Hari: 24 November 2023

Mahasiswa FK UNAIR Borong Medali Olimpiade SIMPIC di ThailandMahasiswa FK UNAIR Borong Medali Olimpiade SIMPIC di Thailand

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kembali menorehkan prestasi. Empat Dokter Muda (DM) FK UNAIR berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu sekaligus juara 2 kategori tim dalam SIMPIC yang diselenggarakan pada 4-5 Maret 2023. SIMPIC sendiri merupakan Olimpiade Mikrobiologi, Imunologi dan Parasitologi yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Siriraj, Universitas Mahidol, Thailand. Yang menjadi juara 1 adalah tim tuan rumah sendiri yakni Universitas Khon Kaen.

Empat orang ini antara lain Muhammad Yasir Syafa’atulloh, Marselia Febriyanti Sihotang, Garuda Nusantara Putra Utomo dan Maulana Bagus Adi.

Mendapatkan juara dua dari 50 tim dari berbagai kampus dunia disyukuri oleh Ketua Tim FK UNAIR, Maulana Bagus Adi.

“Kami bersyukur masih diberi kesempatan menang. Soalnya sulit dan sangat bervariasi,” ujarnya Selasa, 7 Maret 2023.

Bagi Maulana dan tim, dari tiga topik yang dilombakan, materi imunologi yang ia anggap tersulit. Hal ini karena materi ini membutuhkan banyak hafalan. Apalagi, sebenarnya tiga materi ini tidak menjadi mata kuliah di kampus.

“Di FK UNAIR yang kami pelajari lebih ke praktisnya. Sehingga untuk olimpiade, kami belajar teori dari buku referensi yang diberikan,” ujarnya.

Maulana bersyukur, perjuangan timnya selama tiga bulan mempersiapkan diri mendapatkan hasil yang sepadan. Lebih dari itu ia berterima kasih kepada Dr. Manik Retno Wahyunitisari, dr., M.Kes yang telah memberikan bimbingan hingga sampai ke titik ini. Juga Priyo Budi Purwono, dr., M.Si., SpMK (dosen FK UNAIR yang sedang menempuh S3 di Uviversitas Mahidol) yang telah mendampingi selama di Thailand.

Pimpinan Fakultas Kedokteran pun memberikan dukungan yang luar biasa. Kami diberi kesempatan meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik,” ungkap Maulana. (ISM)

FK UNAIR- NIID Jepang Kolaborasi Riset Resistensi AntimikrobaFK UNAIR- NIID Jepang Kolaborasi Riset Resistensi Antimikroba

Resistensi antibiotik merupakan ancaman serius dalam dunia Kesehatan. Kendati demikian, topik ini belum jamak diperhatikan. Karenanya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) bekerjasama dengan NIID (National Institute of Infectious Disease Tokyo Jepang) tengah melakukan penelitian bersama mengenai isu ini.

Wakil Dekan 3 FK UNAIR, Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes menyebut, fokus pada penelitian ini sangat lengkap. Meliputi resistensi antimikroba pada manusia, rantai makanan dan lingkungan. Diharapkan melalui kolaborasi riset ini ditemukan jawaban yang bisa menjadi sumbangsing kedua institusi untuk menekan angka resistensi antimikroba.

“Resistensi antibiotik ini merupakan masalah global yang dan terjadi di berbagai negara, tidak hanya di Indonesia. Dan ini tentu dibutuhkan pemecahan masalahnya.” ujarnya.

Sebagai Langkah awal, pada tanggal 19-20 Februari 2023 lalu pihak NIID melakukan kunjungan ke FK UNAIR untuk koordinasi dengan tim FK UNAIR. Setelah koordinasi dilakukan, penelitian ini segera dimulai.

Tim FK UNAIR sendiri tersusun dari dua departemen. Antara lain Departemen Mikrobiologi, dan Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencehahan. Tim FK UNAIR dikoordinir oleh Prof. Kuntaman, Dr. Sulistiawati dan Dr. Linda Dewanti. (ISM)

3 MABA FK UNAIR Juara Favorit Lomba Kampanye Kesehatan Internasional –3 MABA FK UNAIR Juara Favorit Lomba Kampanye Kesehatan Internasional –

Jika mendengar kata es dawet pikiran kita pasti tertuju pada minuman manis legit khas Indonesia. Identitas ini secara cerdas diambil oleh tiga Maba FK UNAIR sebagai topik kampanye pencegahan diabetes millitus pada remaja. Menariknya, kampanye mereka menjadi juara favorit dalam lomba kampanye Kesehatan tingkat Internasional.

Adalah Harsari Irza R, Hanifah Dzakiyah, Shafira Tsabita B. Mereka menjadi juara favorit dalam lomba kampanye kesehatan yang digelar oleh AMSA (Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia) Internasional. Mereka berhasil bersaing dengan kelompok dari 20 negara di Asia seperti Uzbekistan, Korea dan lain sebagainya.
Es Dawet Campaign sendiri merupakan kependekan dari Let’s Significantly Elevate Diabetes Mellitus Awarenes Together. Yang artinya merupakan ajakan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit Diabetes Mellitus. Kampanye berlangsung selama satu bulan sejak November 2022 lalu.

“AMSA Internasional ini mengadakan beberapa lomba salah satunya kampanye mengenai Non-Communication Disease (Penyakit Tidak Menular, Red). Kami ikut yang ini,” ujar Hanifah ditemui di Gazebo Tengah, Jumat, 20 Januari 2023.

Kampanye mengenai Diabetes Mellitus dipilih karena kasus diabetes terutama Diabetes Mellitus (Diabetes Tipe 2) di Indonesia meningkat dan terjadi tidak hanya pada orang tua tapi juga remaja. Karena alasan itulah mereka mengangkat tema ini. Merangkul penderitanya dengan memberikan dukungan serta membagikan kesadaran akan pentingnya mencegah diabetes bagi remaja sebagai upaya preventif.

“Kami memberikan love letter kepada teman-teman kami, anak muda yang sedang berjuang dengan diabetes dengan love letter, ajakin mereka main game dan bentuk dukungan moral lain supaya mereka tidak merasa sendiri dalam perjuangan ini,” ujar Icha.

Usaha tiga maba ini dalam kampanye tidak main-main. Sebagai generasi milenial, Mereka memaksimalkan platform digital. Seperti Instagram. Di sana mereka membagikan fakta-fakta mengenai diabetes tipe 1 dan 2. Baik dalam postingan, story maupun reels.

“Kami juga membuat podcast mengajak salah satu remaja penyintas diabetes millitus. Harapannya, banyak anak muda penikmat podcast yang sadar bahwa diabetes mellitus itu ada dan sudah bisa dialami remaja,” timpal Shafira.

Untuk memberikan informasi yang akurat, mereka juga mengadakan seminar online menggandeng dokter spesialis anak.

Usaha kampanye juga dilakukan offline dengan memberikan edukasi kepada masyarakat di tempat wisata Jalan Tunjungan. Mereka juga sempat mengadakan acara untuk anak-anak.

Agar kampanyenya bisa sampai lebih luas, tiga mahasiswa kreatif ini juga merekrut 30 relawan dari berbagai daerah di Indonesia untuk meluaskan kesadaran yang sama.

Ditanya apakah mereka kerepotan menyiapkan lomba di tengah penyesuaian masa kuliah, ketiganya sepakat mengiyakan. Namun keduanya bisa berjalan dengan baik dengan manajemen waktu. Seringkali mereka diskusi dan mengerjakan proyek saat mengisi jam kuliah dimulai. Bahkan sampai sepulang kuliah.

“Sebenarnya lomba ini berat poll karena banyak yang harus dikerjakan. Alhamdulillah semester ini bloknya Medico Socio Entrepreneurship. Materinya masih ringan dan tidak membutuhkan hafalan yang bagaimana banget. Jadi tidak menyita konsentrasi kami,” ungkap Shafira lagi.

Tiga mahasiswa ini senang sekaligus tak menyangka menyandang gelar juara meskipun Maba. Mereka berharap edukasi dan kampanye yang dilakukan memberikan insight yang positif kepada anak-anak muda tidak hanya di lingkungan FK UNAIR, tapi sampai ke anak muda ti luar Indonesia. (ISM).

Kerjasama FK UNAIR -Polri untuk Pendidikan PPDS Bagi Dokter Polri –Kerjasama FK UNAIR -Polri untuk Pendidikan PPDS Bagi Dokter Polri –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) akan bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menerima PPDS dari dokter POLRI. Nantinya, FK UNAIR akan membuka jalur pendaftaran khusus untuk peserta PPDS ini. Termasuk didalamnya menyediakan kuota peserta per semester.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subsp F.E.R menyebut, dibukanya program ini merupakan kontribusi FK UNAIR dalam menjawab permasalahan kekurangan dokter spesialis di Indonesia beserta distribusinya. Apalagi keberadaan Polri juga menyebar, tidak hanya di kota besar namun juga menyebar ke daerah terpencil.

“FK UNAIR terbuka dengan kolaborasi terlebih yang memberikan manfaat signifikan pada pelayanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya di sela Kunjungan Polri ke FK UNAIR, Selasa, 28 Februari 2023.

Saat kedua belah pihak tengah bersiap. Mulai SDM hingga prosedur pelaksanaan nanti. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama.

Karo Kespol Puddokes Polri, Brigjend dr. Hisbullah Huda, Sp.PD bersama Dekan FK UNAIR saat membicarakan rencana pembukaan program PPDS Polri di ruang dekan (28/02)

Karo Kespol Puddokes Polri, Brigjend dr. Hisbullah Huda, Sp.PD menjelaskan, program program ini digagas dalam rangka memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Polri. Setelah lulus, mereka akan ditempatkan di seluruh Indonesia untuk mengisi posisi di Rumah Sakit Bhayangkara dan di Bidang Kesehatan Kepolisian Daerah (Polda). Saat ini ada 34 Polda dan 37 rumah sakit yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Ini upaya Polri mempercepat, membantu pemerintah, memperluas akses pelayanan khususnya terhadap kebutuhan Masyarakat Indonesia terhadap pelayanan kesehatan,” paparnya.

Adapun Program Studi (Prodi) Spesialis yang ditawarkan antara lain Bedah, Anestesi, Penyakit dalam. Juga Prodi Forensik yang menjadi kekhususan Polri untuk menunjang tugas Polri.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Dekan karena Calon PPDS Hybrid Polri akan diberikan afirmasi. Artinya tentu ada perlakuan spesifik yang membantu dokter-dokter polisi yang sudah lolos seleksi internal untuk bersekolah tidak dites lagi. Tapi diberikan kesempatan untuk bersekolah di Fakultas Kedokteran UNAIR,” ujarnya.

Polri membutuhkan dokter-dokter yang ingin bergabung menjadi polisi. Setiap tahun Polri membuka pendaftaran melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Rata-rata per tahun dibutuhkan 40 dokter umum dan dokter gigi untuk bergabung di Polri.

Dipilihnya FK UNAIR untuk kerjasama ini tak lepas dari kualitas pendidikan. Apalagi tahun ini FK UNAIR menjadi fakultas kedokteran terbaik di Indonesia.

” Rumah sakit Bhayangkara di Jawa Timur ada 10. Ini membuka peluang bagi temen-temen yang saat ini bekerja di RS Bhayangkara di jajaran Polda Jatim, areanya dekat. Sehingga dengan adanya kerjasama ini ibarat kata kita buka sehingga larinya kencang,” tambahnya.

Program ini berlaku untuk polisi di seluruh Indonesia. Bukan hanya di Jawa Timur. (ISM)

FK UNAIR – Asosiasi Dokter Spesialis Kulit Kamboja Jalin Kerjasama –FK UNAIR – Asosiasi Dokter Spesialis Kulit Kamboja Jalin Kerjasama –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) terus memperluas jaringan baik di dalam hingga luar negeri. Yang terbaru, FK UNAIR menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Dokter Spesialis Kulit Kamboja (Cambodia Dermotological Society). Penandatangan Kerjasama (MoA) dilakukan pada 8 Maret 2023.
Lima institusi terlibat dalam penandatangan Kerjasama ini. Antara lain FK UNAIR, RSUD Dr. Soetomo dan RS. UNAIR. Serta – Asosiasi Dokter Spesialis Kulit Kamboja dan Khmer Soviet Friendship Hospital.

Proses Penandatanganan Kerjasama (MoA) (dari kiri ke kanan : Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD Dr. Soetomo Primada Kusumaninggar, drg., M.Kes. ; Direktur RS Unair Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD (K-PTI), FINASIM-ICAHS ; President of Cambodian Dermatological Society & Deputy Director of KSFH  Dr. Chan Vicheth ; Wakil Dekan I FK UNAIR Dr. Ahmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Supsp. Onk(K)., FICS)

Wakil Dekan 1 FK UNAIR, Dr. Ahmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Supsp. Onk(K)., FICS berharap, melalui perjanjian kerjasama ini, Tri Dharma Perguruan Tinggi di kelima institusi bisa meningkat.

“Tentunya yang kami harapkan adalah peningkatan dalam hal penelitian, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Mari Bersama-sama untuk mewujudkan hal tersebut,” terangnya di Aula FK UNAIR.

Dr. Chan Vicheth, Sebagai Presiden Asosiasi Dokter Spesialis Kulit Kamboja berharap, kerjasama ini mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari lima institusi yang terlibat. “Khususnya dalam bidang Kesehatan Kulit dan kelamin,” terang Perwakilan dari Departemen Kulit Khmer Soviet Friendship Hospital ini. (ISM)

Layanan Posyandu Lansia Untuk Staf Departemen FK UNAIR Berusia 60 Tahun Lebih –Layanan Posyandu Lansia Untuk Staf Departemen FK UNAIR Berusia 60 Tahun Lebih –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyelenggarakan Posyandu untuk lansia di Kantor Dharmawanita FK UNAIR. Jumat, 17 Maret 2023. Posyandu diikuti oleh 25 staf departemen FK UNAIR berusia 65 tahun ke atas. Juga pengurus senior dharmawanita FK UNAIR.

Ketua Dharmawanita FK UNAIR, Dra. Elmi Mufidah, Apt. M.Kes menyebut, layanan dikelola oleh Dharmawanita FK UNAIR menggandeng Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam dan Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo. Tujuannya untuk memberikan skrining kesehatan kepada lansia.

“Usia lansia ini kan menderita penyakit degeneratif seperti diabetes, kolesterol dan sebagainya. Nanti (dengan posyandu lansia) biar kesehatannya terkontrol dan tetap sehat dan bugar di usia senja,” terangnya ditemui seusai acara.

Pemeriksaan Pendengaran oleh salah satu pasien posyandu yang dilakukan di ruangan DWP FK UNAIR

Beragam pemeriksaan kesehatan dilakukan. Meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan lab meliputi kolesterol, asam urat, gula darah, tulang dan pendengaran. Selain itu lansia yang hadir juga diajak untuk melakukan senam lansia sehingga tubuh mereka semakin bugar.

Elmi menyebut, posyandu lansia hari ini masih dalam uji coba. Ke depan kegiatan akan dikembangkan lagi sehingga sehingga fakultas lain dan masyarakat sekitar juga bisa menikmati layanan dari posyandu lansia ini,” tambahnya.

Posyandu ini dilaksanakan akan rutin dilaksanakan selama tiga bulan sekali setiap hari Jumat. (ISM)

Sambut Ramadhan, FK UNAIR Adakan Pengajian –Sambut Ramadhan, FK UNAIR Adakan Pengajian –

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1444 Hijriyah, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) mengadakan pengajian. Kegiatan berlangsung di Aula dengan penceramah Prof.Dr. Abdullah Sahab, Ir. dan diikuti oleh Sivitas Akademika FK UNAIR.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso,dr., Sp.OG, Subsp, F.E.R., menuturkan, penggajian ini diharapkan bisa meluruskan niat untuk menyambut hadirnya bulan Ramadhan. “Kami adakan pengajian untuk menyambut Ramadhan supaya (warga FK UNAIR) lebih siap menyambut hadirnya bulan Ramadhan,” terangnya dalam sambutan, Jumat, 17 Maret 2023.

Pengajian ini diramaikan oleh grup Banjari dari organisasi kerohanian Islam FK UNAIR, Assalam. Di mana mereka membuka pengajian dengan lantunan shalawat merdu.

Pembukaan pengajian dengan lantunan shalawat oleh grup Banjari dari organisasi kerohanian Islam FK UNAIR, Assalam

Pengajian ini merupakan pembuka rangkaian kegiatan yang disiapkan FK UNAIR untuk meramaikan Ramadhan. Selain pengajian, nantinya juga ada beberapa kajian keislaman, salat tarawih berjamaah, edukasi kesehatan seputar Ramadhan dan berbagai kegiatan lain.

“Kegiatan sudah disusun sedemikian rupa oleh Dokter Asra selaku ketua panitia acara Ramadhan tahun ini. Semoga ini bisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah serta kecintaan kepada Nabi Muhammad, SAW,” tambah dekan yang akrab disapa Prof Bus ini.

Terakhir dekan berharap, kegiatan Ramadhan yang setiap tahun rutin dilaksanakan ini mampu menyelaraskan ibadah civitas akademika di Bulan Ramadhan dan mendorong untuk selalu berkegiatan positif selama bulan puasa. (ISM)

Doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Prof.Dr. Abdullah Sahab, Ir.

KPLA FK UNAIR Berhasil Menyelenggarakan Seminar Kedokteran Pendakian Pertama di Indonesia –KPLA FK UNAIR Berhasil Menyelenggarakan Seminar Kedokteran Pendakian Pertama di Indonesia –

Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesculap Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (KPLA FK UNAIR) berkolaborasi dengan platform edukasi @dokterpendaki, berhasil menyelenggarakan Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) 2023 pada Minggu, 19 Maret 2023. Seminar yang mengusung tema “Current issues in Indonesia Mountain Medicine” dilaksanakan secara hybrid di HARRIS Hotel & Conventions, Gubeng, Surabaya, dan melalui Zoom Meeting.

Seminar ini dibuka dengan sambutan hangat dari Dr. dr. M. Adib Khumaidi, Sp.OT (Ketua Umum PB IDI), Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG., Subs. F.E.R. (Dekan FK UNAIR), dan dr. Reyner Valiant T., Sp.OT., M.Ked.Klin (Chairman IMMS 2023). Kegiatan IMMS 2023 sebagai seminar kedokteran pendakian pertama dan terbesar di Indonesia berhasil menghadirkan para expertise di bidang kesehatan dan pendakian di Indonesia di antaranya:

  1. Rocky Gerung (Filsuf, Akademisi, dan Intelektual Publik Indonesia)
  2. dr. Bambang Pujo Semedi, Sp.An-KIC (Kepala Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo)
  3. dr. Agung Malinda, Sp.OT (Kepala Rumah Sakit TNI-AL Belawan, Medan)
  4. dr. Martinus M. Leman, DTMH., Sp.A (Dokter Spesialis Anak dan Penggemar Kegiatan Alam Bebas)
  5. dr. Ratih Citra Sari (Anggota WANADRI)
  6. Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.EM (WHO Advisor of Snake Bites)
  7. dr. Sophia Hage, Sp.KO (Tim Medis Federasi Panjat Tebing Indonesia)
  8. dr. Larona Hydravianto, SpOT(K) (Dokter Subspesialis Konsultan Orthopaedic Spine)
  9. Rahman Mukhlis, S.Pd (Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia)
  10. Sofyan Arief Fesa (7 Summitter Dunia)
  11. Furky Syahroni, S.T (Mountain/Hiking Content Creator)
Rocky Gerung saat mengisi materi

Sebagai organisasi pecinta alam sekaligus tim bantuan medis, KPLA FK UNAIR sangat menyoroti angka kematian ketika pendakian yang makin meningkat. Hal ini salah satunya didasari oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya pendaki pemula, terkait persiapan dan manajemen kesehatan saat mendaki.

“Latar belakang IMMS 2023 didasari oleh rendahnya pengetahuan para pendaki terkait masalah kesehatan selama pendakian di saat tren mendaki gunung sedang tinggi-tingginya. Mendaki itu perlu persiapan, baik secara fisik, mental, dan logistik,” tambah Salsabila Auliya selaku ketua panitia IMMS 2023.

Seminar IMMS 2023 mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari total sekitar 500 peserta yang hadir baik secara luring maupun daring. Seminar kedokteran pendakian ini dikemas secara ciamik oleh para pemateri sehingga dapat dipahami oleh masyarakat umum. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan kembali dengan topik, konsep, dan narasumber yang tidak kalah kerennya.

“Kami berharap seminar ini dapat menjadi batu loncatan besar bagi bidang kedokteran pendakian untuk mulai diketahui oleh masyarakat umum secara luas,” kata Muhammad Akhbar selaku ketua KPLA FK UNAIR.

Penulis: Ilham Rahmanto

Departemen Anak FK UNAIR Undang Ahli Pertumbuhan dari JermanDepartemen Anak FK UNAIR Undang Ahli Pertumbuhan dari Jerman

Pertumbuhan anak merupakan cerminan dari kesejahteraan anak. Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDG) poin 2 dan 3, pertumbuhan dan kesehatan anak merupakan amanat yang menjadi perhatian penting setiap negara.Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pertumbuhan anak maka Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi RSUD Dr Soetomo – FK Unair mengundang Prof. Dr. Med. Michael Hermanussen, MD, PhD dan Dr. Christiane Scheffler dalam acara Guest Lecture pada Jumat, 10 Maret 2023. Acara ini diikuti oleh total 300 peserta luring dan 500 peserta daring yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis anak. 

“Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga berkomitmen untuk memberikan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat yang berkualitas tinggi untuk meningkatkan kualitas perawatan anak di Indonesia, sebagai upaya kontribusi dalam menjawab tantangan global SDGs” jelas Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes, Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Kegiatan ini juga sebagai wadah untuk meningkatkan kerjasama riset tentang pertumbuhan, dan follow up kerjasama riset referensi kurva pertumbuhan nasional Indonesia, yang dilaksanakan secara multisenter di Bali, Jakarta, Kupang, dan Medan.

“Kami sangat berharap kegiatan ini dapat membentuk ikatan kerjasama dengan para ahli di seluruh dunia untuk meningkatkan pengetahuan kita sebagai tenaga kesehatan” tutur drg. Primada Kusumaninggar, M.Kes, Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketua departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, Dr. Muhammad Faizi, dr., Sp.A(K) berharap bahwa melalui acara ini departemen anak dapat memperluas kerjasama penelitian, pembelajaran, dan akademik, serta para audiens dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait pertumbuhan anak.

Materi pertama oleh Dr. Nur Rochmah, dr., Sp.A(K) membahas tentang pertumbuhan anak dari sudut pandang endokrin. Faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan anak adalah hormon, terutama hormon pertumbuhan. Penting bagi dokter untuk mengetahui kelainan pertumbuhan yang dipengaruhi hormon, agar anak mendapat tatalaksana yang tepat.

Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Med. Michael Hermanussen, MD, PhD menyampaikan materi tentang faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan anak antara lain status ekonomi, kondisi sosial, politik, dan emosional.

Mengangkat topik stunting dan nutrisi di Indonesia, Dr. Christiane Scheffler memaparkan bahwa perlu dilakukan optimalisasi perkembangan dan pencegahan morbiditas pada anak pendek di Indonesia agar anak dapat mencapai tingkat kesehatan yang optimal.

Dr. Muhammad Faizi, dr., Sp.A(K) sebagai promotor acara juga menyampaikan materi tentang tatalaksana anak yang lahir dengan kondisi kecil masa kehamilan (small for gestational age). Perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan yang ketat terhadap anak yang lahir kecil, sehingga apabila anak menunjukkan pola pertumbuhan yang tidak sesuai target maka dapat segera dirujuk ke dokter spesialis anak.

Acara ini diselenggarakan dengan harapan dapat membuka wawasan dalam hal pertumbuhan anak, yang telah lama menjadi masalah besar tidak hanya di Indonesia, namun juga secara global.

Pemerataan Spesialis Ke Daerah, Dekan Berharap Keselamatan Nakes Lebih Diperhatikan –Pemerataan Spesialis Ke Daerah, Dekan Berharap Keselamatan Nakes Lebih Diperhatikan –

Pemerataan dokter spesialis bukan hanya menyoal bagaimana dokter mau mengabdi. Lebih dari itu, bagaimana negara yang mendorong distribusi ini hadir secara nyata. Terutama dalam menjamin keselamatan para tenaga kesehatan saat mengabdi di daerah apalagi untuk daerah yang rawan.

“Mereka (tenaga kesehatan) tidak akan tenang melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kalau jiwanya terancam,” ujar Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.0G, Subsp. F.E.R.

Dekan berharap, insiden yang telah merenggut nyawa Mawartih Susanti, dr., Sp.P di Nabire, Papua tidak terulang lagi. Harapannya, Pemerintah Kota (Pemkot), Pemerintah Provinsi (Pemprov), TNI dan kepolisian berkoordinasi untuk menjamin keselamatan para nakes yang bertugas ke daerah.

“Siapa akhirnya (nakes) yang mau ke daerah, sudah terpencil, akses pendidikan anak sangat minim, apalagi ketambahan keamananannya terancam, ya tidak akan berminat,” terangnya ditemui usai melantik 104 dokter spesialis baru Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Selasa, 21 Maret 2023.

Selain keselamatan, dalam mensukseskan upaya distribusi dokter spesialis, dekan berharap pemerintah juga menaruh perhatian kepada kesejahteraan nakes. Termasuk diantaranya kejelasan status kepegawaian juga akses pendidikan anak sejawat dokter yang berdinas ke daerah. Paling tidak jika ketiga hal ini terjamin, bisa mendorong motivasi nakes untuk ke daerah.
Ini memerlukan andil tidak hanya dari sektor kesehatan dalam hal ini kementerian kesehatan. Tapi juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Fakultas kedokteran yang memproduksi dokter spesialis. Juga pemerintah provisini maupun kota untuk bersama-sama mengurai persoalan ini.

“Mari kita bersama-sama memikirkan bagaimana negara hadir untuk mensejahterakan dan menyehatkan masyarakat. Tentu semua intansi harus bekerjasama semuanya,” tambah dekan yang akrab disapa Prof Bus.

Pengabdian dokter ke daerah melalui sejarah yang Panjang. Di tahun 80 hingga 90 an, dokter begitu lulus langsung diangkat pegawai negeri dan ditetapkan di daerah terluar selama 3 tahun. Lama kelamaan negara tidak mampu menanggung biaya sehingga aturan ini diganti dengan dokter sukarela atau PTT.

Bagi Budi, wajib kerja beberapa tahun ke daerah bagi lulusan dokter merupakan program yang sangat bagus sehingga pelayanan kesehatan di daerah bisa terjamin. Tinggal yang menjadi tugas bersama adalah bagaimana ini dimunculkan kembali dan bagaimana pemerintah meregulasi sistem yang ada.

“Termasuk pembiayaan untuk menghadirkan mereka meskipun tidak diangkat sebagai pegawai negeri. Kemudian kesejahteraan mereka dan pendidikan anak nakes yang dibawa berdinas ke daerah dan lain-lain,” tambahnya.

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sendiri terus mendorong lulusan spesialisnya mau mengabdi ke daerah. Sehingga membantu mengurai permasalahan distribusi dokter spesialis di Indonesia.

Dekan juga mengucapkan belasungkawa atas gugurnya Dokter Mawar. Dokter Mawartih merupakan alumnus Prodi Paru-paru FK UNAIR yang lulus pendidikan pada tahun 18 Januari 2018.

“Kita berduka atas berpulangnya Almarhum,’ tukas dekan. (ISM)