FK UNAIR Gelar Salat Tarawih Berjamaah

FK UNAIR Gelar Salat Tarawih Berjamaah post thumbnail image


Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menggelar salat tarawih berjamaah, Minggu (3/4). Bertempat di Aula FK UNAIR dan ruang sidang A, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dekanat, KPS, dosen, PPDS hingga mahasiswa.

Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) bersyukur, tahun ini jamaah salat tarawih penuh dibandingkan dua tahun terakhir saat awal pandemi. Tahun ini, shaf salat pun tidak diberi jarak mempertimbangkan tren kasus kenaikan COVID-19 yang semakin turun. Namun jamaah tetap menggunakan masker.

“Data yang ada di kami, dari awal ada 400 lebih PPDS yang terinfeksi COVID-19, sekarang tinggal 8 saja. Ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan insyaallah jauh lebih baik dibandingkan waktu lampau sehingga kita berani memutuskan melakukan salat tarawih berjamaah,” terangnya.

Salat tarawih berjamaah ini merupakan agenda tahunan FK UNAIR. Dan tahun ini menjadi pembuka dari 11 rangkaian kegiatan FK UNAIR di Bulan Ramadhan. Beberapa kegiatan lain yang akan dilakukan FK UNAIR antara lain edukasi kesehatan seputar puasa melalui channel youtube Dokter unair TV. Edukasi ini akan diberikan selama dua kali seminggu.

Selain itu juga ada tadarus dan kajian online. Berbagi takjil di rumah sakit. Dan akan ada kegiatan santunan ke 11 panti asuhan yang ada di Surabaya. Karenanya, FK UNAIR membuka donasi bagi warga yang ingin menyalurkan bantuannya melalui virtual account Mandiri -8807812345 atas nama Ramadhan FKUA. (ISM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Angkat Isu Stunting, Ratusan Mahasiswa FK UNAIR Berangkat Pengmas Ke Pasuruan –Angkat Isu Stunting, Ratusan Mahasiswa FK UNAIR Berangkat Pengmas Ke Pasuruan –

Selama tiga hari ini, 360 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) mengadakan pengabdian masyarakat (Pengmas) di Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Mereka akan melakukan serangkaian kegiatan. Mulai dari penyuluhan kesehatan hingga memberikan layanan pengobatan gratis ke masyarakat. Sebagai calon tenaga kesehatan, pengmas ini menjadi salah satu wujud perhatian

Peningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan PITASIDIA tentang Pemanfaatan Tanaman Obat pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi di BanyuwangiPeningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan PITASIDIA tentang Pemanfaatan Tanaman Obat pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi di Banyuwangi

Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus semakin menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data kesehatan terkini, kedua penyakit ini terus meningkat prevalensinya dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Kedua penyakit ini seringkali terkait satu sama lain, di mana penderita diabetes memiliki