Tag: Sakit

RSTKA Akan Beri Pelatihan Perencanaan Rumah Sakit Kebencanaan di RS PasirianRSTKA Akan Beri Pelatihan Perencanaan Rumah Sakit Kebencanaan di RS Pasirian

Setelah Satu bulan terjun langsung membantu korban Erupsi Semeru, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) akan melakukan pelatihan Hospital Dissaster Plan atau Perencanaan Rumah Sakit Kebencanaan ke RSUD Pasirian, Lumajang. RSUD Pasirian sendiri menjadi rumah sakit jujukan pertama evakuasi korban luka serius saat erupsi Gunung Semeru Desember lalu.

Ini disampaikan oleh Dokter Agus Harianto, Sp.B (k) saat menghadap Dekan FK UNAIR untuk melaporkan kepulangan para relawan, “Rencananya kami bersama RSUD Dr. Soetomo akan melaksanakan pelatihan di tanggal 17 dan 18 Januari nanti,” terangnya.

Diharapkan, melalui pelatihan ini, rumah sakit daerah ini bisa lebih sigap dan siap melakukan pelayanan kesehatan di situasi emergensi. Apalagi RSUD Pasirian merupakan rumah sakit rujukan terdekat dan terbesar di area lokasi Semeru.

Diketahui, Tim Gabungan yang terdiri dari Dokter dari FK UNAIR-RSUD Dokter Soetomo sendiri juga membantu melakukan tindakan operasi pada pasien luka bakar baik di RSUD Pasirian dan RS Haryoto.

13 Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan 14 PPDS bedah plastik diterjunkan untuk menangani keadaan emergensi. Beberapa tindakan bedah plastik seperti skin graft dan perawatan luka bakar juga dilakukan secara intensif. (ISM)

RSIA Kendangsari dan Kendangsari Merr jadi Rumah Sakit Jejaring Afiliasi FK UNAIR untuk Pendidikan PPDSRSIA Kendangsari dan Kendangsari Merr jadi Rumah Sakit Jejaring Afiliasi FK UNAIR untuk Pendidikan PPDS

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) bersama RSUD Dr. Soetomo berafiliasi dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Kendangsari (RSIA Kendangsari) dan RSIA Kendangsari Merr . Kerjasama ini dalam hal Pendidikan dan pelayanan. Ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Aula FK UNAIR, Jumat (4/3).

Dekan FK UNAIR, Prof Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) menuturkan, kerjasama ini untuk memperluas pengalaman dan jam terbang PPDS khususnya PPDS obstetri dan ginekologi. Apalagi, cukup banyak dosen FK UNAIR yang juga berpraktek di dua rumah sakit tersebut.

“Sebenarnya sudah sering PPDS di bawah supervisi kami dilibatkan dalam melakukan tindakan atau menjadi asisten di rumah sakit tempat kami praktik. Nah saat ini kami ingin melegalkan hal tersebut, sehingga secara hukum dan etika memenuhi syarat,” terang Dekan.

Hal ini, lanjut dekan merupakan hal yang lumrah dilakukan dokter senior. Dan ini juga disambut baik oleh PPDS. Terlebih, selama masa pandemi, baik PPDS maupun DM sangat terbatas sekali paparan di rumah sakit. Padahal sebelumnya, PPDS kerap dilibatkan dalam operasi persalinan, asisten operasi ginekologi maupun caesar.

Dekan menuturkan, ini merupakan salah satu implementasi dari Academic Health System (AHS). Di mana menjadi kewajiban bersama untuk meluluskan lulusan dokter yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.

Dekan menyebut, ke depan, afiliasi dengan rumah sakit jejaring ini akan diperluas. Tidak hanya pada satu prodi saja. Namun juga di prodi-prodi lain. Sehingga ladang pendidikan PPDS bisa semakin luas. Tdak terbatas hanya di rumah sakit pendidikan utama saja.

Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp. BS(K) sebagai pimpinan di rumah sakit pendidikan FK UNAIR juga mendukung program afiliasi dengan rumah sakit jejaring ini.

“Sekolah untuk menjadi dokter spesialis itu sekolah magang. Artinya mengikuti seniornya. Kalau teknik operasi kan tidak ada di buku manapun. Saya harus ikut beliau (dokter supervisor) untuk mendapatkan skill dalam melakukan tindakan,” timpalnya.

Dalam hal ini, lanjut Dr. Joni, PPDS tidak diperbolehkan melakukan tindakan sendiri. Namun diizinkan membantu supervisernya melakukan operasi atau hanya menyaksikan superviser melakukan operasi.

“Pengalaman saya waktu sekolah saya diberikan kepercayaan oleh guru-guru saya untuk ikut serta di beberapa rumah sakit-rumah sakit swasta untuk belajar dan membantu superviser. Saya berterima kasih atas ilmu itu. Saya kira langkah dekan dalam memformalkan pendidikan PPDS ini merupakan langkah yang luar biasa,” tambahnya.

Direktur Utama RSIA Kendangsari, dr. Hermien Hadiati menyambut baik kerjasama ini. Ia optimis dengan kerjasama ini mampu meningkatkan pelayanan kepada pasien.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Utama RSIA Kendangsari Merr, dr. Dhimas Panji Condro, M.Hum, “Kerjasama ini memotivasi kami untuk meningkatkan quality control di rumah sakit kami,” tukasnya. (ISM)

FK UNAIR Siap Terjunkan 241 Dokter Muda Belajar di Rumah SakitFK UNAIR Siap Terjunkan 241 Dokter Muda Belajar di Rumah Sakit

Sebanyak 241 Dokter Muda (DM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) siap belajar di rumah sakit. Mereka resmi memasuki pendidikan klinik setelah dilantik oleh dekan, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R di Aula, Senin, 17 Januari 2023.

“Semangat, ditangan kalian lah dunia pelayanan kesehatan Indonesia. Akan maju atau tidak, itu tergantung kalian,” pesannya kepada DM baru pada Yudisium Sub Program 3 Prodi S1 Kedokteran.

Dekan juga berpesan agar para DM ini menjalani pendidikan klinik dengan sungguh-sungguh. Mencermati setiap materi yang diberikan oleh dokter dan senior. Serta selalu menjunjung etika dan kesopanan.

Dalam kesempatan yang sama, dekan juga memberikan apresiasi kepada 14 mahasiswa berprestasi yang memiliki IPK nyaris 4.

Pesan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, Dr. Mia Rawita, dr., Sp.A(K), “Selamat datang anak-anakku di Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.Jalani masa pendidikan dengan baik,” tambahnya.

Clonia Milla, salah satu DM yang diambil sumpahnya mengungkapkan rasa gembiranya. Apalagi yudisiumnya ini berlangsung offline setelah dua yudisium sebelumnya digelar online.

“Saya tidak menyangka bisa sesenang itu karena yudisium offline,” ungkapnya.

Memasuki masa koass, Ia berharap perjalanannya menempuh pendidikan dua tahun ke depan berjalan lancar. (ISM)