FK UNAIR Terima 17 Mahasiswa Asing

FK UNAIR Terima 17 Mahasiswa Asing post thumbnail image


Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kedatangan 17 mahasiswa asing program pertukaran pelajar. Ke-17 mahasiswa itu dari beberapa negara di Eropa seperti Perancis, Spanyol, Norwegia, Polandia, Rumania, Ukraina, Lituania serta dari Benua Asia.

Kedatangan mahasiswa itu disambut Dekan FK Unair, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG) di Aula, Rabu (6/7/2022). Dari 17 mahasiswa asing itu, 14 orang akan belajar kedokteran klinis dan tiga orang bidang penelitian.

Prof Bus, panggilan akrab Prof Budi Santoso memamerkan gedung FK UNAIR yang fenomenal. Aula FK Unair yang hampir berusia 100 tahun. Serta gedung-gedung lain buatan Belanda itu.

“Sampai akhir tahun ini kita target ada 100 mahasiswa luar datang belajar di FK UNAIR ini baru 17 mahasiswa. Makanya kita harus kerja keras untuk mengenalkan FK UNAIR ke kampus-kampus kedokteran di luar negeri,” kata Prof Bus.

 

Ke-17 mahasiswa asing ini akan sebulan ikut belajar di FK UNAIR selama sebulan itu, Prof Bus mengatakan akan memberikan sesuatu yang berkesan bagi para mahasiswa itu. Apalagi, mereka belajar di Surabaya yang notabene adalah daerah tropis.

Penyakit daerah tropis dan infeksi yang banyak diderita masyarakat tropis akan diperkenalkan kepada mahasiswa itu. “Sehingga mereka benar-benar paham dan mengetahui tentang penyakit-penyakit yang tidak mereka temui di negaranya,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa bernama Laura Munoz, mahasiswa tahun kelima internal medicine, University of Valencia, Spanyol mengaku senang bisa menjadi bagian dari FK UNAIR hingga sebulan ke depan.

Ini adalah pertama kalinya dia datang ke Indonesia termasuk ke Surabaya. “Saya hanya tahunya Indonesia tapi belum pernah datang. Sekarang saya datang dan belajar tentang dunia kedokteran di sini. Saya senang,” katanya.

Laura mengaku akan memanfaatkan waktu selama sebulan untuk menambah ilmu terutama tentang penyakit tropis dan infeksi. Selain juga akan berwisata ke Gunung Bromo.

Kehadiran 17 mahasiswa ini karena juga peran Center for Indonesian Medical Students Activities (CiMSA) FK UNAIR yang sudah terafiliasi dengan jaringan di luar negeri. Sehingga mereka bisa dengan mudah mengikuti program student outbond dan inbond. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

LAM-PTKes Kunjungi Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR, Gelar Asesmen Lapangan AkreditasiLAM-PTKes Kunjungi Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNAIR, Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi

Program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif selalu berusaha meningkatkan mutu program studi dalam rangka pelaksanaan praktik pelayanan kesehatan dengan kompetensi sesuai standar dan kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuk usaha peningkatan mutu program studi yang berkelanjutan, Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif mengikuti penilaian lapangan akreditasi oleh LAM-PT Kes yang diadakan