Tag: ULM

FK UNAIR Akan Dampingi FK ULM Rintis Prodi Orthopaedi dan JantungFK UNAIR Akan Dampingi FK ULM Rintis Prodi Orthopaedi dan Jantung

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) akan mendampingi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) untuk mendirikan program studi orthopaedi dan kardiologi.

Kesiapan FK UNAIR ini disampaikan oleh dekan, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) dalam menyambut rombongan dekanat dan dokter dari FK ULM, ” Kami siap membimbing FK ULM. Semoga segera berproses untuk kemudian mendidik sendiri mahasiswa prodi spesialis,” ujarnya di Sidang C, Rabu, 7 September 2022.

Sebelumnya, FK UNAIR juga telah mendampingu FK ULM dalam mendirikan beberapa prodi. Seperti diantaranya Prodi Obgyn. Pendampingan berlangsung selama 7 tahun.

“Memang sudah menjadi persyaratan bahwa pendirian prodi baru harus didampingi, salah satunya seperti FK UNAIR yang mendampingi,” terang dekan.

Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.K(K), FINSDV, FAADV mewakili pimpinan juga menyatakan kesiapan RSUD Dr. Soetomo dalam mendukung pendirian prodi baru ini.

“Dalam pembukaan prodi baru ini tentu akan ada beberapa tantangan di lapangan. Semoga dengan support berbagai pihak, semoga prodi baru ini segera terwujud untuk Indonesia sehat ke depan,” tambahnya.

Dekan ULM, Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., SH menjelaskan, pendirian prodi kardiologi dan orthopaedi ini menjawab permintaan dari Kementerian Kesehatan. Ini tentu saja bertujuan untuk peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Karenanya kami mohon bantuan untuk menumbuhkan benih yg ada di kami,” ujarnya.

Pendirian prodi baru ini, lanjutnya merupakan komitmen FK ULM untuk membantu pemerintah mengatasi permasalahan kesehatannya seperti kekurangan dokter beserta maldistribusinya.

Hal yang sama disampaikan oleh Direktur RSUD Ulin, Dr. Izaak Zoelkarnain Akbar, dr., Sp.OT (k), FICS. Sebagai rumah sakit rujukan utama milik di Provinsi Kalsel, pihaknya terus berproses menyempurnakan layanannya.

“Ini merupakan upaya kami dalam menjawab tantangan gubernur untuk mendirikan dua prodi baru ini, orthopaedi dan kardiologi,” terangnya.

Tantangan utama dalam menjalankan rumah sakit di Kaltim adalah kesediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Seringkali dalam mengoprasikan beberapa departemennya, rumah sakit mendatangkan tenaga dokter spesialis dari Jawa. Namun seringkali dokter tersebut hanya bertahan 3-5 tahun saja.

“Karenanya, penting bagi kami mencetak dokter dari daerah kami sendiri,” tambahnya.

Apalagi ke depan, rumah sakit pendidikan ini ditunjuk oleh pemerintah menjadi pusat rujukan jantung di Kalsel. Karenanya, ia berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan lahir dokter-dokter spesialis Jantung dan Orthopaedi yang ahli. (ISM).