Tag: Selenggarakan

FK UNAIR Bekerjasama dengan Osaka University Selenggarakan Webinar Antisipasi Penyakit Hepatitis yang Tidak Diketahui PenyebabnyaFK UNAIR Bekerjasama dengan Osaka University Selenggarakan Webinar Antisipasi Penyakit Hepatitis yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Penyakit Hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya/Acute Hepatitis of Unknown Aetiology (AHUA) merupakan penyakit yang menjadi perhatian dunia belum lama ini. Menurut data WHO 23 April 2022, penyakit ini menyerang anak dengan rentang usia 1 bulan hingga 16 tahun. Sejak 21 April 2022 terdapat 169 kasus AHUA di 11 negara, dan diantaranya 17 kasus membutuhkan transplantasi liver, dan setidaknya 1 kematian telah dilaporkan. Di Indonesia, sejak tanggal 17 Mei 2022 telah ditemukan 14 kasus dicurigai AHUA terdiri dari 1 kasus di Sumatra Utara, 1 kasus di Sumatra Barat, 7 kasus di DKI Jakarta, 1 kasus di Jambi, 3 kasus di Jawa Timur.

Demi mengantisipasi penyebaran kasus AHUA ini, Departemen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga bekerjasama dengan Osaka University Jepang menyelenggarakan webinar yang bertajuk  “Mitigation and Preparedness for Acute Hepatitis of Unknown Aetiology (AHUA)”. Peserta webinar berasal dari praktisi kesehatan dari seluruh Indonesia. Update informasi terkini disajikan secara menarik untuk menghadapi penyakit AHUA.

Webinar diisi oleh para pembicara ahli: Prof. Yoshiharu Matsuura, Ph. D dari Osaka University, Jepang ; Prof. Maria Inge Lusida, dr., PhD, Sp. MK (K) dari Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga; Dr. Budiman Bela, dr., Sp. MK (K) dari Departemen Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia; Dr. Bagus Setyobudi, dr., Sp A(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo; Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS, Sp MK(K) dari Departemen Mikrobiologi Klinik Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo.

PPDS FKUA Selenggarakan Etape 2 Airlangga Webinar OctathlonPPDS FKUA Selenggarakan Etape 2 Airlangga Webinar Octathlon

Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran UNAIR didukung KSM RS Dr. Soetomo, Surabaya Neuroscience Institute, dan IDI melanjutkan pagelaran etape ke-2 Airlangga Webinar Octathlon pada Sabtu (6/8/2022) secara daring. Kegiatan webinar etape ini membahas tentang ETV and Shunt: Anatomical, Technical Notes, dan Pitfalls; Menjelaskan tantangan terkini dalam pelaksanaan ETV and Shunt sebagai pilihan dalam penanganan hydrocephalus.

Dr. dr. Wihasto Suryaningtyas, Sp.BS (K) bertindak sebagai Moderator pada etape kali ini. Staf yang menjadi pembicara adalah DR. dr. Muhammad Arifin Parenrengi, Sp.BS (K), yang membahas Pitfall to Avoid Complications in Shunt Surgery. Pembicara dari luar yang ikut kali ini adalah Samer K. Elbabaa, MD, FAANS, FAAP, FACS, Peneliti dan direktur dari Leon Pediatric Neuroscience Center, Arnold Palmer Hospital for Children, membahas On ETV: Anatomical notes and Pitfalls.

Acara berlangsung selama 1,5 jam ini telah menghadirkan pakar-pakar dari dalam dan luar negeri berlangsung dengan sangat kondusif dan diharapkan dapat menjadi jembatan pemahaman bagi mahasiswa dan general practitioner mengenai penggunaan pilihan terapi ETV dan Shunt, serta membantu memberikan insight bagi residen dan dokter spesialis Bedah Saraf dalam praktik klinis sehari-hari ketika menggunakan pilihan terapi tersebut.

Dalam penjelasannya, DR. dr. Muhammad Arifin Parenrengi, Sp.BS (K) juga menyampaikan bahwa identifikasi Pitfalls, dimana dapat terjadi Shunt Failure karena obstruksi, infeksi, dan lain-lain, semuanya tidak lepas dari penguasaan seorang klinisi dalam memahami basic medical science yang meliputi anatomi dan fisiologi secara komprehensif. Tidak lupa juga untuk senantiasa dengan teliti memperhatiakn follow up hasil pemeriksaan laboratorium pasien pasca Shunt, khususnya guna mengidentifikasi cerebrospinal fluid (CSF) eosinophilia yang merupakan indikasi adanya alergi terhadap Shunt.

Hal tersebut diamini pula oleh dr. Samer Elbaba, yang membahas ETV. ETV, yang merupakan singkatan dari Endoscopic Third Ventriculostomy, adalah pilihan terapi baru pada pasien hidrosefalus yang masih jarang dilaksanakan di Indonesia. “ETV merupakan masa depan penanganan hidrosefalus, yang memberikan keamanan dan efektivitas lebih baik dalam tatalaksana,” ujar Samer. ETV memiliki resiko yang kurang lebih sama dengan Shunt tetapi dengan probabilitas yang lebih rendah sehingga diharapkan dapat diaplikasikan di Indonesia ke depannya.

Semarakkan Dies Ke 109 Tahun, Alumni FKUA Angkatan 93 Selenggarakan Pengmas Bagi Lansia dan Anak Yatim Piatu di Kelurahan Ardirejo, Kepanjen MalangSemarakkan Dies Ke 109 Tahun, Alumni FKUA Angkatan 93 Selenggarakan Pengmas Bagi Lansia dan Anak Yatim Piatu di Kelurahan Ardirejo, Kepanjen Malang

Semarakkan Dies Natalis Ke 109 Tahun, Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKUA) Angkatan 93,  pada Sabtu (15/10/22) menyelenggarakan Kegiatan Penmas dan Pengobatan Gratis bagi Sebanyak 200 Lansia dan 50 Anak yatim Piatu yang dipusatkan di Pendopo Kelurahan Ardirejo -Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ketua Pelaksana dr. Zakky Sukma Jaya, SpOG dalam wawancaranya menyampaikan  Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKUA) Surabaya ke 109 tahun. Dimana setiap angkatan alumni dari FKUA diberikan tugas kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (penmas) yang bertajuk “Kolaborasi untuk negeri” tuturnya.

Ditambahkan oleh dr Zakky jadi sasaran dari kegiatan ini adalah Para Lansia dan anak yatim piatu, kita bekerjasama dengan panti asuhan Al –Amin  milik Dr. dr. Sri Sunarti, SpPD. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin kami pada tiap tahunnya, dikarenakan beberapa tahun terakhir sedang  dilanda covid-19 maka disumbangkan beberapa alat pelindung dan pemberian bantuan pembagian alat tulis dan bingkisan ke anak –anak siswa siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kepanjen.

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Ardirejo Kepanjen, Malang dengan memberikan bantuan berupa paket sembako, pemeriksaan kesehatan dan cek lab gratis, serta bantuan uang tunai, “Kami berharap kegiatan ini lebih bermanfaat bagi masyarakat, kita memberikan sedikit dan berbagi kebahagiaan untuk para lansia, kaum dhuafa dan para anak yatim piatu”, ungkapnya.

Ditambahkan oleh Dr. dr. Sri Sunarti, SpPD. KGER bahwa penmas ini ditemukan beberapa penyakit seperti hipertensi, kencing manis, arthritis atau radang sendi dan bengkak dikaki kemungkinan jantung dan pegal linu. Beberapa penyakit tersebut selain diberikan obat, juga diberikan rujukan ke faskes terdekat seperti puskesmas, klinik, kedokteran keluarga dan rumah sakit.

Pada kesempatan yang sama Lurah Ardirejo, Firman Adinata, S. STP, MAP, kami sangat mendukung sekali adanya kegiatan ini, kegiatan bantuan seperti ini banyak sekali baik dari pemerintah maupun pihak terkait seperti BKH, (Bina Keluarga Harapan), bantuan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan lain-lain namun belum sepenuhnya menyentuh segala aspek warga. “Dengan adanya kegiatan ini harapan saya bisa menyentuk seluruh lapisan masayarakat” ungkapnya.

Lebih lanjut Pria yang menjadi orang nomer 1 di Kelurahan Ardirejo Kepanjen ini menyatakan bahwa bantuan seperti ini sangat diperlukan sekali, “Pasti masyarakat kami merasakan manfaat yang bagus”. Selama ini Kelurahan hanya melaksanakan kegiatan yang merupakan kepanjangan Dinas Kesehatan, namun kegiatan seperti ini saya rasa sangat tepat, karena Kabupaten Malang yang mempunyai total 33 Kecamatan tentunya banyak mengalami kendala dalam pemerataan  pelayanan pemeriksaan kesehatan dan diharapakan kegiatan ini sangat membantu sekali bagi masyarakat.

“Wilayah Ardirejo termasuk wilayah yang majemuk dan dinamis, dimana di kelurahan ini ada Polres, ada Panti dan tempat penampungan Lansia dan Anak Jalanan, dan kami bina untuk dapat bersama –sama dengan masyarakat dalam kegiatan sosial dan lain-lain”tambah Lurah Ardirejo lagi.

Selaku Lurah, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim dari FKUA yang telah memberikan bantuan dan donasi bagi warga, dirasakan bahwa medical check up ini sangat tepat sasaran mengingat yang diundang bukan hanya warga asli saja, tapi warga penampungan sehingga kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melihat antusias warga dan dampak positif yang diterima oleh masyarakat. (An4nk- Humas Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya)