Hari: 27 November 2023

Mahasiswa Harvard Sharing Tips Jadi Magister di Amerika SerikatMahasiswa Harvard Sharing Tips Jadi Magister di Amerika Serikat

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) bekerjasama dengan Education USA mengadakan sharing session bersama Maria Cellina Wijaya, Kamis, 12 Januari 2022. Mahasiswa master bidang kesehatan masyarakat di Harvard ini adalah alumnus FK UNAIR. Kepada juniornya, ia berbagi tips melanjutkan studi di luar negeri setelah lulus dokter.

Sebelum menentukan mau belajar apa, pertimbangan utama adalah karir yang ingin dijalani ke depannya. Banyak opsi karir bagi lulusan dokter. Selain menjadi klinisi, dokter juga bisa berkarir sebagai konsultan kesehatan, berkecimpung di dunia manajemen, farmasi, entrepreneur hingga peneliti.

“Jangan yang oke mau ambil S2 tapi belum tahu setelahnya mau jadi apa,” ujar wanita yang akrab disapa Celline di Aula FK UNAIR.

Selanjutnya kesempatan karir. Apakah bidang yang digeluti nantinya memberikan kesempatan karir luas atau sebaliknya karena persaingannya yang ketat. Kemudian biaya pendidikan, lama studi, keahlian dan minat. Semua aspek tersebut harus dipertimbangkan secara matang sehingga proses studi berjalan lancar.

Setiap pilihan tentu memiliki pro dan kontra. Melanjutkan studi ke luar negeri mahasiswa bisa lebih mendapatkan eksposur dengan jejaring internasional. Juga metode pembelajaran mengedepankan diskusi membuat mahasiswa lebih kritis dan vocal. Apalagi kampus pilihan termasuk kampus bergengsi. Minusnya, tentu jauh dari keluarga.

Mengenai studi di luar negeri, Celline memerlukan waktu selama dua tahun penuh untuk mempersiapkan diri. Mulai dari mempersiapakan berkas untuk daftar kampus dan beasiswa. Mulai dari mempersiapkan transkrip nilai berbahasa inggris, curriculum vitae, nilai TOEFL/ IELTS, personal statement, surat rekomendasi dan lain sebagainya.

“Riset mendalam dulu sebelum menentukan pilihan. Semua ini tidak bisa disiapkan satu atau dua bulan. Saya sendiri menyiapkan ini selama dua tahun. Di sela-sela internship, saya belajar untuk mempersiapkan TOEFL,” tambah ibu satu anak ini.

Hal lain yang tak kalah penting adalah personal statement. Personal statemen sebaiknya otentik. Menjabarkan jelas motivasi pribadi dalam memilih studi. Bisa juga dipaparkan harapan dan target Ketika lulus nanti.

Mewakili Dekan, Staf Khusus Dekanat, Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG(K) mengapresiasi acara sharing session ini. Ia berharap ke depan semakin banyak putra-putri Indonesia yang melanjutkan studi di luar negeri. Membawa nama Indonesia ke jejaring Internasional. Juga menimba ilmu sebanyak mungkin untuk kemudian diimplementasikan di Indonesia.

“Mahasiswa kami saat ini banyak yang berpikir out of the box, terutama dalam karir. Tidak seperti generasi saya yang lulus dokter langsung berpikir untuk melayani pasien. Belakangan tren ini banyak sekali lulusan kami secara mandiri menjajagi pendidikan tinggi ke luar negeri. Semoga dari sharing ini semakin banyak lagi mahasiswa kami yang termotivasi untuk kuliah ke luar negeri” tukasnya. (ISM)

Napak Tilas Pandemi di Pameran Arsip COVID-19 UNAIRNapak Tilas Pandemi di Pameran Arsip COVID-19 UNAIR

Pameran Arsip COVID-19 UNAIR di Balai Pemuda Surabaya telah ditutup, Kamis, 12 Januari 2022. Pameran yang digelar selama 10 hari sejak 3 Januari ini mengajak pengunjung untuk napak tilas perjalanan pandemi COVID-19 mulai dari masuk ke Indonesia hingga saat ini.

Pameran tersebut menyajikan arsip dokumen kebijakan, foto dan video yang menggambarkan upaya UNAIR menghadapi pandemi Covid-19, hingga sarana dan inovasi yang dilakukan selama pandemi tersebut.

Wakil Rektor UNAIR Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi menyampaikan bahwa dalam pameran tersebut terdapat tiga arsip yang ditampilkan. Yakni, arsip penanganan Covid-19 garda depan, arsip penanganan orang terinfeksi, hingga arsip penanganan korban meninggal akibat Covid-19.

“Jadi saya rasa sih, lengkap semua kegiatan pengarsipan ini mulai awal sampai akhir, sampai yang sembuh maupun yang tidak bisa diselamatkan. Dan penghargaan-penghargaan, dokumen foto, maupun video,” ujarnya.

Beberapa inovasi membanggakan ditampilkan dalam pameran arsip ini. Mulai dari Vaksin INAVAC yang merupakan vaksin COVID-19 karya anak bangsa pertama yang disusun di FK UNAIR. Juga Robot Raisa yang merupakan robot pengantar makanan dan obat bagi pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo.

Tak hanya itu, dalam pameran ini juga menceritakan bagaimana peran Institut Tropical Disease (ITD) UNAIR memberikan peran besar selama Pandemi COVID-19. Diketahui ITD menjadi lembaga diluar kementerian pertama yang diizinkan untuk melakukan testing COVID-19.

Dalam pameran arsip ini juga mengenang guru besar, dosen, staf pengajar juga staf kependidikan yang gugur karena COVID. Ditampilkan dalam pameran foto almarhum Prof. Hendrian Dwikoloso Soebagjio, Sp.M (K), FICS di depan Ruang Isolasi Khusus (RIK) COVID-19 RSUD Dr. Soetomo. Prof Hendrian sendiri merupakan perintis berdirinya RIK Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo. (ISM)

FK UNAIR Jalin Kerjasama dengan Northwest General Hospital & Research Center, PakistanFK UNAIR Jalin Kerjasama dengan Northwest General Hospital & Research Center, Pakistan

Memiliki jejaring internasional yang luas menjadi salah satu indikator kemajuan Institiusi. Sebagai Fakultas kedokteran yang visioner, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) terus memperluas kolaborasi dengan mitra luar negeri. Yang terbaru dengan Northwest General Hospital & Research Center, Pakistan.

Senin, 16 Januari 2023, FK UNAIR menerima tamu dari Northwest General Hospital & Research Center, Pakistan. Tujuan pertemuan ini untuk membahas potensi kolaborasi yang bisa dilakukan ke depan.
Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG. Subs menuturkan, kerjasama ini sebelumnya sudah terjalin baik di Departemen Bedah Saraf. Atas kesepakatan bersama, kerjasama akan diperluas.

“Di tahun ini kami ingin memperluas kerjasama di taraf Fakultas,” terangnya di Ruang Sidang A.

Beberapa kerjasama potensial yang bisa dilakukan antara lain pertukaran mahasiswa baik ditingkat S1 maupun PPDS. Tidak menutup kemungkinan juga pertukaran mahasiswa S2 maupun pembukaan program double degree.

Perwakilan prodi juga diundang dalam pertemuan awal ini. Beberapa prodi sudah menunjukkan kesiapannya untuk menjalin kerjasama. Diantaranya prodi Ilmu Kesehatan Anak, Prodi S1 & S2 Kedokteran. Tak hanya dari FK, Fakultas Keperawatan juga hadir dan siap untuk menjalin kolaborasi.

Wakil Dekan III, Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes menambahkan, untuk memperkuat jalinan kerjasama akan dibuatkan Momerandum of Agreement (MoA) yang akan ditandatangani sebelum rombongan tamu kembali ke Pakistan.

Professor Tariq Khan, MD Ph.D., Chairman and CEO of Alliance Healthcare menyebut, hampir sama dengan FK UNAIR, rumah sakitnya juga memiliki Fakultas kedokteran untuk mendidik calon tenaga ahli kesehatan di berbagai bidang. Baik kedokteran maupun keperawatan. Dan pihaknya terus membuka kerjasama.

“Banyak sekali insight yang kami dapatkan dari diskusi awal ini. Kami sangat terbuka dengan pertukaran mahasiswa, residen maupun dosen. Tinggal membuatkan kesepakatan tertulis dan prosedur pelaksanaannya nanti,” tukasnya.
(ISM)

FK UNAIR Siap Terjunkan 241 Dokter Muda Belajar di Rumah SakitFK UNAIR Siap Terjunkan 241 Dokter Muda Belajar di Rumah Sakit

Sebanyak 241 Dokter Muda (DM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) siap belajar di rumah sakit. Mereka resmi memasuki pendidikan klinik setelah dilantik oleh dekan, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R di Aula, Senin, 17 Januari 2023.

“Semangat, ditangan kalian lah dunia pelayanan kesehatan Indonesia. Akan maju atau tidak, itu tergantung kalian,” pesannya kepada DM baru pada Yudisium Sub Program 3 Prodi S1 Kedokteran.

Dekan juga berpesan agar para DM ini menjalani pendidikan klinik dengan sungguh-sungguh. Mencermati setiap materi yang diberikan oleh dokter dan senior. Serta selalu menjunjung etika dan kesopanan.

Dalam kesempatan yang sama, dekan juga memberikan apresiasi kepada 14 mahasiswa berprestasi yang memiliki IPK nyaris 4.

Pesan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, Dr. Mia Rawita, dr., Sp.A(K), “Selamat datang anak-anakku di Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.Jalani masa pendidikan dengan baik,” tambahnya.

Clonia Milla, salah satu DM yang diambil sumpahnya mengungkapkan rasa gembiranya. Apalagi yudisiumnya ini berlangsung offline setelah dua yudisium sebelumnya digelar online.

“Saya tidak menyangka bisa sesenang itu karena yudisium offline,” ungkapnya.

Memasuki masa koass, Ia berharap perjalanannya menempuh pendidikan dua tahun ke depan berjalan lancar. (ISM)

Dekan Lantik BEM & BLM Periode Tahun 2023Dekan Lantik BEM & BLM Periode Tahun 2023

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R melantik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Keluarga Mahasiswa FK UNAIR periode tahun 2023.

Pelantikan dilakukan di Aula, Selasa, 17 Januari. Diawali dengan pembacaan surat keputusan. Dilanjutkan dengan pengambilan sumpah BLM dan disusul BEM. Kemudian penandatanganan berita acara.

Adapun BEM FK UNAIR 2023 diketuai oleh Fiko Zulfikar Defianto dan Rizky Fernanda sebagai wakilnya. Sementara BLM 2023 diketuai oleh Muhammad Danial Habri.

Dekan mengatakan, seorang pemimpin itu dibentuk dan diwariskan. Menjalankan organisasi organisasi selama kuliah menjadi modal yang berguna untuk karir ke depan.

Pada tahun 1986-1988, dekan menjabat sebagai Sekjen ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia). Seperti kepengurusan tahun ini, saat itu dekan hanya selisih satu suara dengan Prof. Ali Ghufron, dulu Dekan UGM, kemudian jadi Wakil Menteri Kesehatan dan Kini jadi Direktur BPJS. Prof Bus sendiri saat ini juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) 3 tahun ke depan.

“Artinya memang kadang-kadang itu sudah menjadi garisan. Adik-adik terjun ke sini berarti sudah ada ketertarikan di sana. Dan semoga Proses yang akan kalian lalui ini bisa jadi jalan yang baik nantinya khususnya dalam memajukan dunia kedokteran Indonesia,” ujar dekan dalam sambutannya.

Kepada pengurus BEM dan BLM 2023 dekan juga berpesan agar menjalankan amanah dengan baik. Dan berjalan beriringan bersama dekanat untuk memajukan FK UNAIR. (ISM

Hafidz Dilantik Jadi Dokter FK UNAIRHafidz Dilantik Jadi Dokter FK UNAIR

Faizal Okta Widiyanto mampu membuktikan bahwa lulusan pondok pesantren (ponpes) juga bisa bersaing di bidang kedokteran. Ia menjadi satu dari 20 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) yang dilantik pada hari Kamis, 19 Januari 2023 kemarin. Tak hanya berpredikat sebagai lulusan ponpes, Faizal nyatanya adalah seorang hafidz.

“Dokter Faizal ini hafal 15 juz, jadi setengah Al-quran. Hafidz beliaunya,” ujar Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG, Subs.F.E.R usai pelantikan dokter FK UNAIR Periode 1 tahun 2023.

Diungkapkan Prof Budi jika Faizal sempat berhenti kuliah selama 1 tahun 4 bulan. Perjalanan Faizal meraih gelar dokter pun kembali diuji saat sang ayah dipanggil Sang Khalik 6 bulan lalu.

“Kebetulan saya kenal ayahnya. Saya mengenal ayah Faizal sebagai seorang guru bahasa Inggris,” tukas Prof Budi.

Menjadi seorang hafidz turut pula membantu Faizal mewujudkan mimpinya menjadi dokter. Pasalnya Faizal mampu meraih beasiswa saat menempuh pendidikan di FK UNAIR. Beasiswa yang diperolehnya berasal dari iuran Ikatan Alumni FK UNAIR yang disediakan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Meski memperoleh beasiswa namun Faizal mengaku kerap kesulitan biaya untuk membeli buku-buku mata kuliah. Untuk menyiasatinya Faizal kerap meminjam buku pada teman.

“Sering pinjam buku teman, kadang saya foto copy juga,” kisahnya.

Karena kesulitan biaya untuk buku-buku kuliah itu lah Faizal sempat berhenti kuliah. Faizal memilih bekerja di sebuah kafe untuk menabung agar biaya kuliah terpenuhi.

Belajar hafalan Al-quran sendiri baru dijalani Faizal saat duduk di bangku SMA. Selepas SMP, pria kelahiran Surabaya 28 tahun silam ini memilih melanjutkan pendidikan di Ponpes Islamic Centre Binbaz Yogyakarta.

“Saya sekolah SMA sambil mondok di Yogyakarta. Sekitar 5 tahun mondoknya. Ketika SMA itu saya mulai belajar hafalan Al-quran,” ujar sulung dari 2 bersaudara ini.

Kini setelah berhasil dilantik menjadi dokter, Faizal tak berpuas diri. Melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis menjadi impian Faizal. Ia sendiri ada bayangan untuk masuk satu diantara tiga prodi seperti psikiatri, neurologi atau penyakit dalam.

“Maunya lanjut spesialis tapi masih mau magang-magang dulu supaya bisa nabung untuk kuliah spesialis,” pungkasnya. (ISM)

Ingin Buka Prodi Andrologi, FK UGM Kunjungi FK UNAIRIngin Buka Prodi Andrologi, FK UGM Kunjungi FK UNAIR

Sebagai satu-satunya Pusat Pendidikan Andrologi di Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kerap menjadi jujukan Fakultas Kedokteran lain yang ingin belajar mendirikan program studi Andrologi. Yang terbaru, FK UNAIR mendapat kunjungan dari FK Universitas Gadjah Mada (UGM).

Disampaikan oleh Dekan, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R, Prodi Spesialis 1 Andrologi di FK UNAIR sudah berdiri sejak tahun 2009. Sebelumnya, bidang ilmu ini hanya bisa dipelajari di Magister Ilmu Kesehatan Reproduksi.

“Jadi dulu harus mengambil magister kesehatan reproduksi terlebih dahulu untuk bisa belajar andrology,” terang dekan saat menyambut tamu dari UGM di Ruang Sidang A, Rabu, 18 Januari 2023.

Meski baru diresmikan tahun 2009, sebenarnya perjalanan ilmu andrologi di FK UNAIR sudah sangat lama. Tepatnya sudah ada sejak tahun 1979. Dulu ilmu ini bergembang di Departemen Biologi Medik.

Menjadi satu-satunya FK yang memiliki prodi Andrologi, FK UNAIR terbuka bagi FK lain yang ingin belajar untuk kemudian mendirikan Prodi Andrologi. Demi membuat kesehatan masyarakat semakin baik, FK UNAIR siap membantu.

“Saya dengar-dengar FK Ciputra juga ingin menyusul mendirikan Prodi Andrologi,” tambah dekan.

Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan UGM, dr. Achmad Hamim Sadewa, PhD menambahkan, dengan belajar ke FK UNAIR, rencana pendirian Prodi Andrologi di FK UGM berjalan lancar. FK UGM Sendiri saat ini tengah menyiapkan pembukaan 3 prodi spesialis 1 lagi. Termasuk diantaranya BTKV dan Andrologi.

“Kami sampaikan terima kasih FK UNAIR telah menyambut dengan baik dan bersedia berbagi ilmu ke kami,”

Selain belajar mengenai pembukaan prodi baru, UGM juga ingin belajar mengenai akreditasi Internasional ASIIN. Di mana saat ini, 12 Prodi di FK UNAIR sudah terakreditasi internasional ASIIN.(ISM)

FK UNAIR Jalin Kerjasama Dengan Universitas Yokohama, JepangFK UNAIR Jalin Kerjasama Dengan Universitas Yokohama, Jepang

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kedatangan dosen tamu dari Yokohama National University, Jepang, Jumat, 20 Januari 2023. Diantaranya Kyungsu Jung, PhD, Hiroki Yoshimatsu dan Takashi Moriki. Tiga dosen ini akan memberikan kuliah tamu di Departemen Ilmu Kesehatan Fisik & Rehabilitasi (IKFR).

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R menyambut kedatangan rombongan. Dekan berharap, kerjasama yang sudah terjalin baik dengan departemen ini berlangsung lama.

“Kami akan menyiapkan MoU sehingga kerjasama semakin kuat,” terangnya saat menyambut tamu di Ruang Dekan.

Diantaranya menjadikan dosen dari Negeri Matahari Terbit ini sebagai adjunct professor. Yang salah satu perannya mengajar mahasiswa FK UNAIR.

Dekan juga berharap, dengan adanya MoU ini, kerjasama ini juga meluas ke departemen lain. Misalnya kerjasama dengan prodi S1 Kelas Internasional untuk mengirimkan mahasiswa exchange ke Yokohama.

“Kami di kelas internasional ada program elektif yang mengharuskan mahasiswa belajar satu bulan di kampus luar negeri. Kami harap Yokohama National University bisa menjadi salah satu jujukan nanti,” tambah dekan.

Saling tukar mahasiswa di semua jenjang pendidikan juga menjadi satu hal yang diharapkan melalui MoU ke depan.

Sejauh ini, kolaborasi yang sudah dikerjakan antara lain dengan mendatangkan dosen dari Yokohama National University sebagai dosen tamu. Selain itu saat ini sudah ada tiga riset kolaborasi yang dikerjakan bersama dengan Departemen IKFR.

“Pertukaran mahasiswa sangat potensial dilakukan ke depan. Mungkin nanti dari FK UNAIR bisa membahas lebih lanjut dengan berkunjung ke universitas kami,” tukas Kyungsu Jung.

Sumenep-Bawean Krisis Dokter Spesialis, FK UNAIR Inisiasi Program AfirmasiSumenep-Bawean Krisis Dokter Spesialis, FK UNAIR Inisiasi Program Afirmasi

Permasalahan maldistribusi dokter spesialis juga terjadi di Jawa Timur. Meskipun di Surabaya jumlah dokter spesialis memadai, hal ini tidak terjadi di daerah lain apalagi di kepulauan. Karenanya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menginisiasi program afirmasi PPDS dari daerah. Hal ini sudah melalui rapat dan kerja sama antara Pemkab, Dinkes Jatim, dan FK UNAIR.

“Sebelumnya kami aktif setiap tahun mengirimkan residen PPDS ke rumah sakit di daerah seperti di Bawean dan Kepualauan.Mereka biasanya bertugas di daerah terpencil selama satu bulan. Tapi yang menjadi pertanyaan akan sampai kapan akan seperti ini,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs.F.E.R, Senin, 23 Januari 2023.

Karenanya, kepada dinas kesehatan terkait, dekan mengusulkan dibuatnya suatu program yang melahirkan dokter spesialis organik yang lahir dari daerah tersebut. Yang ke depan mau menetap. Sehingga rumah sakit daerah tidak perlu lagi menunggu kiriman dokter spesialis dari Surabaya.
“Minimal jangan satu bulan lah, tapi sekian tahun baru akan berganti. Nanti mereka (dokter spesialis) akan dikirim oleh pemkab, dikirim oleh Dinkes Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Dalam waktu dekat hal itu akan diwujudkan melalui pendaftaran dokter spesialis yang nantinya akan diterjunkan ke kepulauan.Nama program itu adalah program afirmasi untuk dokter spesialis di kepulauan di Jatim maupun RS di kabupaten lain yang krisis dokter spesialis. Mereka akan dibiayai dan harus mengabdi di kepulauan. Minimal untuk spesialis 4 penyakit dasar, seperti bedah, obgyn, penyakit dalam, dan anestesi.

Saat ini program afirmasi baru berlaku untuk Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sumenep. Terutama di Sumenep yang memiliki banyak pulau-pulau kecil dan RS. Ke depan, kata dia, akan dikembangkan juga untuk daerah lain yang krisis dokter spesialis.

“Mereka (bila selesai nanti) sudah menjadi pegawai dari Dinkes Kabupaten Gresik dan Dinkes Sumenep untuk dibiayai. Yang kami lakukan minimal 4 penyakit dasar, bedah, obgyn, penyakit dalam, dan anestesi. Mungkin kalau bisa 7 penyakit dasar bedah, obgyn, penyakit dalam, anestesi, anak, pediatri, dan radiologi,” katanya.

Tes program afirmasi untuk dokter spesialis tersebut akan mulai dibuka kembali antara April atau Mei 2023. Harapannya, kata dia, pada bulan Juli atau Agustus para pendaftar sudah mulai masuk.

“Minimal untuk 1 RS 1 dokter. Katakan di Bawean ada 2 kecamatan, kami lakukan 4 atau 7 penyakit dasar. Ya untuk Gresik butuh 7 calon spesialis. Katakan 5-6 tahun lagi yang sudah ada di sana sekian tahun pindah ke daratan. Kalau ada yang (mau) tetap di sana, ya, silakan,” katanya. (ISM)

Cara Unik FK UNAIR di AEE 2023, Bikin Siswa SMA Mau CurhatCara Unik FK UNAIR di AEE 2023, Bikin Siswa SMA Mau Curhat

Masa-masa SMA mungkin menjadi masa yang paling melelahkan. Khususnya bagi anak kelas tiga yang harus mempersiapkan diri masuk ke perguruan tinggi. Belum lagi di masa ini mereka kerap dihadapkan dengan konflik pertemanan, keluarga dan sosial.

Peka akan hal itu, Fakultas Kedokteran menghadirkan bilik curhat dalam gelaran Airlangga Education Expo 2023. Dalam pameran pendidikan yang digelar selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu, 3-5 Februari, pengunjung bisa mencurahkan isi hati di bilik curhat.

Tak sembarangan, di bilik curhat ini teman-teman SMA bisa curhat kepada kakak-kakak PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) dari FK UNAIR. Mereka akan mendengarkan segala keluh kesah adik-adik tanpa menghakimi. Dan tentu saja memberi masukan jika dibutuhkan.

Wakil Dekan 1 FK UNAIR, Dr. dr. A.C. Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subs.Onk(K), FICS menuturkan, fasilitas ini dimunculkan untuk memberikan edukasi secara tidak langsung kepada pengunjung bahwa curhat juga merupakan bagian dari menjaga kesehatan mental.

“Anak-anak saat ini, termasuk dari SMA sudah banyak yang sadar mengenai isu kesehatan mental dari sosial media. Dan dalam studi psikiatri, curhat merupakan salah satu cara untuk meredakan stress maupun perasaan khawatir,” ujarnya, Sabtu, 04 Desember 2023.

Privasi pengunjung juga sangat diperhatikan. Karenanya, FK UNAIR menyediakan tempat tertutup oleh gorden putih berhiaskan dedaunan. Kendati tertutup, bilik curhat ini sangat nyaman dengan fasilitas sofa kecil berhadap-hadapan dan meja untuk interaksi dengan dokter PPDS psikiatri.

Adanya bilik curhat ini rupanya menyita perhatian pengunjung. Dari acara AEE yang dibuka sejak pukul 08.00 – 16.00 WIB, bilik curhat selalu diisi oleh pengunjung. Setiap harinya setidaknya ada 20 pengunjung yang datang untuk curhat.

PPDS Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNAIR, Dokter Sheila Maryam Gautama menambahkan, rata-rata pengunjung yang datang curhat mengenai tuntutan di sekolah. Tak sedikit juga yang mengalami konflik dengan orang tua mengenai pilihan jurusan kuliah.

“Hampir semua yang keluar dari bilik curhat ini menangis. Tidak apa-apa, karena curhat merupakan salah satu cara untuk release stress. Ibarat air kalau terus menerus diisi ke ember pasti akan tumpah juga,” katanya.

Menjaga kesehatan mental sangat penting. Beberapa hal yang bisa dilakukan agar kesehatan mental terjaga antara lain dengan menjaga pola hidup yang sehat. Makan makanan sehat dan teratur, tidur cukup, menyempatkan diri olahraga dan tetap terhubung dengan sekitar.

“Jika stres fisik dan pikiran, tubuh cenderung mengeluarkan hormon kortisol. Kebiasaan-kebiasaan baik di atas bisa dilakukan untuk menghindari hormon kortisol keluar secara berlebihan,” tambahnya.

Bunga Aghnia, salah satu pengunjung dari Mojokerto merasakan manfaat dari bilik curhat ini. Ia mengaku bisa meluapkan perasaan yang sudah dia pendam cukup lama.

“Karena kadang kalau curhat dengan teman malu, curhat di sini bisa dengan kakak dokter yang dijamin terjaga kerahasiaannya,” ungkapnya.

FK UNAIR juga menyediakan self love corner di mana pengunjung bisa menuliskan pesan motivasi kepada diri sendiri di catatan kecil dan menempelkannya ke papan yang sudah disediakan. Ada yang menuliskan harapannya agar diterima di UNAIR, ada juga yang berterima kasih kepada diri sendiri. (ISM)