Tag: Tulang

Kanker Tulang Lebih Sering Diderita Anak-anak Hingga RemajaKanker Tulang Lebih Sering Diderita Anak-anak Hingga Remaja

Tak seperti kanker lain yang penderitanya didominasi oleh orang dewasa, kanker tulang lebih sering menyerang anak-anak hingga remaja antara usia 10 hingga 20 tahun. Kanker ini tergolong tumor dengan tingkat keganasan tinggi atau dalam istilah medis disebut high grade.

Ini disampaikan oleh ahli orthopaedi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, Dr. Ferdiyansyah, dr., Sp.OT (K), FICS, “Ini untuk kasus primer ya. Artinya langsung dari tulangnya. Kanker ini sering diderita oleh anak-anak pada dekade 1 dan 2,” terangnya.

Dokter Ferdiansyah menuturkan, di Soetomo sendiri kasusnya cukup banyak. Dalam seminggu,hampir ada sepuluh pasien anak-anak dengan kanker tulang. Tentu ini bukan sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

Namun sama seperti yang lain, faktor resiko atau penyebab dari tingginya kasus ini pada anak-anak tidak diketahui. Beberapa teori mengatakan kanker ini disebabkan oleh faktor bawaan atau dalam hal ini genetik, faktor paparan lingkungan yang tidak sehat dan konsumsi makanan yang tidak sehat misalnya fast food.

Kedua adalah karena faktor sekunder. Ini biasanya terjadi pada penderita kanker payudara maupun servisk yang jaringan tumornya sudah menyebar atau mengalami metastase hingga ke tulang dan paru-paru.

“Karenanya perlu juga pasien yang mengalami kanker payudara atau serviks, selain pemeriksaan berkala ke onkologi juga pemeriksaan ke bagian orthophaedi untuk memastikan, kankernya sudah mengalami metastase sampai ke tulang atau tidak,” tambahnya.

Deteksi Dini Cegah Amputasi dan Kematian

Yang menjadi fokus dari para ahli orthopaedi saat ini adalah bagaimana kanker ini bisa terdeteksi segera dan mendapatkan penanganan sedini mungkin. Sehingga nyawa pasien bisa segera terselamatkan.

Satu-satunya cara adalah deteksi dini sehingga pengobatan pun bisa segera dilakukan. Dosen FK UNAIR ini menyebut, ada dua gejala yang khas yang bisa menunjukkan adanya kanker tulang. Pertama adalah adanya nyeri di tulang tanpa sebab yang jelas. Nyeri ini bisa hilang timbul hingga semakin memberat. Ini masuk gejala non spesifiknya.

Selanjutnya adalah gejala spesifik, yakni terdapat benjolan. Yang paling sering benjolan terjadi di sekitar sendi lutut, “Jika ada salah satu dari gejala iniatau bahkan dua sekaligus, maka segeralah periksa ke dokter spesialis orthopaedi untuk didiagnosa,” terangnya.

Yang menjadi masalah selama ini, pasien yang datang sering sudah dalam kondisi terlambat. Mereka sudah dalam stadium dua dan tiga yang membutuhkan penanganan berat hingga harus menjalani amputasi.

“Pengobatan kanker tulang ada macam-macam ya. Kalau melalui operasi pembedahan kesempatan hidupnya bisa dalam 5 tahun pertama atau di bawah lima puluh persen,” terangnya.

Namun seperti kanker lain, terapi kanker ini juga dikombinasi dengan terapi lain seperti radioterapi dan kemoterapi. Sehingga jika pasien datang lebih cepat, kesempatan sembuh bisa sampai 80 persen.

Saat ini, spesialis orthopaedi sedang mengupayakan agar pasien bisa menjalani operasi tanpa harus diamputasi. Ini memungkinkan bagi pasien kanker tulang tingkat dua yang penanganannya bisa dengan mengambil tumornya kemudian dilakukan rekonstruksi tulang.

Tukang Pijat Bukan Penyelamat

Dokter Ferdiansyah menuturkan, banyak pasien yang berobat ke soetomo datang sudah dalam kondisi stadium dua ke atas. Setelah ditelusuri, rupanya pasien lebih memilih melakukan pengobatan tradisional seperti pijat alih-alih ke dokter.

Ini tentu tidak dianjurkan. Karena kanker akan memperparah kanker itu sendiri, “ Namanya tumor, mendapatkan tekanan akan mudah luka dan menyebar. Kalau terlalu sering dipijat malah bisa cepat memperluas dan menyebar kankernya.

Pencegahan

Seorang harus mengantisipasi jika ada anggota keluarganya yang sudah menderita kanker tulang. Deteksi dini sangat dianjurkan apalagi bagi yang sudah memiliki gejala di atas.

Selain itu upayakan untuk hidup sehat dengan membatasi konsumsi makanan junk food, makan-makanan yang sehat dan hidup di lingkungan yang minim polusi dan radiasi. (ISM)