Tag: Teknologi

Pengmas Internasional FK UNAIR dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Pencegahan Deteksi Dini DBD –Pengmas Internasional FK UNAIR dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Pencegahan Deteksi Dini DBD –

Dalam rangka kegiatan Pengabdian masyarakat antara Universitas Airlangga dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), maka bentuk kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Unair (FK UNAIR) mengambil topik pencegahan dan deteksi dini DBD di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Agustus 2023, di Kangkar Pulai, Johor Baru, Malaysia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah untuk mempromosikan tentang program pencegahan, dan sosialisasi deteksi dini Demam Berdarah Dengue (DBD) pada warga flat Kenari, Selangor, Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, tim Fakultas Kedokteran UNAIR berjumlah 2 orang, yaitu Dr. Sulistiawati., dr., M.Kes dan Martha Kurnia Kusumawardani., dr., Sp.KFR.

Virus dengue adalah agen penyebab demam berdarah dengue (DBD) dan Dengue shock syndrome (DSS) yang berpotensi mengancam jiwa. Virus tersebut ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Di Malaysia pada tahun 2020, jumlah kumulatif kasus demam berdarah dilaporkan sebanyak 90.304 kasus dengan 145 kematian. Jumlah kumulatif 26.365 kasus demam berdarah (penurunan 70,8% dari tahun 2020) dengan 20 kematian telah dilaporkan pada tahun 2021 (penurunan 86,2% dari tahun 2020). Namun, jumlahnya pada tahun 2023 kembali meningkat. Manifestasi klinis berkisar dari penyakit demam ringan hingga demam berdarah berat yang ditandai dengan kebocoran plasma, kecenderungan perdarahan, kegagalan organ, syok, dan kematian. Tingkat kematian sekitar 0,1% hingga 1% pada kasus rawat inap.

Pencegahan dan pengendalian DBD didasarkan pada program pengendalian vektor nyamuk dan Kesehatan lingkungan di masyarakat. Oleh karena itu, selain strategi pengendalian vektor dan pengelolaan lingkungan, maka diperlukan juga strategi deteksi dini gejala DBD secara umum oleh orang awam sehingga dapat mengurangi resiko komplikasi yang berat.

Akan Kembangkan Teknologi Bidang Kedokteran, FK UNAIR Kerjasama dengan Singapore University Technology & DesignAkan Kembangkan Teknologi Bidang Kedokteran, FK UNAIR Kerjasama dengan Singapore University Technology & Design

Masa depan dunia kesehatan tidak lepas dari teknologi digital. Sadar betul tentang hal itu, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) membuka diri dengan segala bentuk kolaborasi untuk mengembangjan teknologi kesehatan. Yang terbaru, FK UNAIR membuka kerjasama dengan Singapore University Technology & Design (SUTD).

Diharapkan, nantinya FK UNAIR bisa mengembangkan produk di bidang kedokteran. Baik teknologi Artificial Intellegence (AI) untuk peningkatan mutu dan pelayanan pada pasien. Maupun Augment Reality dan Visual Reality (VR) untuk membantu kinerja dokter dan praktisi kesehatan lain.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan 3 FK UNAIR, Sulistiawati, dr., M.Kes. “Minimal nanti ada produk bersama berupa prototype yang bisa kemudian dikembangkan lagi,” harap Dokter Sulis ditemui setelah menyambut kunjungan dari SUTD, Selasa, 6 September 2022.

Pengembangan teknologi ini, diharapkan menjadi output dari program bersama yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni sebagai langkah awal adalah pertukaran dosen dan mahasiswa dari Surabaya ke Singapura dan sebaliknya.

“Jadi nanti akan ada pembelajaran bersama antara mahasiswa di FK UNAIR dan SUTD. Dosen sebagai supervisi juga dari dua kampus. Dan prototype ini kami harapkan jadi output dari observasi yang dilakukan bersama,” paparnya.

Dokter Sulis menambahkan, kerjasama dengan SUTD sendiri telah terjalin satu dua terakhir. Dicanangkan 2023 nanti, program bersama ini akan terlaksana. Sebagai langkah awal, FK UNAIR akan menerima 25 mahasiswa SUTD untuk belajar selama satu bulan di FK UNAIR. (ISM)