Hari: 26 November 2023

Beri Kuliah Tentang Sindroma Lokomotif, 5 Dosen Tamu dari Jepang Datangi FK UNAIRBeri Kuliah Tentang Sindroma Lokomotif, 5 Dosen Tamu dari Jepang Datangi FK UNAIR

Setelah Desember lalu mendatangkan dosen tamu dari Jepang, Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) kembali mengundang dosen dari negeri matahari terbit untuk mengajar mengenai Sindroma Lokomotif untuk pasien geriatri Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR).

Kali ini lebih banyak. Ada lima dosen yang datang dari Hiroshima University Hospital. Antara lain Prof Yukio Mikami, MD, PhD., Dr. Saaya Amano, Dr. Akihiro Matsumoto, Ms. Izumim Umehara, PT dan Dr. Kitagawa. Kelima dosen ini memiliki beragam kepakaran. Mulai dari rehabilitasi, pengobatan pencegahan, sindroma lokomotif hingga prosthesis.

Seperti sebelum-sebelumnya, FK UNAIR selalu menyambut rombongan tamu yang datang. Wakil dekan 2 dan 3 serta Kepala Bagian International Office menyambut di ruang sidang dekan.

Wakil Dekan 3, Dr. Sulistiawati, M.Kes mengatakan, kerjasama dengan Hiroshima University Hospital ini sudah terjalin sejak tahun 2014. Saat ini FK UNAIR sedang mempersiapkan pembaharuan Memorandung of Agreement baru.

“Jadi sebelumnya sudah ada MoA, tapi masa berlakunya sudah habis. Karenanya akan segera kita buatkan pembaharuannya,” jelasnya, Senin, 6 Januari 2023.

Kepala International Office FK UNAIR, Dr. dr. Asra Al Fauzi, SE, MM, Sp.BS (K), FICS, IFAANS menambahkan, FK UNAIR sudah mengirimkan staf pengajar untuk melakukan outbound ke Hiroshima University Hospital. Diantaranya dari Departemen Ortophaedi dan Traumatologi serta IKFR ini.Kedepan diharapkan departemen lain menyusul.

“Salah satu dosen tamu ini sudah jadi adjunct professor kita, Prof Yukio Makami ini,” tambahnya.

Sekretaris Departemen IKFR, Lydia Arfianti, dr., Sp.KFR(K) berharap, dengan penguatan kerjasama ini ada peningkatan publikasi dari departemen. Juga dengan mengirimkan staf dan PPDS ke Jepang, diharapkan adanya peningkatan skill baik segi pengetahuan, ilmu dan kemampuan praktis.

“Karena kita belajar ke negara maju, kami harap ada peningkatan skill. Terutama pada advance rehabilitation,” tambahnya.

Tak hanya dengan kampus Jepang, Departemen IKFR juga membidik kolaborasi dengan beberapa kampus asing. Seperti Siriraj University dan Mahidol University Thailand dan beberapa kampus Asia lain. (ISM)

FK UNAIR Terima 4 Mahasiswa Inbound MSUFK UNAIR Terima 4 Mahasiswa Inbound MSU

Semenjak pandemi Covid-19 mereda, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menerima banyak mahasiswa inbound. Mereka adalah mahasiswa asing yang mengikuti program elektif atau pertukaran pelajar di FK UNAIR. Yang terbaru, FK UNAIR menerima 4 mahasiswa dari Management & Science University Malaysia (MSU).

Kepala International Office FK UNAIR, Dr. dr. Asra Al Fauzi, SE, MM, Sp.BS (K), FICS, IFAANS menyebut, tahun ini merupakan student inbound dari MSU pertama sejak pandemi. Mereka akan bergabung dengan mahasiswa preklinik lain untuk mengikuti kelas yang ada.

“Seperti yang lain, adik-adik mahasiswa ini akan belajar di FK UNAIR selama satu bulan,” tambahnya.

Empat mahasiswa ini nantinya akan belajar di Departtemen Dermatologi dan Venerologi dan Departemen Bedah Umum. Mereka akan menjalani stase di Rumah Sakit Unair.

Hubungan FK UNAIR dengan MSU sudah berjalan cukup lama. Setiap tahun FK UNAIR juga mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di MSU (student outbound) Termasuk saat pandemi COVID tahun 2022 lalu. Di MSU mereka mengikuti program KKN penyetaraan. Oktober lalu, FK UNAIR memberangkatkan 38 mahasiswa untuk menjalani KKN ke Malaysia.

“Saya berharap nantinya akan semakin banyak mahasiswa kita yang belajar di MSU,” tukasnya. (ISM)

Unggul Dalam Rekayasa Jaringan Sel Punca, FK UNAIR Buka Prodi Spesialis 2 Orthopaedi & TraumatologiUnggul Dalam Rekayasa Jaringan Sel Punca, FK UNAIR Buka Prodi Spesialis 2 Orthopaedi & Traumatologi

Departemen Orthopaedi & Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) unggul dalam pengembangan Jaringan Sel Punca (Stem Cell). Produk ini bahkan sudah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan dikembangkan secara masal. Menjadi satu-satunya Departemen Orthopaedi & Traumatologi di Indonesia yang menghasilkan produk medis.

Dengan reputasi yang baik ini, Departemen Orthopaedi & Traumatologi terus melakukan pengembangan. Salah satunya dengan membuka Program Studi Spesialis 2. Prodi ini akan menerima 10 peserta didik di tahun ini.

Koordinator Program Studi (KPS), Dr. Lukas Widhiyanto, dr., SpOT(K) menuturkan, selain pengembangan jaringan sel punca, Departemennya juga unggul dalam pengembangan biomaterial.

“Untuk kedua hal ini kami menjadi pionir di Indonesia dan satu-satunya hingga saat ini,” ujarnya ditemui seusai Assesmen Lapangan Akreditasi LAM- PT-Kes pertamanya, Kamis, 02 Februari 2023..

Lukas menjelaskan, Prodi Spesialis 2 merupakan pendalaman dari Prodi Spesialis 1. Mencakup 5 peminatan antara lain Lower extremity & Joint reconstruction, Upper Extremity & Microsurgery, Oncology Muskologenetal, Spine dan Pediatric orthopaedi.

“Sebenarnya ini bukan program baru. Tapi karena perubahan revolusi peraturan perundangan. Dari yang sebelumnya pendidikan dasarnya kolegium base jadi university base. Subspesialis merupakan pendalaman dari pendidikannya,” paparnya.

Lucas optimis, adanya prodi baru ini bisa semakin mengangkat unggulan bidang studi FK UNAIR. Khususnya di bidang ilmu Orthopaedi & Traumatology. Karena dengan kemajuan ilmu pengetahuan saat ini, semakin dirasakan kebutuhan pelayanan dalam bidang ini. Apalagi masalah kesehatan muskolokeletal semakin kompleks dan membutuhkan penanganan dari ahlinya.

Dari Prodi Spesialis 1 Orthopaedi & Traumatologi memiliki hubungan yang sangat baik dengan mitra luar negeri. Seperti diantaranya dari Malaysia, Singapura, Australia dan Amerika Serikat. Bahkan ujian nasional juga dengan penguji-penguji dari kampus luar negeri. Ini akan Dilanjutkan di program subspesialis.

“Sejak mulai spesialis 1 kita sudah benchmarking dengan luar negeri. Sehingga berdasarkan itu standar kita tidak kalah dengan luar negeri. Paling tidak dengan negara di wilayah Asia Pasifik,” tukasnya.

Penulis : Ismaul Choiriyah

Prodi Ilmu Bedah FK UNAIR Pastikan Lulusan Kuasai Kemoterapi, Bedah Mikro, dan Minimal InvasifProdi Ilmu Bedah FK UNAIR Pastikan Lulusan Kuasai Kemoterapi, Bedah Mikro, dan Minimal Invasif

Program Studi (Prodi) Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran (FK UNAIR) memastikan lulusannya menguasai tiga keahlian khusus. Antara lain Kemoterapi, Bedah Mikro, dan Minimal Invasif. Tiga Ini menjadi keunggulan prodi yang berdiri sejak tahun 180-an ini.

Sesuai yang disampaikan oleh Koordinator Program Studi (KPS), Edwin Danardono, dr. Sp.B, Subsp.BD(K). “3 ini akan kita upayakan bersinergi dalam kurikulum, penelitian, pengabdian masyarakat DI prodi kami sehingga profil lulusan kami semua unggul di bidang ini,” ujarnya ditemui seusai Assesmen Lapangan Akreditasi LAM- PT-Kes, Jumat, 10 Februari 2023.

Dalam akreditasi keduanya ini, Edwin yakin Prodinya akan kembali mendapatkan nilai A. Mengingat tahun ini banyak luaran yang dihasilkan. Terutama dalam penelitian, kualitas SDM dari dosen maupun peserta didik hingga produk outcome.

“Kita optimis ke depan akan menjadi lebih baik meski banyak tantangan untuk dicari solusinya,” tambahnya.

Beberapa tantangan tersebut antara lain menambah animo peserta didik khususnya dari luar negeri. Setiap tahunnya, prodi ini menerima setidaknya delapan hingga sepuluh peserta didik per semester.

“ Jumlah peserta didik kami saat ini ada 60 orang dengan harapan di 2023 yang lulus first taker sebanyak 12 orang,” tambahnya.

Tantangan selanjutnya adalah menjalin kerjasama dengan mitra institusi luar negeri. Sebenarnya Prodi Ilmu Bedah sudah memiliki mitra ahli luar negeri yang sifatnya interpersonal. Ke depan hubungan yang baik ini akan diresmikan melalui MoU antar institusi sehingga diakui di nasional maupun internasional.

Penulis : Ismaul Choiriyah

FK Unair – RSUD Dr Soetomo Adakan Pelatihan Basic Life Support Untuk Siswa SD dan SMP Se-SurabayaFK Unair – RSUD Dr Soetomo Adakan Pelatihan Basic Life Support Untuk Siswa SD dan SMP Se-Surabaya

Surabaya, FK Unair- Pada hari Sabtu, 4 Februari 2023 Departemen Anestesi dan Reanimasi FK Unair, Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan yayasan Swayanaka mengadakan Pelatihan pertolongan pertama untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) Se – Surabaya yang berlokasi di Aula dinas pendidikan Kota Surabaya. Jl Jagir Wonokromo. Kegiatan ini memiliki judul “BLS for Kids” serta mengundang banyak sekali sekolah Seperti SD St Angela, SD Muhammadiyah 16, SDN Jepara, SDN Manukan Kulon, SDkr Petra 9, SMPN 1 Surabaya, SMPN 4 SMPN 15, SMP Giki 2 dan lain sebagainya.

Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus merespon pentingnya pertolongan pertama, khususnya Resusitasi jantung dan Paru. Karena sering kali di tempat kejadian kecelakaan. Yang lebih banyak adalah orang awam. Sehingga akan sangat membahayakan nyawa apabila menunggu datangnya bantuan dari tim medis. Teknis kegiatan ini adalah mengenalkan kepada para siswa tentang cara Pijat jantung, teknik menyelamatkan korban, cara meminta bantuan dan lain sebagainya. Kegiatan ini direncanakan akan diadakan beberapa kali dalam setahun sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Salah seorang panitia bernama Tiara. Yang juga menjadi dokter muda di RSUD dr Soetomo menuturkan “BLS for kids ini benar-benar sangat bermanfaat untuk para awam terutama anak-anak sekolah. Semoga hal ini bisa menjadi titik awal yang baik untuk mereka bisa membagikan ilmunya kepada teman sebayanya. Sehingga meskipun masih dini, mereka sudah bisa menjadi penolong dan menyelamatkan korban tanpa panik lagi” (MHI)

WORLD CANCER DAY MOMENTUM , Everyone Deserve Access to Cancer Care, Pengabdian kepada Masyarakat Pulmonologi Dan Ilmu Kedokteran RespirasiWORLD CANCER DAY MOMENTUM , Everyone Deserve Access to Cancer Care, Pengabdian kepada Masyarakat Pulmonologi Dan Ilmu Kedokteran Respirasi

Perspektif

Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua sedunia dan menyebabkan 10 juta jiwa meninggal setiap tahun. Sepertiga kematian akibat kanker dapat dicegah melalui skrining rutin, deteksi dini, dan perawatan. Hal ini disebabkan karena 40% kematian tersebut berkaitan dengan preventable and modifiable risk factor, misalnya pola makan dan nutrisi, merokok aktif dan pasif, obesitas, infeksi, alcohol, radiasi, dan pajanan di tempat kerja serta aktivitas fisik.

Setiap tahun kanker diperingati pada tanggal 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day). Peringatan tersebut ditetapkan pada 4 Februari 2000 di World Cancer Summit, Paris melalui Piagam Paris Againts Cancer. Hari kanker Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran, mereduksi stigma, dan mencegah mitos serta hoax mengenai kanker.

Peringatan Hari Kanker Sedunia diadakan setiap tahun oleh berbagai nongovernment organizations (NGO) termasuk Union for International Cancer Control (UICC) sebagai inisiator dan motor, dan World Health Organization (WHO). Tema peringatan berubah setiap periode relevans dengan tujuan dan sasaran gerakan kampanye. Tema – tema tersebut antara lain I love my healthy active childhood (2009 – 2010), Cancer can be prevented (2010 – 2011), Together let’s do something (2012), Cancer Myths – Get the Facts (2013), Debunk the Myths (2014), Not Beyond Us (2015), We can, I can (2016 – 2018), I am and I Will (2019 – 2021), dan Close the care gap (2022 – 2024).

Tema Close the Care Gap mendorong reduksi dan eliminasi kesenjangan pelayanan kanker. Kesenjangan yang dimaksud adalah inequity dalam kesehatan karena equity adalah keadilan yang mana setiap orang mendapat apa yang dibutuhkan guna mencapai outcome yang sama.  Terdapat 8 hambatan dalam health equity yakni gender, minoritas, status ekonomi, tempat tinggal, usia, imigran, homophobia, dan disabilitas. Bahwa everyone deserve access to cancer care merupakan asa dan tujuan serta bukan utopia. Close the Care Gap terdiri atas subtema realising the problem (2022), uniting our voices and take actions (2023), dan together, we challenge those in power (2024).

Berkaitan dengan World Cancer Day 2023, kanker paru di Indonesia merupakan kanker yang relatively neglected. Penderita kanker paru cenderung mengabaikan keluhan dan risiko sehingga berkunjung ke fasilitas kesehatan dalam kondisi stadium lanjut. Semata – mata bukan hanya disebabkan oleh tingkat pendidikan melainkan juga gejala kanker paru asymptomatic pada stadium awal dan bilamana gejala muncul sering ringan.

Meskipun berpredikat sebagai penyakit kanker terbanyak kedua di dunia dan ketiga di Indonesia, kanker paru merupakan penyebab tertinggi kematian akibat kanker. Statistik menunjukkan 1 dari 16 orang laki – laki dan 1 dari 17 perempuan akan menderita kanker paru sepanjang hidupnya. Penderita kanker paru yang tidak memperoleh perawatan memiliki harapan hidup rata – rata 4 – 7 bulan. Harapan hidup dalam 5 tahun bagi penderita kanker paru stadium awal 56% sedangkan stadium lanjut terjun hingga 5% saja. Ironisnya, hanya 16% penderita kanker paru terdiagnosis di stadium awal. Mengutip dari American Lung Association, bila dibandingkan dengan jenis kanker lain, kanker paru memilki 5-survival years 18,6% sedangkan kanker usus 64,5%, kanker payudara 89,6%, dan kanker prostat 98,2%. Oleh karena itu, pars pro toto, Close the Care Gap seyogyanya juga digalakkan pada pelayanan kanker paru. Health inequity apa yang dapat diidentifikasi dan ditanggulangi. Kemudian berkolaborasi dan bertindak proaktif dalam meningkatkan health equity serta melakukan audiensi dan advokasi bersama semua elemen dan stakeholders.

Konkret

Bertepatan dengan momentum World Cancer Day Departemen/program studi sekaligus kelompok senat medik (KSM) Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR/RS Dr. Soetomo secara kongkret mengadakan kegiatan promotif pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui rangkaian program literasi kesehatan, yakni live instagram, podcast, dan talk show. Kegiatan PkM tersebut menyasar masyarakat umum terutama generasi yang akrab dengan media sosial. Live instagram mengetengahkan bincang – bincang dengan narasumber dr. Farah Fatmawati Sp.P(K)Onk dan dr. Dhihintia Jiwangga Sp.BTKV(K) serta moderator dr. Yulia Devina dengan topik “World Cancer Day Close The Care Gap : Peran Operasi pada Kanker Paru”, memaparkan diskusi mengenai health equity terutama layanan pembedahan pada kanker paru.  Dilanjutkan podcast yang menghadirkan narasumber dr. Anna Febriani Sp.P(K)Onk dan dr. Garinda Almaduta Sp.P(K) serta moderator dr. Richar dengan topik “Zat Pemicu Kanker Paru di sekitar Kita : Memperingati Hari Kanker Sedunia 4”, mengupas karsinogen yang mengintai dan upaya – upaya pencegahan primer, sekunder dan tersier. Kegiatan penutup PkM berupa talk show DOKTER UNAIR TV berjudul “Tutup Kesenjangan Pelayanan di Hari Kanker Sedunia dari Sudut Pandang Paru” dengan menghadirkan DR. dr. Laksmi Wulandari Sp.P(K)Onk, DR. dr. Isnin Anang Sp.P(K), dan dr. Farah Fatmawati Sp.P(K)Onk. Talk show ini bertujuan mengurangi gap atau kesenjangan dalam pelayanan kanker terutama kanker paru baik akses diagnostik maupun akses terapeutik tanpa melihat gender, demografi, dan status sosial ekonomi. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud dari strategi empowerment Departemen/PS/KSM Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi dalam meningkatkan pemberdayaan dan penguatan masyarakat melalui dua dari tiga program utama PkM, yakni komunitas dan literasi. Selain itu, kegiatan ini adalah hilirisasi dari disiplin ilmu Pulmonologi.

Referensi :

Gandeng DM dan PPDS, Dharmawanita FK UNAIR adakan Posyandu BalitaGandeng DM dan PPDS, Dharmawanita FK UNAIR adakan Posyandu Balita

Dharmawanita Fakultas Kedokteran (FK UNAIR) mengadakan posyandu balita, Kamis, 9 Februari 2023. Bertempat di Kantor Dharmawanita, kegiatan ini menyita animo masyarakat. Kurang lebih 50 balita mendapatkan layanan posyandu.

Peserta posyandu adalah anak dari warga di lingkungan FK UNAIR. Mulai dari pegawai, hingga PPDS. Anak atau cucu pengurus dharmawanita. Juga masyarakat sekitar FK UNAIR mulai dari warga di Wilayah Jojoran, Tambak Boyo, Kedung Sroko, Pacarkeling dan Gubeng.

Ketua Dharmawanita FK UNAIR, Dra. Elmi Mufidah, Apt. M.Kes, menjelaskan, posyandu perdana setelah pandemi ini menggandeng Departemen Anak FK UNAIR divisi tumbuh kembang. Dipantau langsung oleh Dokter Spesialis Anak, Mira Irmawati, dr., Sp.A(K). Selain itu, juga dibantu oleh Dokter Muda (DM) dan Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai pelaksana.

“Karena kami dari fakultas kedokteran, tentu tenaga ahli kami libatkan dari FK UNAIR sendiri. Termasuk peserta didiknya agar paparan mereka ke masyarakat semakin luas,” terangnya seusai acara.

Pelayanan yang diberikan Posyandu Melati Dharmawanita FK UNAIR ini pun cukup lengkap. Diantaranya penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Selain itu juga pemeriksaan dokter, konsultasi gigi serta imunisasi. Mulai dari Imunisasi polio hingga cacar.

“Kami juga memberikan makanan tambahan pemberian makanan tambahan berupa sup, puding, telur, dan buah-buahan,” tambahnya.

Elmi berharap, Posyandu Melati FK UNAIR ini bisa membantu pemerintah dalam menggalakkan posyandu. Mendeteksi tumbuh kembang anak dan balita. Mengingat masa-masa ini adalah masa emas anak yang perlu diperhatikan betul sehingga nantinya tumbuh menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Selain untuk skrining, data dari posyandu ini juga dimanfaatkan sebagai bahan riset untuk pengembangan pengetahuan dan pelayanan kesehatan ke depan.

Posyandu balita FK UNAIR ini diselenggarakan setiap hari Kamis minggu kedua setiap bulan. (ISM).

FK UNAIR – RSTKA Beri Usulan Atasi Kekurangan Dokter Spesialis di KepulauanFK UNAIR – RSTKA Beri Usulan Atasi Kekurangan Dokter Spesialis di Kepulauan

Lima tahun sudah Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) berlayar untuk menyehatkan masyarakat kepulauan.

Ribuan kasus ditangani mulai yang ringan hingga yang berat. Sehingga masyarakat kepulauan bisa mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

Namun kehadiran RSTKA tidak akan selamanya. Diharapkan pemerintah daerah bisa melakukan langkah agar layanan kesehatan bisa hadir di daerah kepulauan.

Di perayaan ulang tahun kelima RSTKA, banyak pihak yang urun rembug. Salah satunya adalah Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Sebagai lembaga yang mencetak lulusan dokter dan dokter spesialis, FK UNAIR merasa perlu untuk ikut memberikan sumbangsih dan saran demi keberlangsungan RSTKA yang merupakan wujud kepedulian para alumni UNAIR.

“Sampai kapan RSTKA untuk hadir ke daerah-daerah kepulauan? Solusi masalah kesehatan tidak hanya dari kami berlayar ke sana tapi harus ada solusi lain,” kata Dekan FK UNAIR, Prof Dr Budi Santoso,dr, SpOG, Subsp. F.E.R di sela syukuran 5 tahun RSTKA, Sabtu, 11 Februari 2023.

Solusi yang ditawarkan FK UNAIR adalah pemda setempat agar mulai menyediakan dokter spesialis yang banyak dibutuhkan masyarakat. Untuk bisa menyediakan itu, pemda harus memberikan beasiswa bagi para dokter umum agar bisa menempuh program pendidikan dokter spesialis (PPDS).

Sehingga ketika dokter itu lulus PPDS mereka bisa mengabdi di daerah kepulauan selama beberapa tahun. Begitu seterusnya hingga para dokter saling bergantian.

“Bagi kami, tidak fair rasanya kalau meminta lulusan PPDS yang ada saat ini untuk tugas di daerah terpencil karena mereka menempuh PPDS dengan biaya sendiri. Padahal kuliah PPDS juga tidak murah. Intinya pemerintah harus hadir untuk bisa mengatasi masalah ini,” jelas Prof Bus, panggilan akran Prof Budi Santoso.

Karena ketika pertama kali RSTKA ini mulai mengarungi lautan, tujuan utama adalah bukan hanya bisa memberikan layanan kesehatab tapi juga bisa mendirikan layanan kesehatan di kepulauan dengan bantuan pemda setempat.

Karena RSTKA itu kehadirannya ada batasnya. Kehadiran donatur sangat menentukan kelangsungannya. “Jadi pemda memang harus berupaya sendiri. Karena sampai kapan pelayanan kesehatan dengan kunjungan ini akan berjalan,” tandas Prof Bus.

Beruntung, ada pemda yang menyambut baik program dari FK UNAIR ini. Pemkab Gresik dan Sumenep siap untuk melakukan MoU dengan FK UNAIR sebelum akhir Februari 2023. Nantinya dengan kerjasama ini, kedua pemda bisa mengirimkan dokter umum untuk menempuh PPDS di FK UNAIR.

“Mereka di sekolahkan, ditanggung biaya hidup selama sekolah setelah lulus mereka mengabdi. Begitu seterusnya hingga di daerah itu layanan kesehatan bisa dipenuhi dengan kehadiran dokter spesialis,” jelasnya.

Menerima mahasiswa putra daerah agar menempuh PPDS di FK UNAIR ditegaskan Prof Bus tidak akan mengurangi kuota PPDS. Apalagi di tahun ini FK Unair boleh menambah kuota PPDS hingga 300 orang dari sebelumnya yang 250 orang.

“Untuk yang reguler tidak akan dikurangi jatahnya. Kami justru menambah mahasiswa dari putra daerah itu. Kami sudah mempersiapkan sarana prasarana dan dosennya,” tandas Prof Bus.

Sementara itu Direktur RSTKA, dr Agus Harianto mengaku bersyukur RSTKA bisa berlayar hingga 5 tahun. “Kita sudah berlayar ke 86 pulau terpencil. Itu berkat buat orang- orang pulau,” kata dr Agus.

Memang yang menjadi masalah adalah kurangnya dokter spesialis di pulau-pulau itu. Masalah itu memang tidak juga selesai hingga saat ini. Sebenarnya kata dr Agus program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) sangat bagus untuk memeratakan dokter spesialis hingga ke pelosok. Sayangnya program itu harus dihentikan karena ada protes dari beberapa kalangan yang menolaknya.

“Alasannya mereka sekolah spesialis itu bayar sendiri, tidak dapat beasiswa. Jadi mengapa mereka harus ke daerah terpencil? Begitu alasannya. Namun menurut saya setiap kebebasan itu ada tanggung jawab di dalamnya. Kebebasan dan tanggungjawab moral bagaikan dua sisi mata uang,” jelasnya.

Karena PGDS harus dibatalkan, dr Agus sangat mendukung jika PPDS dibantu pemda dengan program beasiswa.

“Agar setelah lulus bisa ditempatkan di daerah yang membutuhkan,” tambahnya.

Bupati Sumenep, Ra Achmad Fauzi, SH, MH menuturkan, untuk langkah awal, Sumenep akan mengirimkan 4 putra daerahnya untuk sekolah PPDS di FK UNAIR. Mereka akan disekolahkan di Prodi Orthophaedi dan Traumatologi dan Anestesi.

“Setiap tahun bertahap. Nanti saat lulus mereka wajib untuk mengabdi di daerah,” tambahnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ditjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), Ir. Eko Sri Haryanto, MM mengaku, di tahun 2023 ini Kementerian PPDT sudah merumuskan beberapa program dengan beberapa kementerian terutama kementerian kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan di 62 daerah terpencil di Indonesia. Utamanya terkait penguatan puskesmas, pemenuhan tenaga kesehatan di lapangan dan penekanan Angka Kematian Ibu (AKI).

“2023 melonjak tajam upaya kita dalam menanggualngi permasalahan diatas. Tinggal 2024 ini kita lihat apakah target terpenuhi,” tambahnya.

Eko memambahkan, mengatasi permasalahan kesehatan di kepulauan diperlukan kolaborasi banyak lembaga. Tidak hanya Kementerian Kesehatan, namun juga sektor lain.

“Sinergi ini perlu dibangun bersama. Misalnya Kementerian PUPR dalam menyediakan sanitasi. Penikatan ekonomi juga perlu. Kalau masyarakat gak mampu ekonomi, kesehatan juga terganggu,” tukasnya. (ISM)

Prodi Doktor FK UNAIR Jalin Kerjasama dengan IPPT-Universiti Sains MalaysiaProdi Doktor FK UNAIR Jalin Kerjasama dengan IPPT-Universiti Sains Malaysia

Langkah menuju internasionalisasi Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Universitas Airlangga baru saja dijalankan oleh Pimpinan Prodi. Salah satu kegiatan yaitu Tim Prodi Doktor Ilmu Kedokteran UNAIR mengunjungi Institut Perubatan dan Pergigian Termaju – Universiti Sains Malaysia (IPPT-USM) di Penang Malaysia pada tanggal 9-10 Februari 2023. Tim FK UNAIR terdiri dari Koordinator Program Studi Prof. Prof. Dr. Hendy Hendarto, dr., Sp.OG(K), sekretaris Prodi Dr. Arifa Mustika, dr. M.Si dan Ketua Gugus Penjaminan Mutu sekaligus PIC kegiatan ini Dr. Reny I’tishom, M.Si. Tim FK UNAIR disambut oleh Pengarah IPPT-USM Prof. Tunku Kamarul Zaman, Ketua Pejabat Pengarah Prof. Naziroh Shafii, dan Dr. Ida Shazrina Ismail yang menjabat sebagai Pengarah Akademik & Antar Bangsa. Bersama tim Dr. Ida didampingi dari seluruh departemen yang ada yaitu,  Dr. Eshaifol Azam Bin Omar (Department of Toxicology), Assoc. Prof Dr. Rafidah Binti Zainon (Department of Biomedical Imaging), Dr. Muhammad Amir Bin Yunus (Department of Biomedical Science), Dr. Hazwani Ninti Ahmad Yusof (Department of Community Health), Dr. Noor Ayuni Binti Ahmad Shafiai (Department of Dental Medicine), Dr. Siti Saimah Binti Noordin (Department of Clinical Science).

Dalam sambutannnya Dr. Ida Shazrina Ismail dari IPPT-USM menjelaskan fasilitas yang dimiliki oleh IPPT-USM yaitu rumah sakit, laboratorium dan Animal Research Clinical (ARC yang semuanya masih dalam satu kompleks.  Dr. Ida mengatakan bahwa sangat terbuka untuk melakukan kerjasama dalam hal penelitian dan publikasi baik pada manusia maupun hewan coba. Sementara ini KPS Doktor Ilmu Kedokteran FK UNAIR Prof. Hendy mengatakan bahwa di era globalisasi terutama di bidang Pendidikan dan Penelitian, semua universitas berupaya penuh untuk mendorong staf dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan meneliti dan menulis dengan target pencapaian dalam lingkup internasional. Untuk meningkatkan program ini, maka perlu kolaborasi dan kerjasama dengan institusi-institusi luar negeri, khususnya universitas ternama dan bereputasi di bidang akademik dan penelitian. Melalui program kerjasama yang saling menguntungkan diatas diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih cepat dan signifikan bagi  dosen maupun mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Kedokteran FK UNAIR dalam mencapai target yang diharapkan. Kami mengusulkan kolaborasi bersama untuk program ini dengan Universiti Sains Malaysia. Untuk inisiasi program ini ke depan, kami mengirimkan beberapa dosen yang sudah ditunjuk untuk melaksanakan program ini dengan kunjungan resmi ke Universitas Sains Malaysia. Tim FK UNAIR mendapat kesempatan mengunjungi fasilitas yang ada di IPPT-USM, Pusat Perubatan USM Bertam (PPUSMB), Institut Perubatan dan Pergigian Termaju (IPPT), Animal Research Centre (ARC) Sains@Bertam, Main Campus USM di Pulau Pinang.

Program yang didiskusikan yaitu finalisasi kolaborasi ‘Matching Fund Research” Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Universiti Sains Malaysia. Program lain adalah persepsi dan pengetahuan yang ‘Update’ terkait metode riset dan publikasi ilmiah internasional terindeks. Sedangkan luaran yang diharapkan dari kerjasama ini adalah 1. Terjalin research collaboration dengan Universiti Sains Malaysia, 2. Publikasi ilmiah pada jurnal terindeks Scopus, 3. Menambah Academic Peer list melalui mekanisme joint scientific research dan publication, 4. Kerjasama sama staf dosen serta mahasiswa dalam kegiatan outbond dan Inbound, 5. Sharing ilmu dalam bentuk platform zoom meeting setiap 2 bulan sekali. (ISH)

Dosen FK UNAIR Bagi Tips Jaga Kesehatan Reproduksi : Hindari Pembalut Harian, Pilih Celana KatunDosen FK UNAIR Bagi Tips Jaga Kesehatan Reproduksi : Hindari Pembalut Harian, Pilih Celana Katun

Kepraktisan menjadi alasan para perempuan menggunakan pembalut tipis setiap hari. Lebih nyaman, demikian alasannya. Terutama bagi para perempuan yang mengalami keluhan kemaluan sering basah atau mengalami keputihan. Padahal, menurut Dr Eighty Mardiyan K, dr, SpOG (K), ini bukan pilihan yang tepat. Alasannya, berganti celana dalam berulang dan memilih berbahan katun akan lebih sehat.

“Setiap hari memakai pembalut tipis, akan menyebabkan daerah kemaluan akan mudah berkeringat dan lembab karena keringat tersebut tidak diserap,” kata dosen Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UNAIR/RSUD dr Soetomo saat memberi materi “Menjaga Kesehatan Reproduksi Perempuan” di Yayasan Hidayatullah Surabaya, pada 14 Februari 2023 lalu.  Kondisi lembab ini berakibat bakteri dan jamur mudah tumbuh. Hasilnya, keputihan akan semakin parah.

Sebaliknya, pemilihan celana berbahan katun akan memudahkan diserapnya keringat. Sehingga daerah kemaluan tidak lembab lagi. Bila terasa basah, disarankan berganti berulang. Dan bukan memilih jalan pintas memakai pembalut harian.

Paham Gejala

Dokter Eighty menyebut, tidak semua keputihan harus dirisaukan. Karena ada keputihan yang normal dan bisa dialami semua perempuan. “Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih, muncul menjelang haid, setelahnya atau pertengan siklus, tidak gatal dan tidak berbau,” papar dr Eighty. Sebaliknya, keputihan  mulai tergolong tidak normal bila keluar sepanjang waktu, warna berubah hijau, kuning atau bahkan coklat dan bercampur darah dengan, maka harus mulai waspada. Begitu juga bila keputihan diserta rasa gatal atau panas terbakar.

Keputihan yang tidak normal, bisa disebabkan infeksi. Baik karena kuman, parasit atau jamur. Bila karena infeksi, lanjut dr Eighty, harus mendapat pengobatan antibiotika atau antijamur yang sesuai. Dan tidak boleh mengonsumsi obat tanpa melakukan pemeriksaan dan konsultasi dokter. Pemakaian obat yang tidak tepat, misalnya antibiotika, justru akan memunculkan resistensi kuman. Artinya, kuman semakin kebal terhadap antibiotika yang digunakan dengan cara tidak tepat.

Keputihan tidak normal dengan bau tidak sedap, bahkan disertai darah, juga bisa menjadi gejala awal kanker serviks. “Sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Supaya bisa diilakukan pemeriksaan detil , dan dipastikan sebab keputihan tersebut,” ungkap dr Eighty. Dengan pemeriksaan ini, dokter akan bisa mendiagnosis dengan tepat, sekaligus menentukan pengobatan yang sesuai.