Tag: Tumor

99th AWCS (Airlangga Webinar Conference Series) “Brain & Head and Neck Tumor”99th AWCS (Airlangga Webinar Conference Series) “Brain & Head and Neck Tumor”

You are invited to

99th Airlangga Webinar Conference Series (AWCS)

Topic:
Brain & Head and Neck Tumor

When:
Wednesday, 29 June 2022
19.00-21.45 Jakarta (GMT +7)

? Speaker 1: Prof. Suresh K. Mukherji, MD, MBA, FACR
Professor of Radiology, Michigan State University, USA
Anatomy and Pathology of the Anterior Skull Bases

? Speaker 2: Sri Andreani Utomo, dr., Sp. Rad (K) N-KL
Faculty of Medicine Universitas Airlangga – Dr. Soetomo General Academic Hospital
Brain Tumor Imaging in Neuroradiology

? Speaker 3: Dr. Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp. Rad (K) N-KL
Faculty of Medicine Universitas Airlangga – Dr. Soetomo General Academic Hospital
Tumor in Head and Neck

? Panelist:
Prof. Dr. Yuyun Yueniwati, dr., M. Kes., Sp. Rad (K)
Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp. THT-KL (K) FICS
Dr. Wihasto Suryaningtyas, dr., Sp. BS (K)

? Host:
Dr. Widiana Ferriastuti, dr., Sp. Rad (K) N-KL

Register in advance for this webinar by clicking:

After registering, you will receive a confirmation email containing information about joining the webinar

Tumor Otak pada Anak – Fakultas Kedokteran Universitas AirlanggaTumor Otak pada Anak – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

sumber foto : express.co.uk

sumber : https://www.unair.ac.id/2022/07/01/tumor-otak-pada-anak-2/

Tumor otak adalah massa atau pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di otak atau jaringan dan struktur di sekitarnya. Ada banyak jenis tumor otak anak yang berbeda – beberapa tidak bersifat kanker (jinak) dan beberapa bersifat kanker (ganas).

Tumor otak adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada anak yang melebihi tingkat kematian akibat leukemia limfoblastik akut (kanker darah). Oleh sebab itu, kejadian tumor pada anak patut diwaspadai.  Menurut beberapa laporan, tumor otak yang sering terjadi pada anak berbeda dengan jenis yang sering terjadi pada pasien dewasa. Belum diketahui secara pasti penyebab tumor otak pada anak. Namun, para ahli menduga penyakit ini muncul karena faktor genetik dan lingkungan.

Tanda dan gejala tumor otak pada anak sangat bervariasi dan bergantung pada jenis, ukuran, lokasi dan kecepatan pertumbuhan tumor otak. Secara umum, gejala yang ditimbulkan tumor biasanya diakibatkan oleh tekanan lokal massa pada struktur yang berdekatan serta peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Hal ini dapat disebabkan karena efek massa yang menekan struktur susunan saraf pusat (SSP) normal, atau hidrosefalus akibat penyumbatan aliran cairan serebrospinal (CSS).

Gejala tumor otak muncul karena pertumbuhan abnormal yang berlebihan dari tumor tersebut dapat menekan atau merusak bagian otak yang normal, sehingga fungsi yang dimiliki bagian otak tersebut bisa terganggu/hilang. Beberapa tanda dan gejala mungkin tidak mudah dideteksi karena menyerupai gejala kondisi selain tumor otak.

Beberapa gejala tumor otak yang umum terjadi pada anak-anak meliputi: Sakit kepala, yang menjadi lebih sering dan berat seiring dengan waktu, adanya tekanan yang meningkat di kepala, mual atau muntah berulang yang tidak jelas penyebabnya,atau adanya gangguan penglihatan (penglihatan kabur, penglihatan ganda sampai kebutaan).

Tanda dan gejala lainnya yang juga dapat terjadi, tergantung pada lokasi tumor, meliputi: Ubun-ubun yang tegang dan cembung pada bayi, Kejang (terutama bila tidak ada riwayat kejang sebelumnya), Gerakan mata yang tidak normal, Gangguan menelan, Nafsu makan turun, Gangguan balans atau keseimbangan, kelemah pada lengan dan/atau tungkai, gangguan ingatan, perubahan perilaku maupun problem gangguan pendengaran.

Dokter ahli saraf anak akan melakukan pemeriksaan penunjang yang tepat untuk menegakkan diagnosis yang tepat untuk sang anak, sehingga pengambilan keputusan terkait penatalaksanaan dapat lebih akurat dan efektif. Pemeriksaan penunjang tersebut meliputi: Pemeriksaan laboratorium darah & cairan tulang belakang, CT Scan, MRI. Pemeriksaan pencitraan yang paling baik untuk melihat tumor otak adalah MRI, jika dibandingkan dengan CT scan.MRI dengan kontras memberikan gambaran yang lebih rinci dari lesi parenkim, dan lebih sensitif dalam mendeteksi kelainan di fossa posterior, ruang subarachnoid, dan leptomeninges.

Saat diagnosis sudah ditegakkan, terdapat beberapa opsi penanganan. Penanganan yang dipilih akan disesuaikan berdasarkan jenis tumor, ukuran, dan lokasi tumor, serta usia dan kondisi umum kesehatan sang anak. Penatalaksanaan kuratif pasien tumor otak pada anak meliputi: Pembedahan, Radioterapi (menghancurkan sel tumor dengan radiasi), Kemoterapi (obat-obatan yang menghancurkan sel tumor)

Rehabilitasi memiliki peran penting bagi anak yang sudah menjalani tatlaksana kuratif, berhubung fungsi otak yang sebelumnya rusak/terganggu dapat diperbaiki melalui rehabilitasi. Rehabilitasi dapat membantu memperbaiki kemampuan otot/motorik anak, kognitif, dan berbicara.

Perawatan dan peluang pemulihan (prognosis) tergantung pada jenis tumor, lokasinya di dalam otak, ada atau tidaknya penyebaran (metastasis), usia, serta kondisi kesehatan anak secara umum.

Perawatan untuk tumor otak pada anak-anak biasanya sangat berbeda dari perawatan untuk tumor otak orang dewasa. Maka dari itu, sangatlah penting bagi orang tua untuk mencari keahlian dan pengalaman seorang ahli saraf anak yang berpengalaman.

Penulis: Prastiya Indra Gunawan

Informasi detail bisa dilihat pada tulisan kami di:

Complete Recovery Following Surgical Resection Inchildhood Pilocytic Astrocytoma | Medico Legal Update (ijop.net)

Prastiya Indra Gunawan, Rahadian Indarto Susilo, Wihasto Suryaningtyas. Complete Recovery Following Surgical Resection In Childhood Pilocytic Astrocytoma. Medico-legal Update 2022;22(2): 117-9.

DOI: https://doi.org/10.37506/mlu.v22i2.3239