minggu siang, (13/3) pukul 13.07 WIB di Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUD Dr. Soetomo.

Almarhum dirawat di sana selama 6 hari tepatnya sejak Selasa. Ini disampaikan oleh putranya, Bramantyo H, dr., Sp.B,”Sebelumnya masih beraktivitas seperti biasa. Tapi Selasa pagi mengalami sesak nafas, lalu oleh ibu kami langsung dibawa ke RSUD Dr. Soetomo,” terangnya.

Dokter Bramantyo menuturkan, ayahnya memiliki cukup banyak komorbid. Antara lain diabetes, hipertensi, ginjal, dan jantung, “Karena komorbidnya yang cukup banyak, beliau juga belum sempat mendapatkan vaksin COVID-19 sama sekali,” terangnya.

Di mata anaknya, Almarhum merupakan sosok yang penyayang dan mendukung anaknya untuk berkembang, “Saya dan saudara saya seperti saat ini tak lepas dari kasih sayang yang beliau berikan,” terangnya.

Perintis Dokdiknis

Dokter Murtedjo meninggalkan banyak jejak kebaikan yang ia tabur selama hidupnya. Di FK UNAIR sendiri, dokter kelahiran Surabaya, 4 Juni 1951 ini menggawangi adanya Dokter Pendidik Klinis (Dokdiknis). Yang memungkinkan staf pegawai rumah sakit pendidikan ikut mengajar di Fakultas Kedokteran.

Ini dibenarkan oleh Wakil Dekan 2 FK UNAIR, Dr. Hanik Badriyah Hidayati, dr., Sp.S(K), “Seiring banyaknya PPDS yang belajar di FK UNAIR, jika hanya diajar oleh dosen FK UNAIR saja tidak akan cukup. Karena atas inisiatifnya beliau mengusulkan adanya program dokdiknis tersebut. Dan kini lahirlah banyak dokter spesialis berkat beliau,” terangnya seusai upacara penghormatan terakhir di halaman Aula FK UNAIR.

Hingga saat ini, dokdiknis diberlakukan di banyak institusi pendidikan kesehatan yang berafiliasi dengan rumah sakit.

Mempioniri Banyak Gedung di RSUD Dr. Soetomo

Selama masa pengabdiannya, dokter berusia 70 tahun ini memiliki banyak jabatan di RSUD Dr. Soetomo Antara lain Wakil Direktur Pendidikan & Penelitian, Wadir Pelayanan Medik dan Plt. Kepala Instalasi Rawat Darurat.

Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Pengembangan Paliatif Bebas & Nyeri, Ketua Forum Pers dan Kepala Instalasi Rawat Darurat.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr. Soetomo, Dr. Anang Endaryanto, dr., Sp.A(K) menambahkan, Dokter Urip meninggalkan banyak jasa di RSUD Dr. Soetomo.

Gedung Paliatif RSUD Dr. Soetomo ada atas pemikiran dan keringat almarhum. Pun dengan Gedung IGD yang saat ini menjadi IGD terbesar di Indonesia.

“Itu tidak lain atas perjuangan beliau. Beliau ikut merintis, mengembangkan, dan mengkader dokter-dokter sehingga dua unit tersebut berdiri dan besar,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, dokter Urip juga menjadi salah satu perintis layanan operasi kembar siam RSUD Dr. Soetomo bersama almarhum Dr. Agus Harianto, Sp.A(K). Yang hingga saat ini menjadi satu-satunya institusi dengan konsentrasi tersebut di Indonesia.

“Beliau tidak terlalu mengejar jabatan. Tapi menghasilkan begitu banyak produk yang melebihi kapasitas sebagai direksi. Jasa beliau akan kami ingat hingga saat ini.

Dokter Urip wafat meninggalkan istri, Drg. Wahyuni Widajati. Dan dua orang anak Dr. Bramantyo Harwindo, SpB dan Prasetyo Wibowo, ST. (Ism)

Mahasiswa Kebidanan FK UNAIR Dampingi Masyarakat Kawasan Puskesmas Banyu UripMahasiswa Kebidanan FK UNAIR Dampingi Masyarakat Kawasan Puskesmas Banyu Urip

Kebidanan komunitas merupakan salah satu kompetensi yang harus dicapai selama menjalani
pendidikan profesi bidan Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam praktek komunitas tersebut, Program Studi Profesi Bidan FK UNAIR bekerjasama dengan Puskesmas Banyu Urip menerjunkan sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 6 mahasiswa untuk melakukan pengorganisasian sebuah puskesmas dan mengelola sebuah wilayah binaan.

Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa benar- benar mengetahui permasalahan yang nyata ada di masyarakat. Serta memahami cara pengelolaan wilayah terkait permasalahan Kematian Ibu dan Anak (KIA).

Kegiatan berlangsung selama 2 minggu mulai tanggal 27 desember 2021 hingga 8 januari 2022. Di wilayah kerja puskesmas Banyu Urip. Tepatnya di RT 3 RW 3 Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Pengkajian Data Bersama Para Kader Kesehatan

Rangkaian kegiatan dimulai dari pengkajian data yang dilakukan dengan cara wawancara dan diskusi dengan tokoh-tokoh penting di wilayah binaan yang memiliki data-data warga di wilayah tersebut.

Setelah mendapatkan beberapa masalah, ditentukan masalah yang menjadi prioritas. Penentuan masalah prioritas dilakukan bersama perwakilan ketua RT, kader kesehatan, tokoh masyarakat dan perwakilan unsur masyarakat seperti remaja dan lansia melalui Musyawarah Masyarakat RT (MMRT).

“Dari Hasil MMRT disepakati pula kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diantaranya Penyuluhan KB kepada PUS dan WUS, serta pelatihan pengisian buku KIA,” papar Euvanggelia Dwilda Ferdinandus,S.Keb.,Bd.,M.Kes.

Selain itu, program yang dijalani diantaranya juga diisi dengan pemeriksaan SDIDTK untuk kader kesehatan, pemeriksaan IVA dan PAP Smear untuk mendeteksi kanker serviks.

Tak hanya itu saja, juga ada berbagai penyuluhan. Diantaranya penyuluhan ASI eksklusif, penyuluhan Lansia, dan penyuluhan mengenai kesehatan remaja, HIV dan NAPZA.

“Semua kegiatan merupakan salah satu peran aktif Prodi Kebidanan FK Unair dalam SDGs 3 yaitu good health and wellbeing” tukasnya. (Euvanggelia Dwilda Ferdinandus/ISM)