Dosen FK UNAIR Bagi Tips Rawat Organ Intim

Dosen FK UNAIR Bagi Tips Rawat Organ Intim post thumbnail image


Perawatan organ intim wanita penting dilakukan untuk menjaga organ kewanitaan tetap sehat. Tak hanya itu, organ intim yang selalu terawat dengan baik juga dapat mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan di area tersebut, seperti keputihan. Ini ditekankan Dr Eighty Mardiyan Kurniawati, staf Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNAIR dalam seminar edukasi “Pentingnya Kesehatan Organ Intim Kewanitaan” yang diadakan bersama RSIA Merr Kendangsari pada 25 Juni 2022 bertempat di SOGO Departemen Store.

Vagina, menurut dr Eighty,  merupakan bagian penting dari sistem reproduksi wanita. Jika tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik, organ ini rentan mengalami masalah, misalnya infeksi vagina. Bukan hanya itu, masalah atau penyakit pada vagina juga bisa saja merambat ke organ reproduksi lainnya.

Cairan Pembersih

Sebenarnya, vagina adalah organ tubuh yang mampu membersihkan dirinya sendiri melalui cairan vagina. Vagina memiliki banyak bakteri baik yang dapat menjaga keseimbangan pH di area tersebut. Hal ini berguna untuk menghalau pertumbuhan bakteri jahat dan jamur yang dapat menyerang area vagina.

Cairan pembersih organ intim wanita memang dapat membersihkan area vagina. Namun, sayangnya, kebanyakan cairan jenis ini benar-benar membersihkan semuanya, termasuk bakteri baik yang melindungi vagina.

Selain itu, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa cairan pembersih vagina dapat melindungi organ intim wanita dari infeksi. Sebaliknya, produk ini mungkin bisa meningkatkan risiko infeksi.

Oleh karena itu, hindari menggunakan cairan pembersih vagina, kecuali bila dianjurkan oleh dokter. Bila ingin menggunakannya, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter. (ety)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Kenali Sebab Kanker Nasofaring – Fakultas Kedokteran Universitas AirlanggaKenali Sebab Kanker Nasofaring – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Mengkonsumsi makanan yang diasinkan seperti ikan asin dan telur asin bisa menyebabkan kanker nasofaring. Hal ini karena makanan yang diasinkan menghasilkan nitrosamin. Nitrosamin sendiri merupakan senyawa karsinogen linkungan. Ini disampaikan oleh Ahli THK-KL FK UNAIR, Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, SpTHT-KL. “Nitrosamin mampu mengubah pertahanan tubuh yang awalnya baik-baik saja