Tag: Traumatologi

Prof. Dr. Sjarwani, Guru Besar Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK UNAIR BerpulangProf. Dr. Sjarwani, Guru Besar Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK UNAIR Berpulang

Guru Besar Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo berpulang. Adalah Prof. Dr. Achmad Sjarwani, dr.,Sp.B.,Sp.OT(K). Ia menghembuskan nafas terakhir,Sabtu Februari 2022 pada pukul 13.00 di RSUD Dr. Soetomo.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) mewakili FK UNAIR mengucapkan duka cita atas berpulangnya sosok guru kebanggaan FK UNAIR . Dekan juga mengucapkan terima kasih banyak atas dedikasi besar Prof Sjarwani pada FK UNAIR, pada pendidikan, kesehatan serta pelayanan masyarakat.

“Tentu ini menjadi duka yang mendalam bagi FK UNAIR. Kami kehilangan guru besar yang kedalaman ilmunya serta pengabdiannya susah untuk digantikan,” terangnya seusai acara persemayaman di Aula FK UNAIR.

Dekan mengenal Prof Sjarwani sebagai salah satu guru besar yang berdedikasi tinggi pada ilmu pengetahuan. Yang hingga akhir hayatnya mengabdikan diri menjadi dosen di FK UNAIR meski telah melewati masa pensiunnya, “Beliau sebenarnya pensiun Tahun 2011 namun tetap aktif dan semangat mengajar di Departemen Ortophaedi dan Traumatologi dan Departemen Bedah,” lanjut dekan.

Profesor kelahiran Jember 2 Agustus 1946 ini pergi meninggalkan 5 orang anak. Antara lain Dyah Permata Sari, Dyah Ratna Sari, Dyah Manik Sari, Dyah Intan Sari dan Muhammad Amri Zuhud Al Hasany.

Profesor Sjarwani, Agustus nanti genap berusia 76 tahun ini merupakan satu diantara tujuh guru besar yang merintis berdirinya Departemen Orthopaedi di FK UNAIR.

Ia menempuh pendidikan dokter di FK UNAIR FK UNAIR tahun 1971. Kemudian melanjutkan studi spesialis bedah pada Tahun 1977 di kampus yang sama. Kemudian mrlanjutkan mengambil spesialis orthopaedi dan traumatologi di UI pada Tahun 1979. Dan pada Tahun 2006 mengambil pendidikan doktor di Pascasarjana FK UNAIR.

Prof Sjarwani mengabdikan dirinya di FK UNAIR sejak tahun 1971. Ia mengabdikan diri di dua departemen sekaligus yakni Departemen Ilmu Bedah dan Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK UNAIR.

Selama sepuluh tahun, Prof Sjarwani menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Orthopaedi Indonesia. Tepatnya sejak 1988 hingga tahun 1998.

Profesor Sjarwani dimakamkan di TPU Keputih Surabaya. (ISM)

Unggul Dalam Rekayasa Jaringan Sel Punca, FK UNAIR Buka Prodi Spesialis 2 Orthopaedi & TraumatologiUnggul Dalam Rekayasa Jaringan Sel Punca, FK UNAIR Buka Prodi Spesialis 2 Orthopaedi & Traumatologi

Departemen Orthopaedi & Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) unggul dalam pengembangan Jaringan Sel Punca (Stem Cell). Produk ini bahkan sudah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan dikembangkan secara masal. Menjadi satu-satunya Departemen Orthopaedi & Traumatologi di Indonesia yang menghasilkan produk medis.

Dengan reputasi yang baik ini, Departemen Orthopaedi & Traumatologi terus melakukan pengembangan. Salah satunya dengan membuka Program Studi Spesialis 2. Prodi ini akan menerima 10 peserta didik di tahun ini.

Koordinator Program Studi (KPS), Dr. Lukas Widhiyanto, dr., SpOT(K) menuturkan, selain pengembangan jaringan sel punca, Departemennya juga unggul dalam pengembangan biomaterial.

“Untuk kedua hal ini kami menjadi pionir di Indonesia dan satu-satunya hingga saat ini,” ujarnya ditemui seusai Assesmen Lapangan Akreditasi LAM- PT-Kes pertamanya, Kamis, 02 Februari 2023..

Lukas menjelaskan, Prodi Spesialis 2 merupakan pendalaman dari Prodi Spesialis 1. Mencakup 5 peminatan antara lain Lower extremity & Joint reconstruction, Upper Extremity & Microsurgery, Oncology Muskologenetal, Spine dan Pediatric orthopaedi.

“Sebenarnya ini bukan program baru. Tapi karena perubahan revolusi peraturan perundangan. Dari yang sebelumnya pendidikan dasarnya kolegium base jadi university base. Subspesialis merupakan pendalaman dari pendidikannya,” paparnya.

Lucas optimis, adanya prodi baru ini bisa semakin mengangkat unggulan bidang studi FK UNAIR. Khususnya di bidang ilmu Orthopaedi & Traumatology. Karena dengan kemajuan ilmu pengetahuan saat ini, semakin dirasakan kebutuhan pelayanan dalam bidang ini. Apalagi masalah kesehatan muskolokeletal semakin kompleks dan membutuhkan penanganan dari ahlinya.

Dari Prodi Spesialis 1 Orthopaedi & Traumatologi memiliki hubungan yang sangat baik dengan mitra luar negeri. Seperti diantaranya dari Malaysia, Singapura, Australia dan Amerika Serikat. Bahkan ujian nasional juga dengan penguji-penguji dari kampus luar negeri. Ini akan Dilanjutkan di program subspesialis.

“Sejak mulai spesialis 1 kita sudah benchmarking dengan luar negeri. Sehingga berdasarkan itu standar kita tidak kalah dengan luar negeri. Paling tidak dengan negara di wilayah Asia Pasifik,” tukasnya.

Penulis : Ismaul Choiriyah