Di Dokter Unair TV, Dekan FK Unair Jabarkan tentang PCOS

Di Dokter Unair TV, Dekan FK Unair Jabarkan tentang PCOS post thumbnail image


SURABAYA – Sindrom Polikistik Ovarium atau Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) menjadi topik bahasan dalam program Dokter Edukasi di Dokter Unair TV, 10 Juni 2022.

Menghadirkan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K), tayangan ini membahas secara gamblang wanita-wanita yang mengalami kesulitan untuk hamil.

Karena PCOS sendiri adalah salah satu penyebab paling sering kesulitan hamil bagi wanita yang sudah menikah.

“PCOS itu sebenarnya kumpulan sejala yang terjadi pada usia reproduksi seorang wanita,” kata Prof Bus, panggilan akrab Prof Budi Santoso.

Dikatakan dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan ini, gejala muncul dari wanita dengan PCOS ini adalah gangguan menstruasi. Misalnya jarang haid, haid mundur satu minggu, dua minggu bahkan tidak haid sama sekali kecuali dirangsang dengan obat-obatan.

Selain itu, wanita dengan PCOS memiliki tampilan fisik hiperandrogen. Di mana hormon mayoritas yang ada pada laki-laki, ada pada dirinya. Seperti ada kumis, ada rambut di kaki, jerawat dan sebagainya.

“Kalau ada pasien datang ke saya dengan keluhan gangguan menstruasi dan saya melihat ada tanda-tanda fisik seperti itu, maka saya bisa simpulkan mereka terkena PCOS,” ungkapnya.

Memang, diakui Prof Bus, untuk menegakkan diagnosis PCOS ini dibutuhkan kesepakatan. Dari pertemuan dokter obgyn di Rotterdam pada 2003 lalu, jika terdapat dua ciri-ciri dari tiga ciri khas pada wanita itu, maka bisa disebut sebagai PCOS.

“Biasanya wanita dengan PCOS ini akan datang ke banyak dokter. Kalau jerawatan akan datang ke dokter spesialis kulit, kalau gangguan hamil ke dokter obgyn, kalau mengalami keluhan lain ke dokter yang lain,” jelasnya.

Prof Bus sendiri, pada 2007 lalu, sudah melakukan survei di Surabaya, di mana prevalensi PCOS ini menemukan 4,8 wanita usia reproduksi mengalami PCOS. “Dan beberapa sumber jurnal-jurnal ilmiah, angka kejadian cenderung meningkat,” ungkapnya.

Kenapa PCOS ini meningkat dari tahun ke tahun, dikatakan Prof Bus dikarenakan adanya pola hidup tidak sehat di zaman sekarang ini. Penyakit diabetes melliutus (DM) tipe 2 juga disinyalir menjadi penyebabnya. “Jarang bergerak dan makan banyak sehingga mengalami resistensi insulin,” tukasnya.

Selain itu, faktor risiko wanita mengalami ini adalah obesitas, juga karena faktor genetik dan gangguan neuro endorin. “Kalau genetik, jika punya saudara kandung perempuan mengalami PCOS, maka 30 persen hingga 50 persen akan juga mengalami PCOS,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Deklarasi Komunitas Asma Sehat, Puncak Bakti Sosial Dosen dan PPDS Pulminologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FK UnairDeklarasi Komunitas Asma Sehat, Puncak Bakti Sosial Dosen dan PPDS Pulminologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FK Unair

Dosen dan PPDS Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK Unair melakukan bakti sosial bertajuk “Surabaya Sehat, Segar, dan Bugar” selama dua hari di Kampus C Unair (18 September 2022) dan Taman Bungkul Surabaya (16 Oktober 2022). Bakti sosial ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat, juga dalam rangka merayakan dies natalis ke-68

Pengmas Angkatan 82 UNAIR, Renovasi Rumah ODGJ Nyaris Ambruk di PacitanPengmas Angkatan 82 UNAIR, Renovasi Rumah ODGJ Nyaris Ambruk di Pacitan

Meski senior, kekompakan alumni FK UNAIR Angkatan 82 sangat teruji. Hal ini ini ditunjukkan saat merayakan Dies Natalis UNAIR 68 dan Pendidikan Dokter di Surabaya ke 109. Anggotanya melakukan pengabdian masyarakat yang fokus pada kelompok masyarakat dengan gangguan mental (ODGJ). Salah satu bentuk pengmas yang dilakukan adalah merenovasi rumah milik

Ramsay Hunt Syndrome Dibahas Dokter FK Unair di Dokter Unair TVRamsay Hunt Syndrome Dibahas Dokter FK Unair di Dokter Unair TV

SURABAYA – Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kelumpuhan setengah wajah yang diderita Justin Bieber. Kelumpuhan ini disebabkan oleh sebuah kondisi yang istilah medisnya Ramsay Hunt Syndrome. Seperti apa Ramsay Hunt Syndrome ini? Dr dr Achmad Chusnu Romdhoni, SpTHT-KL(K), FICS  mengupasnya dalam tayangan Dokter Unair TV, 25 Juni 2022. Menurutnya, Ramsay