Dokter FK Unair Edukasi tentang Puasa pada Lansia di Dokter Unair TV

Dokter FK Unair Edukasi tentang Puasa pada Lansia di Dokter Unair TV post thumbnail image


SURABAYA – Tak hanya anak-anak dan orang dewasa, lansia pun tetap perlu berolahraga agar badan tetap fit dalam menjalankan puasa.

Tentu saja, kuantitas dan jenisnya berbeda dengan olahraga mereka yang masih muda. Lalu apa saja yang bisa dilakukan?

Ahli Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FK Unair, dr Nuniek Nugraheni, SpKFR-K mengatakan olahraga paling tepat dilakukan oleh lansia selama Bulan Ramadhan adalah olahraga intensotas ringan. Misalnya dengan jalan kaki ataupun senam ringan.

Durasinya pun tak perlu lama, cukup 30 sampai 40 menit. Dalam rentan waktu tersebut, harus ada pemanasan paling tidak sepuluh menit untuk menyiapkan otot, gerakan inti selama tiga puluh menit dan sisanya untuk pendinginan.

“Semua tahap ini tidak boleh ada yang dilewati. Karena ini saling melengkapi satu sama lain. Jika tidak dilakukan, bukannya tubuh semakin sehat, namun sebalinya, terangnya dalam tayangan Dokter UNAIR TV Spesial Ramadhan, Selasa (5/4/2022).

Frekuensi olahraga pun tak perlu sering. Cukup satu minggu dua kali. Yang paling penting, sebagai lansia, tubuh tetap beraktifitas selama puasa.

Lalu, saat puasa, kapan dianjurkan berolahraga? Karena kadar cairan dalam tubuh lansia berkurang tinggal 50 persen tubuh, karenanya lansia rentan dehidrasi. Maka dari itu upayakan untuk berolahraga di waktu yang aman.

“Seperti menjelang berbuka puasa atau setelah tarawih. Dengan begitu, lansia bisa langsung minum air selepas olahraga untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat,” terang dosen FK Unair ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo Mengabdi untuk Kesehatan Paru di SurabayaDepartemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo Mengabdi untuk Kesehatan Paru di Surabaya

Surabaya, 16 Oktober 2022. Kesehatan paru terus menjadi perhatian masyarakat, terlebih lagi dengan adanya Pandemi COVID-19 yang melanda hampir 3 tahun terakhir. Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar kegiatan

STIMULATOR Sebagai Garda Dalam Pengembangan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus –STIMULATOR Sebagai Garda Dalam Pengembangan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus –

STIMULATOR (Sternum’s Initiative for Community Health Advancementand Support) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa FK UNAIR Angkatan 2021 kepada masyarakat dimana konsep STIMULATOR adalah fun learning for special needs children dan desa binaan. Adapun dalam rangkaian acara yang dimiliki yakni Pre-event, Upgrading, dan Main event. Dalam mengawali rangkaian acara