Pengmas Angkatan 82 UNAIR, Renovasi Rumah ODGJ Nyaris Ambruk di Pacitan

Pengmas Angkatan 82 UNAIR, Renovasi Rumah ODGJ Nyaris Ambruk di Pacitan post thumbnail image


Meski senior, kekompakan alumni FK UNAIR Angkatan 82 sangat teruji. Hal ini ini ditunjukkan saat merayakan Dies Natalis UNAIR 68 dan Pendidikan Dokter di Surabaya ke 109. Anggotanya melakukan pengabdian masyarakat yang fokus pada kelompok masyarakat dengan gangguan mental (ODGJ).

Salah satu bentuk pengmas yang dilakukan adalah merenovasi rumah milik Bapak Juli dan Ibu Nur Khasanah, 17 September lalu. Warga Desa Mlati, Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Bapak Juli sendiri merupakan seorang ODGJ.

Kondisi rumah Bapak Juli sendiri sangat memprihatinkan. Dengan teras yang digunakan sebagai kandang kambing. Dengan tembok yang sudah lapuk. Sementara bagian genteng bagian kiri sudah hampir ambruk.

“Ini sangat membahayakan keselamatan penghuninya kalau sampai gentengnya ambruk. Karenanya setelah beraudiensi dengan pemangku wilayah dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. TH Hendra Purwaka yang juga merupakan Alumni angkatan 82, kami sepakat untuk membedah,”ujar Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs. F.E.R yang juga merupakan Aesculap Angkatan 82.

Dekan bersama teman seangkatannya ini memantau langsung proses renovasi. Rombongan datang langsung ke rumah Bapak Juli. “Bedah rumah ini dibantu oleh warga dan pemerintah setempat. Juga Kepala Dinas Kesehatan Pacitan,” lanjut dekan.

Orang dengan gangguan jiwa juga perlu hidup normal tak ubahnya orang pada umumnya. Sehingga fasilitas rumah tinggal yang layak menjadi penting. Diharapkan, renovasi ini mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik kepada Bapak Juli dan keluarga.

Selain bedah rumah, Pengmas Angkatan 82 juga memberikan seminar kepada Kader Jiwa di Kabupaten Lamongan. Seminar diberikan oleh dr Agung Budi Setiawan, Sp.KJ, alumni angkatan 82 yang saat ini bekerja di RS Soewandi Surabaya. Harapannya ini dapat merefresh pengetahuan kader dalam membantu melayani para ODGJ di wilayah tersebut.

Pengmas yang berfokus pada kesehatan jiwa ini merupakan usulan dari dua kepala dinas kesehatan (Kadinkes), yakni Kadinkes Kabupaten Lamongan dan Kadinkes Pacitan, Dokter Taufik Hidayat yang merupakan alumnus FK Angkatan 82. Hal ini karena saat ini dinkes juga tengah menggencarkan program untuk masyarakat dengan gangguan jiwa. (ODGJ).

Penulis : Ismaul Choiriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Anestesiologi dan Reanimasi Surabaya Gelar Pre-Hospital Trauma Care untuk Penolong Awam pada Korban Kecelakaan KerjaAnestesiologi dan Reanimasi Surabaya Gelar Pre-Hospital Trauma Care untuk Penolong Awam pada Korban Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja merupakan insiden yang dapat menyebabkan cedera hingga kematian di tempat kerja. Kejadian ini dapat dicegah dengan penanganan awal yang baik sebelum korban ditransfer ke pusat layanan kesehatan. Pengetahuan karyawan di tempat kerja terkait cara melakukan penanganan awal terhadap kecelakaan kerja masih rendah sehingga menyebabkan angka kecelakaan kerja tinggi.