Hari: 19 November 2023

Pemeriksaan Gratis untuk Lansia oleh Staf Dokter Spesialis dan PPDS FK UNAIR –Pemeriksaan Gratis untuk Lansia oleh Staf Dokter Spesialis dan PPDS FK UNAIR –

Pada perayaan hari lansia di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Selasa, 6 Juni lalu, diselenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis di Ruang Sidang A. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini melibatkan dokter spesialis dan PPDS dari beberapa departemen di FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, seperti departemen Ilmu Penyakit Dalam divisi Geriatri, Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, serta Orthopaedi dan Traumatologi.

Selain kegiatan ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) juga telah menjadwalkan posyandu lansia setiap tiga bulan sekali setiap hari Kamis. Posyandu ini akan dilaksanakan di kantor DWP FK UNAIR. Meskipun saat ini layanan tersebut terbatas untuk staf dan tenaga kependidikan di lingkungan UNAIR, namun ke depannya posyandu lansia ini akan dibuka untuk umum.

Setelah senam usai, para lansia ini diajak untuk memeriksakan kesehatan tubuhnya. Memeriksa tensi, asam urat hingga gula darah. Tak sedikit juga yang berkonsultasi mengenai keluhan nyeri yang dirasakan.

“Kami memahami, lansia rentan menderita penyakit degeneratif. Karenanya dalam peringatan hari lansia ini, kami juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Semoga bermanfaat untuk membantu mendiagnosa dan meringankan keluhannya,” ujar Ketua DWP FK UNAIR, Dra. Elmi Mufidah, Apt. M. Kes.

FK UNAIR Adakan Posyandu Balita Tiap Satu Bulan Sekali –FK UNAIR Adakan Posyandu Balita Tiap Satu Bulan Sekali –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyelenggarakan posyandu balita setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini rutin diadakan setiap hari kamis minggu kedua.

Di Bulan Juni ini, Posyandu Balita Melati FK UNAIR diselenggarakan pada hari Kamis, 8 Juni 2023. Bertempat di area Sekretariat DWP FK UNAIR, acara dihadiri kurang lebih 56 ibu dan balita yang berdomisili di kedungsroko dan Kedung tarukan.

Posyandu yang dikelola oleh Dharmawanita Persatuan (DWP) ini menggandeng beberapa departemen di FK UNAIR. Diantaranya departemen Ilmu Kesehatan Anak, Penyakit Dalam, Obstetri & Ginekologi , Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Bedah Umum dan beberapa departement pendukung lainnya.

Pada Kamis lalu, 6 tenaga dokter Spesialis dan PPDS dari tim Tumbuh kembang Ilmu Kesehatan Anak serta 20 Pengurus DWP FK UNAIR terjun dalam posyandu balita.

Ketua DWP FK UNAIR, Dra. Elmi Mufidah, Apt., M.Kes mengungkapkan, program posyandu balita ini bertujuan untuk memantau status perkembangan balita sehingga dapat mendeteksi adanya kelainan pertumbuhan dan perkembangan (Stunting) balita lebih dini.

“Ibu-ibu pelaksana posyandu Balita ini telah mendapat pelatihan /pengarahan dari tim pelaksana Puskesmas Pacar Keling yang telah diadakan pada hari Senin, 29 Mei 2023. Koordinasi rutin diberikan oleh puskesmas Pacarkeling untuk pelaksanaannya agar sesuai dengan SIP ( Sistem Informasi Posyandu),” terangnya.

Adapun sasarannya untuk menjamin kesehatan balita di Lingkungan Karyawan di Lingkungan FK Unair dan lingkungan masyarakat disekitarnya.

“Pelaksanaan Posyandu Balita ini disambut antusias oleh warga sekitar karena berbeda dengan pelayanan di tempat tinggalnya,” tambahnya.

Setelah balita diperiksa perkembangan dan pertumbuhannya, ibu dan balita dapat berkonsultasi langsung oleh tenaga staff dokter spesialis tumbuh kembang RSUD Dr. Soetomo.

Kegiatan rutin Posyandu Balita Melati FK UNAIR meliputi pendataan ibu dan balita danpenimbangan berat badan, lingkar kepala dan tinggi badan balita. Selain itu konsultasi tumbuh kembang dari tim dokter tumbuh kembang.

Kemudian konsultasi kesehatan gigi balita. Pemberian makanan tambahan berupa nasi, sup ayam, telur, puding dan Snack PMT.

“DWP FK UNAIR berharap kegiatan ini terus mendapatkan dukungan dan respon positif dari masyarakat. Sehingga kedepannya bisa melayani pemeriksaan kesehatan ibu dan balita mulai dari melayani vaksinasi, imunisasi maupun kebutuhan kesehatan lainnya” tukasnya.

enulis : Ismaul Choiriyah

Kuliah Tamu Dosen Kanada di Prodi Kebidanan FK UNAIR, Bahas Kesinambungan Perawatan Ibu Hamil –Kuliah Tamu Dosen Kanada di Prodi Kebidanan FK UNAIR, Bahas Kesinambungan Perawatan Ibu Hamil –

Program Studi (Prodi) Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) mendatangkan dosen dari Kanada untuk mengisi kuliah tamu, Kamis, 8 Juni 2023. Dosen yang dihadirkan kali ini adalah Elizabeth Darling. Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan dari Universitas Mc Master University, Kanada.

Kuliah tamu yang membahas tentang kesinambungan Perawatan Ibu Hamil oleh Bidan (Midwife Continuity of Care) ini berhasil menarik minat mahasiswa S1 dan profesi. Setidaknya 200 orang mengikuti kuliah yang digelar di Hall AMEC.

Continuity of care adalah perawatan ibu hamil yang dilakukan secara kontinyu, mulai dari awal hamil hingga melahirkan. Poinnya, ibu hamil sebaiknya ditangani oleh satu bidan yang akan mendampingi dari awal hingga selesai. Dengan begitu, progres kehamilannya bisa terpantau dengan baik. Sistem ini sudah berjalan di beberapa negara namun belum berjalan dengan baik di Indonesia.

“Di Indonesia sistem pelayanan bagi ibu hamil umunya masih share care. Kapan mereka datang ke puskesmas, atau rumah sakit, ya tenaga medis yang bertugas saat itu yang menangani. Kemudian nanti datang lagi, yang menangani beda lagi,” terang Dwi Izzati S.Keb.Bd.,MSc selaku Sekretaris Prodi.

Padahal, dengan continuity of care, kesehatan ibu hamil beserta janinnya bisa lebih terpantau dengan baik. Ibu hamil juga akan mendapatkan konseling dan informasi yang searah dari satu orang yakni bidan yang menangani. Ini menghindari dari silang informasi antara satu bidan dengan yang lain.

“Di sini posisi bidan sebagai leader. Dengan model seperti ini, bidan bisa memastikan kualitas kehamilan pasien,” tambahnya.

Lebih lanjut, mengapa ini penting, tubuh manusia, terutama perempuan sangat kompleks. Begitu juga kesehatan fisiknya yang tidak hanya dipengaruhi oleh aspek fisik saja, namun aspek sosio kultur dan lingkungan. Dengan continuity of care ini, pendampingan ibu hamil bisa lebih personal dan mendalam.

Dwi Izzati berharap, model ini bisa juga diadaptasi di Indonesia. Paling tidak, berawal dari institusi pendidikan, dari Prodi Kebidanan FK UNAIR yang merupakan salah satu Center of Excellent pendidikan kebidanan di Indonesia.

“Kita (Indonesia) sistemnya belum visible untuk itu. Yang menjadi payung secara legal maupun kesepakatan bersama secara lokal. Namun setidaknya bisa kita terapkan secara mendasar di pendidikan. Dan inisiasi di lokal dulu di wilayah Surabaya dengan advokasi dengan pihak terkait. Mudah- mudahan bisa menjadi pilot ke nasional dan kita tawarkan ke institusi yg lebih tinggi,” tambahnya.

Prodi Kebidanan FK UNAIR menjadi Center of Excellent, percontohan pendidikan kebidanan bersama empat prodi kebidanan lain di Indonesia. Kehormatan ini diberikan oleh Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) bersama Kementerian Kesehatan RI.

Melalui pendanaan yang diberikan, Prodi Kebidanan FK UNAIR difasilitasi untuk mengembangkan pendidikan, kapasitas SDM dan menghasilkan produk yang hasilnya bisa ditularkan ke center pendidikan kebidanan lain.

Salah satu fasilitas yang diberikan adalah dengan menjembatani kerjasama dengan pusat-pusat kebidanan terbaik dunia, salah satunya dari Mc Master University, Kanada ini.

Penulis : Ismaul Choiriyah

FK UNAIR Kukuhkan Guru Besar Ahli Katarak dari Kanada –FK UNAIR Kukuhkan Guru Besar Ahli Katarak dari Kanada –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kembali mengukuhkan guru besar mitra (Adjunct Professor Inauguration) pada Selasa 13 Juni 2023. Prosesi digelar secara hybrid berlokasi di Aula FK Universitas Airlangga dan Toronto, Kanada.

Gelar adjunct professor baru ini diberikan kepada Prof. Steve Aaron Arshinoff MD FRCSC yang merupakan profesor asal University of Toronto, Kanada yang dilantik sebagai guru besar mitra dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata.

Prof. Steve Aaron Arshinoff merupakan directing partner dari York Finch Eye Associates. Beliau telah menulis sebanyak 285 publikasi peer-reviewed dan beberapa bab pada 18 buku teks medis. Selain itu beliau aktif sebagai reviewer maupun dalam editorial board dari beberapa jurnal oftalmologi.

Area spesialisasi dan minat khusus dari Prof. Arshinoff terutama pada bidang katarak dan bedah refraktif dimana hampir melingkupi 70% dari keseluruhan praktik beliau. Sebagai ahli dalam bidang katarak dan bedah refraktif, Prof. Arshinoff telah memberikan banyak kuliah internasional mengenai teknik bedah katarak dan bedah refraktif.

Selain ahli dalam teknik bedah katarak, Prof steve arshinoff juga merupakan delegasi resmi Kanada untuk International Standards Organization ophtalmic device expert panel yang mengatur standar global dari Ophtalmical Viscosurgical Device (OVD).

Pada tahun 2020 beliau juga mendapatkan penghargaan Outstanding Humanitarian Service Award dari American Academy of Ophthalmology atas komitmen beliau dalam menyediakan pelayanan medis dan bedah mata pada daerah terpinggir di Northern Ontario, Kanada.

“Karena itu kami merasa beruntung dapat menggandeng Prof Arshinoff sebagai adjunct professor di FK UNAIR. Beliau tidak hanya dikenal baik di Kanada maupun secara internasional karena keahliannya di bidang mata namun juga karena komitmen kemanusiaan yang beliau miliki” terang Dr. dr. Evelyn Komaratih, Sp.M(K) selaku Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK Unair.

Dekan FK Unair, Prof Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G, Subsp. F.E.R berharap, dengan menggandeng adjunct professor ini dapat menjadi jembatan untuk kolaborasi riset, pengabdian masyarakat serta pengembangan keilmuan sehingga nantinya Universitas Airlangga dapat lebih diakui secara internasional.

“Tentunya kami berharap manfaat kolaborasi ini bisa dirasakan oleh kedua belah pihak. Dan membuka jalan untuk kolaborasi lebih lanjut,” terangnya.

dengan menggandeng adjuct professor ini dapat memberikan beberapa manfaat untuk kedua belah pihak.

“Tidak hanya dalam transfer ilmu, namun juga agar nantinya dapat tercipta kolaborasi riset yang menghasilkan output berupa publikasi internasional,” terangnya.

Selain itu, inaugurasi tersebut harapannya dapat menjadi kontribusi dari fakultas kedokteran kepada Universitas Airlangga dalam meningkatkan peringkat Universitas Airlangga sebagai universitas kelas dunia (World Class University)

Prodi Doktor dan Prodi Magister Ilmu Kedokteran Dasar FK UNAIR Ikuti Rakernas XII dan KONAS Luar Biasa 2023 Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) di UNSRI PalembangProdi Doktor dan Prodi Magister Ilmu Kedokteran Dasar FK UNAIR Ikuti Rakernas XII dan KONAS Luar Biasa 2023 Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) di UNSRI Palembang

Tim dari Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menghadiri kegiatan Rakernas XII dan KONAS Luar Biasa 2023 Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) di UNSRI Palembang pada tanggal 26 – 27 Mei 2023. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Program Studi S2 Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.

Tim Prodi Doktor Ilmu Kedokteran FK UNAIR yaitu Sekretaris Program Studi Dr. Arifa Mustika, dr.,M.Si dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Dr. Reny I’tishom, M.Si. Sedangkan Prodi Magister Ilmu Kedokteran Dasar diwakili oleh Koordinator Program Studi Dr. Arifa Mustika, dr.,M.Si dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Dr. Siti Khairunnisa, M.Si. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 anggota Prodi S2 dan S3 Ilmu Biomedik maupun Ilmu Kedokteran dari seluruh Indonesia yaitu Universitas Sumatera Utara Medan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Andalas Padang, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Indonesia Jakarta, Universitas YARSI Jakarta, Universitas Atmajaya Jakarta, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Jendral Sudirman Purwokerto, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Sultan Agung Semarang, Universitas Gadjah Mada Yogjakarta, Universitas Airlangga Surabaya,  Universitas Brawijaya Malang, Universitas Hasanudin Makassar dan Universitas Udayana Denpasar.

Acara ini bertempat di Aula Azwar Agoes Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembanga dan dibuka oleh Ketua Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) Prof. Dr. Loeki Enggar Fitri, dr.,M.Kes.,Sp.Park. Agenda Rakernas kali ini adalah Penetapan anggota baru program studi S3 Ilmu Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung dan presentasi profil anggota baru. Agenda kedua Laporan kinerja semua divisi Komite KIBI dan agenda ketiga pembahasan kurikulum minimal Program Studi S2 dan S3 Biomedik.

Kegiatan hari kedua yaitu Seminar Nasional bertajuk Aspek Biomedis dan Aplikasi Klinis Herbal Medicine dengan menampilkan empat pembicara yaitu Prof. dr. Wawaimuli Arozal, M.Biomed.,Ph.D dengan topik “Potential product of medicinal herbs in metabolic, cardiovascular and aging from bench to bedside approaches”,. pembicara kedua Didik Huswo Utomo, Ph.D dengan topik “Accelarating drugs discovery from natural product using bioinformatics approach”., Pembicara ketiga Dr. dr. Mgs. M. Irsan Saleh, M.Biomed dengan topik “Potential of Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) for preventing insulin resistence in diabetes mellitus”dan pembicara keempat Dr. dr. Salmon Charles Siahaan, Sp.OG membawakan topik “Potential antioxidant effect of Moringa oliefera on Gynecologic”.

Prodi Doktor Ilmu kedokteran FK UNAIR juga aktif sebagai pengurus KIBI yaitu Dr. Reny I’tishom, M.Si sebagai Editor in Chief Jurnal KIBI “Indonesian Archieves of Biomedical Research (InABR)”. Sedangkan dari Magister Ilmu Kedokteran Dasar Dr. Siti Khairunnisa, M.Si mempunyai tugas sebagai Bendahara KIBI.

Closing ceremony Rakernas dan Konas ini yaitu hari Sabtu, 27 Mei 2023 dengan menerima anggota baru Prodi S3 Ilmu Kedokteran FK UNPAD sekaligus penutupan Seminar Nasional. (Ish)

FK UNAIR aktif hadiri Kongres Jejaring Museum Perguruan Tinggi Indonesia (JMPTI) 2023 –FK UNAIR aktif hadiri Kongres Jejaring Museum Perguruan Tinggi Indonesia (JMPTI) 2023 –

Ketua Unit Komunikasi & Informasi Publik (KIP) dan Museum Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR)  Dr. Reny I’tishom, M.Si hadiri Kongres Jejaring Museum Perguruan Tinggi Indonesia (JMPTI) di IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Universitas Atmajaya Jakarta.

Agenda Kongres sendiri ada 3 yaitu Kongres dan pemilihan Ketua JMPTI Periode 2023 – 2025, Research Day dan kunjungan ke Museum Bank Indonesia. Menurut Ishom, Museum Perguruan Tinggi ke depan tidak hanya menampilkan barang-barang lama atau kuno tetapi juga wahana edukasi baru yang dapat menjadi wahana pendidikan bagi mahasiswa maupun pengunjung. Museum harus dikelola dengan baik, untuk itu perlu pengelolaan khusus dan juga pembuat kurator yang handal untuk setiap barang yang dimiliki sehingga mahasiswa maupun pengunjung tertarik untuk berkunjung dan belajar.

Acara Kongres sendiri diawali dengan Seminar Nasional dengan topik “ Implementasi kebijakan MBKM bagi mahasiswa Perguruan Tinggi”. Seminar ini terbuka untuk umum dan mahasiswa. Keynote Speaker Seminar yaitu Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek Bapak Hilmar Farid Ph.D dengan topi “Museum Perguruan Tinggi sebagai Social Fabrics” dan Prof. Wiendu Nuryanti, Ph.D yang membawakan topik “Fungsi dan kedudukan Museum Perguruan Tinggi dalam Permuseuman di Indonesia”.

Topik seminar berikutnya dibawakan oleh Kepala Divisi IMERI FKUI dengan topik “Museum Perguruan Tinggi yang memiliki nilai jual edukatif”, pembicara kedua Kepala Museum UGM dengan topik “Model pembelajaran berbasis museum di Museum UGM” serta pembicara terakhir Kepala Museum Sandi Jogjakarta dengan topik “Best practice : Museum sebagai mitra MBKM”.  

Setelah seminar dilanjutkan dengan studi ekskursi ke Museum IMERI FKUI. Agenda terakhir hari pertama yaitu Kongres Nasional diawali dengan perkenalan masing-masing delegasi Pengelola Museum Perguruan Tinggi Indonesia. Kongres ini sendiri diikuti oleh 56 perwakilan Museum seluruh Indonesia. Selain dari Perguruan Tinggi juga diikuti oleh Museum Akademi Angkatan Laut Loka Jala Crana Surabaya, Museum POLRI Akademi Polisi Semarang, Museum Taruna Abdul Jalil Akademi Militer, Museum Zoologi Frater Vianney Frater Bunda Hati Kudus, Yayasan Pendidikan Mardi Wiyata Malang.

Kegiatan hari kedua yaitu Research Day yang berlangsung di Auditorium FKIK Unika Atma Jaya Jakarta. Research Day ini beberapa perwakilan museum memaparkan hasil penelitian terkait museum yang dikelola. Agenda hari kedua selain Research Day juga mengunjungi Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya. Agenda terakhir hari kedua adalah mengunjungi Museum Bank Indonesia di Kota Tua Jakarta sekaligus acara penutupan Rakernas pertama. Ke depan Museum Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNAIR harus mempunyai peran dalam MBKM dan menjadi tujuan utama bagi mahasiswa maupun awam yang ingin mengetahui sejarah Pendidikan Dokter di Surabaya. (Ish)

Jubir SATGAS Covid Jatim Dilantik Jadi Spesialis Jantung FK UNAIR –Jubir SATGAS Covid Jatim Dilantik Jadi Spesialis Jantung FK UNAIR –

Manajer data dan Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, M.Sc M.Biomed MBA Sp.JP dilantik jadi dokter spesialis Jantung di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Selasa, 20 Juni 2023. Ia dilantik Bersama 69 dokter spesialis dan subspesialis lain di Aula FK UNAIR.

Bisa dibilang ia adalah sosok yang penuh semangat dalam menuntut ilmu. Kendati sudah mengantongi tiga gelar master di berbagai universitas kenamaan dalam maupun luar negeri, Ia masih semangat menempuh studi spesialis.

“Kita itu kalau memilih menjadi seorang dokter, tanggung jawab untuk menuntut ilmu seumur hidup. Makanya sejak awal saya masuk kuliah, dijelaskan ilmu kedokteran selalu update. Ilmu yang sudah saya pahami tahun lalu bisa berubah, makanya perlu untuk terus belajar. Bahkan dokter senior kami juga terus mengupdate pengetahuan,” terangnya ditemui seusai prosesi Pelantikan Dokter Spesialis 1 & 2 Periode 145 di FK UNAIR ini.

Dokter yang akrab dipanggil Dokter Jibril ini menyeimbangkan antara ilmu klinis dan non klinis. Setelah lulus dokter dan master bidang biomedik di universitas terkemuka Malang, ia menempuh pendidikan master manajemen bisnis di Quantic Bussiness School Amerika Serikat. Gelar MBA ia peroleh di tahun 2018.

Di tahun yang sama, dia lulus S2 di Bidang Healthcare Enterpreneurship di University College London melalui beasiswa pemerintah Inggris, Chevening. Kemudian di tahun 2019 ia menempuh sekolah PPDS di Departemen Kardiologi FK UNAIR.

“Dalam teori-teori yang disebutkan Mc Kinsey sekarang, manusia-manusia di masa depan adalah manusia-manusia yang punya pengetahuan general supaya bisa menyelesaikan masalah secara luas. Karena kita tahu stakeholder kesehatan dan pemerintah itu gimana. Tapi kita juga harus punya satu spesialisasi. Satu bidang yang kita kuasai lebih dalam,” terangnya.

Spesialis jantung dipilihnya karena merasa prevalensi penyakit beserta tingkat kematiannya di Indonesia masih sangat tinggi. Apalagi jantung menjadi salah satu penyakit yang menjadi beban utama BPJS.

Dengan menjadi dokter spesialis jantung, pria kelahiran 20 Maret 1991 ingin ambil bagian dalam penyelesaikan masalah. “Kalau saya dokter spesialis, saya mungkin menyelesaikan masalah satu. Tapi dengan ilmu-ilmu yang tadi, macem-macem (manajemen dan entrepreneurship), saya bisa menyelesaikan masalah secara holistik mulai dari sosial dan molekuler secara bersamaan,” tambahnya.

dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, M.Sc M.Biomed MBA Sp.JP saat menerima jiazah spesialis oleh Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.

Sebagai langkah awal, pekan depan Jibril akan bertolak ke Papua untuk mengaplikasikan ilmu manajemen kesehatan dan jantung di Dinas Kesehatan Papua. Juga memberikan training dalam pelaksanaan telemedicine yang menjadi alternatif pelayanan kesehatan saat ini.

Ditanya apakah nantinya dia akan bergabung ke birokrasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia, ia belum memberikan target pasti. Saat ini fokusnya adalah terus menjalin relasi, karena itu menjadi hal krusial baik dalam pengembangan pengetahuan dan karir.

Setelah lulus ini, ia akan mengabdi di Departemen Kardiologi FK UNAIR sembari mempersiapkan diri untuk menempuh subspesialis (Sp 2) kardiologi yang hanya ada satu-satunya di FK UNAIR.

“Saya bersyukur, FK UNAIR memiliki mindset yang progresif. Subspesialis Jantung di Indonesia satu-satunya ada di sini. FK UNAIR juga membekali mahasiswanya dengan ilmu entrepreneurship. Jadi saya rasa sangat layak FK UNAIR menjadi Fakultas kedokteran terbaik di Indonesia menurut Times Higher Education,” tambahnya.

Apalagi, FK UNAIR senantiasa mendukung mahasiswanya untuk berkembang. Jibril sendiri membuktikan saat pertama kali ditunjuk menjadi Jubir Satgas COVID-19 oleh Gubernur Jatim, FK UNAIR dan RSUD Dr. Soetomo langsung memberikan dukungan.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R., mengapresiasi semangat Dokter Jibril yang terus mengembangkan ilmunya.

“FK UNAIR sangat senang jika punya murid-murid special seperti Dokter Jibril ini. Yang mendedikasikan tenaga maupun pikirannya untuk kesehatan. Karena seperti yang saya sampaikan dalam sambutan, sejatinya pendidikan kedokteran bukan hanya melahirkan dokter yang berfikir egosentris kecukupan materi diri. Namun juga bertanggung jawab akan kemajuan bangsa,” tukasnya. (ISM)

Webinar Class on Entrepreneurship 2023 “Kecerdasan Finansial Dalam Keluarga”Webinar Class on Entrepreneurship 2023 “Kecerdasan Finansial Dalam Keluarga”

You are invited to

Webinar Class on Entrepreneurship 2023

Topic:
Kecerdasan Finansial Dalam Keluarga

Saturday, July 1st 2023
09.00 – 10.05 WIB (GMT+7)
Via Zoom Webinar

register at s.id/wcefkua12

After registering for online session, you will receive a confirmation email containing information about joining the webinar.

Opening Speech:
Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG., Subsp. FER
Dean of Faculty of Medicine Universitas Airlangga

Speaker:
Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M.
Director of Ciputra Group. Executive Board Universitas Ciputra

Host:
- Hanifa Erlin Dharmayanti, dr., Sp.OG, M.M.

Moderator:

  • Dr. dr. Asra Al Fauzi, S.E., M.M., Sp.BS(K) FICS IFAANS

FK UNAIR Miliki Empat Guru Besar Baru –FK UNAIR Miliki Empat Guru Besar Baru –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) memiliki empat guru besar baru. Mereka dikukuhkan oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. DR. Mohammad Nasih, S.E. M.T., A.K, Kamis, 22 Juni 2023.
Keempat guru besar tersebut antara lain Prof. Dr. Gatot Soegiarto, dr., Sp.PD. K-AI. FINASIM, Prof. Dr. Laksmi Wulandari, dr., Sp.P(K), FCCP, FISCM, FISR., Prof. Dr. Muhtarum Yusuf, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk(K), FICS. dan Prof. Dr. Muhammad Yulianto Listiawan, dr., Sp. KK(K), FINSDV, FAADV.

Dekan FK Unair, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R mengatakan, peran guru besar di suatu fakultas sangat penting. Guru besar diharapkan kontribusinya untuk mengembangkan pendidikan Kesehatan, melakukan publikasi dan pengabdian ke masyarakat.

“Selain itu, saat ini untuk menilai status dari perguruan tinggi, disyaratkan jumlah guru besar ini menjadi salah satu indikator penilaian,” ujarnya ditemui usai menghadiri prosesi pengukuhan di Aula Garuda Mukti Kampus C Unair.

Dikukuhkannya empat guru besar ini akan menambah jumlah guru besar FK Unair menjadi 34 orang. Apalagi dari tahun 2021 hingga 2023 ini banyak guru besar yang memasuki masa pensiun dan wafat karena COVID-19.

Jumlah ideal guru besar di suatu fakultas adalah 20 persen dari jumlah dosen yang ada. Di FK Unair yang jumlah dosennya sejumlah 440 orang. Sehinga idealnya FK Unair harus memiliki sejumlah 88 guru besar.
FK Unair akan mengejar kebutuhan guru besar ini selama lima tahun ke depan. Di tahun 2023 ini, setidaknya FK Unair akan menambah sepuluh guru besar baru.

“Saya perkirakan sampai akhir tahun 2023 nanti kita akan ketambahan sampai 8 sampai 10 guru besar dan di tahun 2024 nanti kita juga akan terus menambah guru besar yang saat ini masih berproses di tingkat universitas dan Kemendikbudristek,” tambahnya.

Empat guru besar baru ini memiliki kepakaran masing-masing. Prof. Yulianto adalah pakar di bidang ilmu kusta dan laser. Prof Laksmi merupakan pakar bidang onkologi paru. Kemudian Prof Gatot pakar bidang ilmu imunologi vaksin & alergi imunologi. Dan Prof Muhtarum di bidang onkologi bedah kepala leher aspek biomolekuler.

“Kami ucapkan selamat kepada guru besar yang dikukuhkan hari ini. Dan tentunya kami menunggu terobosan-terobosan yang akan dilakukan oleh guru besar ini untuk kemajuan pendidikan di FK Unair dan peningkatan kesehatan di Indonesia,” tukasnya.

Penulis : Ismaul Choiriyah

Guest Lecture “Endocrine Problems in Pediatric”Guest Lecture “Endocrine Problems in Pediatric”

Divisi Endokrinologi Dept. Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia cabang Jawa Timur mengundang Bapak/ibu Prof/ Dr/ dr pada acara
GUEST LECTURE

Endocrine Problems in Pediatric

Acara dilaksanakan pada:
Minggu, 02 Juli 2023
Pukul : 08.00 – 11.00
Materi :
1. GROWTH IN ENDOCRINE PERSPECTIVE
2. SHORT STATURE IN CHRONIC DISEASE

Senin, 03 Juli 2023
Pukul : 08.00 – 11.00
Materi :
1. DIABETES MELITUS IN INDONESIA
2. ENDOCRINE EMERGENCY IN NEONATES
3. PUBERTY IN CHILDREN
4. DYSFUNCTIONAL UTERINE BLEEDING & ADOLESCENT AMENORRHEA

International Guest Speaker:
Prof. Dr. Margareth Zacharin, MD, Ph.D

National Speakers:
1. Dr. dr. Muhammad Faizi, Sp.A(K)
2. Dr. dr. Nur Rochmah, Sp.A(K)

Pendaftaran bisa dilakukan melalui link registrasi berikut:
https://bit.ly/GLEndocrine2023

FREE REGISTRATION
Terakreditasi SKP IDAI dan IDI

Untuk info lebih lanjut, hubungi CP:
Feelin 081333473973
Ella 085745136141
Atau ikuti IG kami: @endokrin.anak.unair

Terimakasih ??