Tag: Scopus

Teliti Korelasi Kenaikan BB Terhadap Preeklamsi, Jurnal Bidan Baru FK UNAIR Tembus ScopusTeliti Korelasi Kenaikan BB Terhadap Preeklamsi, Jurnal Bidan Baru FK UNAIR Tembus Scopus

Prestasi membanggakan diraih oleh salah satu bidan dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) yang dilantik Rabu (8/6) lalu. Adalah Renata Alya Ulhaq. Yang mana jurnal karya akhirnya terindeks scopus.

“Kami untuk sampai ke gelar bidan ini memang ada proses ke sarjana kebidanan terlebih dahulu. Dan untuk mendapatkan gelar sarjana kami(mahasiswa kebidanan) wajib untuk submit jurnal. Alhamdulillah kami berbariasi mulai Sinta 1 sampai Sinta 5 hingga Scopus pun berkesempatan bisa publish,” terangnya ditemui usai pelantikan.

Bagi yang belum mengenal, scopus adalah database jurnal terbesar yang meliputi abstrak dari kutipan literatur peer-review, yakni jurnal ilmiah, buku, prosiding seminar.

Untuk tembus ke Scopus bisa dikatakan cukup sulit. Di FK UNAIR sendiri, syarat kelulusan jurnal terindeks scopus baru dibebankan kepada mahasiswa jenjang S2 dan S3.

Dalam jurnalnya, Renata membahas tentang hubungan antara kenaikan berat badan selama kehamilan dengan kejadian preeklamsia. Di sana ia menyimpulkan bahwa kenaikan berat badan lebih dari 12 kilogram pada ibu hamil bisa menjadi faktor resiko preeklamsia.

“Resiko preeklamsia sendiri apabila Indeks Masa Tubuh (IMT) awal normal, biasanya ibu hamil disarankan tidak lebih dari 12 kilogram untuk naik selama sembilan bulan. Apabila lebih daripada itu maka resiko preeklamsia dan komplikasi-komplikasi yang lain akan lebih meningkat,” paparnya.

Preeklamsia sendiri merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada kasus kehamilan. Sehingga bagi Renata hal tersebut menarik untuk digali.

Dalam penelitiannya, bidan Angkatan 2016 ini menggunakan metode sistematic rewiew meta analisis. Metode yang tergolong sulit inilah yang dia yakini membuat jurnalnya tembus Scopus.

“Jurnal saya terpublish di Asian Pacific Jurnal of Reproduction (APCR),” tambahnya.

Dalam menggarap penelitiannya, Renata dibimbing oleh Muhammad Ilham Aldika Akbar, dr., Sp.OG(K) dan Dr. Widati Fatmaningrum, Dr. M.Kes serta satu dosen dari kebidanan.

Akan Geluti Bidang Penelitian

Seperti pesan dekan saat memberikan sambutan dalam pelantikan, banyak kesempatan berkarir lain bagi bidan selain menjadi praktisi. Salah satunya menjadi peneliti.

Rupanya, jalan ini juga diminati oleh Renata. Ia ingin meneruskan minatnya menjadi peneliti sekaligus akademisi. Apalagi, sejak kuliah ia sudah aktif di bidang ini.

“Kebetulan saat ini saya sedang membantu dosen-dosen untuk proyek publikasi luar negeri juga,” tambahnya.

Beberapa dosen yang dia asistensi adalah Ketua IDI Cabang Surabaya, Dr. Brahmana Askandar, dr., Sp.OG(K).

“Untuk saat ini saya akan fokus menjadi asisten penelitian terlebih dahulu sembari mencari beasiswa untuk melanjutkan studi,” tukasnya. (ISM)

Sasar Indeksasi Scopus, UKJF Adakan Lokakarya JurnalSasar Indeksasi Scopus, UKJF Adakan Lokakarya Jurnal

Unit Konsorsium Jurnal dan Folia Media Indonesiana (UKJF) menyelenggarakan lokakarya Jurnal, Senin, 21 November 2022. Lokakarya ini mengupas tuntas kiat-kiat jurnal bisa mendapatkan indeksasi internasional scopus. Harapannya, setelah lokakarya ini semakin banyak jurnal karya dosen-dosen di Fakultas Kedokteran UNAIR (FK UNAIR) yang terindeks scopus.

Hal ini disampaikan oleh Ketua UKJF, Prof. Visakasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K). Ph.D,
“Tujuan dari pertemuan ini adalah melanjutkan misi kami dalam indeksasi internasional scopus,” terangnya dalam sambutan.

Lokakarya ini menghadirkan Johan Jang, dari Elsevier, penyedia informasi ilmiah, teknis, dan medis terbesar di dunia dan perusahaan teknologi yang didirikan tahun 1880. Serta Iman Hermawan, S.E., MBA., Ph.D.

Agar jurnal-jurnal tembus indeksasi Scopus menjadi cita-cita dari FK UNAIR. Saat ini ada 18 jurnal yang ada di bawah naungan UKJF. 5 diantaranya sudah terindeksasi Sinta 2.

“Lima ini punya prospek untuk terindeks scopus ya. Semoga ada dua hingga tiga bisa lolos scopus. Dan semoga yang lain juga menyusul nanti,” tambah Wakil Dekan III FK UNAIR, Dr. Sulistiyawati, dr., M.Kes.

Dokter Sulis menambahkan, Penasehat UKJF, Prof. Miftahussurur, dr., Sp.PD., KGEH, FINASIM menyampaikan, meski bukan segalanya, indeksasi minimal menjadi ukuran untuk mengetahui kualitas suatu jurnal.

Kerjasama dengan Elsevier diharapkan Prof Miftah bisa melahirkan negosiasi dalam mapping indeksasi. Mendorong jurnal-jurnal potensial yang bisa berkembang.

“Bukan artinya berkoalisi agar bisa masuk indeks scopus, namun untuk membedah, jurnal-jurnal yang terindeks nasional Sinta2 mana yang potensial masuk di Scopus,” tambahnya.

Agar tujuan ini bisa berjalan lanjut Prof Miftah, dibutuhkan pengelolaan. Yang didalamnya mengatur hukuman kepada jurnal-jurnal yang kurang progressif.

Terlepas dari target indeksasi, tujuan FK UNAIR dalam upaya peningkatan kapasitas jurnal ini ada satu. Yakni mendukung program Sustainable Development Goals (SDGS) khususnya ke 3 dan 4.

Menurut penilaian dari QS World Ranking, UNAIR termasuk universitas yang progresif dalam hal publikasi. Ini juga yang menjadi modal UNAIR untuk menyasar indeksasi Scopus. (ISM)