Dosen FK Unair ajak Mahasiswa Kedokteran Terapkan Medico Socio Enterpreneurship

Dosen FK Unair ajak Mahasiswa Kedokteran Terapkan Medico Socio Enterpreneurship post thumbnail image


SURABAYA – Dokter tidak cuma bergelur dengan dunia medis atau kesehatan saja. Ada banyak aspek yang dapat digali dari seorang dokter. Salah satunya bagaimana integrasi antara bidang sosial dan ekonomi bisnis dalam kaitannya dengan dunia medis atau disebut Medico Socio Enterpreneurship.

Hal ini menjadi topik unggulan dalam TASTIDIKDOK ke-13, 12 April 2022 dengan narasumber Dr dr Asra Al Fauzi, SE, MM, Sp.BS(K), FICS, IFAANS.

“Education kita itu 90 persen memang mengajar teknikal jadi 10 persen soft skill padahal saat kita di dunia kerja yang dibutuhkan adalah mindset,” jelas dokter Asra memulai pembahasan soal Medico Socio Entrepreneurship di DokterUnairTV itu.

Mindset inilah yang menurutnya membuat keterampilan anak didik lebih berguna. “Bagaimana anak didik kita bisa menyelami keadaan eksternal masyarakat miskin, masyarakat di pelosok, berkompetisi secara global. Ini yang harus disampaikan,” tegasnya.

Agar siap berkompetisi secara global  maka harus ada hal-hal yang dilakukan seperti magang, proyek di desa mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian atau riset, kegiatan wirausaha. studi atau proyek independent dan proyek kemanusiaan.

Menanggapi pertanyaan tentang strategi yang harus dijalankan oleh FK Unair khususnya dalam menerapkan konsep medico socio entrepreneurship, dokter Asra mengatakan jika programnya linear dari Unair sendiri yang telah mencanangkan be a smart university.

Ia mengingatkan, jika mahasiswa Unair bersaing tidak hanya di Indonesia tapi juga global dan hampir semua Inovasi selalu melibatkan teknologi.

Di sinilah kadang mahasiswa kedokteran  agak tertinggal, karena teknologi ini sangat berkaitan, bagaimana membuka wawasan berkolaborasi dengan bidang lain.

“Salah satu prinsip dari entrepreneurship adalah collaboration dan menciptakan opportunity dan tidak bisa diselesaikan di bidang kedokteran saja,” jelasnya.

Dokter Asra menyampaikan di Unair sudah memberikan kesempatan untuk melakukan inovasi di bidang kurikulum pendidikan sesuai dengan visi FK Unair, yaitu Kedokteran Unair menjadi fakultas kedokteran yang mandiri, inovatif terkemuka di nasional dan internasional pelopor pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran enterpreneurship serta humaniora berdasarkan moral agama.

“Jadi mahasiswa kedokteran tidak hanya ahli di bidang pengetahuan, ilmu kedokteran, humaniora, tapi juga bagaimana juga memilik jiwa entrepreneurship, dan berjiwa inovatif,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Mahasiswa FK UNAIR Juarai Kompetisi Mikrobiologi-Parasitologi dan Imunologi Kedokteran InternasionalMahasiswa FK UNAIR Juarai Kompetisi Mikrobiologi-Parasitologi dan Imunologi Kedokteran Internasional

Tiga mahasiswa FK UNAIR menjuarai Kompetisi Mikrobiologi-Parasitologi dan Imunologi Kedokteran Internasional SIMPIC (Siriraj International Medical Microbiology-Parasitology & Immunology Competition). Kompetisi ini digelar oleh Fakultas Kedokteran Siriraj Hospital, Mahidol University, Bangkok, Thailand. Mereka antara lain Muhammad Yasir Syafa’atullah yang mendapatkan medali perak. Garuda Nusantara Putra Utomo yang jugameraih medali perak dan

Bijak Bermedsos jadi Salah Satu Penekanan dalam Pembekalan Dokter Periode 2 Tahun 2022Bijak Bermedsos jadi Salah Satu Penekanan dalam Pembekalan Dokter Periode 2 Tahun 2022

Sebanyak 196 dokter baru Fakultas Kedokteran mengikuti pembekalan dokter, Selasa (17/5). Prosesi dilakukan secara hybrid. 50 peserta hadir secara offline dan sisanya mengikuti online. Pembekalan ini menjadi agenda rutin sehari sebelum para dokter baru ini dilantik menjadi dokter. Banyak wejangan dan nasihat yang disampaikan dalam pembekalan dokter ini. Salah satunya