Prevention Control of Infection in Combating Antimicrobial Resistance in Hospital

Prevention Control of Infection in Combating Antimicrobial Resistance in Hospital post thumbnail image


91st AWCS (Airlangga Webinar Conference Series) “Prevention Control of Infection in Combating Antimicrobial Resistance in Hospital” merupakan salah satu rangkaian webinar yang diinisiasi oleh Departemen Patologi Klinik RSUD Dr. Soetomo dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Acara webinar ini diadakan pada Selasa, 15 Februari 2022 lalu. Webinar dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia secara daring. Webinar ini dibuka oleh dr. Binar Larasanti Savitri, selaku host dari acara tersebut. Selain itu juga hadir Dr.Reny I’tishom, M.Si dan Dr.dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG(K) dan tim.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada pada dokter maupun peneliti di Indonesia maupun luar negeri tentang pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mencegah resistensi antibiotik. Di samping itu juga bertujuan kolaborasi dengan institusi lain di luar negeri untuk pengembangan keilmuan.

Kegiatan ini mendatangkan tiga pembicara dengan topik pembicaraan yang sangat menarik. Salah satu pembicara yang didatangkan langsung dari Menzies Health Institute Queensland, Griffth University adalah Hanna E. Sidjabat, drh., MVSc., PhD, yang merupakan adjunct professor dalam bidang mikrobiologi. Drh. Hanna membawakan topik mekanisme resistensi antibiotik pada bakteri gram negative.

Pembicara kedua adalah I.G.A.A. Putri Sri Rejeki, dr., Sp.PK(K). Beliau membawakan topik mengenai “Case Based Study: ESBL Case in Hospitalized Patient”. Pembicara ketiga adalah Dr. Puspa Wardhani, dr., Sp.PK(K), yang membawakan topik “Prevention and Control of Infection in Combating MDRO”.

Tidak lupa, untuk melengkapi sesi diskusi, ada dua panelis yang diundang. Panelist pertama yang juga merupakan guru besar Ilmu Patologi Klinik yaitu Prof. Dr. Aryati, dr., M.S., Sp.PK(K). Panelist kedua yang diundang adalah Yessy Puspitasari, dr., Sp.PK.

Dari acara tersebut, diharapkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dapat menambah pengetahuan berbagai tenaga kesehatan khususnya dokter mengenai resistensi antibiotik, serta bekerja sama dengan berbagai universitas mancanegara untuk mengadakan webinar-webinar lain yang tidak kalah menarik.(Kenneth R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

FK UNAIR Perkenalkan Manekin Bedah Sesar, Dapat Hibah Kedai Reka untuk Produksi AwalFK UNAIR Perkenalkan Manekin Bedah Sesar, Dapat Hibah Kedai Reka untuk Produksi Awal

Kebutuhan manekin untuk latihan keterampilan calon dokter atau dokter spesialis, menjadi perhatian khusus institusi pendidikan kedokteran. Fakultas Kedokteran UNAIR menyadari ini dan terus melakukan inovasi di bidang pendidikan. Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof Dr Budi Santoso, dr, SpOG (K) memberi apresiasi terhadap karya sivitas akademika FK UNAIR berupa manekin bedah

KOPAPDI XVIII Semarang, FK UNAIR Raih Juara Original Research dan 15 Besar Poster TerbaikKOPAPDI XVIII Semarang, FK UNAIR Raih Juara Original Research dan 15 Besar Poster Terbaik

Prestasi membanggakan berhasil diraih Program Studi (Prodi) SP1 Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) pada awal Juli lalu dalam Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (KOPAPDI) XVIII. Kongres nasional PAPDI yang berlangsung pada 13-17 Juli 2022 di Semarang ini merupakan kongres nasional PAPDI pertama yang

Mahasiswa Kebidanan FK Unair Sabet 2 Kejuaraan dalam 2 Cabang Lomba Servix 2023 –Mahasiswa Kebidanan FK Unair Sabet 2 Kejuaraan dalam 2 Cabang Lomba Servix 2023 –

Prestasi datang dari Mahasiswa Kebidanan semester 5 angkatan 2021 Universitas Airlangga yang bernama Ira Nurwahyu Kusuma dan Aisyah Berliana Salsabila. Kedua mahasiswa tersebut membuat 2 karya untuk 2 cabang lomba dengan ketua tim yang berbeda. Ira sebagai ketua tim Esai dan Aisyah sebagai ketua tim Poster dengan dosen pembimbing Ibu