Hari: 13 Februari 2024

Dokter Jefry, Androlog Merangkap Produser, Komposer, Youtuber Hingga TiktokerDokter Jefry, Androlog Merangkap Produser, Komposer, Youtuber Hingga Tiktoker

Untuk pertama kalinya, prosesi Pelantikan dokter Spesialis dan Subspesialis FK UNAIR yang biasanya berlangsung khidmat berubah menjadi pelantikan yang meriah dan meninggalkan kesan yang mendalam.

Ini tak lain karena ada persembahan flashmob dan musik yang ditampilkan oleh para dokter yang dilantik. Semua kemeriahan dan kesuksesan itu, tak lepas dari tangan dingin dokter Jefry Albari Tribowo, dr., Sp.And. Dengan kemampuan produksi musiknya, Dokter Jefry lah yang menggerakkan teman-temannya untuk tampil.

“Dalam flashmob, kami pilih lagu Surabaya. Ini sebenarnya memiliki makna di mana Surabaya adalah kota perjuangan. Di mana rata-rata dari kami adalah anak perantauan. Agar tampil segar, saya mengkolaborasikan lagu daerah tersebut dengan musik EDM,” terangnya.

Dokter spesialis andrologi ini memang memiliki passion di bidang musik. Bahkan dia sudah menghasilkan puluhan lagu, baik jingle, hymne, cover, hingga lagu daerah. Semua itu dia tampilkan di chanel youtube pribadinya, Jefry Tribowo. Tak tanggung-tanggung, jumlah subscribersnya sudah mencapai angka 22,2 ribu subscriber.

Di Channelnya, Dokter kelahiran Palembang ini juga rajin sharing tentang proses, tips dan trik produksi musik.

Beberapa lagu ciptaannya di youtube bahkan sudah ditonton oleh ratusan ribu orang. Misalnya lagu Gawi Manuntung yang masuk dalam album kedua dari JEF, grup musik daerah yang dirintis oleh Dokter Jefry bersama rekan-rekannya di Banjarmasin.

“Grup tersebut fokus pada lagu daerah kami di Banjarmasin. Kami melihat lagu Banjar kurang semakin kesini semakin sedikit, karenanya kami membuat album lagu Banjar, tujuannya untuk mengenalkan kembali lagu daerah kami ke masyarakat,” terangnya.

Ada ciri khas tersendiri dari lagu daerah maupun cover ciptaan Dokter Jefry dan kawan-kawan. Ini terletak di aransemennya yang menggabungkan antara musik tradisional dengan musik modern seperti EDM sehingga memberikan nuansa musik yang segar.

Dokter Jefry memang lama mendalami dunia musik ini. Ia sudah belajar gitar sejak kelas 6 SD. Ia juga pernah dua kali mengambil kelas produksi musik di Tahun 2012 dan 2016. Maka tak heran kini dokter Jefry kerap diundang untuk memberikan kelas produksi musik atau bahkan diminta untuk memproduksi musik suatu institusi.

“Dan saya bersyukur sekali. FK UNAIR ternyata selalu mensupport mahasiswanya, tidak hanya di bidang akademik saja, namun juga non akademik. Saya sering diberikan izin untuk mengajar beberapa hari di Kalimantan. Saat diundang ke Mandalika beberapa waktu lalu saya juga diberi izin,” tambahnya.

Tak hanya soal musik, dokter kelahiran Palembang 1992 ini juga rajin memberikan edukasi kesehatan populer di channel youtubenya, “Saya lihat banyak juga hoax mengenai kesehatan yang ada di masyarakat. Saya mencoba mengcounternya dengan video saya,” tambahnya.

Edukasi yang sama juga ia berikan di akun tiktoknya, JefryAT. Luar biasanya, followers tiktoknya kini sudah mencapai 60 ribu orang.

Karena kemahirannya di bidang videografi juga, Dokter spesialis termuda yang dilantik di Periode 40 Tahun 2022 FK UNAIR ini juga dilibatkan dalam proyek baru FK UNAIR yang tak lain DokterUNAIR TV. Di sana ia mengambil posisi sebagai tim kreatif.

Karena tenaganya yang masih dibutuhkan di FK UNAIR ini jugalah, Dokter Jefry masih menetap di Surabaya sembari mencari peluang pekerjaan sesuai spesialisasinya.

“Karena seperti kita tahu, jurusan Andrologi hanya ada di Surabaya. Dan jumlah lulusannya di bawah 100 an. Karenanya jika suatu saat tenaga saya dibutuhkan di daerah, maka saya juga akan mengambil kesempatan tersebut demi membantu persebaran Spesialis Andrologi di Indonesia,” tukasnya. (ISM)

Lulusan Dokter Spesialis TNI Sambut Baik Program Pendidikan Dokter Spesialis untuk TNILulusan Dokter Spesialis TNI Sambut Baik Program Pendidikan Dokter Spesialis untuk TNI

Dokter spesialis TNI yang dilantik Rabu (23/3) lalu menyambut baik program Pendidikan Dokter Dokter Spesialis khusus untuk TNI. Ini disampaikan oleh Kapten Helmi Fahada, dr.,Sp.B.

“Kemarin kami sempat monitor, bapak panglima sendiri yang datang ke UNAIR untuk mendeklarasikan adanya kerjasama pendidikan kedokteran militer di UNAIR. Saya apresiasi usaha Bapak Andika Perkasa membuat program baru,” terangnya ditemui setelah pelantikan Dokter Spesialis 1 dan Spesialis 2 FK UNAIR, Rabu (23/3).

Dokter Helmi optimis, program ini akan memperkuat rumah sakit milik TNI yang tersebar di Indonesia. Sehingga kualitas Rumah Sakit TNI bisa setara dengan rumah sakit daerah lain.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapten Laut Junis Tumewu, dr., M. Ked-Klin Sp.MK. Ia menyebut, rumah sakit TNI di daerah memerlukan banyak dokter spesialis militer.

“Kebetulan untuk TNI, baik darat laut maupun udara, saya merupakan lulusan spesialis mikrobiologi klinik pertama dan satu-satunya di Indonesia,” terangnya.

Ia mengakui, untuk saat ini peminat mikrobiologi klinik untuk dokter militer masih minim. Namun tidak bisa dipungkiri, seiring perkembangan teknologi, dokter militer juga harus siap secara keilmuan untuk mengantisipasi peran yang tak lagi konvensional.

Tugas belajar ini, lanjut Dokter Junis membuka kesempatan bagi semua orang baik dari Perwira TNI maupun PNS Kementerian Pertahanan untuk mengambil pendidikan seluas-luasnya. Sehingga rumah sakit milik TNI bisa lebih besar dan maju. Juga agar dokter TNI ini bisa berperan menjangkau daerah yang sulit seperti daerah perang dan perbatasan.

Kapten Jansen Hatuaon Pasaribu, dr., Sp.Rad menambahkan, TNI memang menugaskan dokter militernya untuk mengambil beberapa bidang spesialisasi yang sedang dibutuhkan. Beberapa diantaranya antara lain radiologi, andrologi, bedah dan mikrobiologi.

Dokter spesialis yang selesai tugas belajar ini akan menunggu pengumuman penempatan tugas selanjutnya. Biasanya dokter spesialis yang baru lulus akan ditempatkan di rumah sakit militer luar Jawa.

“Karena ini sudah menjadi tanggung jawab kami, maka kami siap bertugas di manapun. Kami mengisi tempat yang kosong karena dirotasi sesuai pangkat juga,” tambahnya.

Diketahui, dalam pelantikan periode 149 ini, FK UNAIR meluluskan 5 dokter spesialis militer. (ISM)

Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan PermanenGlaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen

Penyakit Galukoma merupakan penyakit penyebab kebutaan kedua setelah katarak. Bedanya, jika katarak bisa disembuhkan melalui operasi, glaukoma tidak. Penyakit ini bisa menyebabkan pasiennya mengalami kebutaan permanen jika terlambat penanganan.

Yulia Primitasari, dr., Sp.M(K) menyebut, glaukoma adalah si pencuri penglihatan. Karena seringkali penyakit ini muncul tanpa gejala dan tiba-tiba saja penglihatan hilang.

“Glaukoma itu kerusakan saraf penglihatan (saraf optik).Kerusakan saraf ini dapat menimbulkan penyempitan lapang pandangan hingga sampai menimbulkan lubang yang sangat kecil dan bisa berakhir di kebutaan,” terangnya dalam Dokter TV episode Dokter Edukasi, Jumat (18/3).

Beberapa faktor resiko glaukoma antara lain peningkatan tekanan bola mata. Jika tekanan bola mata normal berada di angka 10-21 mmH20, pada pasien glaukoma, bisa sampai 30mmH20.

Peningkatan tekanan ini biasanya datang tidak serta merta. Melainkan butuh waktu bertahun-tahun. Karenanya seringkali gejalanya tidak dirasakan penderita. Dan biasanya, karena terlambat dideteksi, pupil optil sudah mengalami kerusakan sehingga lapang pandang terus menyempit.

Karenanya deteksi dini penting untuk mencegah kehilangan penglihatan.

Penyempitan pandangan ini dari tepi. Jadi seringkali tidak terasa. Berawal dari tepi kemudian semakin sempit dan membentuk panel vision atau pandangan seperti lorong yang lama kelamaan menghilangkan kemampuan penglihatan.

“Jadi kalau lapang pandangan menyempit, penglihatan turun, maka dia sudah tidak bisa terang lagi. Walaupun sudah dilakukan tindakan” paparnya.

Jenis Glaukoma

Glaukoma terbagi kedalam dua jenis yakni kronis dan akut.

Glaukoma kronis (menahun) biasanya tidak bisa dirasakan gejalanya bahkan sering tidak khas. Hanya timbul rasa penat atau tidak nyaman di mata.

Yang dikhawatirkan, biasanya kalau diderita orang usia di atas 50 maka penglihatan kabur dianggap hal biasa bagi usia tua. Sehingga mereka enggan datang periksa sampai mengalami mata kabur parah.

Yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini adalah deteksi dini. Ini terutama untuk orang-orang yang memiliki faktor resiko. Antara lain orang yg dalam keluarganta punya riwayat menderita glaukoma atau menderita minus tinggi.

Orang yang menggunakan obat-obatan kortiku steroid dan memiliki obat-obatan kortiku steroid penyakit sistemik seperti diabtes, gagal ginjal kronis dan hipertensi juga rentan terhadap penyakit ini.

Kemudian glaukoma akut. Pasien dengan glaukoma jenis ini mengalami peningkatan tekanan bola mata yang mendadak. Dari normalnya rata-rata 20mmH20 menjadi 50mmH20.

“Ini memang akan terasa sangat sakit. Karenanya jika pasien merasakan nyeri hebat pada matanya disertai sakit kepala, mual dan muntah harap segera ke dokter mata,” tambah Dokter Yulia.

Selain itu, beberapa gejala glaukoma akut ini antara lain penglihatan yang turun drastis. Kemudian mata merah yang seringkali diawali melihat lingkaran atau hallow di sekitaran sumber cahaya.

Anjuran segera ini agar dokter bisa membantu menurunkan tekanan pada matanya hingga normal. Setelah diturunkan. Kemudian dicari penyebab serangan pupil. Kalau primer dapat dilakukan tindakan laser atau pembedahan. Kalau sekunder dicari penyebabmnya.

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini atau skrinning bisa menyelamatkan penglihatan. Setelah terdeteksi glaukoma dan mendapatkan obat, pasien juga diwajibkan agar disiplin dalam mengkonsumsi obat. Karena kepatuhan dalam mengkonsumsi obat ini sangat berpengaruh pada efektifitas pengobatan glaukoma.

“Pesan dr kami, lakukan pemeriksaan rutin mata 2-3 tahun sekali. Terutama saat usia di atas 40 thn. Terutama klau anda punya resiko-resiko penyakit yg mengganggu kesehatan mata,” tukasnya (ISM)

Dekan Harapkan DWP Berkolaborasi dan Berdayakan UMKMDekan Harapkan DWP Berkolaborasi dan Berdayakan UMKM

Dekan FK UNAIR berharap kolaborasi Fakultas Kedokteran bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) FK UNAIR bisa semakin luas. Pesan ini ia sampaikan dalam meresmikan gedung baru DWP FK UNAIR yang berlokasi di samping Med Cafe ini, Rabu (30/3)

“Saat ini satu-satunya cara untuk maju adalah dengan kolaborasi. Bukan superman lagi tapi super team,” terangnya.

Penasehat DWP ini pun memaparkan, banyak hal yang bisa dilakukan DWP FK UNAIR demi kemaslahatan sivitas akademika FK UNAIR. Terutama untuk perempuan.

Salah satu cara dengan memberdayakan tenaga kependidikan untuk berkolaborasi bersama mengelola UMKM, koperasi dan sebagainya.

“Misalnya usaha katering. Apalagi di FK UNAIR ini banyak sekali kegiatan. Ini peluang yang bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Dekan juga berharap, DWP ke depan bisa menyediakan layanan daycare . Bukan tanpa alasan. Selama ini banyak tendik yang menitipkan anak saat bekerja. Sehingga keberadaan daycare khusus dari FK UNAIR bisa memfasilitasi.

Tak hanya memberdayakan ke dalam institusi, DWP juga diharapkan ikut berperan aktif membantu FK UNAIR melakukan pengabdian kepads masyarakat dan berkontribusi menyelesaikan masalah kesehatan di Surabaya misalnya penurunan stunting, AKI/AKB dan lain sebagainya. (ISM)

RSJ Lawang Siap Terima Rotasi DM FK UNAIRRSJ Lawang Siap Terima Rotasi DM FK UNAIR

Rumah Sakit Jiwa(RSJ) Radjiman Wediodiningrat Lawang mengunjungi FK UNAIR, Rabu (30/3). Kunjungan ini dalam rangka rapat koordinasi terkait kerjasama di bidang Academic Health System (AHS), di mana FK UNAIR bersama RSUD Dr. Soetomo menjadi proyek percontohan dari AHS ini.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) menyambut baik kunjungan ini. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama antara FK UNAIR dengan RSJ lawang terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Misalnya dalam pendidikan. Kita memiliki banyak dokter muda. Dan setiap rotasi sekitar 150 hingga 250 mahasiswa. Dengan keterbatasan pasien jiwa yang ada di RSUD Dr Soetomo, terkadang rotasi DM bisa overload, “Maka dari itu akan sangat baik jika suatu saat RSJ Lawang juga menerima DM dari kami,” harap Dekan.

Apalagi, selama ini mahasiswa PPDS Kesehatan Jiwa FK UNAIR juga mendapatkan jatah rotasi stase di RSJ Lawang.

Pun dengan kolaborasi dalam hal penelitian. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama. Bukan hanya untuk para dosen atau mahasiswa S2, namun juga untuk mahasiswa kedokteran tingkat untuk mendapatkan gelar S1 mengingat komunitasnya sudah ada.

Usulan penelitian kolaborasi ini jugalah yang ditawarkan oleh pihak RSJ Radjiman Wediodiningrat. Ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama, Yuniar Sp.KJ, MMRS.

“Kami memiliki banyak sekali data sekunder dari rekam medik, komunitas yang ada juga, sehingga bisa kiranya dimanfaatkan sebagai proyek penelitian bersama untuk mendukung AHS,” terangnya.

Dokter Yuniar menjelaskan, rumah sakitnya kerap dianggap rumah sakit yang mati karena hanya melakukan pelayanan pada pasien jiwa dan mayoritas skizophrenia. Karenanya, ia berharap bukan hanya pelayanan medis saja, namun upaya promotif preventif dapat diwujudkan dengan bergabung bersama AHS FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo.

FK UNAIR dan RSJ Radjiman Wediodiningrat telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) jauh sebelum pertemuan ini. Sehingga kedepannya kolaborasi dalam berbagai hal diharapkan bisa terwujud. Termasuk menggandeng dosen tamu dari luar negeri yang menjadi mitra RSJ Radjiman Wediodiningrat untuk mengajar di FK UNAIR. (Ism)

TASTIDIKDOK Bahas Scholarship of Teaching and Learning di Dokter Unair TVTASTIDIKDOK Bahas Scholarship of Teaching and Learning di Dokter Unair TV

SURABAYA – Scholarship of Teaching and Learning jadi pembahasan menarik di TASTIDIKDOK, di Channel Youtube DokterUnairTV, 4 April 2022. Disalahpahami sebagai beasiswa tapi sebenarnya tidak tepat, scholarship yang dimaksud adalah keilmuan.

dr Brahmaputra Marjadi, MPH, PHD, SFHEA sebagai narasumber menjelaskan Scholarship of Teaching and Learning adalah keilmuan dalam proses belajar mengajar.

“Ada empat jenis Scholarship yaitu,  discovery, integration, teaching dan engagement,” jelasnya mengutip Ernest Boyer.

Ini artinya, kata Brahmana, dosen jika mengajar bukan sekedar mentransfer knowledge. “Mengajar iya, tapi itu bukan scholarship,” katanya.

Bagaimana mengajar yang berilmu maka harus membawa pada transformasi dan pengembangan knowledge.

“Maksudnya ketika kita mengajar bukan hanya satu sumber atau sharing  pengalaman kepada mahasiswa supaya mahasiswa bisa menyerap semua ilmu kita dan pintar seperti kita, ini hanya sekedar transfer ilmu saja itu tidak cukup,” ungkapnya.

Untuk itu, tugas dosen bukan hanya sekedar belajar tapi juga  mengembangkan cara berpikir anak didiknya termasuk ability atau kemampuannya.

“Dengan kata lain proses belajar mengajar itu perlu dikembangkan dengan pendekatan yang ilmiah dan sistematis, kemudian prinsip-prinsip seperti evidence based practice dan reflections in actions perlu diterapkan rutin untuk mengembangkan proses belajar mengajar,” jelasnya.

Tips Makan Sehat Selama Berpuasa Bagi Penderita MaagTips Makan Sehat Selama Berpuasa Bagi Penderita Maag

Seperti dibahas sebelumnya di DokterUNAIR TV, puasa Ramadhan malah dianjurkan oleh penderita maag. Yang menjadi pertanyaan kemudian, makanan apa yang boleh dikonsumsi oleh penderita maag selama puasa.

dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D membagikan beberapa tips makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama bulan puasa bagi penderita maag. Ini pun, lanjutnya sudah ada dalam tuntunan berpuasa yang benar dalam agama.

Pertama adalah memakan takjil saat awal berbuka puasa. Hal ini dalam kesehatan rupanya ada manfaatnya. Mengawali berbuka dengan memberikan takjil di awal membantu mengurangi tekanan di awal pada lambung yang sudah beristirahat sekian jam.

Makan besar dianjurkan setelah salat magrib dengan jumlah yang tidak membuat terlalu kenyang lalu ditutup dengan sahur.

“Yang jadi masalah orang sering tidak melakukannya dengan anjuran. Misalnya makanan berlebih, tidak sahur, sebelum tidur makan, akhirnya gerdnya kambuh,” terangnya dalam tayangan Youtube DokterUNAIR TV edisi Jumat, (1/4).

Di sisi lain, ada makanan-makanan yang berpengaruh pada lambung secara langsung yang sebaiknya dihindari oleh penderita maag selama berpuasa. Misalnya makan-makanan pedas yang mengiritasi lambung secara langsung. Membatasi konsumsi susu dan santan juga dianjurkan karena dua jenis makanan tersebut dapat menghambat gerakan lambung dalam mengosongkan makanan.

Kemudian hindari konsumsi makanan yang menghasilkan gas berlebihan. Seperti umbi-umbian, seperti ketela, ubi, kentang. Pun dengan kacang-kacang-kacangan. Sebaliknya perbanyak mengkonsumsi sayur dan buah selama berpuasa dan tak lupa, cukupi kebutuhan air minimal dua liter sehari.

“Untuk serat, saya sangat anjurkan kepada para pasien, ketika mengkonsumsi sangat penting untuk melakukan kunyahan yang banyak. Minimal di atas 30 kali. Ini akan sangat membantu lambung untuk tidak bekerja keras saat berpuasa,” tambahnya.

Terakhir, Dokter Miftah berpesan agar berpuasa sesuai dengan esensi puasa itu sendiri. Artinya menahan, menahan hawa nafsu, menahan makan berlebihan dan mengontrol emosi. Dalam memilih makanan saat berbuka dan sahur, upayakan untuk mematuhi aturan 3J antara lain jenis, jumlah dan jadwal yang pas. (ISM)

Puasa Justru Dianjurkan Bagi Penderita MaagPuasa Justru Dianjurkan Bagi Penderita Maag

Kehadiran bulan Ramadhan menjadi momen yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Namun ada kalanya masyarakat bertanya-tanya, apakah puasa memperparah kesehatan penderita maag. DokterUNAR TV membahas tuntas topik ini jumat lalu. Bersama dua pakar penyakit dalam dari UNAIR dan UI.

Prof. Dr. Ari Fahrial Syam, dr., Sp.PD-KGEH., MMB menuturkan, bagi penderita maag non akut, artinya penderita maag yang tidak mengalami gejala parah seperti muntah disertai darah, sakit perut yang luar biasa dan gangguan ekstrim lain malah dianjurkan untuk berpuasa.

Hal ini karena 60 persen penderita maag adalah maag jenis fungsional. Artinya penyebabnya ada tiga. Pertama adalah karena pola hidup atau jadwal makan yang tidak teratur, kelola stress yang buruk dan konsumsi makanan yang memicu maag seperti terlalu berlemak, asam dan pedas.

“Kalau menjalankan puasa sesuai kaidahnya, maka ketiga hal di atas dapat dikendalikan,” terangnya.

Maksudnya, dalam islam, seorang yang puasa dilarang makan dan minum selama paling tidak 14 jam dalam sehari. Orang akan makan pada saat berbuka dan sahur. Ini tentu akan membuat penderita maag makan secara lebih teratur.

Selain itu, dengan lamanya waktu puasa, maka konsumsi makanan yang tidak baik bagi penderita maag juga semakin terbatas. Dengan catatan, saat berbuka, penderita tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang tidak dianjurkan untuk penderita maag.

“Jadi istilahnya jangan malah balas dendam. Saat berbuka makan-makanan yang berlebihan. Makan pedas, makan gorengan. Ini sama saja menghilangkan manfaat berpuasa bagi penderita maag,” tambahnya.

Dalam syariat islam, saat berpuasa, umat muslim juga disyariatkan untuk menahan hawa nafsu. Salah satunya nafsu amarah. Pun juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti dzikir dan istighfar. Ini tentu saja akan membantu menekan stress yang memicu kekambuhan maag. (ISM)

FK UNAIR Gelar Salat Tarawih BerjamaahFK UNAIR Gelar Salat Tarawih Berjamaah

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menggelar salat tarawih berjamaah, Minggu (3/4). Bertempat di Aula FK UNAIR dan ruang sidang A, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dekanat, KPS, dosen, PPDS hingga mahasiswa.

Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) bersyukur, tahun ini jamaah salat tarawih penuh dibandingkan dua tahun terakhir saat awal pandemi. Tahun ini, shaf salat pun tidak diberi jarak mempertimbangkan tren kasus kenaikan COVID-19 yang semakin turun. Namun jamaah tetap menggunakan masker.

“Data yang ada di kami, dari awal ada 400 lebih PPDS yang terinfeksi COVID-19, sekarang tinggal 8 saja. Ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan insyaallah jauh lebih baik dibandingkan waktu lampau sehingga kita berani memutuskan melakukan salat tarawih berjamaah,” terangnya.

Salat tarawih berjamaah ini merupakan agenda tahunan FK UNAIR. Dan tahun ini menjadi pembuka dari 11 rangkaian kegiatan FK UNAIR di Bulan Ramadhan. Beberapa kegiatan lain yang akan dilakukan FK UNAIR antara lain edukasi kesehatan seputar puasa melalui channel youtube Dokter unair TV. Edukasi ini akan diberikan selama dua kali seminggu.

Selain itu juga ada tadarus dan kajian online. Berbagi takjil di rumah sakit. Dan akan ada kegiatan santunan ke 11 panti asuhan yang ada di Surabaya. Karenanya, FK UNAIR membuka donasi bagi warga yang ingin menyalurkan bantuannya melalui virtual account Mandiri -8807812345 atas nama Ramadhan FKUA. (ISM)

Olahraga Bagi Lansia Selama Puasa RamadhanOlahraga Bagi Lansia Selama Puasa Ramadhan

Tak hanya anak-anak dan orang dewasa, lansia pun tetap perlu berolahraga agar badan tetap fit dalam menjalankan puasa. Tentu saja, kuantitas dan jenisnya berbeda dengan olahraga mereka yang masih muda. Lalu apa saja yang bisa dilakukan?

Nuniek Nugraheni,dr., Sp.KFR-K menyampaikan, olahraga paling tepat dilakukan oleh lansia selama Bulan Ramadhan adalah olahraga intensotas ringan. Misalnya dengan jalan kaki ataupun senam ringan.

Durasinya pun tak perlu lama, cukup 30 sampai 40 menit. Dalam rentan waktu tersebut, harus ada pemanasan paling tidak sepuluh menit untuk menyiapkan otot, gerakan inti selama tiga puluh menit dan sisanya untuk pendinginan.

“Semua tahap ini tidak boleh ada yang dilewati. Karena ini saling melengkapi satu sama lain. Jika tidak dilakukan, bukannya tubuh semakin sehat, namun sebalinya, terangnya dalam tayangan Dokter UNAIR TV Spesial Ramadhan, Selasa (5/4).

Frekuensi olahraga pun tak perlu sering. Cukup satu minggu dua kali. Yang paling penting, sebagai lansia, tubuh tetap beraktifitas selama puasa.

Lalu, saat puasa, kapan dianjurkan berolahraga? Karena kadar cairan dalam tubuh lansia berkurang tinggal 50 persen tubuh, karenanya lansia rentan dehidrasi. Maka dari itu upayakan untuk berolahraga di waktu yang aman.

“Seperti menjelang berbuka puasa atau setelah tarawih. Dengan begitu, lansia bisa langsung minum air selepas olahraga untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat,” terang dosen FK UNAIR ini. (ISM)