Tag: Transaksional

Departemen Jiwa FK UNAIR Adakan Workshop Analisis TransaksionalDepartemen Jiwa FK UNAIR Adakan Workshop Analisis Transaksional

Untuk memperkaya variasi teknis psikoterapi bagi PPDS dan staf, Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa (IKJ) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR mengadakan workshop analisis transaksional, Sabtu-Minggu, 3-4 September 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 54 PPDS dan beberapa staf pengajar.

Analisis transaksional merupakan salah satu metode psikoterapi. Pendekatan ini mempelajari pola komunikasi setiap individu untuk mendeteksi penyebab gangguan interpersonal pasien. Metode ini mengkualifikasikan sikap individu ke dalam empat jenis, critical parent, nurturing parent, natural child dan adaptive child.

Workshop diberikan oleh Gusti Ayu Maharatih, Sp.KJ(K)., M.Kes dari UNS yang bertahun-tahun mendalami dan banyak melakukan penelitian mengenai analisis transaksional.

Ketua Departemen IKJ, Azimatul Karimah, dr., Sp.KJ(K), FISCM menjelaskan, metode analisis transaksional sudah pernah diajarkan di prodi psikiatri 19 tahun silam. Namun tidak lagi diajarkan karena dosen pengampunya pensiun.

“Dulu yang mengajarkan analisis transaksional dari UNAR Dokter Sungkar. Sejak beliau pensiun (Analisis Transaksional) tidak lagi masuk dalam kurikulum pembelajaran,” terangnya.

Melalui workshop ini, Dokter Azimah berharap baik staf maupun PPDS memiliki kepercayaan diri untuk menerapkan metode psikoterapi ini untuk menangani pasien. Diharapkan juga metode ini bisa melengkapi metode psikoterapi lain.

Terlebih, dalam metode psikoterapi ini hanya membutuhkan sesi tatap muka dengan pasien sebanyak enam kali dalam satu paket. Sehingga dinilai cukup efektif bagi rumah sakit yang memiliki banyak pasien namun terbatas jumlah dokternya.

Dokter Uci, panggilan akrabnya, menginginkan paling tidak selama empat tahun masa pendidikan PPDS, mahasiswa paling tidak sekali mendapatkan materi ini. Pun dengan metode psikoterapi yang lain.

“Buat kami untuk proses pendidikan lebih efisien karena pengajarnya sudah ahli di bidang tersebut dan sudah melakukan berbagai penelitian. Daripada kami sendiri yang mengajarkan padahal kami sendiri jarang melakukannya,” terangnya. (ISM)