Hari: 22 November 2023

Prof Nuh Ajak Para Dokter Rajin Berwakaf –Prof Nuh Ajak Para Dokter Rajin Berwakaf –

Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof Mohammad Nuh mengajak para dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) untuk rajin berwakaf.

Ajakan itu disampaikan Prof Nuh saat memberikan ceramah agama usai tarawih bersama dengan dekanat, dosen dan karyawan FK UNAIR di Gedung Graha Bik (GraBik) Sabtu, 1 April 2023 malam.

“Jadikan gerakan berwakaf, jadikan wakaf sebagai lifestyle. Gerakan tiada hari tanpa berwakaf, tiada hari Jumat tanpa berwakaf dan tiada bulan tanpa berwakaf,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Dikatakan Prof Nuh, amal jariah yang nantinya dibawa seseorang sampai ke akhirat adalah shodaqoh jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang sholeh yang mendoakan orang tuanya.

Prof Nuh menjabarkan ketiganya bagaikan segitiga di mana shodaqoh jariah berada di bawah kiri, di atas adalah anak yang sholeh dan di bawah kanan adalah ilmu yang bermanfaat.

“Semua dokter itu sudah memiliki ilmu yang bermanfaat, tinggal shodaqoh jariah serta anak-anak yang sholeh. Ketiganya saling terkait, tidak mungkin memiliki anak yang sholeh tanpa adanya ilmu yang bermanfaat. Dan ilmu bermanfaat tidak mungkin bisa diraih tanpa adanya infrastruktur dari sebuah shodaqoh jariah,” jelasnya.

Salah satu shodaqoh jariah adalah wakaf. Prof Nuh pun menjelaskan tentang beda antara zakat dan wakaf. Dikatakan Prof Nuh, zakat itu ibaratnya biaya operasional kemasyarakatan. Begitu zakat dikumpulkan langsung dihabiskan. Tapi kalau wakaf bagaikan biaya modal atau investasi.

“Kalau misalnya zakat ayam, maka ayamnya dipotong dibagi-bagikan, habis. Tapi kalau ayam itu diwakafkan maka ayam itu tidak boleh dipotong. Ayam itu harus diternakkan dan hasil ternaknya itu yang dibagikan. Sehingga wakaf itu akan terus tumbuh,” ujar Prof Nuh.

Prof Nuh pun menegaskan bahwa untuk bisa berwakaf tidak harus berupa tanah dan bangunan tapi juga dalam bentuk uang.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subsp, F.E.R mengaku mulai terbuka wawasannya tentang wakaf. Dikatakannya ternyata wakaf itu tidak hanya dengan membangun masjid dan sejenisnya tapi bisa dengan uang.

“Kemanfaatannya itu. Kalau punya investasi dalam bentuk sukuk, obligasi, hasil dari itu untuk menyantuni anak-anak tidak nampu. Itu manfaatnya luar biasa,” jelas Prof Budi.

Kehadiran Prof Nuh d FK UNAIR ini diharapkan bisa memberikan pencerahan bagi selurub sivitas akademika. (ISM)

Sekolah Quran untuk Mahasiswa FK UNAIR –Sekolah Quran untuk Mahasiswa FK UNAIR –

Turut menyemarakkan malam Nuzulul Quran, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Ngaber (Ngabuburit Bersama). Kegiatan ini sekaligus membuka Sekolah Quran, Jumat 7 April 2023.

Sekolah Quran sendiri merupakan program yang dipersembahkan oleh organisasi keislaman mahasiswa FK UNAIR, Assalam, yang memfasilitasi mahasiswa untuk mendalami Al Quran. Diantaranya untuk memperbagus bacaan (Tahsin) dan menghafal (tahfidz).

“Sebaik-baik belajar adalah belajar Al-Qur’an (tahfiz), menghafalnya dan memperbaikinya (tahsin), dan Al-Qur’an merupakan sumber dari keberkahan” ujar Ketua Assalam, Bilal Burhanuddin dalam sambutannya.

Sekolah Quran 2023 bisa diikuti oleh civitas akademika FK UNAIR maupun masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan program kerja departemen Pembinaan Bacaan Al-Quran organisasi keislaman FK UNAIR, Assalam.

Bilal berharap, Sekolah Qur’an di tahun 2023 juga tahun-tahun setelahnya bisa berjalan dengan lebih baik dan spektakuler, Juga tahun-tahun setelahnya.

“Semoga acara-acara seperti ini menjadi perantara tumbuhnya semangat bagi keluarga FK dalam meraih kebaikan dan berkah Al-Qur’an,” tambahnya.

Pembukaan sekolah Quran yang diselenggarakan di hall gedung Airlangga Medical Education Center (AMEC) ini berlangsung khidmat.

Menghadirkan talkshow inspiratif seputar Al-Quran bersama dr. Faizal Mahdi. Talkshow juga dapat diikuti melalui zoom meeting untuk memfasilitasi peserta yang tidak dapat hadir secara luring.

Dalam tausiahnya, Dokter Faisal Mahdi membahas tentang nuzulul quran. Ia berharap malam nuzulul quran menjadi momen umat islam untuk menumbuhkan rasa sadarnya untuk mendalami Al Quran. Sesuai dengan ajaran Hasan Al Basri yang ia sampaikan, “Perbaiki yang sisa, manfaat kan sebaik-baiknya karena kita tidak tahu kapan Rahmat Allah datang, dan bulan Ramadhan merupakan salah satu pintu dari datangnya Rahmat Allah”.

Kegiatan yang digelar pada sore hari ini dilanjutkan dengan buka bersama. Ditutup dengan perpindahan peserta untuk sholat maghrib di Masjid Ulul Albab dan melaksanakan shalat tarawih bersama.

Penulis : M. Nabiel Firdausi & Salma Akira Prihatmoko
Editor : Isma

FK UNAIR Adakan Pengajian Khusus Wanita Peringati Ramadan & Kartini –FK UNAIR Adakan Pengajian Khusus Wanita Peringati Ramadan & Kartini –

Masih dalam rangka memperingati Ramadhan 144H, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menggelar pengajian. Bedanya, pengajian kali ini hanya diikuti oleh perempuan. Mengingat pengajian ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kartini yang akan jatuh pada tanggal 21 April mendatang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) FK UNAIR. Diharapkan mampu meningkatkan ketaqwaan selama bulan Ramadhan. Juga sebagai momentum untuk mengenang kembali semangat juang yang dimiliki oleh RA Kartini.

Tafsir Al Quran Pertama di Indonesia Lahir Atas Jasa Kartini

Kartini dikenal sebagai pahlawan nasional sekaligus pelopor emansipasi. Namun masih belum banyak yang tahu bahwa ia adalah sosok di adanya tafsir Quran pertama di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ustadzah Evi Silfia saat mengisi tausiah di FK UNAIR memperingati Bulan Ramadhan 1444 Hijriyah dan Hari Kartini 2023.

“Bukan hanya pahlawan nasional, ibu kartini ini lah merupakan sosok dibalik tafsir al quran pertama di Indonesia,” ujarnya dihadapan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) FK UNAIR dan civitas akademika yang hadir, Kamis, 13 April 2023.

Ustadzah Evi Silfia saat mengisi tausiah di FK UNAIR

Secara tidak langsung ini mengajarkan bahwa sosok Kartini saja, yang juga mencurahkan pikirannya untuk kesetaraan, juga masih memikirkan tentang agamanya. Mendorong untuk mempelajari tafsir sehingga mengetahui isi al quran bukan dan menerapkannya, bukan hanya membacanya.

“Karena Al Quran itu menuntun manusia bersikap. Bagaimana berperilaku dari bangun hingga tidur lagi. Karenanya tidak hanya meneladani semangatnya, hendaknya perempuan juga meneladani ketaqwaan Kartini pada agama,” tambahnya.

Apalagi, lanjutnya perempuan merupakan calon ibu. Seorang pendidik anak-anak yang harus cerdas dan paham agama. Karena tak dipungkiri, ibu adalah kunci dibalik lahirnya sosok yang hebat.

Sejarah Penyusunan Tafsir Al Quran Atas Usulan Kartini

Di Jepara, saat belajar mengaji pada KH Sholeh Darat, Kartini kecil terkesan dengan tafsir berbahasa Jawa yang diajarkan oleh guru ngajinya tersebut. Ia merasa, karena mampu meresapi makna al Quran melalui tafsir, hatinya menjadi tenang.

Saat itu, KH Sholeh masih menyelesaikan 13 juz untuk ditafsirkan. Kartini kecil memberikan usulan kepada guru ngajinya ini untuk menyelesaikan 30 juz tafsirnya. Kyai Sholeh saat itu mengatakan bahwa tafsir al Quran tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Seorang harus menguasai ilmu ilmu bantu tafsir yang lengkap. Dari gramatika Arab, nahwu, sharaf, ilmu badi’, ma’ani, bayan, muhasnatil kalam, nasikh mansukh, asbaabul wurud, asbaabun nuzul, dan lain-lain. Setelah menguasai semuanya, baru diperbolehkan menafsirkan Alquran.

Namun Kartini meyakinkan Kyai Sholeh bahwa ia memiliki kemampuan tersebut. Mendengar kalimat tersebut, KH Sholeh menangis karena takjub. Anak sekecil itu memiliki usulan mengenai tafsir.
Mendengar usulan tersebut hanya meminta doa agar dimampukan dalam menyusun kitab tafsir berbahasa Jawa. Hingga beberapa tahun kemudian Kiai Sholeh mulai menafsirkan Alquran dalam bahasa Jawa, Faid ar-Rahman fii Tafsir Ayat Alquran karya KH Sholeh Darat.

Kisah ini dikutip dari cerita Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah dan Pendiri STAI An-Nawawi Purworejo, KH Achmad Chalwani Nawawi di kajian Kisah Raden Ajeng Kartini Mengaji Alquran di kanal Youtube NU Online.

Bazar Ramadhan, Pengajian dan Pembagian Sembako

Kegiatan keagamaan di FK UNAIR kali ini diselenggarakan oleh DWP FK UNAIR. Selain tausiah, acara diisi dengan penampilan grup banjari, bazar Ramadhan serta pembagian sembako kepada tim kebersihan di FK UNAIR.

Pembagian sembako yang diberikan kepada petugas kebersihan yang ada di FK UNAIR

Ketua DWP FK UNAIR, Dra. Elmi Mufidah, M.Kes berharap, kegiatan ini menjadi memontum untuk meningkatkan ketaqwaan dalam bulan Ramadhan. Selain itu juga sekaligus mengingatkan semangat juang Kartini.

“Ini juga kali pertama pengajian diadakan offline. Tahun lalu kami adakan online. Semoga ini menjadi keberkahan untuk kita semua,” ujarnya dalam sambutan. (ISM)

Dokter Mengaji, 40 Hafidz dari FK UNAIR Khataman Quran –Dokter Mengaji, 40 Hafidz dari FK UNAIR Khataman Quran –

Memaksimalkan ibadah di akhir bulan ramadhan, empat puluh hafidz khataman Al Quran di halaman Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Mereka semua merupakan mahasiswa. Terdiri dari mahasiswa Fakultas kedokteran dan fakultas lain di UNAIR.

Khataman dimulai sejak pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Bergelut dengan teriknya matahari Surabaya tidak menyurutkan semangat para calon dokter ini untuk mengaji. Alunan merdu ayat-ayat al Quran yang mereka bawakan terdengar sampai ke jalan raya.

“Dari empat puluh orang tadi, tiga puluh enam diantaranya adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran, ”ujar Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subsp. F.E.R., Sabtu, 15 April 2023.

Dekan terkesan dengan banyaknya hafidz di lingkungan FK UNAIR. Prestasi yang terus melesat di FK UNAIR ini tak lepas dari peran mahasiswanya yang tidak hanya berprestasi dalam hal akademis. Ia berharap, akan semakin banyak penghafal al quran dari FK UNAIR.

“Kami berharap lulusan FK UNAIR bisa memberikan manfaat lebih luas ke masyarakat. Bisa mengobati pasien sekaligus berdakwah,” tambahnya.

Bilal Baharuddin Baihaqi, salah satu hafidz Al Quran menyebut, ini menjadi kali pertamanya melakukan khataman al Quran di tempat terbuka. Selain diganjar pahala, ia berharap kegiatan ini juga bisa menjadi wadah dakwah mahasiswa.

“Semoga dengan dilakukan di tempat terbuka secara tidak langsung menjadi ajang dakwah untuk masyarakat sekitar,” terangnya.

Ketua organisasi mahasiswa keislaman, Assalam ini bersyukur, FK UNAIR selalu mendukung bahkan memfasilitasi segala kegiatan mahasiswanya. Tak terkecuali kegiatan keagamaan.

“Alhamdulillah banget FK UNAIR ini sangat peduli terhadap aspek-aspek keagamaan. Yang jadi tugas kit aini tinggal bagaimana mengoptimalisasi dukungan yang sudah ada tersebut,” tambahnya.

Khataman Al Quran ini merupakan bagian dari acara dokter mengaji. Program Ramadhan baru FK UNAIR di tahun 2023. Tak hanya khataman, kegiatan yang juga untuk memperingati NuzuluL Quran ini juga diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Muh. Munir.

Dokter Mengaji merupakan acara ke empat dari rangkaian kegiatan FK UNAIR di Bulan Ramadhan. Sebelumnya, sudah ada kegiatan santunan kepada anak yatim, tarawih berjamaah, juga pengajian. Rangakaian acara akan ditutup dengan Halal Bihalal setelah lebaran nanti.

Diharapkan, segala kegiatan keislaman bisa mendekatkan warga FK UNAIR pada Allah. Tentunya sekaligus memaksimalkan amalan di bulan Ramadhan. (ISM)

Halal bi Halal dan Silaturahmi Keluarga Besar FK UNAIR –Halal bi Halal dan Silaturahmi Keluarga Besar FK UNAIR –

Yth. Seluruh Sivitas Akademika
Di Lingkungan Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga

Mengharap dengan hormat kehadiran Saudara pada kegiatan Halal bi Halal dan Silaturahmi
Keluarga Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang akan diselenggarakan
pada.

Hari, tanggal : Selasa,2Mei2023
Waktu : 10.00 WIB – selesai
Tempat : Graha-BIK IPTEKDOK FK UNAIR

FK UNAIR Jajaki Kerjasama Dengan Seoul National University –FK UNAIR Jajaki Kerjasama Dengan Seoul National University –

Terus memperluas mitra luar negeri, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menjajaki kerjasama dengan Seoul National University (SNU). Kamis, 27 April 2023, Dekan beserta jajarannya berkunjung ke kampus terbaik di Korea Selatan tersebut.

“Kami diterima dengan sangat baik oleh Dekan Fakultas Kedokteran SNU, Prof Jeong Eun Kim M.D, Ph.D,” ujar Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subps, F.E.R dihubungi melalui sambungan telepon.

Dalam kunjungan ke universitas terbaik dunia nomor 29 versi QS World University Rank (WUR) 2023 ini, disepakati beberapa poin kerjasama lanjutan. Diantaranya pertukaran mahasiswa dan staf dosen (student & staf mobility). Juga, penelitian, publikasi, kuliah hingga webinar bersama.

“Saat ini kedua institusi sedang mempersiapkan draft perjanjian kerjasama. Semoga dalam beberapa bulan ke depan kerjasama ini lebih resmi dengan adanya MoA,” tambah dekan.

Sebelumnya, Hubungan baik antara FK UNAIR dan SNU sudah terjalin di tingkat departemen. Beberapa staf dosen FK UNAIR mengambil fellow di SNU. Diantaranya staf dari departemen bedah plastik, bedah saraf serta orthopaedi & traumatologi.

“Dengan adanya kerjasama yang formal, diharapkan departemen lain juga menyusul. Sehingga kami optimis ini memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di FK UNAIR maupun SNU,” tambah Wakil Dekan 3, Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes.

Kolaborasi dengan SNU ini akan menambah wahana bagi mahasiswa S1 untuk mengisi blok elektif. Ini akan bermanfaat bagi mahasiswa kelas Internasional yang diwajibkan untuk belajar di kampus luar negeri selama beberapa bulan untuk memenuhi mata kuliah elektif atau pilihan. Tentunya dengan mata kuliah yang relevan untuk diterapkan di FK UNAIR.

“Ini menjadi program yang paling potensial dilakukan pada jenjang S1. Tidak hanya FK UNAIR saja yang akan mengirim mahasiswa, SNU juga akan mengirimkan mahasiswanya ke UNAIR. Nanti akan kami buatkan program sehingga mahasiswa SNU ini bisa berlayar bersama RS Terapung Ksatria Airlangga sehingga mendapatkan paparan mengenai pelayanan kesehatan kemaritiman dan tantangannya,” tambah Wakil Dekan 1 FK UNAIR, Dr. Ahmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Supsp. Onk(K)., FICS.

Terus memperluas kolaborasi internasional merupakan upaya FK UNAIR untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan. Diharapkan kemajuan-kemajuan di dunia pendidikan kedokteran ini turut membantu memperbaiki pelayanan kesehatan di Indonesia. (ISM)

Dua Minggu Lagi, FK UNAIR-Yonsei University College of Medicine Teken MoA –Dua Minggu Lagi, FK UNAIR-Yonsei University College of Medicine Teken MoA –

Dua minggu lagi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) dan Yonsei University College of Medicine akan meneken perjanjian kerjasama.

“Saat ini kami (FK UNAIR dan Yonsei University Medical College) sedang memeriksa draft MoA. Insyaallah dalam dua atau beberapa minggu ke depan, sudah bisa ditandatangani,” terang Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subsp.F.E.R, Jumat, 28 April 2023.

Yonsei University masuk dalam top universitas terbaik di Korea Selatan. Bersama dengan Seoul National University dan Korea University. Ketiganya mendapatkan julukan SKY yang artinya langit dan merupakan akronim dari tiga kampus tersebut.

Dalam kunjungannya di Korea Selatan, Kamis, 27 April 2023, dekan dan jajarannya juga mengunjungi Yonsei University. Rombongan disambut langsung oleh Dekan Yonsei University, Eun Jig Lee, M.D, Ph.D.

“Sama seperti dengan SNU, kami menyepakati beberapa poin kerjasama. Termasuk dalam mobility program, riset dan publikasi hingga lecture,” terangnya.

Saat ini, FK UNAIR sendiri memiliki satu guru besar mitra atau adjunct professor dari Yonsei University. Yakni Prof. In Seok Moon, MD yang merupakan pakar neuro-ontologist. Ia mengajar dalam Departemen THT-KL.

Beberapa staf dosen FK UNAIR saat ini juga tengah menjalani fellowship di Departemen THT Yonsei Univesity College of Medicine.

“Departemen THT-KL Yonsei University memiliki peminatan pada subspesialis yang sangat lengkap. Semuanya ada sampai subspesialis onkologi. Penelitian dan publikasi juga berjalan sangat baik. Karenanya beberapa staf kami banyak mengambil fellow di sana,” terang Wakil Dekan 1, FK UNAIR, Dr. Ahmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Supsp. Onk(K)., FICS.

Tak hanya pertukaran staf, diharapkan ke depan, FK UNAIR juga bisa mengirimkan residen PPDS untuk stase di rumah sakit milik Yonsei University. Sehingga menambahkan skill dan wawasan dalam pelayanan THT-KL.

“Tentunya kami harap kerjasama tidak hanya di departemen THT-KL saja, tapi juga meluas ke departemen lain. Seperti bedah saraf dan penyakit dalam,” tambahnya.

Lebih lanjut, penerapan Academic Health System (AHS) di Yonsei University juga berjalan baik. Di mana selain dari fasilitas kampus dan sarana penelitian yang memadai, sistemnya sudah berfokus pada pengembangan industri. Sehingga FK UNAIR yang juga saat ini tengah mengembangkan sistem AHS bisa belajar banyak ke Yonsei University. (ISM)

Webinar Class on Entrepreneurship 2023 “Techno-Entrepreneurship : Tantangan di Era Disrupsi”Webinar Class on Entrepreneurship 2023 “Techno-Entrepreneurship : Tantangan di Era Disrupsi”

Kampus A UNAIR – Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo 47, Surabaya – 60131
Telp. (031) 5020251, 5030252, 5030253
Fax. (031) 5022472
Email : [email protected]

Inaguration Adjunct Profesor from Leiden UniversityInaguration Adjunct Profesor from Leiden University

Faculty of Medicine Universitas Airlangga
respectfully request of your presence to attend and participate
in the

INAUGURATION OF
Prof. dr. Pancras C. W. Hogendoorn
Prof. dr. Jan M. M. van Lith
Prof. dr. Wilco C. Peul
from Leiden University, The Netherlands

as the adjunct professor of
Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Indonesia

on Tuesday, 9 May 2023
08.55 – 11.45 (GMT +7)

Online via Zoom https://s.id/AdjunctProfesorLeiden
Offline at Aula FK Unair

Penampilan Kelas Internasional Baru FK UNAIR : Mirip Bioskop –Penampilan Kelas Internasional Baru FK UNAIR : Mirip Bioskop –

FK UNAIR baru saja meresmikan ruang kelas Internasional baru, Jumat, 5 Mei lalu. Meski dalam bangunan heritage, kelas baru ini memiliki desain interior modern. Bahkan bisa dibilang penampilannya tidak jauh berbeda dengan bioskop.

Dibuat dengan kursi khas bioskop yang empuk. Dan desain dudukannya yang bertingkat dilengkapi dengan LCD besar di depan, bangunan kelas ini tak ubahnya gedung bioskop. Ruang kelas ini juga ramah kepada penyandang disabilitas karena disiapkan tempat untuk kursi roda di barisan depan.

Kelas internasional ini diperuntukkan mahasiswa prodi kedokteran yang masuk melalui jalur internasional atau biasa disebut International Undergraduate Program (IUP). Dimana dalam perkuliahannya pengantarnya menggunakan bahasa Inggris.

“Kami berharap dengan fasilitas baru ini, mahasiswa kelas internasional dapat belajar dengan nyaman dan mencapai potensi terbaiknya,” ujar Dekan FK UNAIR, Prof.Dr. Budi Santoso, dr., Sp.og, Subps.F.E.R dalam sambutannya.

Bukan hanya menonjolkan bahasa saja, ditargetkan nantinya 50 dosen dalam kelas internasional FK UNAIR ini merupakan dosen asing dari kampus luar negeri.

Selain itu, kelas internasional ini juga menawarkan pilihan mengambil double degree dengan kampus asing. Yang sudah berjalan saat ini dengan Melbourne University Australia. Ke depan kelas ini juga menawarkan program double degree dengan Manchester University, Inggris, Leiden University, Erasmus University dan beberapa kampus di ASIA.

“Saat ini kami tengah mengupayakan Ke DIKTI sehingga ijazah yang diterima di kampus luar negeri ini bisa diakui di Indonesia,” tambah dekan.

Peresmian Kelas Internasional oleh Dekan FK UNAIR (tengah berbaju putih) beserta jajarannya dan perintis kelas internasional Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta (empat dari sisi kanan)

Peluncuran ruang kelas internasional baru ini didatangi oleh para perintis, mahasiswa kelas internasional Angkatan pertama dan mahasiswa kelas internasional Angkatan saat ini.

Dalam launching ruang kelas internasional ini juga dilakukan serah terima jabatan Koordinator Kelas Internasional sebelumnya, Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta, dr., Sp.AndKIC, KNA kepada Ahmad Khairul Rizky Purba, dr., M.Kes.Sp.FK.,Ph.D

Kelas Internasional di FK UNAIR berdiri sejak tahun 2010. Digawangi oleh Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta, bersama dengan Prof. Suharto, Prof Subijanto, Prof Harjanto, Dr. Hermanto Tri Juwono, dr., Sp.OG(K) dan Samsriyaningsih Handayani, dr., M.Kes. M.ED.Ph.D

“Kami persiapan selama dua tahun sejak tahun 2008. Dengan segala sumber daya yang ada saat itu kita merintis adanya kelas internasional ini,” terangnya.

Prof Rita mengisahkan, saat awal diresmikan dulu, terdapat 10 mahasiswa. 10 dari Indonesia dan 2 mahasiswa asing. Prof Rita bangga semua lulusan kelas internasional ini sudah menemukan jalan masing-masing dan semuanya menempuh pendidikan spesialis. Enam diantaranya hadir dalam peresmian kali ini. (ISM)