Tag: Masyarakat

Pengabdian Masyarakat Penanaman Sukun dan Akar wangi Tahap II di Lokasi Tanah Longsor NganjukPengabdian Masyarakat Penanaman Sukun dan Akar wangi Tahap II di Lokasi Tanah Longsor Nganjuk

Nganjuk (19/11) — Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Unair / RSUD dr. Sutomo Surabaya kembali mengadakan giat “Penanaman Bibit Sukun dan Akar Wangi Untuk Mencegah Longsor dan Mitigasi Landslide Di Daerah Rawan Bencana Pada Desa Binaan”. Di Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk pada hari Sabtu, 19 Nopember 2022

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pengurus JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Nganjuk, Forpimcam Kecamatan Ngetos dan Pemdes Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Dan yang menarik dari kegiatan adalah dilibatkannya perwakilan siswa-siswi TKIT dan SDIT Ulul Albab se-Kabupaten Nganjuk.

Dalam prosesi pembukaan acara penanaman bibit sukun di lokasi longsor ngetos ini, Camat Ngetos Widi Cahyono menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tinggnya atas inisiasi dari FK Unair Surabaya yang telah mengadakan kegiatan reboisasi di longsor ngetos sebanyak 2 kali. Pertama pada bulan Maret 2022 dan yang kedua bulan ini Nopember 2022. Pada penanaman Tahap kedua ini sedikitnya akan ditanam 600 batang bibit sukun dan 5 ribu bibit akar wangi. Adapun tujuan dari penanaman ini adalah untuk menyempurnakan penanaman tahap 1 dan mengganti bibit yang mati serta melakukan evaluasi program tahap 1 agar program pengmas desa binaan ini bisa berkelanjutan.

“Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga kepada teman-teman FK Unair Surabaya, yang melaksanakan kegiatan Reboisasi Penanaman Bibit Sukun dan Akar Wangi hingga 2 kali di tahun ini. Pertama di bulan Maret 2022 dan kedua hari ini Sabtu, 19 Nopember 2022”. Kata Widi Cahyono

Selanjutnya camat Widi mengatakan, “Dalam kegiatan hari ini saya juga merasa bangga melihat ada pelajar sekolah dasar (TKIT/SDIT Ulul Albab), yang terlibat langsung dalam penanaman bibit sukun ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran JSIT Daerah Nganjuk dan dewan guru yang mendampingi mereka di kegiatan ini. Terlihat mereka (siswa-siswi) adalah momentum yang luar bisa bagus. Sebab dengan ini kegiatan ini kita langsung bisa memberikan pelajaran, betapa pentingnya penanaman pohon-pohon yang bisa mencegah terjadinya bencana tanah longsor”.

 Secara terpisah Andi Prihatos sebagai Ketua JSIT Indonesia Daerah Nganjuk mengatakan, “JSIT Indonesia sebagai lembaga yang bergerak di dunia pendidikan sangat menyambut baik tawaran kerja sama dengan FK Unair Surabaya yang ini mengadakan kegiatan penanaman bibit sukun di longsor ngetos sebagai langkah mencegah terjadinya tanah longsor lagi. Dan merupakan sarana pendidikan lapangan yang penting untuk anak-anak pelajar di lingkungan SIT Ulul Albab Nganjuk”.

Sebagai penutup, Juremi selaku Koordinator lapangan panitia lokal  kegiatan ini menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Forpimcam Kecamatan Ngetos, Kepala Desa Ngetos dan perangkat desa ngetos, Pengurus JSIT Indonesia Daerah Nganjuk, Dewan guru yang telah menggerakan dan mendampingi pelajar TKIT/SDIT Ulul Albab dan para orang tua wali murid yang juga terlibat dalam kegiatan ini.

Semoga kerja sama dan kebersamaan hari ini mampu memberikan warna dalam mengaplikasikan nilai-nilai kepahlawanan para pendiri bangsa ini.

Pengabdian Masyarakat Operasi Bibir Sumbing Gratis oleh Alumni Angkatan 1987Pengabdian Masyarakat Operasi Bibir Sumbing Gratis oleh Alumni Angkatan 1987

Dalam rangka menyemarakkan Dies Natalis FK Unair ke-68 dan peringatan 109 tahun Pendidikan Dokter di Surabaya, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 1987 melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat khususnya bagi kesehatan serta kesejahteraan ibu dan anak. 

Bekerjasama dengan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Kabupaten Sidoarjo, para alumni memberikan bantuan bahan pokok kepada ibu-ibu peserta keluarga berencana yang bertempat di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kirana pada tanggal 27 September 2022.

Selain itu, para dokter juga melakukan kegiatan operasi bibir sumbing gratis bertempat di RS Bina Sehat Jember. 

Kegiatan Pengmas ketiga yakni memberikan santunan bagi putra putri teman sejawat alumni FK Unair angkatan 1987 yang telah wafat. (sch)

Link: https://www.youtube.com/watch?v=1zi-fG8SA9o 

Pemulihan Dampak Psikologis Pasca Bencana Masyarakat di Lumajang oleh Dosen FK UnairPemulihan Dampak Psikologis Pasca Bencana Masyarakat di Lumajang oleh Dosen FK Unair

Dosen Departemen Anatomi, Histologi, dan Farmakologi FK Unair melakukan Pengabdian Masyarakat  di Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang pada 20 Oktober 2022 lalu. Bakti sosial ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak fisiologis dan psikologis pasca bencana di Lumajang.

Kegiatan pengmas ini meliputi penyuluhan kesehatan mental pasca bencana, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah, pengukuran antropometri pada anak, pemeriksaan kesehatan dan laboratorium gratis, dan pengobatan gratis. Setelah penyuluhan, diskusi simulasi kasus juga dilakukan untuk membuat masyarakat lebih mengerti hal-hal yang disampaikan oleh pemateri. Untuk memeriahkan kegiatan, para peserta yang aktif selama penyuluhan diberi penghargaan dari pemateri. (sch)

Link: https://www.youtube.com/watch?v=EIliPl1TSeA

Pengmas BEM KM FK UNAIR Gelar Cek Kesehatan Bagi Masyarakat Desa KuripansariPengmas BEM KM FK UNAIR Gelar Cek Kesehatan Bagi Masyarakat Desa Kuripansari

Pada tanggal 26 November 2022, Departemen Pengabdian Masyarakat BEM KM FK UNAIR baru saja melaksanakan cek kesehatan di Desa Kuripansari Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Cek kesehatan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari program kerja Desa Binaan yang sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Kegiatan cek kesehatan ini akan dilakukan oleh anggota PENGMAS, volunteer, dan dokter. Kegiatan ini mendapat antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat Desa Kuripansari.

Rangkaian cek kesehatan dibagi menjadi beberapa pos dimulai dengan registrasi peserta yang dilakukan di POS 1. Setiap peserta dipanggil sesuai urutan untuk mengisi data yang dibutuhkan di pos-pos selanjutnya. Pada POS 2, akan dilakukan cek tinggi badan, berat badan, dan BMI peserta. Selanjutnya, peserta akan diberikan edukasi mengenai BMI apabila hasil penghitungan BMI-nya lebih atau kurang dari angka BMI normal. Pemeriksaan ini sangat berguna bagi peserta agar dapat menjaga pola makan dan mengatur kegiatan sehari-hari agar dapat memenuhi BMI normal.

Kemudian, peserta berpindah di POS 3 yang akan dilakukan cek tensi dan anamnesis. Anamnesis bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai keluhan penyakit peserta. Peserta terlihat aktif dalam menjawab pertanyaan anamnesis yang diberikan. Hal ini tentu akan mempermudah untuk menemukan diagnosis yang tepat. Pada pos selanjutnya, beberapa anggota Pengmas melakukan cek gula darah, asam urat, dan kolesterol peserta sekaligus memberikan edukasi.

Tidak hanya sampai di situ, Pengmas juga menggandeng dua dokter sebagai wadah peserta untuk berkonsultasi mengenai penyakit yang dikeluhkan sehingga peserta dapat secara langsung memperoleh penanganan dan obat yang tepat. Pada akhir rangkaian cek kesehatan, peserta akan mendapatkan obat sesuai dengan resep yang diberikan dokter beserta konsumsi. Obat-obatan disiapkan oleh beberapa anggota Pengmas dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari kesalahan.

Kegiatan cek kesehatan ini memberikan pengalaman dan manfaat yang luar biasa bagi anggota maupun peserta magang Pengmas karena kami bisa mengaplikasikan hasil belajar kami saat perkuliahan dan juga banyak belajar hal-hal baru. Kami berharap kegiatan ini juga dapat memberikan edukasi bagi masyarakat Desa Kuripansari untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Penulis : Alivia Zahraturahma/ 111221134/ S1 Kedokteran

Pengabdian Masyarakat Alumni FK UNAIR 1982 _ Bakti Sosial Bedah Rumah Penderita Gangguan JiwaPengabdian Masyarakat Alumni FK UNAIR 1982 _ Bakti Sosial Bedah Rumah Penderita Gangguan Jiwa

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Alumni FK UNAIR Angkatan 1982 yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai bentuk partisipasi angkatan 1982 untuk turut menyemarakkan kegiatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang ke 109. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sesama manusia untuk memiliki tempat tinggal yang layak huni yang diberi nama kegiatannya adalah Bakti Sosial Bedah Rumah Penderita Gangguan Jiwa yang bekerjsama dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 17  September 2022. Kegiatan ini  dilaksanakan di Desa Mlati Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Dalam kegiatan bakti sosial ini terdapat beberapa rangkaian acara yaitu peninjauan lokasi Bakti Sosial yang berada di Desa Mlati Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Perjalanan ke lokasi ini menempuh waktu yang lama karena lokasi nya yang berada jauh dari pusat kabupaten. Kemudian sesampainya di lokasi, dilakukan pengecekan kondisi rumah atas nama Pak Juli. Rumah dari Pak Juli ini dinilai tidak layak huni karena atapnya sudah banyak yang hilang dan hampir roboh.

Sertelah pengecekan kondisi rumah, Alumni FK UNAIR 1982 melakukan koordinasi lintas sektor dan sekaligus pemberian bantuan awal dari beberapa pihak. Kemudian pada tanggal 17 September 2022, beberapa alumni yang bisa datang menuju ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial. Diawali di rumah bapak kepala desa untuk acara pembukanya seperti pemotongan tumpeng dan pemberian tanda terima secara simbolis. Setelah itu dilanjutkan ke rumah Pak Juli. Saat berada di sana, perwakilan alumni memberikan bantuan kepada Pak Juli dan berfoto bersama. (Mas)

Pengabdian Masyarakat Alumni FK UNAIR 1982 _ Bakti Sosial Bedah Rumah Penderita Gangguan Jiwa

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Alumni FK UNAIR Angkatan 1982 yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai bentuk partisipasi angkatan 1982 untuk turut menyemarakkan kegiatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang ke 109. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sesama manusia untuk memiliki tempat tinggal yang layak huni yang diberi nama kegiatannya adalah Bakti Sosial Bedah Rumah Penderita Gangguan Jiwa yang bekerjsama dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 17  September 2022. Kegiatan ini  dilaksanakan di Desa Mlati Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Dalam kegiatan bakti sosial ini terdapat beberapa rangkaian acara yaitu peninjauan lokasi Bakti Sosial yang berada di Desa Mlati Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Perjalanan ke lokasi ini menempuh waktu yang lama karena lokasi nya yang berada jauh dari pusat kabupaten. Kemudian sesampainya di lokasi, dilakukan pengecekan kondisi rumah atas nama Pak Juli. Rumah dari Pak Juli ini dinilai tidak layak huni karena atapnya sudah banyak yang hilang dan hampir roboh.

Sertelah pengecekan kondisi rumah, Alumni FK UNAIR 1982 melakukan koordinasi lintas sektor dan sekaligus pemberian bantuan awal dari beberapa pihak. Kemudian pada tanggal 17 September 2022, beberapa alumni yang bisa datang menuju ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial. Diawali di rumah bapak kepala desa untuk acara pembukanya seperti pemotongan tumpeng dan pemberian tanda terima secara simbolis. Setelah itu dilanjutkan ke rumah Pak Juli. Saat berada di sana, perwakilan alumni memberikan bantuan kepada Pak Juli dan berfoto bersama. (Mas)

Pengabdian Masyarakat Alumni FK UNAIR 1984 – Sehat Bersama di Desa Biting, PonorogoPengabdian Masyarakat Alumni FK UNAIR 1984 – Sehat Bersama di Desa Biting, Ponorogo

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Alumni FK UNAIR Angkatan 1984 yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Biting sebagai bentuk partisipasi angkatan 1984 untuk turut menyemarakkan kegiatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang ke 109. Kegiatan ini mempunyai misi untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat sekitar yang diberi nama dengan Kegiatan Sehat Bersama di Desa Biting, Ponorogo. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2022.

Kegiatan ini terdapat banyak kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan seperti pemberian bantuan sembako dan alat bantu gerak untuk pasien stroke, penyuluhan penanggulan stress, penyuluhan dan pemeriksaan hipertensi dan diabetes. Skrining katarak, dan workshop perbaikan gizi dan cegah stunting. Kegiatan ini mempunyai animo yang tinggi karena banyak masyarakat sekitar yang ikut hadir dalam setiap pelaksanaan nya. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

Dari kegiatan ini, terdapat surat dari Kepala Desa yang diberikan kepada Alumni FK UNAIR 2918 yang bertuliskan “Semua masyarakata di Desa Biting sangat puas atas terselenggaranga baksos dan antusias dari setiap kegiatan. Kami berharap para dokter dari FKUA 84, jike kedepannya akan mengadakan kembali semoga kami bisa bersinergi kembali. Tempat pelayanan saat sekarang nebeng atau gabung dengan ruang PAUD. Terkait masalah kesehatan yang masih belum bisa kami kami lakukan diantaranya program dari 5 pilar STBM yaitu pemilahan sampah dan pengelolaan limbah RT. Utk sarana kesehatan Gedung PONKESDES karena rusak.” (Mas)

WORLD CANCER DAY MOMENTUM , Everyone Deserve Access to Cancer Care, Pengabdian kepada Masyarakat Pulmonologi Dan Ilmu Kedokteran RespirasiWORLD CANCER DAY MOMENTUM , Everyone Deserve Access to Cancer Care, Pengabdian kepada Masyarakat Pulmonologi Dan Ilmu Kedokteran Respirasi

Perspektif

Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua sedunia dan menyebabkan 10 juta jiwa meninggal setiap tahun. Sepertiga kematian akibat kanker dapat dicegah melalui skrining rutin, deteksi dini, dan perawatan. Hal ini disebabkan karena 40% kematian tersebut berkaitan dengan preventable and modifiable risk factor, misalnya pola makan dan nutrisi, merokok aktif dan pasif, obesitas, infeksi, alcohol, radiasi, dan pajanan di tempat kerja serta aktivitas fisik.

Setiap tahun kanker diperingati pada tanggal 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day). Peringatan tersebut ditetapkan pada 4 Februari 2000 di World Cancer Summit, Paris melalui Piagam Paris Againts Cancer. Hari kanker Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran, mereduksi stigma, dan mencegah mitos serta hoax mengenai kanker.

Peringatan Hari Kanker Sedunia diadakan setiap tahun oleh berbagai nongovernment organizations (NGO) termasuk Union for International Cancer Control (UICC) sebagai inisiator dan motor, dan World Health Organization (WHO). Tema peringatan berubah setiap periode relevans dengan tujuan dan sasaran gerakan kampanye. Tema – tema tersebut antara lain I love my healthy active childhood (2009 – 2010), Cancer can be prevented (2010 – 2011), Together let’s do something (2012), Cancer Myths – Get the Facts (2013), Debunk the Myths (2014), Not Beyond Us (2015), We can, I can (2016 – 2018), I am and I Will (2019 – 2021), dan Close the care gap (2022 – 2024).

Tema Close the Care Gap mendorong reduksi dan eliminasi kesenjangan pelayanan kanker. Kesenjangan yang dimaksud adalah inequity dalam kesehatan karena equity adalah keadilan yang mana setiap orang mendapat apa yang dibutuhkan guna mencapai outcome yang sama.  Terdapat 8 hambatan dalam health equity yakni gender, minoritas, status ekonomi, tempat tinggal, usia, imigran, homophobia, dan disabilitas. Bahwa everyone deserve access to cancer care merupakan asa dan tujuan serta bukan utopia. Close the Care Gap terdiri atas subtema realising the problem (2022), uniting our voices and take actions (2023), dan together, we challenge those in power (2024).

Berkaitan dengan World Cancer Day 2023, kanker paru di Indonesia merupakan kanker yang relatively neglected. Penderita kanker paru cenderung mengabaikan keluhan dan risiko sehingga berkunjung ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut. Semata – mata bukan hanya disebabkan oleh tingkat pendidikan melainkan juga gejala kanker paru asymptomatic pada stadium awal dan bilamana gejala muncul sering ringan.

Meskipun berpredikat sebagai penyakit kanker terbanyak kedua di dunia dan ketiga di Indonesia, kanker paru merupakan penyebab tertinggi kematian akibat kanker. Statistik menunjukkan 1 dari 16 orang laki – laki dan 1 dari 17 perempuan akan menderita kanker paru sepanjang hidupnya. Penderita kanker paru yang tidak memperoleh perawatan memiliki harapan hidup rata – rata 4 – 7 bulan. Harapan hidup dalam 5 tahun bagi penderita kanker paru stadium awal 56% sedangkan stadium lanjut terjun hingga 5% saja. Ironisnya, hanya 16% penderita kanker paru terdiagnosis di stadium awal. Mengutip dari American Lung Association, bila dibandingkan dengan jenis kanker lain, kanker paru memilki 5-survival years 18,6% sedangkan kanker usus 64,5%, kanker payudara 89,6%, dan kanker prostat 98,2%. Oleh karena itu, pars pro toto, Close the Care Gap seyogyanya juga digalakkan pada pelayanan kanker paru. Health inequity apa yang dapat diidentifikasi dan ditanggulangi. Kemudian berkolaborasi dan bertindak proaktif dalam meningkatkan health equity serta melakukan audiensi dan advokasi bersama semua elemen dan stakeholders.

Konkret

Bertepatan dengan momentum World Cancer Day Departemen/program studi sekaligus kelompok senat medik (KSM) Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR/RS Dr. Soetomo secara kongkret mengadakan kegiatan promotif pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui rangkaian program literasi kesehatan, yakni live instagram, podcast, dan talk show. Kegiatan PkM tersebut menyasar masyarakat umum terutama generasi yang akrab dengan media sosial. Live instagram mengetengahkan bincang – bincang dengan narasumber dr. Farah Fatmawati Sp.P(K)Onk dan dr. Dhihintia Jiwangga Sp.BTKV(K) serta moderator dr. Yulia Devina dengan topik “World Cancer Day Close The Care Gap : Peran Operasi pada Kanker Paru”, memaparkan diskusi mengenai health equity terutama layanan pembedahan pada kanker paru.  Dilanjutkan podcast yang menghadirkan narasumber dr. Anna Febriani Sp.P(K)Onk dan dr. Garinda Almaduta Sp.P(K) serta moderator dr. Richar dengan topik “Zat Pemicu Kanker Paru di sekitar Kita : Memperingati Hari Kanker Sedunia 4”, mengupas karsinogen yang mengintai dan upaya – upaya pencegahan primer, sekunder dan tersier. Kegiatan penutup PkM berupa talk show DOKTER UNAIR TV berjudul “Tutup Kesenjangan Pelayanan di Hari Kanker Sedunia dari Sudut Pandang Paru” dengan menghadirkan DR. dr. Laksmi Wulandari Sp.P(K)Onk, DR. dr. Isnin Anang Sp.P(K), dan dr. Farah Fatmawati Sp.P(K)Onk. Talk show ini bertujuan mengurangi gap atau kesenjangan dalam pelayanan kanker terutama kanker paru baik akses diagnostik maupun akses terapeutik tanpa melihat gender, demografi, dan status sosial ekonomi. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud dari strategi empowerment Departemen/PS/KSM Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi dalam meningkatkan pemberdayaan dan penguatan masyarakat melalui dua dari tiga program utama PkM, yakni komunitas dan literasi. Selain itu, kegiatan ini adalah hilirisasi dari disiplin ilmu Pulmonologi.

Referensi :

Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Bedah FK UNAIR/RSUD Dr Soetomo di BanyuwangiPengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Bedah FK UNAIR/RSUD Dr Soetomo di Banyuwangi

Dalam rangka World Cancer Day yang diperingati setiap bulan Februari, Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD dr. Soetomo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dan Yayasan Sahabat Osing Peduli mengadakan Pengabdian Masyarakat dalam kemasan Seminar Edukasi Awam “Mengenal Kanker Lebih Dini dan Pemeriksaan Klinis” yang diadakan di Balai Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi pada tanggal 17 Februari 2023.

Topik – topik yang dibahas dalam kegiatan ini disampaikan oleh para staf Departemen Ilmu Bedah FK UNAIR/RSUD dr. Soetomo. Edukasi yang disampaikan adalah mengenai deteksi dini kanker kepala & leher yang dibawakan oleh Dr. dr. Sahudi, Sp.B, Subsp. KL(K), deteksi dini kanker payudara oleh dr. Vidi Vianney CM Tanggo, Sp.B, Subsp.Onk(K), kanker pada anak oleh dr. Ariandi Setiawan, Sp.BA, Subsp. DA(K) dan pemeriksaan SADARI (periksa payudara sendiri) yang disampaikan oleh Laili Dian P, AMd.Kep selaku perwakilan dari Yayasan Sahabat Osing Peduli.

Seminar edukasi awam berlangsung secara interaktif dan dikuti oleh lebih dari 100 peserta dari seluruh kecamatan Blimbingsari. Setelah pemberian materi edukasi oleh para staf departemen, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan klinis gratis bagi peserta yang memiliki keluhan, yang dilakukan oleh PPDS 1 Ilmu Bedah FK UNAIR. Pasien-pasien yang pada pemeriksaan klinis didapatkan kecurigaan adanya kanker, dilanjutkan dengan pemeriksaan USG oleh dokter radiologi dr. Hajar Ariani, Sp.Rad. Selain itu, ada juga pemeriksaan IVA gratis yang dilakukan oleh bidan pada 28 warga kecamatan Blimbingsari. Pasien-pasien yang membutuhkan pelayanan lebih lanjut kemudian diarahkan untuk melakukan pemeriksaan ke puskesmas, dan dilanjutkan dengan rujukan berjenjang ke RSUD Blambangan Banyuwangi.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi karena program pencegahan penyakit kanker termasuk salah satu program prioritas Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi di tahun 2023. Begitu juga dengan pihak Kecamatan Blimbingsari yang menjadi tuan rumah acara ini. Acara ini menjadi salah satu rangkaian pengabdian kepada masayarakat Departemen Ilmu Bedah, dengan tujuan akhir di tahun 2025 menjadikan desa Watukebo sebagai desa binaan yang diharapkan menjadi percontohan di Kabupaten Banyuwangi. (dr Connie/dr Asdi Wihandono)

Pemberdayaan Masyarakat Tentang SADARI oleh Bidan Muda Universitas Airlangga –Pemberdayaan Masyarakat Tentang SADARI oleh Bidan Muda Universitas Airlangga –

Kanker Payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan angka kematian yaitu 17 per 100.000 penduduk, yang diikuti kanker serviks (leher rahim) sebesar 23,4 perpenduduk dengan rata-rata angka kematian 13,9 per 100.000 penduduk. (Kemenkes RI, 2019). SADARI adalah cara sederhana dan mudah dalam deteksi dini kanker payudara yang bisa dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Kebidanan komunitas adalah salah satu wadah dalam memberdayakan masyarakat yang bisa menjadi solusi dari pengetahuan dan praktik tentang SADARI yang kurang. Pelaksaan kegiatan komunitas di wilayah binaan dimulai sejak tanggal 06 Maret hingga 08 April 2023 dengan jumlah mahasiswa bidan muda dalam kelompok yaitu 11 orang. Sasaran dari kegiatan komunitas ini adalah wanita Pasangan Usia Subur (PUS). Pelaksanaan program kesehatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan demonstrasi praktik SADARI yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan dengan cara ceramah yaitu pemaparan materi secara verbal dan tertulis tentang pentingnya SADARI dan bahayanya kanker payudara. Setelah pemberian penyuluhan dengan ceramah dilanjutkan dengan demonstrasi menggunakan phantom payudara terkait langkah-langkah SADARI yang mana fasilitator mempraktikkan terlebih dahulu disusul para peserta mempraktikkannya sendiri dengan payudara masing-masing.

Penulis : Wahyul Anis (Dosen Bidan FK UNAIR)

Sosialisasi TBC pada Anak Kepada Kader Surabaya Hebat Sebagai Langkah Awal Pemberdayaan Masyarakat –Sosialisasi TBC pada Anak Kepada Kader Surabaya Hebat Sebagai Langkah Awal Pemberdayaan Masyarakat –

Pada tanggal 30 Mei 2023 Wahyul Anis Dosen FK Unair bersama Tim Geliat Universitas Airlangga dan UNICEF melakukan kegiatan sosialisasi TBC anak kepada lebih dari 100 Kader Surabaya Hebat (KSH). Kegiatan dilakukan di Hotel Ibis City Center Surabaya dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Geliat Universitas Airlangga. Sebagai Penanggung Jawab Kegiatan, Wahyul Anis menjelaskan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kapasitas KSH terkait TBC pada anak. Langkah selanjutnya setelah mengikuti sosialisasi adalah diharapkan KSH dapat memberikan edukasi dan deteksi dini TBC anak di wilayah sekitarnya sehingga diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan, temuan kasus dan investigasi kontak TBC pada anak. TBC masih menjadi masalah di Indonesia. Program eliminasi TBC pada tahun 2030 menjadi dasar pelaksanaan kegiatan. Kerjasama lintas program dan linstas sektor dibutuhkan untuk bahu membahu mempercepat eliminasi TBC di Indonesia.

Penulis: Wahyul Anis