AGE UNAIR Ajak Faculty Ambassador Optimalkan Media Sosial untuk Menunjang Internasionalisasi

AGE UNAIR Ajak Faculty Ambassador Optimalkan Media Sosial untuk Menunjang Internasionalisasi post thumbnail image


Dalam rangka meningkatkan visibilitas Universitas Airlangga di kancah global melalui media sosial, Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga mengadakan kegiatan lokakarya bertajuk “Workshop Optimalisasi Konten Internasionalisasi di Media Sosial”. Pelatihan ini telah diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 6 Juli 2022 mulai pukul 08.30-15.00 bertempat di Ruang Kelas Teater Hybrid Gedung Kuliah Bersama Kampus C Lantai 6 (GC-6.11), Universitas Airlangga. Kegiatan pelatihan ini didampingi khusus oleh Bapak Wicaksono, pemilik akun @ndorokakung, communication advisor, dan social media influencer.

Tujuan utama dalam kegiatan pelatihan ini tentu saja adalah untuk meningkatkan kompetensi penggunaan media (khususnya Media Sosial) oleh Faculty Ambassador masing-masing fakultas dan/atau tim yang memiliki tupoksi terkait, dalam meningkatkan visibilitas Universitas Airlangga di kancah global. Sehingga melalui kegiatan ini, diharapkan setiap fakultas dan/atau unit di lingkungan Universitas Airlangga dapat menyajikan informasi yang menarik dan berkualitas dalam Media Sosial-nya masing-masing, sehingga academic peerlist, calon mahasiswa baru, dan/atau masyarakat global secara umum dapat dengan mudah mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan dan tentunya menumbuhkan awareness yang baik terhadap Universitas Airlangga.

Lokakarya ini sendiri sejatinya dibagi ke dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, terdapat pengantar materi oleh Kepala Bidang Promosi dan Hibah Internasional AGE, Bapak Dr. Taufan Bramantoro, drg., M.Kes. Kemudian sesi kedua, disampaikan oleh narasumber utama acara tersebut, Bapak Wicaksono. Beliau dalam kesempatan ini banyak menekankan terkait pemanfaatan medsos untuk penguatan citra institusi sekaligus media promosi. Dalam paparannya, Beliau mengajak para peserta untuk lebih kreatif dan berpikir out of the box, mengubah mindset dari yang sebelumnya berkutat pada konsep pendidikan yang menghibur, menjadi hiburan yang mengandung nilai-nilai Pendidikan. Selain itu, Beliau juga menyampaikan bahwa sebagai administrator dari akun media sosial institusi pendidikan, para peserta seyogianya juga mempertimbangkan nilai-nilai emosional dalam setiap postingannya. Sebab, nilai tersebutlah yang kerap mengatrol engagement rate dari setiap akun yang dikelola, selain tentu mengombinasikannya dengan unsur-unsur lain yang tak kalah penting seperti hiburan, inspirasi, edukasi, dan interaksi.

Untuk sesi yang terakhir merupakan sharing session pengelolaan media sosial AGE oleh Digital Engagement Team, sekaligus diskusi konten terkait aktivitas internasionalisasi di fakultas untuk peserta lokakarya. Pada kesempatan kali ini, Digital Engagement Team juga memberikan feedback pada materi yang dipresentasikan oleh peserta lokakarya.

Kegiatan workshop ini diikuti oleh dosen dan/atau tenaga kependidikan yang memiliki tupoksi terkait media sosial fakultas atau unit di lingkungan Universitas Airlangga, sehingga kompetensi penggunaan medsos dapat menjadi lebih baik. Selain menunjang proses pembelajaran di Universitas Airlangga, pengetahuan di bidang ini juga penting demi meningkatkan visibilitas Universitas Airlangga di kancah global.

(TAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Uji Klinis Acak Multisenter Mengenai Penggunaan Pravastatin untuk Mencegah Preeklampsia pada Wanita Hamil Berisiko Tinggi PreeklampsiaUji Klinis Acak Multisenter Mengenai Penggunaan Pravastatin untuk Mencegah Preeklampsia pada Wanita Hamil Berisiko Tinggi Preeklampsia

sumber foto : berkeluarga.id sumber : https://www.unair.ac.id/2022/07/01/uji-klinis-acak-multisenter-mengenai-penggunaan-pravastatin-untuk-mencegah-preeklampsia-pada-wanita-hamil-berisiko-tinggi-preeklampsia/ Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang menjadi salah satu penyebab terbanyak kematian ibu dan janin di seluruh dunia. Sindroma ini terjadi pada 2-8% kehamilan. Sampai saat ini terapi definitif preeklampsia adalah dengan melahirkan janin dan plasenta. Sedangkan penelitian mengenai metode atau obat-obatan untuk pencegahan

Dosen FK Unair Edukasi TBC di Dokter Unair TV : Deteksi Dini Penyakit TBC dengan Aplikasi E-TBDosen FK Unair Edukasi TBC di Dokter Unair TV : Deteksi Dini Penyakit TBC dengan Aplikasi E-TB

SURABAYA – Indonesia jadi negara nomor tiga  dengan penderita Tuberkulosis (TBC) terbanyak setelah India dan Tiongkok. Di Indonesia sendiri, Jawa Timur menempati urutan kedua. Sementara prevalensi Surabaya masih menempati posisi pertama di tingkat Provinsi. Ini disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Dr dr Soedarsono, SpP(K), “ini tentu