Hari: 28 November 2023

Beri Pesan Selalu Jaga Kesehatan, FK UNAIR Tutup 2022 dengan Lari 15KBeri Pesan Selalu Jaga Kesehatan, FK UNAIR Tutup 2022 dengan Lari 15K

Perayaan tahun baru di Indonesia identik dengan makan-makan, riuh terompet hingga pesta kembang api. Namun cara berbeda digelar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Dalam menyambut tahun baru 2023, kampus kedokteran tertua di Surabaya ini menggelar fun run bertajuk ’15K Year End Run’.

Kegiatan lari tersebut digelar di tengah rintik hujan yang mengguyur Kota Surabaya, Sabtu, 31 Desember 2022, pagi. “Orang itu kan macam-macam memeringati tahun baru. Kebetulan dengan komunitas lari saya, supervisor, staf-staf di FK Unair dan RSUD Dr Soetomo juga PPDS, 4 hari yang lalu baru muncul ide (15K Year End Run) ini,” ujar Dekan FK Unair Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG., Subs. F.E.R usai gelaran ’15K Year End Run’.

“Ini memang acara spontanitas, tapi kami punya program tahunan, Airlangga Run. Itu sempat terhenti selama 2 tahun karena pandemi. Di tahun 2023 nanti akan kami hidupkan kembali. Membuat event lari besar, mungkin 5K, 10K, dan 25K di seputaran Surabaya,” sambungnya.

Menempuh jarak 15 kilometer, lanjut Prof Budi, kegiatan ’15K Year End Run’ ini sebagai wujud syukur atas pencapaian di sepanjang 2022.

“Mensyukuri kita selama 2022 diberikan kesehatan. Kita lari bersama,” tukasnya.
Turut dalam kegiatan tersebut adalah dosen senior FK Unair Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K). Meski tak lagi muda namun Pudjo terlihat semangat mengikuti kegiatan ’15K Year End Run’.

“Ini acara yang cukup bagus digagas pak Dekan kita. Lepas dari kegiatan kita sehari-hari. Kegiatan klinik, manajemen, dan lain sebagainya yang cukup melelahkan tapi kita tidak melupakan kesehatan kita sendiri,” tuturnya.

“Jadi kode etik dokter adalah menjaga kesehatan diri sendiri dan kegiatan (lari) ini adalah bentuk usaha kita menjaga kesehatan,” jelasnya.

Tak hanya dari FK, Fun Run ini juga diikuti oleh Dekan Fakultas Hukum, Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. Ia menyebut, sepanjang 2022 berbagai capaian diraih UNAIR berkat kerja bersama antar Fakultas dan hal ini layak dirayakan bersama. “Kita di fakultas saling mendukung satu sama lain, kalau FK buat acara kita ikut. Kita menutup tahun 2022 dengan senang, ” tukasnya. (ISM)

Dokter Bedah AS, Kunjungi AlmamaterDokter Bedah AS, Kunjungi Almamater

Almamater selalu menjadi tempat istimewa. Tak hanya memberikan ilmu, tapi di sinilah tempat bertumbuh dan menyimpan banyak kenangan. Karenanya momen Kembali ke almamater menjadi hal yang selalu menyenangkan.

Setidaknya ini yang dirasakan oleh Iswanto Sucandy, M.D, F.AC.S. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Angkatan 1997 ini. Bersama istri dan kedua anaknya, Ia menyempatkan mampir ke FK UNAIR saat pulang kampung ke Surabaya.

“Ke Surabaya karena sedang libur akhir tahun, dan sekalian mampir ke FK UNAIR,” ujarnya.
Iswanto saat ini merupakan dokter bedah di Rumah Sakit AdventHealth Tampa, Amerika Serikat. Setelah lulus dokter di FK UNAIR, ia langsung pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi.

Dalam kunjungannya, Iswanto juga menjadi bintang tamu dalam channel youtube Dokter UNAIR TV. Di mana dia menceritakan banyak hal mulai dari dari awal mula keberangkatannya ke Negeri Paman Sam hingga meniti karir di sana.

Seusai melakukan rekaman, ia berkeliling ke ruang-ruang bersejarah di FK UNAIR. Mulai dari Ruang Kuliah Anatomi, Laboratorium, taman dan berbagai sudut di FK UNAIR.

“Banyak yang masih sama tapi juga banyak yang berubah. FK UNAIR yang sekarang lebih asri. Dulu belum ada banyak pohon-pohon seperti sekarang. Bangunannya juga tidak sebagus sekarang,” kenangnya.

Di Ruang Kuliah Propadause, ia menunjukkan tempat yang selalu ia duduki. Tempat duduk di tengah yang dekat dengan tangga ke atas. Merasa nostalgia, ia pun mengabadikan dalam foto.

Bukan hanya saksi perjuangan, Kampus A FK UNAIR ini juga menjadi tempat Iswanto menemukan pasangan hidup yang menemaninya saat ini.

Napak tilas Iswanto di FK UNAIR ini didampingi oleh Wakil Dekan 2, Dr. Hanik Badriyah Hidayati, dr., Sp.N(K) yang rupanya merupakan teman seangkatan sekaligus sahabat karibnya.

“Dulu anaknya jahil banget. Waktu praktek di Ruang Anatomi dia memasukkan organ ke kantong lab saya,” kenangnya seraya tertawa.

Hanik menyampaikan, sejak kuliah di FK UNAIR, Iswanto sering mengungkapkan keinginannya untuk kuliah dan bekerja di Amerika Serikat. Ia pun ikut bangga teman akrabnya ini bisa meraih cita-citanya dulu.

Kisah lengkap Dokter Iswanto bisa disaksikan secara penuh dalam tayangan youtube Dokter UNAIR TV edisi Dokter Berkisah yang akan tayang Jumat, 6 Januari depan. (ISM)

Angkat Beban Berat Bisa Sebabkan Rahim TurunAngkat Beban Berat Bisa Sebabkan Rahim Turun

Pernah mendengar larangan perempuan tidak boleh mengangkat berat-berat karena berbahaya untuk rahim? Mitos atau fakta ya?

Mengangkat beban berat dalam medis sebenarnya tidak berdampak pada kesuburan. Artinya ini tidak akan menurunkan potensi kehamilan. Kendati demikian, mengangkat beban berat bisa berpotensi menyebabkan rahim turun atau dalam bahasa medis disebut dengan prolapsus uteri.

Dijelaskan oleh Dokter Spesialis kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG(K), rahim turun merupakan suatu kondisi dimana rahim mengalami perubahan posisi sehingga tidak pada tempatnya. Melainkan dia keluar sampe ke arah vagina atau bahkan keluar dari vagina.

“Harusnya rahim beserta organ panggul yg lain seperti rektum dan kandung kemih berada dalam satu tempat yakni rongga panggul, jika keluar dari situ disebut dengan rahim turun,” ujarnya dalam tayangan Dokter UNAIR TV Edisi Jumat, 30 Desember 2022.

Kondisi rahim turun disebabkan karena dasar panggul yang terdiri dari otot dasar panggul, rongga dan jaringan ikat, yang menyangga rahim melemah atau mengalami kerusakan. Kelemahan ini salah satunya disebabkan oleh mengangkat beban berat.

Saat mengangkat beban berat, terjadi peningkatan tekanan intraabdomen tinggi atau tekanan tinggi dalam perut. Jika kondisi ini sering terjadi, maka kekuatan dasar panggul akan melemah yang menyebabkan rahim turun.

Meski sering terjadi pada wanita dewasa, rahim turun juga bisa terjadi pada wanita dengan usia yang lebih muda. Selain peningkatan tekanan abdomen tadi, obesitas juga menjadi salah satu faktor resikonya.

“Sama halnya dengan mengangkat beban berat, beban panggul dalam menyangka tubuh yang obesitas juga berat, karenanya bisa menyebabkan pelemahan dasar panggul yang menyebabkan rahim turun,” tambahnya.

Namun sebenarnya, kejadian rahim turun ini dialami 40 persen wanita di dunia. Faktor resiko utamanya adalah kehamilan dan melahirkan. Faktor usia juga mempengaruhi kondisi ini, di mana semakin tua, hormone estrogen yang menghasilkan kolagen menurun. Ini juga yang akan mempengaruhi kekuatan otot dasar panggul dalam menyangga rahim.

Rahim turun biasanya ditandai dengan beberapa gejala. Jika kita mengalami gangguan berkemih dan BAB (beser) dan kentut, serta memiliki beberapa faktor resiko, seperti obesitas atau sering mengangkat berat, sebaiknya bisa curiga ini merupakan kondisi rahim turun.

Atau terdapat benjolan di daerah vagina. Bentuknya seperti jambu sebesar bola bekel atau tenis. Yang sering terjadi, munculnya benjolan ini diabaikan. Pasien baru datang ke dokter saat mengalami pendarahan karena kondisi rahim keluar dari vagina dan menyebabkan iritasi akibat bergesekan dengan serviks.

Jika sudah terjadi demikian sebaiknya pasien segera berkonsultasi ke dokter kandungan. Rahim turun memang tidak menyebabkan kematian. Namun bisa mengurangi kualitas hidup penderitanya. (ISM)

FK UNAIR Buka Prodi Magister Pendidikan DokterFK UNAIR Buka Prodi Magister Pendidikan Dokter

Jumlah Fakultas Kedokteran di Indonesia saat ini sebanyak Ada 92. Jumlah ini akan bertambah 12 lagi per tahun 2023 ini. Bertambahnya jumlah Fakultas kedokteran tentunya berbanding lurus dengan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten untuk mendidik calon dokter. Menyikapi hal tersebut, FK UNAIR membuka Program studi baru yakni Magister Pendidikan Dokter.

Koordinator Program Studi (KPS) Magister Pendidikan Dokter FK UNAIR, Dr.Hermanto Tri Joewono, dr., SpOG(K) mengatakan, untuk mendidik seorang dokter dibutuhkan dosen profesional. Artinya bukan hanya cakap keilmuan medis. Namun juga menguasai kurikulum dan pedagogi atau metode mengajar yang baik.

“Apalagi Menteri Kesehatan mendorong penambahan jumlah dokter dan juga dokter spesialis. Untuk memenuhi itu sistem pembelajaran kedokteran juga harus disesuaikan. Dan ini membutuhkan SDM yang kompeten,” ujarnya ditemui di sela-sela visitasi akreditasi, Kamis, 30 Desember 2022.

Yang membedakan Prodi Magister Pendidikan Dokter FK UNAIR dengan prodi serupa di kampus lain ialah di FK UNAIR akan memrioritaskan pada pendidikan klinis. Artinya FK UNAIR akan melatih dosen-dosen yang akan mengajar mahasiswa KOASS.

“Karena mengajar untuk mahasiswa S1 dan postgraduate sangat berbeda ya. Karena pendidikan dokter postgraduate prakteknya langsung dengan pasien. Keselamatan pasien sangat diperhatikan. Sehingga metode mengajarnya juga jauh berbeda dengan S1,” lanjutnya.

Prodi Magister Pendidikan Dokter FK UNAIR akan mulai membuka mahasiswa per Februari 2023 depan. Dan akan diajarkan oleh profesor baik dari dalam FK UNAIR sendiri maupun dari universitas asing. Dua profesor asing yang sudah siap mengisi kelas diantaranya Prof Dekker dan Prof Brahmaputra dari Australia.

Metode pembelajaran dalam Program Magister Pendidikan Dokter FK UNAIR ini akan mengacu pada mahasiswa. Artinya sistem pembelajarannya akan merangsang partisipasi aktif mahasiswa dengan memberikan penugasan dan feedback. Brain base learning atau pembelajaran berbasis otak juga akan diajarkan di sini.

Mahasiswa sudah harus mempunyai penelitian yang akan dikerjakan selama dua tahun menjalani perkuliahan. Sehingga outcome saat lulus nanti jelas, penguasaan kemampuan penyusunan kurikulum dan andagogi.

“Ini bukan lagi pedagogi tapi andagogi artinya pendidikan untuk orang dewasa. Karenanya kita tidak akan memberikan terlalu banyak kuliah. Namun lebih ke active learning,” tukasnya. (ISM)

15 Mahasiswa Teknik Singapura Belajar Seminggu di FK UNAIR15 Mahasiswa Teknik Singapura Belajar Seminggu di FK UNAIR

Pengembangan teknologi dalam bidang kesehatan menjadi sesuatu yang krusial saat ini. Teknologi berjalan beriringan dengan medis untuk menciptakan pelayanan yang lebih spesifik dan optimal. Sebagai fakultas kedokteran yang selalu terbuka terhadap perkembangan, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) mendukung berbagai program yang menstimulasi lahirnya inovasi dalam bidang teknologi.

Salah satunya diimplementasikan dalam program gabungan antara FK UNAIR dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Selama satu pekan kedepan, 30 mahasiswa yang terdiri dari 15 mahasiswa FK UNAIR dan mahasiswa Teknik dari SUTD akan berkolaborasi untuk mencari permasalahan di bidang kedokteran tropis dan memberikan solusi lewat pengembangan teknologi.

Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG. Subs.F.E.R berharap, program kolaborasi ini menghasilkan gagasan-gagasan serta inovasi baru dalam bidang teknologi kedokteran ke depan.

“Teknologi telah membantu pelayanan kesehatan lebih mudah diakses dan lebih presisi. Karenanya kami menyambut baik program kolaborasi ini. Semoga dari sini lahir beragam inovasi yang bermanfaat bagi dunia kedokteran,” ujarnya saat menyambut kedatangan mahasiswa inbound SUTD, Senin, 09 Januari di Ruang Sidang A.

Hal yang sama juga disampaikan oleh dosen pembimbing dari SUTD, Dr. Julia Zhu. Ia berharap kolaborasi antara kedua institusi ini bisa berkembang lebih luas ke depan.

“Tidak semua (mahasiswa) yang hadir saat ini adalah mahasiswa kedokteran. Malah didominasi oleh mahasiswa teknik. Tentu mereka terbatas pemahamannya terhadap dunia kedokteran. Kami harap kolaborasi ini membantu mereka untuk memberikan gambaran spesifik mengenai apa yang bisa dikerjakan, khususnya pengembangan teknologi dalam bidang kedokteran tropis,” tambahnya.

Sebelum nantinya melahirkan sebuah proposal di hari terakhir program, mahasiswa ini akan diajak untuk belajar di empat departemen di FK UNAIR. Antara lain departemen pediatri, penyakit dalam, mikrobiologi dan radiologi. Selain itu kuliah dan diskusi demi diskusi juga dibuka untuk menstimulasi lahirnya gagasan bersama. (ISM)

“Gumun”nya Mahasiswi Bule di RSUD Dr Soetomo“Gumun”nya Mahasiswi Bule di RSUD Dr Soetomo

Saat itu di Departemen/ SMF Neurologi kedatangan tamu mahasiswi dari Ceko. Tujuannya belajar tentang kedokteran di negara lain. Ternyata mahasiswi bule tersebut minat ke departemen neurologi.

Selama beberapa hari oleh koordinator pendidikan dia diikutkan melihat proses belajar dokter. Dia juga melihat suasana perawatan neurologi seperti kecanggihan pemeriksaan angiography, terapi intervensi, pemeriksaan rekam otot EMG (Elektromiografi) dan alat-alat canggih lainnya.

Banyak hal yang menarik ketika dia ikut visite pasien. Diantaranya banyak pertanyaan,”Kenapa kasus stroke banyak? Bagaimana pencegahan stroke usia muda? dan Bagaimana perawatan stroke?” Panjang dan lebar kami jelaskan tentang penanganan stroke di sini.

Berikutnya, kami ajak ke pasien kelemahan tungkai karena gangguan di spine (tulang belakang). Ditunjukkan perbandingan lokasi kelainan pada foto MRI spine dan pada tes perspirasi (tes otonom untuk pemeriksaan keringat). Yang ternyata lokasi dua pemeriksaan tersebut sesuai.

Tes perspirasi ini dilakukan dengan menaburkan tepung ke tubuh pasien untuk melihat perubahan warna kulit.

Wow so interesting….”, katanya dengan nada gumun. Tambahnya, “This is simple”, hanya butuh flour (tepung) dan iodine namun sangat membantu menentukan letak lesi.

Tes tradisional ini juga menghemat biaya. Karena dengan lokasi yang tepat, MRI spine bisa fokus. Tidak perlu wholebody MRI atau MRI mulai atas hingga bawah.

Semoga saat pulang sampai di negaranya, dia bisa menerapkan ilmu tes perspirasi atau “pupuran” tepung ini. Kalau sulit mencari tepung di Ceko, dia bisa balik ke Surabaya. Kulakan tepung di pasar karang menjangan hehehe.

Penulis: Mohammad Saiful Ardhi, Dept/SMF Neurologi

Kunjungan Mahasiswa Universitas Griffith, Australia Ke FK UNAIRKunjungan Mahasiswa Universitas Griffith, Australia Ke FK UNAIR

Selain SUTD, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) juga menerima kunjungan mahasiswa dari Griffith University, Australia, Senin, 09 Januari 2023. Mereka berkunjung dalam rangka mengikuti program mobilitas internasional mahasiswa kerjasama antara Griffith University dengan UNAIR. Di UNAIR mereka disambut oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Di FK UNAIR, 12 mahasiswa Negeri Kangguru ini disambut oleh duta. Mereka diajak untuk tur di beberapa spot ikonik di FK UNAIR. Seperti ke Museum Pendidikan Dokter, Lorong Kuning, Hingga ke Laboratorium Anatomi kebanggan FK UNAIR, ASAD-C.

“Ini keren sekali,” celetuk Choe, salah satu peserta tur saat melihat jajaran gelas kaca berisi organ yang diawetkan.

Tak hanya ke kampus A, mahasiswa ini juga diajak tur ke Kampus B hingga Kampus C. Mereka juga diajak berkeliling Surabaya untuk merasakan suasana kota. Kegiatan Mobilitas Mahasiswa ini difasilitasi oleh Airlangga Global Engagement. (ISM)

Mengenali Hernia Pada Anak – Fakultas Kedokteran Universitas AirlanggaMengenali Hernia Pada Anak – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Tidak hanya pada orang dewasa, hernia juga bisa terjadi pada anak-anak. Gejala hernia pada pada anak-anak dengan dewasa sama. Kendati demikian, penyebabnya berbeda.

Dokter Spesialis Bedah Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Fransiska Kusumawidagdo, dr., Sp.BA(K) menjelaskan, hernia merupakan penonjolan organ yang seharusnya tidak terjadi. Hernia pada anak sendiri banyak jenisnya, salah satunya adalah hernia inguinalis.

“Bahasa umum dari Hernia Inguinalis adalah turun berok. Ditandai dengan benjolan di lipatan paha atau di kantong zakar,” paparnya dalam tayangan Dokter UNAIR TV edisi Jumat, 6 Januari 2023.

Pada anak-anak, hernia disebabkan karena lubang jalan turunnya buah zakar ke kantong skrotum tidak bisa menutup sempurna. Resiko ini terjadi pada bayi yang lahir prematur atau berat badan lahir yang rendah. Ini karena pembentukan organnya tidak sempurna.

Karena tidak bisa menutup, maka organ usus atau cairan dari organ dalam bisa masuk ke kantong zakar. Inilah yang menyebabkan timbulnya benjolan.

Benjolan karena hernia ini bisa terkadang nampak maupun tidak. Biasanya benjolan akan terlihat pada saat anak-anak menangis atau mengedan. Dan kembali hilang saat anak rileks. Orang tua bisa mengecek ada tidaknya hernia pada saat memandikan anak dan anak menangis.

Jika sudah diketahui, sebaiknya orang tua segera membawa anak ke dokter spesialis bedah anak untuk ditangani. Semakin cepat dibawa ke dokter, semakin cepat pula penanganannya. Sebaliknya semakin lama dibiarkan, maka bisa menyebabkan komplikasi.

“Hernia pada bayi sebaiknya dioperasi sejak dini karena beresiko terjadi jepitan. Organ yang terjepit lama beresiko tidak vital atau tidak bisa hidup,” paparnya.

Hernia pada anak semakin parah jika muncul beberapa gejala seperti kembung, muntah, kesulitan Buang Air Besar(BAB) dan buang angin, serta keluhan lain yg disebabkan sumbatan usus. Jika sudah terjadi kondisi ini, Tindakan medis perlu dilakukan segera

Hernia pada anak ini bisa disembuhkan melalui operasi. Pada bayi yang lahir premature, sebaiknya operasi dilakukan sesaat setelah keluar dari NICU.

“Gejala hernia yang diabaikan dan terlambat ditangani bisa menyebabkan pendarahan. Jika ini terjadi, salah satu organ yang terjepit bisa jadi tidak bisa dipertahankan lagi. Semakin lama tertangani, resiko komplikasi juga semakin besar karenanya PR nya semakin berat. Menangani hernianya juga menangani komplikasinya,” tukasnya. (ISM)