Hari: 17 November 2023

Dekan Lantik 20 Ko Instruktur Tramed Baru –Dekan Lantik 20 Ko Instruktur Tramed Baru –

Ko Instruktur memiliki peran yang cukup krusial untuk membantu mahasiswa preklinik menguasai skill Keterampilan Medis (Tramed). Karenanya, setiap tahun Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) selalu menambah jumlah Ko Instruktur.

Di Tahun 2023, FK Unair mengangkat 20 Ko Instruktur baru Angkatan ke 17 yang dilantik pada Kamis, 20 Juli 2023. Pelantikan Ko Instruktur baru ini dilakukan langsung oleh Dekan FK UNAIR, Prof.Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subsp. F.E.R.

“Sudah cukup lama FK Unair melibatkan Ko Instruktur untuk membantu dosen dalam menyampaikan mata kuliah terutama tramed dan Problem Based Learning (PBL). Sekiranya sejak tahun 2001,” ujarnya dalam sambutannya di Ruang Sidang Gramik.

Bertugas sebagai asisten dosen dalam mengajar tramed, Ko Instruktur diharapkan membantu mahasiswa khususnya Prodi Ilmu Kedokteran untuk menguasai semua skill yang dibutuhkan sebelum terjun ke rumah sakit menjadi Dokter Muda (DM).

Seusai dilantik, Ko Instruktur baru ini mendapatkan pembekalan dari dua guru besar yang aktif di bidang pendidikan dokter. Diantaranya Prof. Dr. dr. Bambang Priambodo SpB SpOT(K) dan Prof. Dr. dr Nancy Margarita Rehatta, Sp.AnK.IC.

“Kami berharap, Ko Instruktur ini bisa menyederhanakan apa yang disampaikan oleh professor. Sehingga materi dapat dipahami dengan sempurna,” pinta Prof Bambang selaku pencetus program Ko Instruktur ini.

Penyematan Tanda Pengenal sebagai Ko Instruktur oleh Dekan FK UNAIR kepada Ko Instruktur Baru

Sebelum dilantik, Ko Instruktur sudah menjalani serangkaian seleksi mulai dari seleksi pengetahuan dan wawancara. Mereka juga telah mendapatkan pembekalan materi klinis dan metodologi pembelajaran. Dilanjutkan dengan praktik yang disebut dengan magang selama 12 pertemuan.

“Usia adik-adik dengan para instruktur kan jauh. Ketika mereka ada yang mau ditanyakan biasanya sungkan. Berbeda dengan kami yang usianya tidak terpaut jauh.Jadi pendekatannya para mahasiswa preklinik ini mungkin lebih enak komunikasinya. Ada yang mengganjal dalam pembelajaran, bisa langsung tanya ke kami. Karena pengalaman saya sewaktu S1 dulu juga begitu,” ujar Ketua Ko Instruktur Angkatan 17, Dokter Sherly Yolanda.

“Selain membantu mengajar, Ko Instruktur juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan ujian seperti OSCE dan UKMPPD agar terstandar seperti semestinya.

Ko instruktur ini akan bekerja di dalam naungan Medical Education, Research & Staf Development Unit (MERSDU) untuk Bersama-sama memajukan pendidikan di FK Unair.

Penulis : Ismaul Choiriyah

Penderita Kanker Serviks di Indonesia Bertambah 58 Orang Perhari, Departemen PA FK UNAIR Beri Penyuluhan Pap Smear untuk Nakes di Bangkalan –Penderita Kanker Serviks di Indonesia Bertambah 58 Orang Perhari, Departemen PA FK UNAIR Beri Penyuluhan Pap Smear untuk Nakes di Bangkalan –

Dua hingga tiga wanita Indonesia terdeteksi kanker serviks setiam jamnya. Artinya dalam sehari ada 58 kasus baru. Dan 20.928 setiap tahunnya.

Di negara maju, 75 persen penderitanya ditemukan pada stadium awal. Sebaliknya, di negara berkembang seperti Indonesia, 75 persen penderita ditemukan dalam stadium akhir.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana diagnosa penyakit ini bisa ditegakkan lebih awal. Dengan demikian tingkat keparahan dan resiko kematian bisa dicegah.

Saat ini diagnosa yang paling akurat untuk mendeteksi kanker serviks adalah dengan Pap Smear Karenanya Departemen Patologi Anatomik (PA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) memberikan penyuluhan Pap Smear kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSIA Hikmah Sawi, Bangkalan, Rabu, 19 Juli 2023.

Pelatihan yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat Departemen PA tahun 2023.

Wakil Ketua Departemen PA, dr. Alphania Rahniayu, Sp.P.A., Subsp.D.H.B (K) mengungkapkan, penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai Pap Smear bagi Nakes di RSIA Hikmah Sawi, Bangkalan.

Wakil Ketua Departemen PA, dr. Alphania Rahniayu, Sp.P.A., Subsp.D.H.B (K) saat memberi sambutan di awal acara seminar

“Kami yakin para nakes yang hadir di sini sudah menguasai tata laksana Pap Smear. Kami berikan penyuluhan ini untuk merefresh pengetahuan. Sehingga siap jika sewaktu-waktu diharapkan untuk melakukan Pap Smear,” ujarnya dalam sambutan.

Seminar ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama merupakan materi mengenai kanker serviks yang dibawakan langsung oleh dr. Alphania Rahniayu, Sp.P.A., Subsp.D.H.B (K). Kemudian materi kedua mengenai tata laksana Pap Smear yang dibawakan oleh Dr. Etty Hary Kusumastuti, Sp.P.A., Subsp.S.P.(K), FIAC.

Rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan Pap Smear gratis untuk masyarakat di Bangkalan yang akan diselenggarakan pada tanggal 22 Juli mendatang.

Kegiatan Pengmas ini menggandeng Persatuan Dokter Spesialis Patologi Anatomik (PDSPA) cabang Surabaya. (ISM)

Penderita Kanker Serviks Bertambah 2-3 Kasus Per Jam, Dosen Patologi Anatomik FK UNAIR Dorong Wanita Pap Smear Setahun Sekali –Penderita Kanker Serviks Bertambah 2-3 Kasus Per Jam, Dosen Patologi Anatomik FK UNAIR Dorong Wanita Pap Smear Setahun Sekali –

Kanker Serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertiggi pada wanita di Indonesia. Pasalnya, 75 persen kanker leher rahim ini baru ditemukan pada stadium lanjut. Hal ini berbanding terbalik pada negara maju yang 75 persen kasusnya ditemukan pada stadium dini.

Dokter Spesialis Patologi Anatomik (PA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr. Alphania Rahniayu, Sp.P.A., Subsp.D.H.B (K) menyebut, ada 2-3 kasus kanker serviks baru per jam. Artinya setiap tahun ada 20.928 kasus baru.

Sementara itu, ada 1 kematian akibat kanker serviks setiap jamnya. Artinya setiap tahun kematian akibat kanker ini sebanyak 9.498 orang.

“Karenanya sangat disayangkan kalau kita tidak ada usaha untuk menurunkan angka kejadian ini,” ujarnya dalam Penyuluhan Pap Smear kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSIA Hikmah Sawi, Bangkalan secara daring, Rabu, 19 Juli 2023.

Berbeda dengan kanker lain, kanker serviks sudah diketahui jelas penyebab utamanya. 90 persen penyebab kanker ini adalah infeksi Human papillomavirus atau HPV. Virus ini menular melalui aktifitas seksual.

Sebenarnya, 75 persen wanita yang sudah menjalani hubungan seksual aktif, sebagian besar pernah terinfeksi virus HPV selama hidupnya. Namun pada sebagian orang dengan faktor resiko tertentu, infeksi HPV menetap dan menjadi kanker serviks.

“Beberapa kondisi yang menyebabkan virus ini kerasan dalam tubuh dan lama-lama membuat mutasi selnya menjadi sel yang ganas diantaranya hubungan seksual usia muda, berganti-ganti pasangan, kurang menjaga kebersihan daerah kelami,” tambah Wakil Departemen PA ini.

Selain itu anak banyak, kebiasaan merokok, dan suami yang tidak dikhitan, sering terkena infeksi daerah kelamin, wanita yang imunitasnya kurang baik juga menjadi faktor resiko kanker serviks.

Sayangnya, kanker serviks jarang menimbulkan gejala. Jika sudah menimbulkan gejala, berarti infeksi sudah melibatkan jaringan atau organ sekitar. Keputihan berkepanjangan dan berbau, haid setelah menopause, nyeri panggul dan nyeri setelah berhubungan merupakan tanda-tanda kanker serviks stadium lanjut

Para Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSIA Hikmah Sawi, Bangkalan yang menjadi peserta seminar daring Penyuluhan Pap Smear

Pentingnya Rutin Melakukan Skrining Lewat Pap Smear

Sebelum menjadi kanker serviks sebenarnya memerlukan waktu yang cukup lama. Inilah kenapa skrining harus rutin dilakukan untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks. Fase ini merupakan fase pra kanker. Di mana selnya belum menjadi ganas namun sudah tidak normal. Fase ini tidak menunjukkan keluhan apapun.

Diagnosa kanker serviks adalah dengan melakukan Pap Smear. Apabila deteksi dilakukan di fase pra kanker, maka kesembuhannya bisa mencapai 100 persen. Begitu juga jika terdeteksi di stadium 1.
Dr. Etty Hary Kusumastuti, Sp.P.A., Subsp.S.P.(K), FIAC menyarankan Pap Smear dilakukan setiap satu tahun sekali. Ini berdasarkan rekomendasi dari American Cancer Society.

Untuk menghindari lupa, Dokter Etty menyarankan agar Pap Smear dilakukan di momen-momen special. Misalnya saat ulang tahun, ulang tahun pernikahan, kenaikan kelas, sehabis lebaran dan lain sebagainya.

“Ini lebih mudah diingat sehingga tidak sampai terlewat lebih dari satu tahun,” terangnya.

Tidak perlu malu atau takut untuk melakukan Pap Smear. Karena skrining ini tidak menimbulkan nyeri, melalui pemeriksaan sederhana, tidak memerlukan obat-obatan, hasil cepat diketahui dan dengan biaya yang cukup terjangkau.

“Pap Smear ini merupakan metode skrinning kanker yang diakui paling berhasil. Akurasinya sebesar 88-98 persen,” tambahnya.

Pap Smear dianjurkan untuk dilakukan bagi wanita tiga tahun setelah aktif melakukan hubungan seksual dan sebaiknya dilakukan sebelum mengalami gejala apapun.

Dianjurkan Pap Smear dilakukan 5 hari setelah masa haid berakhir. Juga tidak dilakukan setelah melakukan hubungan seksual. Ini untuk menghindari kekaburan evaluasi sel. (ISM)

Kompak, Satu Angkatan di FK UNAIR Pengmas Ke Desa Lokus Stunting di Pasuruan –Kompak, Satu Angkatan di FK UNAIR Pengmas Ke Desa Lokus Stunting di Pasuruan –

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di Indonesia menurun ke angka 14 persen per tahun 2024 mendatang. Data tahun 2021 menyebutkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan penurunan 2,7 persen setiap tahunnya.

Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa FK UNAIR tak menutup mata pada tantangan kesehatan ini. Karenanya, isu stunting diangkat dalam kegiatan Bakti Sosial (Baksos) angkatan tahun ini. Mereka mendatangi salah satu lokus stunting di Jawa Timur yang berada di Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan.

Pengabdian masyarakat ini dimulai sejak Jumat, 15 Juli hingga Senin 17 Juli 2023. Total ada 360 mahasiswa yang berangkat untuk menggelar serangkaian acara selama empat hari. Berbagai kegiatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat pun dilakukan. Mulai dari kegiatan promotif dan preventif hingga kuratif.

Promosi kesehatan dilakukan dengan jemput bola dari rumah ke rumah untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya nutrisi yang adekuat untuk mencegah stunting. Edukasi diberikan kepada ibu hamil dan ibu dengan balita.

“Teman-teman mahasiswa menyebar ke beberapa dusun untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu di rumah. Kami berharap dengan begini edukasi yang kami berikan bisa lebih mengena untuk masyarakat,” ujar Berliana Salsabila Koordinator Baksos Stimulator ini.

Dalam empat hari pengmas ini, ditemukan beberapa tantangan yang perlu dicari solusinya. Selain stunting ini, berdasarkan laporan dari petugas BKKBN setempat, angka pernikahan dini di desa Jimbaran juga masih tinggi.

Karenanya Dosen Pembimbing Pengmas, Dr. Sulistiawati, dr. M. Kes, Minggu, 16 Juli 2023 mengupayakan agar pengmas di desa Jimbaran ini bisa berkelanjutan. Harapannya dengan begitu banyak hal yang bisa dikerjakan untuk membantu mengurai masalah di desa tersebut.

“Kami akan mengupayakan itu. Jika tidak dengan pengmas ini mungkin dalam bentuk kegiatan lain,” ungkap Wakil Dekan 3 ini.

Lokasi pengmas kali ini bisa dikatakan cukup unik. Desa Jimbaran sendiri merupakan salah satu desa penghasil susu perah terbanyak di Pasuruan. Kendati demikian, Desa Jimbaran menghadapi tantangan angka stunting yang cukup tinggi. Dari tahun 2021-2023, Jimbaran masih bertahan sebagai Lokasi Khusus (Lokus) stunting.

“Kenapa anak-anak kita ini sampai kena stunting. Padahal susunya ada. Oh, ternyata di sini ibu-ibunya ke posyandu tidak aktif. Dianggap anak dua tahun ke atas tidak perlu posyandu. Inilah masyarakat perlu sosialisasi.

Berbagai upaya untuk menekan angka stunting juga sudah dilakukan. Salah satunya dengan BKKBN setempat. Kehadiran mahasiswa FK UNAIR ini diapresiasi untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat akan stunting.

“Karenanya ada sosialisasi dari Mahasiswa FK UNAIR seperti ini ya Alhamdulillah. Masyarakat semakin paham. Kami berharap ini tidak berhenti di sini saja,” pintanya.

Tak hanya soal stunting, ada banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa FK UNAIR dalam pengmas kali ini. Mulai edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke sekolah-sekolah. Kegiatan jalan sehat hingga pengobatan gratis kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Minggu, 15 Juli pagi.

Pengobatan gratis ini sendiri diikuti oleh warga sekitar. Dengan mahasiswa sebagai fasilitastor dan ditangani oleh 12 dokter spesialis dari FK UNAIR.

Penulis : Ismaul Choiriyah

UU Kesehatan Disahkan, Forum Dekan FK se-Indonesia Komitmen Jaga Kualitas Pendidikan Dokter –UU Kesehatan Disahkan, Forum Dekan FK se-Indonesia Komitmen Jaga Kualitas Pendidikan Dokter –

keterangan foto : (Dua dari kiri) Ketua AIPKI Periode 2022-2024, Prof. Dr. Budi Santoso,dr., Sp.OG, Subsp. F.E.R bersama pengurus AIPKI lain dalam Pertemuan FORDEK – AIPKI di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh pada tanggal 21 -23 Juli 2023

Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (FORDEK-AIPKI) berkomitmen untuk menjaga kualitas pendidikan dokter.

Pernyataan ini menyikapi disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan menjadi Undang-Undang (UU) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masa persidangan V, 11 Juli 2023 lalu.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan FORDEK-AIPKI 2023 yang terselenggara pada 21-23 Juli 2023 di Banda Aceh.

Ketua AIPKI Periode 2022-2024, Prof. Dr. Budi Santoso,dr., Sp.OG, Subsp. F.E.R mengungkapkan, AIPKI terus berkomitmen mengembangkan pendidikan kedokteran di Indonesia kendati belakangan pola pendidikannya tengah menjadi sorotan dari berbagai pihak.

“Kita sikapi UU Kesehatan yang disahkan DPR terlepas dari pro dan kontranya. Kita sama-sama mengawal dan memastikan sistem pendidikan dokter spesialis, dan sub spesialis tetap berkualitas,” ujarnya ditemui seusai acara, Minggu, 23 Juli 2023.

Dalam forum yang diikuti oleh dekan dari 91 institusi penyelenggara Pendidikan Kedokteran ini juga disepakati untuk pembentukan Kelompok Kerja (Pokja). Pokja ini akan memberikan masukan terhadap rancangan peraturan pemerintah dan menteri, sebagai representasi Asosiasi Institusi Pendidikan Kesehatan.

AIPKI tetap berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan kedokteran yang bermartabat, beretika, bermoral, dan profesional.

“Kami akan memastikan agar pendidikan kedokteran di masa mendatang tetap melahirkan dokter berkualitas baik. Yang melayani dengan hati dan rasa belas kasih yang tinggi,” terang Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) ini.

FORDEK-AIPKI merupakan wadah penting bagi para dekan dan pemimpin institusi pendidikan kedokteran di seluruh Indonesia untuk berkumpul, berbagi pengetahuan, dan berdiskusi mengenai isu-isu kunci dalam bidang pendidikan kedokteran

“AIPKI akan turut berperan aktif dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” tukasnya. (ISM)

Kegiatan Posyandu Balita Bersamaan Dengan Perayaan Hari Anak Nasional Ala FK UNAIR –Kegiatan Posyandu Balita Bersamaan Dengan Perayaan Hari Anak Nasional Ala FK UNAIR –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) memiliki program rutin bulanan posyandu balita yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Di Bulan Juli ini, pelaksanaan Posyandu Balita berbarengan dengan Perayaan Hari Anak Nasional 2023. Turut merayakan, pada Kamis, 13 Juli 2023, DWP FK UNAIR menggelar beberapa kegiatan di Kantor Sekretariat DWP.

Pemeriksaan dan Konsultasi Kesehatan dengan para DM (mahasiswa coass) yang membantu selama kegiatan posyandu

Selain posyandu, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Anak-anak yang datang juga diajak untuk menikmati cerita dongeng bersama.

Ketua DWP FK UNAIR, Dra Elmi Mufidah, Apt.M.Kes mengatakan, dalam setiap kegiatan, DWP selalu menggandeng dokter dan mahasiswa FK UNAIR.

“Dibantu 2 Dokter Spesialis Anak, 2 Dokter Muda dan 9 PPDS Ilmu Kesehatan Anak, “ujarnya.

Kegiatan posyandu balita diikuti oleh 56 balita yang berdomisili di lingkungan FK UNAIR. Diantaranya di Kedung Tarukan , Kedung Sroko, Pacar Keling dan sekitarnya.

“Warga menyambut dengan postitif. Mereka juga berharap agar mendapat dukungan dan kedepannya bisa melayani pemeriksaan kesehatan ibu dan balita mendapatkan pelayanan vaksinasi, imunisasi,” tambah Elmi.

Sedangkan santunan diikuti oleh anak-anak dari Yayasan Peduli Kasih ABK di Surabaya.

“Sama dengan anak-anak yang lain, ABK juga memiliki hak yang sama untuk merasa aman , tumbuh dan berkembang. Sesuai tema kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2023, 3 yaitu Anak terlindungi, Indonesia Maju,” tambahnya.

Foto bersama dengan Bunda Atin (kerudung biru) dan anak-anak yang meraih juara lomba mewarnai

Sebagai puncak acara, balita dan ABK ini diajak Bersama-sama menyaksikan dongeng yang disampaikan oleh Bunda Titin Supriyatin S.PD. mengusung penyampaian informasi bagaimana cerdas bermedia Sosial dan antisipasi kekerasan Anak di medis Sosial. Orang tua harus lebih waspada dan selektif terhadap durasi pemakaian Hp pada anak anak maupun konten yang diunduh. “Kekerasan pada Anak saat ini berbeda dengan kekerasan fisik yang dulu terjadi pada 20 tahun yang lalu”, begitu yang dikatakan bunda Atin.

Penulis : ismaul Choiriyah

Kegiatan Metastasis Offline Pertama Bersama HMPD FKKMK UGM Setelah Vakum Pandemi –Kegiatan Metastasis Offline Pertama Bersama HMPD FKKMK UGM Setelah Vakum Pandemi –

Meet Up, Discuss, and Sharing with Other Institutions (METASTASIS) merupakan program studi banding dengan insitusi diluar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang diselenggarakan oleh Departemen Hubungan Eksternal BEM KM FK UNAIR. METASTASIS perdana di tahun 2023 ini sendiri merupakan kegiatan serupa yang pertama kalinya diselenggarakan kembali secara offline setelah dua tahun vakum oleh karena pandemi COVID-19. Pada kunjungan kali ini, FK UNAIR kedatangan tamu dari Universitas Gadjah Mada, yaitu oleh perwakilan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada yang berlangsung di Kampus A Universitas Airlangga pada Sabtu, 18 Maret 2023.

METASTASIS diharapkan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa FK UNAIR dan FK KMK UGM untuk saling bertukar pikiran dan berbagi ilmu mengenai organisasi, budaya, dan juga kebiasaan yang sering dilakukan di Universitas asal masing-masing. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini diharapkan adanya hubungan yang lebih baik dengan institusi-institusi yang mengunjungi FK UNAIR. Dengan adanya kegiatan studi banding ini, mahasiswa kedokteran diharapkan untuk bisa saling berkolaborasi mulai dari pertemanan, hingga level organisasi.

Rangkaian kegiatan METASTASIS 303 terdiri atas sesi pemaparan institusi yang dilakukan oleh masing-masing institusi, yaitu BEM KM FK UNAIR yang diwakili oleh saudara Muhammad Zulfikar Defianto. Serta pemaparan oleh HMPD FK KMK UGM yang diwakili oleh saudara Chrysanta Hizkiana Simangunsong. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan divisi pada sesi Focused-Group Discussion dimana setiap divisi imbangan dapat

memaparkan program kerja, alur komunikasi, hingga pengalaman-pengalaman yang telah dirasakan ketika menjabat di divisi tersebut. Sebagai penutup acara, juga diadakan games dan hospital tour mengunjungi RS Pendidikan Dr. Soetomo.

Selama berjalannya kegiatan, tidak ditemukannya suatu permasalah yang terlalu besar pada berlangsungnya acara. Mungkin kendala-kendala yang dialami hanya sebatas kesalahan teknis minor pada saat mengoperasikan proyektor, serta keterlambatan rundown sekitar 30 menit yang membuat dokter perwakilan dari RSDS harus menunggu kami untuk melaksanakan hospital tour.

Walau terdapat berbagai kendala saat persiapan dan bahkan saat pelaksanaan METASTASIS I 2023, METASTASIS I 2023 berhasil mencapai tujuannya dalam menjalin hubungan dengan Universitas Gadjah Mada dan mendapatkan kepuasan dari seluruh anggota organisasi yang menghadiri. Harapannnya semoga berbagai kendala di METASTASIS I 2023 ini dapat menjadi pembelajaran dan evaluasi bagi pelaksanaan METASTASIS berikutnya agar dapat berjalan lebih baik lagi. Semoga METASTASIS ke depannya dapat mencapai tujuannya dengan baik.

Penulis : Andrew William, Andi Rasyida, Diva isnayni
Kedokteran 2021 Kedokteran 2022

Studi Banding KPLA FK UNAIR x TBMM HUMERUS FK UII –Studi Banding KPLA FK UNAIR x TBMM HUMERUS FK UII –

KPLA FK UNAIR merupakah salah satu anggota dari Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI), yang merupakan organisasi nasional yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan pengabdian masyarakat tingkat nasional. TBM unit di Indonesia memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Studi Banding diadakan sebagai salah bentuk kegiatan untuk pembelajaran bagi KPLA BEM KM FK UNAIR dalam keorganisasiannya.

Rangkaian kegiatan Studi Banding terdiri dari sambutan ketua KPLA FK UNAIR dan TBMM HUMERUS FK UII, pemaparan secara keseluruhan dari KPLA FK UNAIR dan TBMM HUMERUS FK UII, tukar makanan khas daerah Surabaya dan Yogyakarta, games, FGD antar divisi dari KPLA FK UNAIR dan TBM HUMERUS FK UII lalu diakhiri dengan tour de campus.

Selama rangkaian tersebut, para peserta baik dari KPLA FK UNAIR maupun TBMM HUMERUS FK UII terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan studi banding. Masing-masing TBM saling bertukar informasi mengenai kepengurusan yang sedang dijalankan. Mulai dari Struktur organisasi bahkan sampai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KPLA dan TBMM HUMERUS.

Pemaparan secara keseluruhan dilakukan oleh masing-masing ketua organisasi yang didengarkan secara antusias oleh peserta studi banding. Bahkan terdapat beberapa pertanyaan yang tidak dapat dijawab karena keterbatasan waktu sehingga dibahas saat FGD antar divisi. Setelah pemaparan, terdapat tukar makanan khas dimana TBMM HUMERUS membawa makanan khas yogyakarta seperti bakpia, gudeg dan lainya. Tidak kalah menarik, KPLA juga membawa makanan khas surabaya seperti rawon dan makanan lainya.

Pada saat FGD masing-masing TBM berkumpul sesuai dengan divisi masing-masing. Akan tetapi, ternyata TBMM HUMERUS dan KPLA tidak memiliki jumlah divisi yang sama. Sehingga KPLA menggabungkan divisi HUMAS dan FOTOGRAFI untuk FGD bersama divisi internal TBMM HUMERUS. Setelah mendapatkan insight dari FGD masing-masing divisi, kita melakukan tour de campus. KPLA menunjukkan berbagai tempat yang ada kampus FK UNAIR Surabaya dan tidak ketinggalan memperlihatkan student center, tempat dimana anggota KPLA selalu berkumpul untuk mengobrol, rapat dan masih banyak lagi. Tidak lupa acara diakhiri dengan foto bersama kemudian makan siang bersama yang akan menjadi kenangan berharga untuk KPLA dan TBMM HUMERUS. Diharapkan untuk kedepannya KPLA dapat melaksanakan acara serupa agar anggota KPLA dapat mengetahui dan belajar dari berbagai organisasi serupa yang berjalan dalam bidang bidang kegawatdaruratan medis dan kepecintaan alam.

Penulis: Nabila Aliya Rahmah V. (Kedokteran, 2020) & Salsabila Rojiqul F. (Kedokteran, 2021)

Produk Inovasi Karya Anak Bangsa sampai Malaysia –Produk Inovasi Karya Anak Bangsa sampai Malaysia –

Nama lomba pada Kegiatan pendelegasian ini adalah Malaysia Technology Expo  2023 atau yang selanjutnya disebut MTE. MTE dilaksanakan pada tanggal 16-18  Maret 2023 secara offline bertempat di World Trade Center, Kuala Lumpur,  Malaysia. Acara inovasi tahunan ini mempertemukan para inovator global,  pengusaha, peneliti dan ilmuwan, serta para ahli dari berbagai bidang dan industri  untuk memamerkan inovasi terbaru mereka, berbagi ide, dan berkolaborasi dengan  industri untuk mengembangkan teknologi dan solusi yang lebih baik membentuk  masa depan kita. Ini juga merupakan platform bagi inovator untuk memenuhi  potensi investor dan mitra.

MTE 2023 dihadiri oleh beberapa pihak terkait yang baik untuk menambah relasi  dan kesempatan baru di bidang inovasi, pengetahuan, dan riset. Pejabat Malaysia  yang sempat ditempat meliputi Pusat Informasi Sains dan Teknologi Malaysia,  Kementerian Sains Teknologi dan Inovasi Malaysia, National STEM Association,  Ministry of Higher Education, Ministry of Education Malaysia, Ministry of  Science, Technology and Innovation. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong  pertumbuhan MTE dan TechMart, sebuah teknologi pasar untuk startup dan usaha  kecil dan menengah. Melalui kemitraan ini, organisasi bertujuan untuk  menyediakan platform bagi para penggemar teknologi, investor, dan wirausahawan  untuk berjejaring, berbagi pengetahuan, dan menjelajahi peluang bisnis. Kolaborasi  ini juga akan berfokus pada promosi inovasi dan pengembangan ekosistem  teknologi lokal, menjadikan Malaysia sebagai pusat teknologi kemajuan.

Pelaksanaan pendelegasian lomba MTE 2023 ini tidak didapati masalah yang  berarti dan berhasil mendapat Gold Medal MTE 2023 dan Special Award dari  International Invention and Trade Expo London. Semoga perjuangan dan prestasi  tersebut dapat berlanjut ke lebih banyak keberhasilan.

Penulis: Nabilah Sabilillah (Pendidikan Profesi Bidan FK UNAIR 2023)

Prevent Stunting for Better and Healthier Generation –Prevent Stunting for Better and Healthier Generation –

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 25 Januari, SCOPH CIMSA UNAIR mengadakan kegiatan PROTEIN (Prevent Stunting for Better and Healthier Generation) di sepanjang tanggal 7–23 Januari 2023. Kegiatan yang merupakan program kedua selama masa jabatan periode ini diadakan dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait pencegahan stunting dan peran generasi muda dalam mendukungnya. Stunting sendiri merupakan kondisi gangguan perkembangan ketika anak tumbuh lebih pendek dibanding teman sebayanya akibat kekurangan gizi kronis. Stunting dapat mengganggu kinerja akademik yang dapat bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga berkaitan dengan penurunan kesejahteraan pada individu dengan kondisi tersebut. Hal ini dapat menjadi salah satu masalah besar bagi generasi mendatang di Indonesia apabila tidak disikapi dengan cepat dan baik. Oleh karena itu, SCOPH CIMSA UNAIR memutuskan untuk bertindak bersama dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya terkait stunting, melalui pengadaan rangkaian kegiatan PROTEIN.

Pada kegiatan Upgrading yang merupakan salah satu rangkaian pre-event dari kegiatan PROTEIN, salah satu member yang telah menjalani pelatihan pada 7 Januari 2023 sebelumnya sebagai trainer dari CIMSA Public Health Leader (PHL) diundang untuk berbagi informasi berharga terkait promosi kesehatan, stunting, dan malnutrisi. Amilia Putri Larasati sebagai CIMSA PHL berbagi ilmu terkait dasar dari promosi kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat, yang merupakan topik yang relevan dengan SCOPH sebagai SCO yang bergerak di bidang public health. Selain itu, Caesariska Deswima selaku CIMSA PHL juga berbagi ilmu terkait hubungan antara stunting dengan kondisi gizi buruk. Wawasan ini penting bagi para member untuk dapat memahami tindakan mereka terhadap masalah stunting sebelum memasuki pemberdayaan masyarakat pada Main Event PROTEIN.

Main Event dari PROTEIN sendiri dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2023. SCOPH CIMSA UNAIR memutuskan untuk bekerjasama dengan Puskesmas Mojo terkait sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini meliputi seminar dan workshop yang dihadiri oleh ibu-ibu dari Posyandu Kelurahan Mojo yang memiliki bayi di bawah usia lima tahun. Sekitar 40 ibu hadir bersama anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ini. Suasana acara terasa menyenangkan melihat ruang aula penuh oleh anak-anak yang sibuk bermain bersama sementara para ibu mendengarkan seminar. Seminar pada main event ini dibawakan oleh dr. Ratna Megasari, M. Kes., selaku Kepala Puskesmas Mojo. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam memahami stunting dan hubungannya dengan malnutrisi. Selain itu, topik yang dibawakan juga menekankan pentingnya MPASI (Makanan Pendamping ASI) dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Setelah berdiskusi serius tentang stunting dan MPASI, para peserta masih antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan workshop setelah seminar berakhir. Acara ini mendemonstrasikan cara memasak kroket nasi, sebagai salah satu MPASI sehat bergizi dengan biaya bahan yang terjangkau, dipandu oleh Vivin Retno Lestari, selaku Konselor Anak Puskesmas Mojo. Para ibu tampak bersemangat untuk mempelajari resep-resep baru yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Setelah mengalami pengalaman luar biasa dalam Main Event PROTEIN dengan Puskesmas Mojo dan Posyandu, rangkaian acara ditutup dengan melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran peran generasi muda dalam mencegah stunting sebagai masalah kesehatan masyarakat. Post-event berupa kampanye yang dilakukan ini merupakan talkshow yang disiarkan melalui Instagram live yang dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2023. Bersama Dominikus Raditya Atmaka, B.Sc.(Nutr.), MPH selaku dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, kami membahas secara tuntas mengenai pentingnya peran generasi muda dalam mencegah stunting. Dengan suksesnya post-event ini, rangkaian kegiatan PROTEIN telah mencapai akhir.

Selama proses persiapan keseluruhan rangkaian acara ini, tentunya kami sempat bertemu dengan beberapa kendala yang tetap tidak menghalangi kami untuk dapat melaksanakan acara sebagaimana mestinya. Meski demikian, besar harapan kami agar acara yang serupa juga dapat diadakan pada tahun kepengurusan berikutnya yang juga bertujuan untuk memperingati Hari Gizi Nasional. Mengingat masih cukup banyak problema kesehatan terkait gizi di negara Indonesia yang dapat diangkat untuk disosialisasikan, acara serupa cukup penting untuk diadakan kembali.

Penulis: Nathanael Jonathan Tjipta (Kedokteran 2021)