Tag: Science

94th AWCS (Airlangga Webinar Conference Series) “From Basic Science to Clinical Research in Infection Diseases”94th AWCS (Airlangga Webinar Conference Series) “From Basic Science to Clinical Research in Infection Diseases”

Acara Webinar yang diinisiasi oleh Mahasiswa Pogram Doktor (S3 by Riset) angkatan 2020 FK Unair diadakan pada Kamis, 24 Maret 2022 pukul 19.00-21.00 WIB dan dihadiri lebih lebih dari 170 peserta secara daring. Pembicara dr.Fadhil Ahsan M.Sc, Ph.D dari Jerman dan Annisa Nofita Sari, S.Si, M.Sc, Ph.D dari Jepang.

Dalam kegiatan webinar bertajuk “From Basic Science to Clinical Research in Infection Disease” dihadiri oleh Ketua Program Studi S3 FK Unair Prof.Dr.Hendi Hendarto, Sp.OG(K) dan dibuka oleh Prof.Dr.Budi Santoso Sp.OG(K) selaku Dekan FK Unair. Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Wakil Rektor III Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Pupaningsih, MSi. Selain itu juga hadir Dr.Reny I’tishom dan Dr.dr.Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG(K) dan tim.

Sebagai Host, Moderator dan Panelist adalah Mahasiswa S3 by Riset FK Unair angkatan 2020. Selaku Host dr.Izzatul Fitriyah, Sp.KJ-K, Moderator dr.I Nyoman Semita, Sp.OT(K). Panelis terdiri dari 3 orang yaitu Nanda Yulia Rahmati, S.Si, M.Sc, dr.Warda El Maida Rusdi, M.Ked.Trop dan Audrey Gracelia Riwu, S.Kep, Ns, M.Imun. Acara ini di ketua oleh dr.Alfian Nur Rosyid, Sp.P(K), FAPSR, FCCP dan wakil M.Y.Adrianta Widyanugraha, dr., Sp.OG bersama seluruh Mahasiswa Angkatan 2020 S3 by Riset FK Unair bekerja sama dengan tim AWCS FK Unair yang diketua Dr.Asra Al Fauzi, SE, MM, dr., Sp.BS(K), FICS, FACS, IFAANS. Dalam tim Panitia AWCS juga terdapat dr.Sachariza, dr.Arya, dr.Kevin Yuwono, dr.Novia dan lainnya.

dr.Fadhil Ph.D menyampaikan tentang Imunological tolerance SARS-CoV-2 infection. Beliau menjelaskan mekanisme protektif tubuh terhadap terjadinya kerusakan organ karena COVID-19. Peran T-regulator dan sitokin termasuk IL-10 dan TGF-beta dalam mencegah kerusakan yang lebih berat. Namun T-reg di sisi lain memiliki peran ganda “pedang bermata dua” yaitu menghambat sitotoksik T-cell yang sebenarnya sel T sitotoksik ini berguna untuk membunuh virus. T-reg, IL-10 dan TGF-beta dapat menjadi prediktif pada pasien COVID-19.

Sementara Annisa Ph.D menyampaikan tentang Stem Cell in Infectious Diseases: The Emerging molecular mechanisms and beyond. Beliau memaparkan tentang berbagai jenis stem cell serta peran dalam penyakit termasuk leukemia. Adanya isu etik terkait stem sel juga dibahas serta bagaimana peran Prof.Yamanaka dalam membuat IPS cell dengan konsep mature cells can be reprogrammed to become pluripotent. 

Dalam kesempatan tersebut juga, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Pupaningsih, MSi selaku peneliti Vaksin Merah Putih menyampaikan sekilas tentang vaksin inactivated dari virus SARS-CoV-2 yang menginfeksi pasien di Indonesia yang sudah ada mutan Eropa D-614-G, bukan virus yang asli Wuhan. Vaksin Merah Putih ini telah mendapat label Halal dari BPOM MUI dan masih dalam penelitian sebelum dipakai secara luas.

Slide presentasi:

  1. dr.Fadhil Ahsan M.Sc, Ph.D
  2. Annisa Nofita Sari, S.Si, M.Sc, Ph.D

Simak ulang rekaman webinar menarik tersebut dalam Youtube Live: http://www.youtube.com/watch?v=H_sMmW6oBxQ

Salam Hormat

Panitia AWCS 94

Medication Tim : Delegasi Mahasiswa Universitas Airlangga Peraih Bronze Medal dalam International Science Project Competition (INTOC) 2022Medication Tim : Delegasi Mahasiswa Universitas Airlangga Peraih Bronze Medal dalam International Science Project Competition (INTOC) 2022

Surabaya, Tim mahasiswa Universitas Airlangga menorehkan prestasi di ajang internasional. Lewat delegasi tim yang terdiri dari Sulthan Fathi Nur Alauddin (FST 19), Syadilla Rahmansyah (FKM 19), Ardelia Bertha Prastika (FK 19), Intan Fairuz Zakia (FK 20), Bernika Citra Dwi Prasetya (FISIP 21) Universitas Airlangga berhasil meraih peroleh medali perunggu (Bronze Medal) kategori Applied Life Sciences dalam kompetisi International Science Project Competition (INTOC) Global 2022 yang diadakan oleh The World Academy of Scientist, Bilkent University Turkey, Massachusetts Institute of Technology, American Association of Cereal Chemists, CMS at CERN, NASA FDL yang berasosiasi dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA)

INTOC 2022 merupakan kompetisi yang mempertemukan Scientist muda dari seluruh dunia untuk mempresentasikan ide dan gagasan mereka terkait science. Acara dilakukan secara hybrid yakni daring melalui video conference zoom meeting dan penyelenggara offline di Turki. INTOC 2022 berhasil mengumpulkan 1000+ applicants dari 30+ negara. Proses seleksi dimulai dengan  pengumpulan report yang berupa artikel berisikan gagasan atau inovasi, pembuatan video penjelasan dan poster kegiatan, Tim Universitas Airlangga berhasil masuk ke dalam 250 finalis yang berhak ke tahap selanjutnya dengan presentasi karya. Tim Universitas Airlangga mengangkat gagasan dengan menggabungkan sektor kesehatan (medical) dan pariwisata (tourism) dalam karya yang berjudul “MEDICATION: Application-Based Health and Tourism Services Packages To Restore The Indonesian Tourism Sector To Realize SDGs 2030”.

MEDICATION merupakan aplikasi yang mengintegrasikan antara kesehatan dan pariwisata. Aplikasi ini memuat fitur-fitur yang akan memudahkan pengguna dalam memilih pelayanan kesehatan dan pariwisata yang diinginkan. Adapun fitur-fitur dalam MEDICATION sendiri meliputi 4T package, emergency, covid-19 suspect, drugs rehabilitation, women care, testimonials, telehealth, alarm check up, your insurance, budgeting and financial, serta other products. Setiap fitur dalam MEDICATION memiliki keunggulan dan spesifikasi sendiri, salah satunya fitur women care. Dalam fitur ini para perempuan, khususnya para ibu hamil bisa memilih fasilitas kesehatan untuk pra kehamilan, saat melahirkan, dan pasca melahirkan. Selain fasilitas kesehatan, ibu atau calon ibu juga akan mendapatkan referensi pariwisata yang dapat dikunjungi dan aman bagi kesehatan diri.

MEDICATION tim berharap kedepannya dapat membawa ide-ide lain baik dalam tulisan maupun kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan mengharumkan nama almamater Universitas Airlangga.

MEDICATION dapat menjadi rekomendasi solusi bagi permasalahan mengenai kesehatan dan peningkatan sektor pariwisata di Indonesia.

“Kami mendapatkan banyak sekali pengalaman dalam proses perlombaan ini, terutama berkolaborasi dengan berbagai bidang ilmu terutama pelayanan kesehatan yang ternyata komprehensif dan hangat untuk dibahas” Ujar Sulthan Fathi selaku ketua tim Medication

FK UNAIR Buka Sport Science CenterFK UNAIR Buka Sport Science Center

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) mempunyai fasilitas gym baru yang dinamai dengan Sport and Science Center (SSC). Fasilitas gym ini berlokasi di Gedung Airlangga Medical Education Center (AMEC) lantai 7.

Ketua unit Sport Science Center, dr. Hari Nugroho, Sp.OG (K) Onk menuturkan, fasilitas ini khusus untuk civitas akademika FK UNAIR. Sebenarnya SSC sudah selesai dibangun dua tahun lalu. Namun karena terkendala pandemi, fasilitas gym tersebut urung dibuka hingga bulan Juni ini.

“Saat ini kami masih soft launching. Nantinya akan ada peresmian oleh Bapak Dekan,” terang Dokter Hari.

Selama soft launching ini juga, gym baru ini menawarkan free trial atau bisa dimanfaatkan secara gratis.
Gym milik FK UNAIR ini memiliki alat-alat yang lengkap. Mulai dari treadmill, sepeda statis, bench press, triceph bar dan alat fitness lain.

Ruangan gym ini juga dilengkapi dengan tiga ruangan. Ruangan utama dan dua ruangan kecil untuk kegiatan senam dan yoga.

Selama trial ini, Dokter Akbar Ghaus, alumnus FK UNAIR yang sedia di ruang gym ini. Ke depan, SSC akan menyediakan trainer yang bisa mendampingi latihan. (ISM)

MEDSPIN, Lomba Science Berbasis Kedokteran yang Diselenggarakan Secara Offline –MEDSPIN, Lomba Science Berbasis Kedokteran yang Diselenggarakan Secara Offline –

Medical Science and Application Competition for High School Students (MEDSPIN) merupakan lomba sains berbasis kedokteran yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) angkatan 2021 dan 2022. Lomba ini terbuka bagi pelajar SMA/sederajat kelas X, XI, dan XII baik negeri, swasta, maupun di tingkat internasional. Pelaksanaan MEDSPIN tahun ini dilakukan secara offline dan online untuk babak penyisihan serta offline untuk babak quarter final, semifinal, final, maupun grand final.

Pada awal diselenggarakannya MEDSPIN pada tahun 2002, lomba ini diinisiasi dengan nama Lomba IPA Kedokteran (Lomba IPADOK). Namun, sejak tahun 2004 Lomba IPADOK mengalami perubahan nama menjadi Medical Science and Application Competition (MEDSPIN). Sedangkan dalam perkembangannya sejak tahun 2013, MEDSPIN menambah inovasi dengan mengadakan pelaksanaan kompetisi secara online. Sistem online ini memudahkan akses secara global sehingga mampu menjadikan MEDSPIN sebagai lomba bertaraf Asia Tenggara.

Pada tahun ini, mulai 29 Oktober hingga 4 Desember 2022, MEDSPIN telah berhasil diadakan dengan lancar dan menjadi periode peralihan dari kegiatan MEDSPIN 2 tahun sebelumnya yang secara online menjadi secara offline. MEDSPIN 2022 hadir dengan inovasi di bidang kompetisi publik poster yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu disajikan dalam bentuk pameran interaktif. Pameran ini dihadiri panitia, civitas akademika, dan peserta kompetisi baik publik poster maupun olimpiade serta dilaksanakan secara offline. Selain itu, MEDSPIN 2022 menekankan tujuan kami dalam mengenalkan FK UNAIR kepada siswa-siswi SMA/sederajat dengan melaksanakan Open House sebanyak dua kali. Terakhir, MEDSPIN 2022 akan ditutup dengan mengadakan penampilan serta diadakan Flashmob untuk memeriahkan penutupan acara.

Open House MEDSPIN 2022 dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Oktober 2022 yang diadakan secara online di hari pertama dan offline di hari kedua. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan banyak anak SMA yang tidak berasal dari Surabaya untuk juga mengikuti Open House, di saat yang sama membuka kegiatan Open House dengan rangkaian kegiatan yang asyik dan hanya bisa diadakan secara offline. Acara dihadiri oleh total 227 peserta. mengundang banyak bintang tamu seperti Finalis Duta FK UNAIR 2021, Duta Favorit FK UNAIR 2021, hingga Putri Pendidikan yang dihujani puluhan pertanyaan pada saat sesi QnA oleh para peserta. Rangkaian acara Open House, khususnya offline, juga diisi dengan pengenalan materi-materi FK secara rally games, yakni pos Anatomi, Histologi, PBL, PPGD, TTV, hingga sharing serta games.

Penyisihan MEDSPIN 2022 dilaksanakan pada tanggal 20 November 2022 di 12 kota, yakni Surabaya, Malang, Jember, Kediri, Lamongan, Denpasar, Jakarta, Bandung, Jogja, Bontang, dan Jambi. Babak penyisihan di setiap wilayah dilaksanakan secara serentak dengan Rundown yang sama, kemudian diikuti oleh kegiatan tiap wilayah masing-masing. Penyisihan di Surabaya dilaksanakan pada pukul 09.00—10.40 selama 100 menit kemudian dilanjutkan agenda Welcome to FK. Welcome to FK dilaksanakan mulai pukul 12.00—16.00 dan terdiri dari berbagai pengenalan materi-materi FK pada peserta maupun umum, mulai dari Introduksi dan Perkenalan tentang Kedokteran (Museum Kedokteran), Anatomi (Explore Anatomy), Histologi (Explore Histologi), Mikrobiologi (Explore Microbiology), Parasitologi (Explore Parasitology), serta Keterampilan Medik (Reflek + Tanda Vital).

Pada tanggal 3 – 4 Desember 2022, diadakan rangkaian acara terakhir dari olimpiade dan lomba poster publik Medspin, yakni Quarter Final, Semi Final, Final, Grand Final, Final Poster Publik, dan Closing dengan pengumuman seluruh pemenang MEDSPIN 2022. Acara dibuka secara meriah dengan sambutan-sambutan, penampilan penyambutan 12 wilayah rayon MEDSPIN 2022 secara simbolis serta penampilan UKM Merpati Putih, Oculus Band, serta Tari Saman. Acara dilanjutkan dengan mulainya babak Quarter Final oleh 150 tim yang kemudian menjadi 5 tim Grand Final di hari kedua (4 Desember 2022). Setiap babak diadakan dengan unik, menarik, dan menantang bagi para peserta MEDSPIN. Acara ditutup pun secara meriah dengan penampilan Band Mellkas, Flashmob, serta pengumuman pemenang Olimpiade, Poster Publik, dan Video Competition MEDSPIN 2022. Acara ditutup dengan dokumentasi dimana seluruh pemenang diajak berfoto dengan Pak Wakil Dekan 1 FK UNAIR, Dosen Pembimbing MEDSPIN 2022, dan Project Officer Medspin 2022. Seluruh peserta puas dengan rangkaian acara Medspin dan telah ikut memeriahkan acara sehingga setiap rangkaian acara Medspin berjalan dengan lancar dan mengasyikkan.

Penulis: Naomi Nathania K., Daffa Bintang Jatmika, Alfatih Ismail

Navigating the Art and Science of Plastic Surgery at Seoul National University –Navigating the Art and Science of Plastic Surgery at Seoul National University –

Universitas Airlangga is dedicated to establishing itself as a leading academic institution worldwide and is always working to improve the quality of education it offers its students. A key component of this commitment is the execution of various programs designed to expand students’ perspectives and hone their abilities. As one of these programs, the university actively encourages students to look into study abroad options because it understands the priceless insights that come from exposure to different cultures. Elective blocks are one way to do this, giving students the freedom to choose the university they want to attend for a full month of study time.

This year, among the plethora of choices available, Seoul National University in South Korea has emerged as a favored destination for numerous students. The allure of Seoul National University lies not only in its academic excellence but also in the vibrant cultural exchange and innovative research opportunities it offers. The prospect of immersing oneself in the dynamic academic landscape of South Korea, coupled with the chance to experience the rich cultural heritage of the country, makes Seoul National University a compelling choice for those eager to embrace a global educational experience. The growing popularity of Seoul National University among Universitas Airlangga students underscores the university’s commitment to fostering an environment that encourages intellectual exploration and cross-cultural collaboration.

Seoul National University (SNU), established in 1946, stands as a prestigious institution that has played a pivotal role in shaping South Korea’s academic landscape. Renowned for its commitment to excellence in education, research, and service, SNU consistently ranks among the top universities globally. The university boasts a distinguished faculty, many of whom are leaders in their respective fields, contributing significantly to the institution’s academic credibility. With a rich history and a commitment to fostering a dynamic learning environment, SNU continues to attract students from around the world, providing them with a world-class education and opportunities for impactful research. SNU’s global recognition underscores its dedication to producing well-rounded graduates equipped to address the challenges of our rapidly evolving world. SNU has many prestigious faculties, one of which is the College of Medicine (SNUCM).

SNUCM has given many opportunities for students, locally and internationally. One of the ways is through their elective programme. This programme allows students to do clinical clerkships in various departments in their teaching hospitals: SNU Hospital and SNU Bundang Hospital. One of the departments that they provide is Plastic and Reconstructive Surgery. Plastic and reconstructive surgery in South Korea has become a prominent and globally recognized industry, reflecting the country’s cultural emphasis on beauty and aesthetic standards. South Korea is renowned for its advanced medical technology, skilled surgeons, and innovative techniques in the field of plastic surgery. The industry caters to both domestic and international clients seeking a wide range of procedures, including facial contouring, rhinoplasty, double eyelid surgery, and body sculpting. The popularity of these procedures is often attributed to cultural factors, where appearance is considered a crucial aspect of social and professional success. Therefore, SNU is home for many professional plastic surgeons in South Korea.

Engaging in this unique program provided me with an immersive experience delving into the dynamic world of the Plastic and Reconstructive Surgery Department at SNU Hospital. This comprehensive exposure encompassed not only observing various surgeries but also actively participating in rotations within the bustling outpatient clinic. The weekly conferences added an extra layer of insight, offering valuable discussions on the latest advancements and intricate aspects of plastic and reconstructive procedures. A highlight of this enriching experience was the opportunity to witness a diverse array of surgeries in a single day, ranging from complex orthognathic procedures to delicate rhinoplasties and cheiloplasties, showcasing the broad spectrum of expertise within the department. Moreover, the program granted me access to numerous breast reconstructive surgeries, often conducted collaboratively with the General Surgery Department, providing a holistic perspective on interdisciplinary approaches to patient care. This multifaceted exposure not only deepened my understanding of surgical techniques but also underscored the interdisciplinary collaboration inherent in addressing diverse reconstructive and aesthetic challenges within the field.

Participating in the SNU Elective Program within the Plastic and Reconstructive Surgery Department presents a myriad of benefits for aspiring medical professionals. This immersive experience not only offers a unique opportunity to witness and engage with cutting-edge surgical techniques but also provides a global perspective on the field. Under the guidance of skilled surgeons and experienced faculty, participants gain invaluable hands-on experience, enhancing their understanding of both reconstructive and aesthetic procedures. The program’s structured curriculum includes observation of diverse surgeries, rotations in the outpatient clinic, and active involvement in weekly conferences, fostering a holistic learning environment. Moreover, the cross-disciplinary collaboration inherent in plastic and reconstructive surgery at SNU ensures exposure to a wide range of cases, enriching participants with a comprehensive understanding of patient care. Beyond the academic realm, the program facilitates cultural exchange, offering participants the chance to immerse themselves in the vibrant atmosphere of South Korea.

Gifta Marshanda Qanitah Hamiseno (Faculty of Medicine, 012011133063)

Mahasiswa FK Unair mengikuti My Coral 5.0 dalam rangka Kuliah Kerja Nyata di Management and Science University (MSU) MalaysiaMahasiswa FK Unair mengikuti My Coral 5.0 dalam rangka Kuliah Kerja Nyata di Management and Science University (MSU) Malaysia

Sebanyak 38 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga  mengikuti program My Coral 5.0 yang diadakan oleh pihak Management and Science University (MSU) Malaysia pada tanggal 21 Juli  – 24 Juli 2022. Program ini merupakan salah satu rangkaian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Penyetaraan yang wajib diikuti oleh mahasiswa.

My Coral 5.0 sendiri merupakan  kegiatan tahunan yang telah dilaksanakan oleh Management and Science University (MSU) selama 5  tahun terakhir dalam rangka mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas oleh PBB. Program ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa FK UNAIR saja namun juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di MSU, Malaysia. Kegiatan ini memiliki 4 bagian utama yaitu pengabdian masyarakat,  konservasi penyu, penanaman terumbu karang serta restorasi mangrove.

Pada tanggal 21 Juli 2022, peserta harus berangkat dari kampus MSU di Shah Alam, Selangor menuju salah satu negara bagian di Malaysia yang akan menjadi lokasi diselenggarakannya kegiatan ini yaitu, Terengganu. Perjalanan ini ditempuh dengan bus selama 7 jam. Sebelum berangkat peserta sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti beberapa kegiatan pengabdian masyarakat dan pembersihan pantai yang dilaksanakan pada pukul 8 pagi esok hari.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di beberapa daerah yaitu Kampung Mangkuk dan Kampung Rhu 10. Mahasiswa memberikan pelayanan skrining kesehatan gratis dan memberikan edukasi mengenai terumbu karang kepada warga. Menurut salah satu anggota kelompok, yakni Nadira, acara ini menambah wawasan dalam bidang medis serta memberikan kami kesempatan untuk mengenal budaya baru.

Setelah melakukan pengabdian masyarakat, kami diberi waktu untuk istirahat beberapa jam sebelum beranjak ke acara berikutnya yaitu konservasi penyu di Pusat Penetasan Penyu dan Tuntung Laut di daerah pantai Chalok. Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi konservasi penyu oleh WWF kemudian dilanjutkan dengan melihat telur anakan penyu dalam tanah dan ditutup dengan pelepasan anak penyu ke laut.  Menurut salah satu anggota kelompok, yakni Azarine, walaupun di sepanjang kegiatan kami agak bosan, namun akhirnya  tetap terasa seru karena dilakukan bersama- sama.

Keesokan harinya, pada Sabtu, 23 Juli 2022, peserta mengikuti kegiatan penanaman terumbu karang. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat banyaknya terumbu karang, yang merupakan habitat ikan, rusak akibat tangan manusia. Penanaman terumbu karang dilaksanakan di pulau Gelok, 20 menit perjalanan menggunakan perahu dari pelabuhan Terengganu. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang diberi satu kerangka besi yang berfungsi sebagai pemberat dan bibit-bibit terumbu karang yang akan diikat menggunakan kabel ikat ke rangka besi tersebut. Setelah seluruh terumbu karang terpasang, selanjutnya tim penyelam akan membawanya menuju ke dasar laut. Menurut dua anggota kelompok, yakni Hilmy dan Saski, kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman baru mengenai terumbu karang, kehidupan laut serta membantu untuk mendukung terwujudnya SDGs.

Kegiatan restorasi mangrove dilaksanakan pada hari yang sama setelah penanaman terumbu karang. Kegiatan ini diadakan di daratan utama Kota Terengganu. Restorasi mangrove penting karena tumbuhan ini berfungsi sebagai penyangga antara daratan dan lautan, melindungi daerah pesisir dari badai tropis dan bencana yang terkait dengan air seperti tsunami. Para peserta dibagi menjadi 2 orang tiap tim. Setiap tim diberikan satu tanaman mangrove untuk ditanam dan satu cangkul untuk menggali tanah. Kami harus menanam mangrove di tanah yang berair. Salah satu anggota kelompok, yakni Brahma, mengaku senang mengikuti kegiatan ini karena selain bisa menanam, ia sekaligus bisa bermain air. Menurut anggota kelompok yang lain, yaitu Doni, acara ini dapat membantu menjaga populasi mangrove dan ekosistem laut, karena mangrove adalah bagian dari ekosistem pesisir.

Para mahasiswa pun menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan ini dan kembali ke Management and Science University (MSU) Kota Shah Alam pada Minggu, 24 Juli 2022.

Referensi :

Mendoza, A., Patalinghug, J. and Divinagracia, J., 2019. The benefit of one cannot replace the other: seagrass and mangrove ecosystems at Santa Fe, Bantayan Island. Journal of Ecology and Environment, 43(1).

Arifanti, V., 2020. Mangrove management and climate change: a review in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 487(1), p.012022.

Penulis : Almira Saskia Sabila, Muhammad Muhibbudin Hilmy Asari, Azarine Ariqoh Arysanti Bahyshidqi, Pradityo Rafi Hardono, Nadira Zahra Maulidya Permana, Muhammad Brahma Dwianandra