Olahraga Bagi Lansia Selama Puasa Ramadhan

Olahraga Bagi Lansia Selama Puasa Ramadhan post thumbnail image


Tak hanya anak-anak dan orang dewasa, lansia pun tetap perlu berolahraga agar badan tetap fit dalam menjalankan puasa. Tentu saja, kuantitas dan jenisnya berbeda dengan olahraga mereka yang masih muda. Lalu apa saja yang bisa dilakukan?

Nuniek Nugraheni,dr., Sp.KFR-K menyampaikan, olahraga paling tepat dilakukan oleh lansia selama Bulan Ramadhan adalah olahraga intensotas ringan. Misalnya dengan jalan kaki ataupun senam ringan.

Durasinya pun tak perlu lama, cukup 30 sampai 40 menit. Dalam rentan waktu tersebut, harus ada pemanasan paling tidak sepuluh menit untuk menyiapkan otot, gerakan inti selama tiga puluh menit dan sisanya untuk pendinginan.

“Semua tahap ini tidak boleh ada yang dilewati. Karena ini saling melengkapi satu sama lain. Jika tidak dilakukan, bukannya tubuh semakin sehat, namun sebalinya, terangnya dalam tayangan Dokter UNAIR TV Spesial Ramadhan, Selasa (5/4).

Frekuensi olahraga pun tak perlu sering. Cukup satu minggu dua kali. Yang paling penting, sebagai lansia, tubuh tetap beraktifitas selama puasa.

Lalu, saat puasa, kapan dianjurkan berolahraga? Karena kadar cairan dalam tubuh lansia berkurang tinggal 50 persen tubuh, karenanya lansia rentan dehidrasi. Maka dari itu upayakan untuk berolahraga di waktu yang aman.

“Seperti menjelang berbuka puasa atau setelah tarawih. Dengan begitu, lansia bisa langsung minum air selepas olahraga untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat,” terang dosen FK UNAIR ini. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Sambut HUT RI, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR Gelar Pengabdian MasyarakatSambut HUT RI, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) merupakan momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk merenungi makna dari kemerdekaan. Pada zaman ini, makna kemerdekaan menjadi lebih luas dari sekadar terbebas dari penjajahan bangsa lain. Bagi Koordinator Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR, Dr. dr. Prananda Surya Airlangga, Sp.An

Menyelami Tips dari Ahli Kesehatan –Menyelami Tips dari Ahli Kesehatan –

Dalam menghadapi bulan suci Ramadan yang akan segera tiba, pertanyaan seputar pengaturan konsumsi obat saat berpuasa menjadi topik yang menarik. Sebagai pembuka acara, Annetta d’Arqom, dr., M.Sc. Ph.D yang merupakan seorang staf pengajar Departemen Anatomi Histologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), menyampaikan pemahaman mendalamnya mengenai masalah ini. 

Departemen THT-KL FK UNAIR Bekerjasama Dengan Dinkes Madiun dan IDI Adakan Seminar dan Pelatihan Deteksi Dini Karsinoma NasofaringDepartemen THT-KL FK UNAIR Bekerjasama Dengan Dinkes Madiun dan IDI Adakan Seminar dan Pelatihan Deteksi Dini Karsinoma Nasofaring

Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi penderita karsinoma nasofaring (KNF) yang termasuk tinggi, menempati urutan keganasan terbanyak ke-5 setelah karsinoma payudara, karsinoma leher rahim, karsinoma paru, dan karsinoma hepar. Sejumlah 19.943 kasus baru KNF muncul pada tahun 2020, dan menyebabkan kematian pada 67% (13.399 kasus) diantaranya. Berdasarkan data kunjungan