Tag: Semester

Meningkatkan Kesadaran tentang OSCE, AMSA-Unair mengadakan Smartclass 3.0 untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Keterampilan Medis Mahasiswa Semester 2Meningkatkan Kesadaran tentang OSCE, AMSA-Unair mengadakan Smartclass 3.0 untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Keterampilan Medis Mahasiswa Semester 2

AMSA SMARTCLASS-3 adalah kegiatan pemaparan materi dan simulasi OSCE untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) semester 2 yang diberikan oleh pemateri dan fasilitator praktikum. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 31 Mei 2023 di Ruang Kuliah Anatomi FK Unair untuk sesi pemaparan materi dan Ruang Praktikum Histologi untuk sesi simulasi OSCE. Kegiatan ini dilakukan sebagai kerjasama antara AMSA-Unair dengan Non Desistas Non Exieris (NDNE). Dari kerjasama ini, AMSA-Unair mendatangkan dr. Yunobi Ashari sebagai pembicara dalam sesi pemaparan materi.

Kegiatan ini cukup berbeda dengan AMSA SMARTCLASS-3 dari tahun-tahun sebelumnya dimana materi Keterampilan Medis diambil sebagai materi yang disajikan. Kemudian, adanya simulasi OSCE yang dilakukan oleh peserta secara langsung diharapkan dapat menjadi implementasi dari materi yang baru disampaikan dan pengingat terhadap mahasiswa FK Unair terhadap situasi OSCE yang sebenarnya. Acara ini juga dibuat menjadi kesempatan bagi para anggota dari divisi RnA AMSA-Unair untuk belajar mengenai manajemen, kepemimpinan, dan perencanaan kegiatan.

Pemaparan materi yang dilakukan berjalan lancar. Bahkan dalam sesi pemaparanmateri juga terdapat demo yang dilakukan dengan mengambil salah satu panitia untuk menjadi subjek praktik. Hal ini meningkatkan minat peserta karena merupakan hal yang baru daripada penyajian materi melalui power point yang telah menjadi kebiasaan dalam lingkup kuliah. Selain itu, simulasi OSCE juga terlaksana dengan situasi yang menegangkan untuk mensimulasi situasi OSCE yang sebenarnya.
Dalam pelaksanaan acara, terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh panitia.

Masalah pertama yang muncul adalah mulainya acara yang terlambat karena menunggu persiapan alat-alat dari pihak NDNE. Kemudian, sebelum simulasi OSCE, peserta sudah merasa lelah untuk mengikuti simulasi sehingga sebagian besar peserta meninggalkan area sebelum dimulainya simulasi OSCE sebelum dilakukan briefing mengenai simulasi. Oleh karena itu, jumlah peserta yang mengikuti simulasi menjadi sedikit.

Target dari acara ini adalah dihadiri oleh minimal 30 peserta dan terlihatnya peningkatan pemahaman peserta melalui peningkatan nilai pretest dan posttest serta kemampuan peserta untuk memenuhi syarat OSCE. Target peserta dari acara ini telah dilampaui karena jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 90 orang sedangkan peserta yang mengisi pretest sebanyak 36 dan peserta yang mengisi posttest sebanyak 30 peserta. Dari analisis hasil pretest dan posttest pada peserta yang sama, ditemukan adanya peningkatan sebesar 8,8% pada skor posttest dimana hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta akan materi. Rata-rata dari skor OSCE peserta adalah 78,42% yang menunjukkan peningkatan keterampilan peserta akan materi. Oleh karena itu, acara ini dapat dikatakan berhasil memenuhi target yang ditentukan.

Kami selaku panitia AMSA SMARTCLASS-3 mengharapkan agar acara ini dilakukan kembali pada tahun depan. Besar harapan kami agar kepanitiaan berikutnya dapat meningkatkan target pencapaian dan belajar dari evaluasi kami. Kami harap agar kepanitiaan tahun depan dapat memberikan pengetahuan kepada peserta tentang rentang waktu acara serta menjaga semangat peserta sehingga sebagian besar peserta tetap ingin mengikuti sesi simulasi OSCE. Kemudian, kami juga berharap agar persiapan pelaksanaan acara dilakukan secara lebih matang untuk menghindari hal yang diluar rencana.

Penulis: Nathaniel Suyanto, Kedokteran Unair 2022

FK UNAIR Buka Prodi Magister Pendidikan Dokter, Kuota 10 Peserta Didik di Semester IniFK UNAIR Buka Prodi Magister Pendidikan Dokter, Kuota 10 Peserta Didik di Semester Ini

Untuk mendidik seorang dokter dibutuhkan dosen profesional. Artinya bukan hanya cakap keilmuan medis, namun juga menguasai kurikulum dan pedagogi atau metode mengajar yang baik. Berangkat dari alasan ini Fakultas Kedokteran UNAIR (FK UNAIR) membuka Program studi baru yakni Magister Pendidikan Kedokteran.

Dekan FK UNAIR Prof Budi Santoso,dr., SpOG, Subs.F.E.R menuturkan, saat ini ada 92 fakultas kedokteran di Indonesia. Dengan dibukanya moratorium pendidikan kedokteran oleh Kementerian Kesehatan sebagai upaya penambahan jumlah dokter Indonesia, beberapa universitas akan membuka Fakultas kedokteran. Setidaknya sudah ada 14 universitas yang saat ini tengah mengajukan pembukaan fakultas baru.

“Dengan adanya Prodi Magister Pendidikan Dokter FK UNAIR, diharapkan lahir dosen pendidik calon dokter yang cakap,” ujarnya di sela-sela Pembukaan Prodi Magister Pendidikan Dokter di Aula, Rabu, 15 Februari 2023.

Prof Budi menjelaskan, magister pendidikan kedokteran atau medical education akan mengajari dosen-dosen membuat kurikulum. Khususnya, cara pengajaran di FK dengan baik dan benar.

“FK Unair memberikan kesempatan bagi tenaga dosen di FK untuk mengambil expert di bidang medical education sehingga mereka bisa transfer knowledge dengan benar,” ungkapnya,

Dekan mengatakan, di Indonesia baru ada tiga perguruan tinggi yang memiliki magister pendidikan kedokteran. Yakni, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Adapun yang membedakan prodi magister pendidikan kedokteran FK Unair dengan prodi serupa di kampus lain adalah lebih memprioritaskan pada pendidikan klinis. Maksudnya, FK UNAIR akan melatih dosen-dosen yang akan mengajar mahasiswa koas (ko-asisten), spesialis maupun subspesialis.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Program Studi (KPS) Magister Pendidikan Dokter FK UNAIR, Dr.Hermanto Tri Joewono, dr., SpOG(K),“tiga kampus lain menyiapkan dosen untuk mendidik mahasiswa preklinik atau S1, kami mahasiswa kliniknya,” terangnya.

Berbeda dengan preklinik yang bergelut dengan teori dan manekin, mahasiswa klinik akan berhadapan langsung dengan pasien. Sehingga ilmu berkomunikasi, memperlakukan pasien perlu diberikan sehingga menemukan kepuasan dan keselamatan pasien.

“Kita menyiapkan dokter-dokter masa depan dengan jurus-jurus yang lebih efektif,” tambahnya.

Prodi Magister Pendidikan Dokter FK UNAIR saat ini sedang membuka proses seleksi. Nantinya kuota prodi ini sebanyak 10 mahasiswa di semester ini.

Penulis : Ismaul Choiriyah