Tag: Edukasi

Dokter FK UNAIR Edukasi Sanitasi Ponpes Metal Sekaligus Sediakan Sumber Air BersihDokter FK UNAIR Edukasi Sanitasi Ponpes Metal Sekaligus Sediakan Sumber Air Bersih

Tim Dokter dari Departemen Parasitologi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melakukan pengabdian masyarakat ke Pondok Pesantren Metal (Menghapal Ayat-ayat Al Qur’an) Muslim Al-Hidayah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Pengmas kali ini berfokus pada sanitasi yang erat kaitannya dengan infeksi parasit yang mempengaruhi kesehatan usus.

Kunjungan dilakukan selama 4 kali. Pada kunjugan pertama, 16 April 2021 tim yang dikoordinir oleh Sri Wijayanti S., dr., M.Imun melakukan pengambilan sampel feses. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi infeksi parasit pada santri.

Selain itu juga dilakukan pengambilan data pemeriksaan konjungtiva, tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui proses tumbuh kembang santria. Ini untuk menilai pertumbuhan mereka sesuai dengan usia dan untuk mengetahui adanya hubungan dengan parasit yang menginfeksi para santri.

Diketahui pula bahwa pondok pesantren Metal Muslim memiliki kendala air bersih yang juga dapat menjadi salah satu sumber penularan infeksi parasit usus pada santri.

Hasil dari pemeriksaan sampel ini dilaporkan ke pihak pondok pada kunjungan kedua yakni pada tanggal 27 Agustus 2021. Dari penelitan yang dilakukan disimpulkan bahwa dari 54 sampel yang dikumpulkan santri 70,4% diantaranya terinfeksi usus. Jumlah ini tergolong tinggi mengingat jumlah santri yang ada sebanyak 90 orang.

Koordinator pengmas menuturkan, karena prevalensi yang cukup tinggi ini, Tim pengmas dari Departemen Parasitologi FK UNAIR memberikan obat anti cacing pada santri. “Kami juga berkoordinir dengan pihak puskesmas setempat untuk langkah selanjutnya,” terang Dokter Yanti.

Tak hanya upaya kuratif, upaya preventif juga dilakukan dengan pemberian edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Santri diberi ber informasi parasit terutama parasit yang menginfeksi usus.

“Tak ketinggalan tips pencegahan terinfeksi parasit, salah satunya adalah dengan mencuci tangan dengan sabun makan dan setelah BAB. Membuang sampah pada tempatnya, memotong kuku tangan dan kaki secara berkala, dan menggunakan alas kaki saat berada di luar rumah,” ungkapnya.

Pada kunjungan berikutnya, tanggal 10 September 2021, dilakukan kegiatan teknologi penyehatan air. Ini guna memutus rantai penularan dan pencegahan penyakit parasit. Kegiatan ini menggandeng Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya.

“ Dari sini kami menemukan dua titik sumber air masuk kategori air bersih dan dapat dikonsumsi. Pihak BBTKLPP Surabaya juga telah memberikan asupan dan komitmen untuk langkah penyehatan dan ketersediaan air bersih di pondok selanjutnya,” tambahnya.

Tim FK UNAIR juga sempat berdiskusi dengan BBTKLPP Surabaya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dan Puskesmas Rejoso mengenai persoalan yang dihadapi di Ponpes Metal ini. Dari diskusi ini disimpulkan bahwa infeksi protozoa usus pada santri disebabkan oleh rendahnya PHBS santri. Karenanya ini juga masuk sebagai masukan kepada pihak ponpes untuk dilaksanakan kedepannya. (ISM)

Pakar Pulmonologi FK Unair Edukasi Penularan OmicronPakar Pulmonologi FK Unair Edukasi Penularan Omicron

SURABAYA – Setelah varian Alfa, Beta dan Delta, kini muncul lagi varian baru Covid-19 yakni Omicron. Varian ini disebutkan tidak menimbulkan gejala berat dibandingkan varian sebelumnya. Namun penularannya lebih cepat. Satu orang bisa menularkan virus ke 8 hingga 15 orang. Tiga kali dari varian sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh staf pengajar FK Unair-RSUD Dr. Soetomo, dr Isnin Anang Marhana, SpP (K), FCCP. “Omicron ini juga termasuk salah satu mutasi dari Virus SARS-Cov 2 atau Corona Virus. Mutasi virus ini sebenarnya mekanisme virus untuk bertahan hidup. Alhamdulillah mutasi yang sekarang tidak terlalu berat dari segi klinis,” terangnya dalam tayangan perdana Dokter Unair TV, 26 Februari 2022.

Ringannya gejala Covid-19 Varian Omicron ini juga tidak lepas dari antibodi masyarakat yang sudah terbentuk setelah mendapatkan vaksinasi. Harapannya ke depan gejala dan kejadiannya terus menurun dan COVID-19 sudah menurun dan diperlakukan layaknya flu biasa. Varian ini bisa terdeteksi dengan melakukan swab PCR.

Kapan Perlu Swab

Gejala Varian Omicron tidak jauh berbeda dengan gejala varian lain. Seperti demam, batuk, anosmia. Namun dalam Omicron ada beberapa gejala yang bisa dijadikan penanda. Menurut data yang ada, gejala Varian Omicron yang khas ini adalah batuk tinggi sebesar 89 persen. Badan capek-capek sebesar 65 persen dan hidung tersumbat.

“Ketika kita mengalami keluhan batuk, hidung mbeler, badan capek plus ada riwayat kontak, ada baiknya kita lakukan pemeriksaan swab karena kembali lagi daya transmisi dari omicron ini tinggi, ” tuturnya.

Kendati demikian, pada kelompok tertentu varian ini juga menyebabkan gejala berat. Misalnya pada lansia, pasien dengan daya tahan tubuh yang turun seperti pada pasien yang gagal ginjal dan tumor. Apalagi kelompok tersebut belum vaksin.

Siapa yang Boleh Isoman

Pasien Omicron dibedakan menjadi empat. Pasien tanpa gejala, bergejala ringan, sedang dan kritis.  Untuk gejala ringan, pasien menunjukkan gejala-gejala di atas tanpa menurunkan saturasi oksigen pada udara ruangan. Sementara sedang sudah menunjukan gejala radang paru-paru akut atau pneumonia. Pada tahap ini, saturasi oksigen juga menurun pada suhu ruangan yakni di angka 93 persen. Sementara untuk yang berat jelas saturasi turun, gejala respirasi berat yang memerlukan intervensi medis.

“Pasien bisa isoman jika tanpa gejala, ringan dan sedang. Namun untuk gejala berat dan kritis langsung dirujuk ke rumah sakit,” paparnya.

Untuk saturasi oksigen sendiri dikatakan normal jika berada di angka 95 persen.

Pencegahan

Pencegahan terbaik agar tidak terpapar, virus COVID-19 Varian Omicron adalah berusaha agar virus  tidak masuk ke tubuh. Diantaranya dengan 5M. Menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dan menghindari makan bersama.

“Juga yang wajib adalah pelacakan kontak dan vaksin,” tukasnya.

World Glaucoma Week 2022: Dosen Ilmu Kesehatan Mata FK UNAIR-RSUD. Dr. Soetomo Surabaya Edukasi Masyarakat Mengenai GlaukomaWorld Glaucoma Week 2022: Dosen Ilmu Kesehatan Mata FK UNAIR-RSUD. Dr. Soetomo Surabaya Edukasi Masyarakat Mengenai Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit mata yang telah mendapat julukan “Si Pencuri Penglihatan”, lantaran penyakit ini seringkali menyebabkan kebutaan permanen tanpa memunculkan gejala yang khas pada awal penyakit. Menghadapi hal ini, salah satu upaya yang digalakkan untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma adalah dengan melakukan deteksi dini.

World Glaucoma Week merupakan gerakan yang diinisiasi untuk meningkatkan awereness atau kepedulian masyarakat mengenai penyakit glaukoma. Bertepatan dengan World Glaucoma Week 2022 yang diperingati tanggal 6-12 Maret 2022, TV IDI Surabaya menggelar online talkshow dengan tema “Deteksi Dini Glaukoma, Si Pencuri Pengelihatan. Dalam rangka World Glaucoma Week 2022 (untuk awam)”. Talkshow edukatif ini menghadirkan narasumber dokter spesialis mata dari FK UNAIR-RSUD. Dr. Soetomo yang ahli dalam bidang glaukoma, yaitu Dr. Evelyn Komaratih, dr., Sp.M(K) dan Dr. Yulia Primitasari, dr., Sp.M(K). Acara talkshow ini juga dipandu oleh host Fadhil Abiyyu Yofi.

Materi yang dibawakan dalam acara ini mengupas tuntas aspek yang penting diketahui oleh masyarakat umum mengenai glaukoma, hal ini meliputi definisi, faktor risiko, dan penyakit lain yang dapat memicu glaukoma. Tak lupa juga dijelaskan mengenai deteksi dini glaukoma, dimana apabila berusia dibawah 40 tahun dapat memeriksakan diri ke dokter mata setiap 2-4 tahun sekali, diatas usia 40 tahun dengan riwayat glaukoma pada keluarga dapat memeriksakan setiap 1 tahun sekali, dan diatas usia 40 tahun tanpa riwayat glaukoma pada keluarga dapat memeriksakan setiap 2 tahun sekali. Talkshow ditutup dengan sesi tanya-jawab dengan para audiens acara.

Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan peduli akan penyakit glaukoma, serta giat untuk memeriksakan mata sebagai upaya deteksi dini glaukoma. (Indri)

Dosen FK Unair Edukasi TBC di Dokter Unair TV : Deteksi Dini Penyakit TBC dengan Aplikasi E-TBDosen FK Unair Edukasi TBC di Dokter Unair TV : Deteksi Dini Penyakit TBC dengan Aplikasi E-TB

SURABAYA – Indonesia jadi negara nomor tiga  dengan penderita Tuberkulosis (TBC) terbanyak setelah India dan Tiongkok. Di Indonesia sendiri, Jawa Timur menempati urutan kedua. Sementara prevalensi Surabaya masih menempati posisi pertama di tingkat Provinsi.

Ini disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Dr dr Soedarsono, SpP(K), “ini tentu tak lepas dari tingginya populasi penduduk di Indonesia,” ujarnya dalam tayangan Dokter Edukasi,  Dokter Unair TV, 25 Maret 2022.

Yang menantang, pemerintah mentargetkan pada tahun 2030 Indonesia sudah bisa mengeliminasi TBC. Artinya bukan sama sekali menghilangkan TBC, namun menekan angkanya.

Satu yang kunci elimininasi adalah dengan diketemukan sebanyak-banyaknya dan kemudian diobati sampai tuntas. Sehingga rantai penularan semakin sedikit dan kasus baru segera ditekan.

“Karenanya eliminasi ini baru bisa berjalan baik kalau eliminasinya dari pusat dan masif,” jelasnya.

Sebenarnya pemerintah sudah banyak mengeluarkan program eliminasi TBC. Salah satunya yang diterapkan di Jawa Timur adalah self assesment untuk deteksi dini TBC melalui aplikasi E-TB. Aplikasi ini juga merupakan bentuk kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan FK UNAIR. Aplikasi E-TB ini bisa didownload di playstore.

“Aplikasi ini bagus untuk untuk masyarakat yang tidak tahu dirinya punya TBC, jadi tahu sehingga bisa terkurangi,” jelasnya

BEM FK UNAIR Beri Edukasi Kesehatan dan Berbagi Ke 6 Panti Asuhan Sebagai Upaya Pengabdian Kepada MasyarakatBEM FK UNAIR Beri Edukasi Kesehatan dan Berbagi Ke 6 Panti Asuhan Sebagai Upaya Pengabdian Kepada Masyarakat

Sudah menjadi agenda rutin, selama bulan Ramadhan, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) melakukan kegiatan pengabdianmasyarakat ke panti asuhan dan pondok pesantren di Surabaya .

Tahun ini ada 6 tempat yang dikunjungi. Kunjungan dilakukan tanggal 23 hingga 25 April 2022.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K) menuturkan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian FK UNAIR kepada sesama, “Apalagi di Bulan Ramadhan, kami ingin berbagi kebahagiaan kepada adik-adik,” terangnya.

Kegiatan ini, lanjutnya sekaligus menjadi sarana untuk mengajarkan para mahasiswa untuk lebih peka terhadap sekitar.

Karena diketahui pelaksana kegiatan ini adalah mahasiswa dari organisasi Assalam, organisasi mahasiswa keislaman di FK UNAIR.

“Jadi yang keliling ke beberapa panti asuhan ini adik-adik mahasiswa kami salah satunya dari organisasi Assalam. Namun donaturnya dari berbagai pihak,” tambahnya. (ISM)

Ahli Urologi FK Unair Edukasi Khitan, Manfaat dan Metode yang DigunakanAhli Urologi FK Unair Edukasi Khitan, Manfaat dan Metode yang Digunakan

SURABAYA – Khitan bagi laki-laki merupakan salah satu praktik yang umum dilakukan di Indonesia. Selain karena alasan agama dan budaya, khitan atau lebih populer dengan istilah sunat memiliki beragam manfaat dari aspek kesehatan. Saat ini sudah tersedia berbagai jenis pilihan cara atau metode Khitan mulai dari konvensional, laser, smart clamp, dan masih banyak lagi.

Untuk mengetahui lebih jauh seputar khitan, dr Rheza Maulana Putra, SpU (K) mengupas tuntas dalam tayangan di Dokter Unair TV, 12 Mei 2022.

Menurut Reza, sunat adalah tindakan menginsisi dengan melingkar untuk mengambil kulup. Ini merupakan tindakan sederhana yang mempunyai manfaat luar biasa. “Tindakan ini hanya mengambil kulit saja, bukan daging,” terangnya.

Sunat juga merupakan tindakan medis paling tua yang sudah ada 2.000 tahun sebelum masehi. Ini ditandai sejarah tentang upacara pemotongan ujung penis orang dewasa di Mesir. Reza juga menerangkan manfaat khitan. Selain menjadi perintah agama, khitan juga bisa mencegah penyakit menular. “Secara fungsi medis, khitan bisa mencegah infeksi saluran kencing, terjaga kebersihan,” tambahnya.

Manfaat khitan ini, berdasarkan program WHO adalah untuk mengurangi risiko HIV hingga 50 persen dari perempuan ke laki-laki. “Sunat itu baik untuk cowok mauoun untuk cewek,” imbuhnya.

Dia juga menyinggung tanda-tanda yang harus diwaspadai pasca sunat. Menurutnya, ada risiko medis yang harus diperhatikan mulai komplikasi ringan, sedang dan berat. Ada jjuga risiko pendarahan, luka susah sembuh dan memotong terlalu banyak.

Ada beberapa kategori orang yang tidak boleh disunat karena faktor tertentu seperti kelainan. Misalnya, lubang kencing di atas, lubang kencing di bawah, penis bengkok ke atas, bengkok ke bawah.

Adapun medote sunat antara lain pembiusan, pemotongan dan penjahitan. Ketiga metode ini disesuaikan dengan kondisi anak. Namun yang paling populer di masyarakat adalah pembiusan tanpa suntik.

Dokter UNAIR TV “Dokter Edukasi : Waspada Kanker Otak”Dokter UNAIR TV “Dokter Edukasi : Waspada Kanker Otak”

Assalamualaikum Wr. Wb.
Tumor pada otak merupakan sebuah penyakit yang berbahaya, apalagi bila disebabkan sebuah keganasan/kanker. Namun sayangnya beberapa gejala dari tumor/kanker otak seringkali tidak khas dan dapat dialami oleh orang normal, seperti sakit kepala berkepanjangan, perubahan ringan dari kepribadian, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu Dokter Unair TV akan membahas Dokter Edukasi: Waspada Kanker Otak
Pada Hari Jumat, 20 Mei 2022, Pukul 15.00-16.00 WIB

Yang dibawakan oleh Dr. Rahadian I. Susilo, dr., Sp.BS(K)
Dan Dipandu oleh Arlia Ayu Damayanti, dr.

Live streaming youtube:
https://s.id/DokterUNAIRTV

Wassalamualaikum Wr. Wb.
DokterUNAIRTV

Ahli Bedah Syaraf FK Unair Edukasi tentang Kanker OtakAhli Bedah Syaraf FK Unair Edukasi tentang Kanker Otak

SURABAYA – Dokter Ahli Bedah Syaraf Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Dr dr Rahadian Indarto  Susilo, SpBS (K) mengimbau masyarakat untuk waspada penyakit kanker otak.

Dalam program Dokter Edukasi di Dokter Unair TV dengan tema Sakit Kepala Berkepanjangan? Waspada Kanker Otak,  20 Mei 2022, dr Rahadian mengatakan ada banyak macam kanker otak. “Ada yang jinak dan ada yang ganas,” ujarnya.

Biasanya orang yang mengalami kanker otak itu tidak mengalami gejala awal. Bahkan jika kanker masih ukuran kecil, 100 persen pasien tidak bergejala. Karena otak punya kemampuan untuk adaptasi sehingga jika ukurannya masih kecil, pasien tidak akan mengalami gangguan.

“Namun akan bergejala jika sudah menekan organ yang ada di sekitarnya. Biasanya pasien akan datang ke dokter di saat itu ketika ukuran benjolannya sudah besar,” kata dr Rahadian.

Gejala yang biasa sering terjadi karena adanya tumor di otak itu biasanya sering nyeri kepala, vertigo, stroke ringan dan sebagainya.

“Karenanya kalau sudah ada tanda-tanda lebih baik periksa. Yang belum ada tanda-tanda kalau sudah memasuki usia 40 tahunan juga harus MRI. Karena dengan cara itu bisa diketahui ada tidaknya tumor di otak kita,” jelasnya.

Memang, tumor di otak itu ada yang jinak dan ganas. Yang jinak bisa ditangani dan diobati dengan bagus sehingga pasien bisa kembali normal. “Namun tetap harus diwaspadai dan dideteksi dari awal agar tidak menjadi ganas,” tandas dr Rahadian.

Dokter Baru FK UNAIR Gelar Seminar Edukasi KecantikanDokter Baru FK UNAIR Gelar Seminar Edukasi Kecantikan

Sebanyak 196 dokter lulusan baru periode 2 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menggelar seminar kecantikan dengan tema Glow Up and Unlock Your Potential, Sabtu 21 Mei 2022. Seminar ini diselenggarakan di gedung Graha Bik, FK UNAIR. Ratusan pengunjung datang memadati tempat acara

Ketua panitia acara, Dokter Adra Achirultan, seminar ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat awam terkait cara dan bahan perawatan wajah yang benar. Apalagi, saat ini tren penggunaan skincare cenderung naik.

“Tujuan kita passing awareness, membagikan kesadaran agar masyarakat awam itu bisa mengenali jenis kulit masing-masing, produk kecantikan dan perawatan sesuai jenis kulitnya dan aman,” terangnya.

Latar belakang lain adalah keprihatinannya melihat sejawat dokter yang tersangkut kasus hukum karena melakukan kajian tentang penggunaan kosmetik. Sebagai sesama dokter, ia dan rekan-rekannya ingin memberikan edukasi sehingga hal semacam ini tidak terjadi lagi kepada dokter yang sebenarnya berniat baik.

Acara dikemas secara meriah. Selain ada seminar dari Departemen Kulit dan Kelamin FK UNAIR, juga ada talkshow dengan dokter influencer dan beauty influencer dan selebgram kesayangan anak muda. Misalnya Dr. Dhelya Widyasmara, dr., Sp.KK., FINSDV, Natasha Keniraras dan Inas Rana.

Tak hanya kegiatan di atas panggung, para dokter ini juga menghadirkan stan-stand kecantikan di mana pengunjung bisa konsultasi kesehatan kulit, make up hingga berbelanja.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K) mengapresiasi semangat para dokter baru ini dalam menggelar acara besar ini. Apalagi, untuk kali pertamanya ini digelar luring selama pandemi ini.

“Biasanya dalam bentuk webinar. Dan ini kami bebankan kepada adik-adik dokter yang selesai dilantik. Situasi pandemi dua tahun terakhir membuat kegiatan dilaksanakan daring. Ini baru pertama kalinya luring semenjak seminar ini dihadirkan dan luar biasa meriah,” terang dekan.

Kegiatan seminar ini masuk dalam Airlangga Webinar Conference Series (AWCS) ke 97 FK UNAIR. (ISM)

Dokter Edukasi: Neuromarketing: Where Neuroscience and Marketing MeetDokter Edukasi: Neuromarketing: Where Neuroscience and Marketing Meet

SURABAYA – Istilah Neuromarketing  tergolong baru. Muncul di awal  2000, istilah ini timbul dari suatu bentuk macam inovasi di mana dari sisi marketing bisa dielaborasi dengan ilmu kedokteran, terkait dengan masalah perilaku. Hal ini disampaikan  Dr. dr. Asra Al Fauzi, SE., MM., Sp.BS(K), FICS, FACS, IFAANS bersama Dr. Gancar C. Premananto, CMA. CDM. CNLP, di program Dokter Unair TV, 3 Juni 2022 yang membahas “Dokter Edukasi: Neuromarketing: Where Neuroscience and Marketing Meet”.

Dokter Asra Al Fauzi mengatakan beberapa iklan atau teknik pemasaran dari berbagai produk maupun jasa dengan maupun tanpa disadari telah berhasil mempengaruhi otak kita. Sehingga otak kita secara tidak sadar mempersepsikan barang-barang tersebut sebagai sebuah keinginan maupun kebutuhan dan lebih cenderung membeli produk maupun jasa tersebut.

“Inilah yang disebut Neuromarketing, sebuah teknik pemasaran yang mempelajari neuroscience termasuk perilaku dan juga psikologi konsumen untuk memaksimalkan penjualan,” jelasnya.

Iklan yang dilakukan riset menggunakan teknik neuromarketing dengan menganalisa visual attention, ini berarti langsung dari mata dari otak sangat dipengaruhi posisi. Di sinilah peran neuromarketing bagaimana caranya bahwa suatu stimulus itu dari luar iakhirnya bisa diolah oleh otak, dan itu menghasilkan suatu hasil yang berguna di bidang ekonomi.

“Kita punya panca indra dan itulah yang harus diteliti kita manfaatkan  mata, telinga, hidung, mulut, tangan untuk meraba-raba itu akan menghasilkan stimulus di otak dan memberikan hasil yang bisa diolah,” ungkapnya.

Hasil riset tersebut, kata Asra bisa disampikan ke pihak perusahaan atau institusi karena bisa melihat metabolisme activity otak, melihat aktivitas listrik kemudian bisa merekam apakah itu kesedihan, gembira, menolak atau membenci itu bisa terlihat.

Sementara  itu, Gancar C. Premananto menambahkan, “Neuromarketing bukan berarti jualan syaraf, karena ada penggabungan neuro dan marketing,” candanya.

Berkaitan dengan kaidah spiritualnya, Gancar menyampaikan Ketika dirinya mempelajari micro-expressions maka dapat mengenali tanda-tanda apakah mereka baik atau tidak baik, munafik atau tidak bisa dilihat dari gestur, body language, micro-expressions ataupun dengan keahlian.

“Jadi sebetulnya ada tanda-tanda yang bisa kita pelajari, bagaimana seseorang sedang berbohong atau tidak, munafik atau tidak. Ini saat kita membicarakan seringkali orang lain di bibir lain di hati, karena itu ketika bibir terkunci dan tidak bisa berkata, maka dicari  bagian tubuh yang lain bisa terbaca,” jelasnya.

Membahas ilmu neuro science dan neuro marketing, lanjut Gancar yaitu menggunakan otak dan sel syaraf diaplikasikan di dunia pemasaran. “Bagaimana berusaha memasukan persepsi positip ke konsumen dan konsumen juga merespon positip stimulus yang ada sehingga  timbul interest, awerness, desire, dan action,” kata Gancar.