Dosen FK UNAIR Beri Edukasi tentang Vaginismus

Dosen FK UNAIR Beri Edukasi tentang Vaginismus post thumbnail image


Vaginismus seringkali diabaikan dan pada kenyataannya masih banyak perempuan Indonesia yang diam-diam mengalami permasalahan ini. Rasa enggan dan malu untuk terbuka karena dianggap berbeda, cacat atau tidak bisa disebut sebagai perempuan seuntuhnya karena kurang mampu melayani kebutuhan seks pasangan.

Beberapa perempuan pun malas untuk berkomunikasi dengan pasangan mengenai permasalahan yang dihadapinya. Akibatnya kualitas hubungan suami istri menjadi buruk.

Ketika ditemui dalam acara webinar mengenai vaginismus bersama RSIA Kendangsari MERR pada 27 April 2022, Dr Eighty Mardiyan Kurniawati, dr, SpOG (K) juga mengatakan bahwa vaginismus pada perempuan bisa dipicu dari faktor fisik dan psikologis

“Penyebab Vaginismus dibagi menjadi dua, penyebab organik atau fisik dan penyebab anorganik atau psikologis,” kata staf Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNAIR ini.

Menurutnya, vaginismus bisa disebabkan karena adanya faktor fisik seperti mengalami infeksi oleh daerah genital atau adanya trauma. Selain itu, sensivitas yang meningkat pada serabut syaraf di mulut vagina bahkan efek samping dari obat tertentu termasuk kemoterapi pun bisa menjadi pemicunya. Tak hanya faktor fisik, gangguan vaginismus juga bisa disebabkan karena adanya faktor psikologis.

“Faktor psikologis merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan pada penderita vaginismus. Hal ini dikarenakan perempuan dengan vaginismus akan sulit baginya untuk dapat melakukan penetrasi bersama siapapun atau dengan hal apapun. Merasa nyaman adalah kunci dari keberhasilan berhubungan seksual bagi seorang perempuan normal,” tambahnya.

Disfungsi Seksual

Vaginismus sudah termasuk penyakit yang dikategorikan sebagai Disfungsi Seksual dan dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini, sehingga permasalahan tersebut dapat diatasi. Dibutuhkan tim dokter untuk mengatasi Vaginismus, terutama kolaborasi antara Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi serta Kedokteran Jiwa (Psikiater).

Gangguan vaginismus membuat beberapa orang merasa malu untuk berkonsultasi mengenai kesehatannya ke dokter. Bila malu untuk terbuka mengenai masalah kesehatannya sendiri ke dokter, maka ada terapi yang bisa dilakukan sendiri. Ada beberapa usaha alias terapi sendiri yang bisa diterapkan oleh perempuan dengan gangguan

Butuh Profesional

Gangguan vaginismus bisa diatasi dengan bantuan profesional secara lebih serius. Jika vaginismus sudah begitu menganggu kehidupan rumah tangga karena selalu mempermasalahan hubungan seks yang semakin kurang menyenangkan, maka ada baiknya untuk segera berkonsultasi dan meminta bantuan profesional. (ety)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Pengabdian Masyarakat di 109 Daerah di Indonesia di Perayaan Dies Natalis FK UNAIR Ke-109Pengabdian Masyarakat di 109 Daerah di Indonesia di Perayaan Dies Natalis FK UNAIR Ke-109

Pengabdian masyarakat tak pernah lepas dari salah satu rangkaian acara perayaan Dies Natalis FK UNAIR. Ini merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademika FK UNAIR serta alumni pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sehingga mereka lebih berdaya. Dalam peringatan dies natalis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Ke- 109 ini misalnya, akan

FK UNAIR Jalin Kerjasama dengan UNJANIFK UNAIR Jalin Kerjasama dengan UNJANI

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) jalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Jumat, 24 Juni 2022. Kerjasama dalam bidang pendidikan dan penelitian ini diwujudkan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU). Dengan MoU ini, FK UNAIR terbuka untuk menerima staf dosen dari Unjani untuk menempuh pendidikan lanjut