Kolaborasi Alumni FK UNAIR ’94 Bantu Tuntaskan 3 Masalah Kesehatan Nasional

Kolaborasi Alumni FK UNAIR ’94 Bantu Tuntaskan 3 Masalah Kesehatan Nasional post thumbnail image


Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) merayakan dies natalis yang ke-109 dengan berbagai rangkaian acara. Salah satunya pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di 109 titik tersebar di seluruh Indonesia.

Salah satu titik yang menjadi lokasi pengabdian masyarakat berada di Gresik, Jawa Timur. Dr Lestari Sudaryanti dr MKes sebagai koordinator pengabdian masyarakat mengatakan bahwa acara ini juga sebagai ajang untuk merayakan ulang tahun Ikatan Alumni (IKA) UNAIR.

Uniknya, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Sabtu (3/9/2022) di Desa Gedhang Kulud, Kabupaten Gresik dan Puskesmas Cerme, Kabupaten Gresik tersebut mengusung tiga program. Yaitu pemeriksaan balita stunting, pemeriksaan kehamilan dan ultrasonografi (USG) ibu hamil, serta penyuluhan dampak gadget pada anak. Perlu diketahui bahwa Desa Gedhang Kulud merupakan desa binaan IKA UNAIR Gresik.

Sebanyak 20 dokter spesialis dengan spesialisasi bidang masing-masing turut hadir dalam acara. Para dokter spesialis itu merupakan alumni FK UNAIR Angkatan ’94 yang berkolaborasi mengabdikan ilmunya kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut juga dilakukan dengan Dinas Kesahatan setempat. Camat Kecamatan Cerme, Gresik; wakil dekan 1 FK UNAIR; dan kepala dinas kesehatan Kabupaten Gresik hadir memeriahkan acara.

“Ada lima tenaga dokter yang membantu acara yaitu spesialis anak; spesialis obstetri dan ginekologi; spesialis mata; spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan; spesialis paru; spesialis jiwa; beberapa spesialis lain; dan dokter umum,” terangnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh alumni FK UNAIR ’94 pada Sabtu (3/9/2022) dalam rangka dies natalis FK UNAIR ke-109 dan kegiatan ulang tahun emas IKA UNAIR. (Foto: Dokumentasi Panitia)

Lestari menjelaskan bahwa ketiga program tersebut dipilih karena merupakan isu nasional yang tengah diperbincangkan. “Pernikahan dini, stunting, dan kematian ibu saat ini menjadi prioritas penanganan masalah kesehatan di Indonesia,” jelasnya.

Stunting merupakan suatu gangguan yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan bagi anak sehingga anak akan memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibanding anak seusianya.

Kegiatan rutin mendukung keberlanjutan pengabdian masyarakat tersebut akan terus dilakukan. Nantinya, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi UNAIR akan mendampingi dan memantau ibu hamil serta balita stunting. “Ada pendampingan nantinya dari mahasiswa D3 Keperawatan di bawah bendera Geliat Airlangga,” ujar Lestari.

Pengabdian masyarakat ini merupakan bukti nyata kontribusi UNAIR sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia melalui peran para alumninya. “Ini sebagai kontribusi nyata UNAIR melalui Fakultas Kedokteran untuk Indonesia. Bukan hanya pendidikan saja tetapi karya nyata dan bentuk kepedulian terhadap permasalahan yang ada,” tuturnya.

Melalui pengabdian masyarakat tersebut, Alumni FK Angkatan ’94 turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah menyelesaikan permasalahan stunting dan kematian ibu di Indonesia. (*)

sumber : https://www.unair.ac.id/2022/09/05/kolaborasi-alumni-fk-unair-94-bantu-tuntaskan-3-masalah-kesehatan-nasional/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

PERDOSNI Cabang Surabaya Bekerjasama dengan FK UNAIR Memperingati World Stroke Day –PERDOSNI Cabang Surabaya Bekerjasama dengan FK UNAIR Memperingati World Stroke Day –

Surabaya – Bertepatan pada tanggal 29 Oktober 2023 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKUA), PERDOSNI cabang Surabaya bekerja sama dengan FKUA menyelenggarakan perayaan World Stroke Day (WSD) atau Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap tahun pada tanggal 29 Oktober 2023. Kegiatan ini diikuti para anggota PERDOSNI cabang Surabaya, staf, dan

Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR Adakan Workshop Intervensi Nyeri Jadikan PPDS Lebih Terampil Menangani Nyeri PerioperatifDepartemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR Adakan Workshop Intervensi Nyeri Jadikan PPDS Lebih Terampil Menangani Nyeri Perioperatif

Pemberian analgesia multimodal, yaitu pemberian obat antinyeri lebih dari satu metode untuk dapat mengurangi nyeri dengan lebih baik, saat ini sedang sangat berkembang. Antinyeri saat ini tidak hanya bisa diberikan melalui obat yang diminum dan disuntik melalui pembuluh darah, namun juga dapat diberikan langsung melalui blok saraf. Keterampilan melakukan blok