Departemen THT-KL FK UNAIR Bekerjasama Dengan Dinkes Madiun dan IDI Adakan Seminar dan Pelatihan Deteksi Dini Karsinoma Nasofaring

Departemen THT-KL FK UNAIR Bekerjasama Dengan Dinkes Madiun dan IDI Adakan Seminar dan Pelatihan Deteksi Dini Karsinoma Nasofaring post thumbnail image


Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi penderita karsinoma nasofaring (KNF) yang termasuk tinggi, menempati urutan keganasan terbanyak ke-5 setelah karsinoma payudara, karsinoma leher rahim, karsinoma paru, dan karsinoma hepar. Sejumlah 19.943 kasus baru KNF muncul pada tahun 2020, dan menyebabkan kematian pada 67% (13.399 kasus) diantaranya. Berdasarkan data kunjungan pasien dengan keganasan kepala leher di poli THT RSUD Soedono Madiun, KNF merupakan kasus terbanyak dengan kunjungan 2-3 pasien tiap minggu.

Karsinoma nasofaring terutama ditemukan pada pria, dengan perbandingan pasien pria dan wanita adalah 2:1. Sejumlah 15.427 kasus (77%) KNF di Indonesia terjadi pada pria pada tahun 2020. Umur penderita KNF cukup bervariasi, yaitu mulai dari 4 hingga 91 tahun. Insidensi penyakit ini meningkat pada usia produktif yaitu antara 25 hingga 60 tahun, dan mencapai puncaknya pada umur 50 sampai 60 tahun.

Pasien KNF umumnya terlambat datang ke dokter, yaitu pada stadium lanjut. Pasien baru mendatangi dokter saat sudah mengalami gejala penyebaran penyakit seperti benjolan pada   leher. Hal ini dikarenakan gejala awal dari KNF seperti buntu hidung yang menetap dan telinga grebek-grebek yang muncul beberapa bulan sebelumnya dan menetap, sering tidak disadari oleh pasien maupun dokter. Selain itu, lokasi nasofaring yang tersembunyi juga menyebabkan area ini seringkali tidak dievaluasi secara komprehensif.

Fasilitas pelayanan kesehatan primer memiliki peran yang cukup besar dalam proses deteksi dini KNF. Pengetahuan yang komprehensif mengenai penyakit ini dan keterampilan dokter dalam melakukan pemeriksaan merupakan salah satu aspek penting yang menunjang keberhasilan kegiatan deteksi dini KNF. Belum adanya program deteksi dini, pendataan dan laporan dari fasilitas kesehatan tingkat I, menyebabkan tingginya angka kejadian KNF terutama stadium lanjut, yang berdampak pada penurunan angka harapan hidup.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Madiun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL Indonesia cabang Jawa Timur Utara, melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan deteksi dini karsinoma nasofaring untuk dokter di area Madiun Raya, meliputimeliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorogo. Acara ini diselenggarakan pada hari sabtu , 27 Agustus 2022 bertempat di Aula Asrama Haji Kota Madiun.

Pemerintah Kota Madiun menyambut baik kegiatan ini, dan acara dibuka langsung oleh asisten 1 Walikota Madiun, dr. Agung Sulistya Wardhani M.MKes. Acara seminar diisi oleh tiga pemateri yang mumpuni di Bidangnya, yaitu dr. Denik Wuryani, Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, dr. Slamet Suwondo Sp.THT-KL(K), FICS, serta Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.THT-KL(K),FICS yang juga sebagai Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Segmen pelatihan Deteksi dini KNF diisi oleh Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. Muhtarum Yusuf, dr., Sp.THT-KL(K), FICS.

Seminar dan pelatihan deteksi dini KNF ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dokter tentang anatomi dan fisiologi, deteksi dini dan penatalaksanaan karsinoma nasofaring, termasuk pemahaman terhadap peran dan keterampilan dalam melakukan deteksi dini dan penatalaksanaan KNF. Kedepannya, diharapkan tenaga kesehatan utamanya dokter mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala dan pencegahan faktor resiko penyebab terjadinya KNF. Dokter juga diharapkan menjadi terampil melakukan pemeriksaan yang terkait deteksi dini penyakit ini. Kerja sama yang baik antara masyarakat dengan dokter diharapkan akan meningkatkan kualitas deteksi dini dan pencegahan terjadinya KNF. (Puguh S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Senam Bersama & Jalan Sehat Peringati Dies Natalis UNAIR Ke-68 dan FK UNAIR Ke 109Senam Bersama & Jalan Sehat Peringati Dies Natalis UNAIR Ke-68 dan FK UNAIR Ke 109

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Airlangga (UNAIR) Ke 68 dan Pendidikan Dokter di Surabaya Ke 109, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyelenggarakan kegiatan senam bersama dan jalan sehat, Minggu, 18 September 20222. Kegiatan dilaksanakan di Kampus C Universitas Airlangga. Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT, Ak

AGE UNAIR Ajak Faculty Ambassador Optimalkan Media Sosial untuk Menunjang InternasionalisasiAGE UNAIR Ajak Faculty Ambassador Optimalkan Media Sosial untuk Menunjang Internasionalisasi

Dalam rangka meningkatkan visibilitas Universitas Airlangga di kancah global melalui media sosial, Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga mengadakan kegiatan lokakarya bertajuk “Workshop Optimalisasi Konten Internasionalisasi di Media Sosial”. Pelatihan ini telah diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 6 Juli 2022 mulai pukul 08.30-15.00 bertempat di Ruang Kelas Teater Hybrid Gedung Kuliah

FK UNAIR Bekerjasama dengan Osaka University Selenggarakan Webinar Antisipasi Penyakit Hepatitis yang Tidak Diketahui PenyebabnyaFK UNAIR Bekerjasama dengan Osaka University Selenggarakan Webinar Antisipasi Penyakit Hepatitis yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Penyakit Hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya/Acute Hepatitis of Unknown Aetiology (AHUA) merupakan penyakit yang menjadi perhatian dunia belum lama ini. Menurut data WHO 23 April 2022, penyakit ini menyerang anak dengan rentang usia 1 bulan hingga 16 tahun. Sejak 21 April 2022 terdapat 169 kasus AHUA di 11 negara, dan