FK UNAIR Masuk Jajaran 400 Besar Fakultas Kedokteran Terbaik Dunia

FK UNAIR Masuk Jajaran 400 Besar Fakultas Kedokteran Terbaik Dunia post thumbnail image


Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) masuk dalam jajaran 400 besar fakultas terbaik dunia. Pemeringkatan ini dirilis oleh QS World University Ranking 2022. Jika sebelumnya peringkat FK UNAIR berada di angka 461-hingga 500, tahun ini melesat naik ke angka 401-450 dunia.

Berdasarkan sumber yang sama, ranking FK UNAIR di tingkat domestik naik dari peringkat 4 ke peringkat 2. Satu tingkat di bawah FK UI.

Dekan FK UNAIR, Prof.Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) mengungkapkan rasa syukurnya atas kenaikan peringkat ini. Ini tak lepas dari peran segenap civitas akademika FK UNAIR.

“Terima kasih kepada seluruh alumni dan civitas akademika FK UNAIR atas sinergi dan kebersamaannya,” terang dekan, Jumat (8/4).

Ada lima indikator dalam kenaikan ranking ini. Antara lain H-Indext citation atau banyaknya jurnal dosen yang disitasi oleh akademis lain. Dalam hal ini FK UNAIR mendapatkan poin 32,5.

Kemudian citations per paper atau seberapa banyak jurnal dosen disitasi oleh dosen lain. Untuk ini FK UNAIR mendapatkan nilai 60,4.

Selanjutnya reputasi akademis atau reputasi FK UNAIR sendiri dalam pelaksanaan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam hal ini FK UNAIR mendapatkan poin 66,4 persen.

Poin tertinggi diperoleh employeer reputations. Employeer reputation dinilai berdasarkan banyaknya lulusan FK UNAIR yang berhasil berkarya dan memberi manfaat kepada masyarakat.

“Karenanya kami juga berterima kasih kepada para alumni yang bersedia mengisi kuisioner yang dikirimkan ke email. Kami sangat mengapresiasi kesediaan Anda sejalian. Ini memang berpengaruh langsung ke perankingan kami,” lanjut dekan.

Terakhir yang menjadi pertimbangan adalah daya tampung SBMPTN dan peminat. Di Tahun 2021 sendiri, peminat FK UNAIR sebanyak 2.241 orang.

Kelas Entrepeneurship

Selain beberapa poin di atas, FK UNAIR di periodi 2021-2025 ini juga memiliki program unggulan yakni kelas entrepreneurship. Kelas diberikan kepada mahasiswa semester 1 FK UNAIR.

“Kelasnya kami sebut dengan MedicoSocio Entrepeneurship. Kami menjadi satu-satunya fakultas kedokteran yang berani menyebut istilah ini terang-terangan,” jelasnya.

Tentu awalnya banyak pro kontra terutama dari para guru besar dari adanya kelas ini. Mengenai akan dibawa ke mana lulusan FK UNAIR diberi mata kuliah bisnis. Namun terlepas dari itu, dekan memiliki pandangan yang jauh ke depan.

Di era disruptif seperti sekarang ini, di mana teknologi dan digitalisasi memimpin, lulusan FK UNAIR juga harus diberi bekal agar bisa bersaing dengan dokter-dokter lain baik dari dalam dan luar negeri.

Bukan kami mengajari berdagang. Tapi bagaimana lulusan FK UNAIR memiliki jiwa entrepreneur, yang mampu menangkap peluang,” terang dekan yang akrab disapa Prof Bus ini.

Tantangan Ke Depan

Melesat naik ke peringkat 401-450 dunia, bukan artinya FK UNAIR berbangga dan berhenti.Namun bagaimana FK UNAIR bisa mempertahankan dan meningkatkan peringkat tersebut sehingga melesat lebih tinggi lagi di tahun-tahun selanjutnya.

“Tentunya kita akan terus berupaya menjalankan tugas sebagai pendidik, pelayan masyarakat serta peneliti. Sehingga bukan saja ranking kita yang naik, namun juga kualitas kita sebagai institusi pendidikan di bidang kesehatan semakin baik,” tukasnya. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Pergantian Kepengurusan KPLA FK UNAIR –Pergantian Kepengurusan KPLA FK UNAIR –

Regenerasi diperlukan untuk perkembangan organisasi dan pembelajaran bagi anggota yang akan menjadi pengurus selanjutnya. Musyawarah Besar KPLA dilaksanakan di setiap periode kepengurusan untuk melakukan pembahasan laporan pertanggungjawaban selama satu periode kepengurusan, membahas Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) KPLA FK UNAIR, dan Suksesi Ketua KPLA. Musyawarah Besar dilaksanakan pada hari

Kegiatan Departemen Anestesi dan Reanimasi FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo di LumajangKegiatan Departemen Anestesi dan Reanimasi FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo di Lumajang

Pada Sabtu 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB, Gunung Semeru dilaporkan meletus dan mengeluarkan material pijar dan letupan yang menimbulkan awan panas guguran (APG) yang membumbung ke angkasa hinga mencapai sekitar 11 kilometer dan membuat langit sekitar wilayah gunung semeru, serta daerah kabupaten Lumajang berubah seperti malam hari dikarenakan