Dosen FK Unair Beri Edukasi Orangtua tentang Mata Berair pada Bayi

Dosen FK Unair Beri Edukasi Orangtua tentang Mata Berair pada Bayi post thumbnail image


SURABAYA – Masalah mata berair pada bayi terkadang menjadi kekhawatiran orang tua. Untuk memberi edukasi tentang itu, Fakultas Kedokteran Unair (FK Unair) menggelar talkshow Dokter Edukasi dengan tema Mata Berair pada Bayi, Harus Bagaimana? Dokter Sutjipto, SpM mengupas tuntas masalah mata berair pada bayi yang ditayangkan DokterUnairTV, 24 Juni 2022.

“Masalah mata berair sebenarnya teorinya sama dengan teori banjir,” ujar Sutjipto dalam talkshow yang dipandu dr Firda Ayu Muthie.

Menurut Sutjipto, normalnya kelopak bola mata dilapisi air mata. Nah, ketika produksinya berlebih atau drainasenya terganggu, maka kelopak bola mata tak mampu menampung air mata. Dia menjelaskan, dua sebab mata berair yaitu produksi air mata yang berlebih dan drainase terganggu.

Kasus ini sangat sering dialami bayi. Pada dasarnya, lebih dari 50 persen bayi lahir, saluran air mata yang mengalir ke hidung masih tertutup. Kondisi ini akan terbuka secara spontan pada minggu ke-3 atau ke-4.

Jika tidak terbuka, akan menyebabkan air mata bayi berair terus. Kondisi ini juga bisa menyebabkan keluarnya kotoran. “Bila ini terjadi, menyebabkan bulu-bulu mata melekat,” paparnya.

Sutjipto mengingatkan, kondisi seperti ini harus ditanggulangi. Orang tua bisa mendeteksi atau mencari tahu penyebabnya apa. Apakah salurannya terhambat ataukah produksi air matanya yang berlebih.

“Kebanyakan pada bayi, disebabkan gangguan saluran pembuangan. Secara anatomis, 70 persen lebih, bayi saat lahir masih tertutup (saluran air mata). Baru terbuka dan menghasilkan air mata di suaia satu bulan,” tegasnya.

Apakah ini berbahaya? Menurut Sutjipto, sebenarnya menjadi bahaya jika buntunya ini menyebabkan infeksi pada eskresinya. Pada kondisi normal, kuman-kuman tidak mempengaruhi ekosistem. Namun jika buntu, kotoran bisa menumpuk dan menyebabkan gangguan.

Meski demikian, orang tua tidak perlu khawatir berlebihan. Segera bawa ke dokter spesialis mata, menjadi jalan keluarnya.

Sutjipto memberikan tips untuk mengatasi masalah mata berair pada bayi ini. Caranya dengan pemijatan pada kantung air mata. “Pemijatan biisa dilakukan empat kali dalam sehari, pagi, siang, sore dan malam,” imbuhnya.

Setiap sesi pemijatan bisa 10 kali pijatan halus atau ditekan-tekan dengan lembut. “Tujuan pemijatan agar katub mata yang masih tertutup bisa cepat terbuka. Pemijatan ataau penakanan juga bisa mengeluarkan kotoran di mata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

WARFARIN –WARFARIN –

Pada kegiatan Warfarin tahun ini mungkin sedikit berbeda dengan tahun lalu karena pada acara Warfarin tahun ini diadakan secara offline atau tatap muka, dimana setiap anggota HIMAWARY berkumpul di Kampus C Universitas Airlangga dengan bertemakan warna hitam dan merah maroon. Dan pada acara ini juga diwajibkan bagi seluruh pengurus HIMAWARY

Inovasi Peningkatan Kualitas Kader Kesehatan Dalam Upaya Deteksi Dini Tuberkulosis Paru Pada Kehamilan Di Kabupaten Sumenep, Jawa TimurInovasi Peningkatan Kualitas Kader Kesehatan Dalam Upaya Deteksi Dini Tuberkulosis Paru Pada Kehamilan Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

Pada hari Sabtu tanggal 16 Juli 2022 Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Puskesmas Bluto Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut diketuai oleh ibu Evanggelia Dwilda Ferdinandus dengan anggotanya yaitu ibu Farida Fitriana, Ibu Wahyul Anis dan mahasiswa Program Studi Kebidanan FK Unair. Kegiatan pelatihan