Hari: 16 November 2023

Ilmu Penyelamatan Korban Secara Vertikal –Ilmu Penyelamatan Korban Secara Vertikal –

Sekolah Vertical Rescue Indonesia merupakan kegiatan pelatihan untuk melakukan penyelamatan korban secara vertical dengan seritifikasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Vertical Rescue Indonesia, sebuah organisasi yang menggeluti bidang vertical rescue yang berbasis di Malang. Kegiatan ini sebelumnya pernah diikuti oleh KPLA FK UNAIR di tahun 2018. Adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan ini baru dilaksanakan kembali di tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 – 19 Februari 2023 di Wisata Coban Putri Jalur Lkr. Bar., Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

KPLA FK UNAIR mengirimkan 3 orang anggotanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu Hanin (GPN XXXIII), Aziz (GPN XXXIII), dan Mughni (GPN XXXI). Partisipasi KPLA FK UNAIR dalam kegiatan ini dimaksudkan agar nantinya KPLA FK UNAIR sebagai tim bantuan medis, dapat memiliki anggota yang terampil dalam melakukan penyelamatan dan penanganan korban, walaupun dalam keadaan vertikal.

Sekolah Vertical Rescue diadakan dalam bentuk pemberian materi dan praktik. Acara dimulai pada hari Jumat, 17 Februari 2023 pukul 08.00 WIB, namun para delegasi baru bisa mengikuti acara pada pukul 15.00 WIB karena jadwal kuliah yang tidak dapat ditinggalkan. Sayangnya, dengan keterlambatan tersebut para delegasi melewatkan pemberian materi, namun masih mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik. Materi disampaikan oleh para ahli di bidangnya. Beberapa materi yang diberikan adalah: pengenalan alat, suspension tramu dan first aid, anchoring media lunak dan keras, houling system dan lowering system 1 tahap. Selain pemberian materi, dilakukan juga beberapa demo simulasi dan praktik, salah satunya mengenai bilayer, ascending, descending. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi seluruh peserta dan panitia.

Kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan banyak ilmu dan pengalaman baru bagi para delegasi. Pemateri-pemateri yang expert dan sangat berpengalaman di bidangnya membuat seluruh peserta dapat memiliki kesan yang baik terhadap acara ini. Secara keseluruhan, para delegasi tidak menemukan kendala yang berarti. Harapannya dengan kegiatan pendelegasian ini, ilmu yang didapatkan oleh delegasi dapat diteruskan kepada anggota KPLA lainnya sehingga nantinya dapat diterapkan ketika dibutuhkan.

Oleh: M. Herdianto Hanindyo (Kedokteran 2021), Aziz Syaharuddin (Kedokteran 2021), M. Hawaril Mughni (Kedokteran 2019), Salma Nur Sajidah (Kedokteran 2019)

Urgensi Tingginya Tuberkulosis di Indonesia, Delegasi FK UNAIR Meraih Juara 3 Esai Ilmiah Atma Cordis Ilmiah Aesculapius FKIK Unika Atma Jaya 2023 dengan Gagasan “IMPACT”Urgensi Tingginya Tuberkulosis di Indonesia, Delegasi FK UNAIR Meraih Juara 3 Esai Ilmiah Atma Cordis Ilmiah Aesculapius FKIK Unika Atma Jaya 2023 dengan Gagasan “IMPACT”

Bukan hal asing bagi Ksatria Airlangga dalam meraih Juara untuk mengharumkan nama Universitas Airlangga. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Delegasi FK UNAIR sebagai Juara 3 Lomba Esai Ilmiah Atmacordis Ilmiah Aesculapius 2023 yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta.

Atmacordis Ilmiah Aesculapius 2023 mengangkat tema “Effort to Ameliorate Tropical Infectious Diseases as A Renowned Global Health Burden Through Innovative Medical and Scientific Strategies.” dengan 6 cabang lomba yaitu Esai Ilmiah, Scientific Paper, Literature Review, Public Poster, Scientific Poster, dan Video Edukasi.

“Saya dan rekan saya, Mayandra, mewakili UNAIR di cabang lomba Esai Ilmiah Atmacordis Ilmiah Aesculapius 2023 pada tahun ini.” ungkap Rafi Pratama yang merupakan ketua tim. Rafi menyebutkan bahwa mereka berdua tertarik mengikuti lomba tersebut sebab tema yang diangkat menarik, yakni mengenai infeksi penyakit tropis. Pada lomba kali ini, Rafi dan Mayandra menulis esai ilmiah dengan judul “IMPACT (Interferon-gamma Microneedles Patch for Tuberculosis): Inovasi Pengobatan Tuberkulosis Menggunakan Interferon-gamma dalam Sediaan Microneedles Patch.”

“Pada inovasi ini, kami merancang suatu sediaan obat dalam patch yang akan memudahkan proses penyembuhan Tuberkulosis.” ujar Rafi. “Kami mengusulkan ide ini sebab kami melihat urgensi Tuberkulosis di Indonesia dan banyaknya celah dalam berbagai upaya pengobatan selama ini yang kurang optimal sehingga terciptalah IMPACT sebagai solusi dari masalah tersebut.” ungkap Mayandra untuk menambahkan penjelasan sebelumnya.

Inovasi ini  diciptakan karena berbagai upaya pengobatan Tuberkulosis banyak sekali celah yang berisiko dalam pengobatan Tuberkulosis saat ini. Sebut saja FDC (Fix Dose Combination) yang tersedia sebagai OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang terdiri dari Rifampicin, Isoniazid, dan Pyrazinamide yang menyebabkan efek samping bagi konsumen seperti air kencing yang kemerahan, mual, dan nyeri perut. Selain efek samping dari segi fisik, OAT juga menimbulkan gangguan psikis seperti kecemasan, rasa lelah dalam pengobatan, dan gangguan mental lainnya. Oleh karena itu, IMPACT didesain sebagai sediaan patch berisi Interferron-gamma untuk memudahkan penderita dalam pengobatan Tuberkulosis tanpa konsumsi oral dan minim risiko serta efek samping.

“Berbagai edukasi dan kegiatan sosialisasi Tuberkulosis di Indonesia tidak cukup menjawab permasalahan yang timbul jika OAT tetap menghadirkan efek samping yang berbahaya. Oleh karenanya, kami mengusulkan ide ini dengan Interferron-gamma sebagai zat untuk mengeliminasi Myobacterium Tuberculosis, bakteri penyebab utama Tuberkulosis.” lanjut Rafi.

Selama persiapan lomba, Rafi dan Mayandra membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan sejak permulaan bulan Februari. Jangka waktu yang cukup lama tersebut digunakan untuk mengoptimalkan gagasan agar dapat memberikan hasil terbaik untuk almamater dengan gagasan yang tepat guna dan inovatif.

“Selama persiapan lomba, kami selalu berdiskusi satu sama lain untuk memutuskan inovasi yang akan kami usung, yang terkesan cukup berat sebab membahas inovasi yang tidak hanya menyangkut topik Kedokteran, tetapi juga Farmasi sebab kami mengusung sebuah obat baru untuk Tuberkulosis. Hal tersebut notabennya tidak diajarkan di perkuliahan. Alhasil kami harus mempelajari Tuberkulosis, obat dan zat penyembuhan, dan teknologi yang digunakan secara mandiri.” jelas Mayandra.

“Ketika babak final dan mempresentasikan lomba, kami mendapatkan feedback yang cukup baik dari dewan juri. Mereka menilai bahwa inovasi kami adalah salah satu yang terbaik karena rasional, tepat guna, dan aplikatif dalam menjawab permasalahan Tuberkulosis. Meskipun kami juga melihat ide-ide yang hebat dari peserta lain, yang sedikit membuat kami goyah, tetapi kami tetap yakin bahwa inovasi yang kami bawa adalah inovasi yang terbaik yang dapat kami usulan dalam membangun Indonesia yang sehat dan sejahtera.” lanjut Rafi.

Terlepas dari penjelasan tersebut, Rafi dan Mayandra menuturkan bahwa sebenarnya mereka sedikit kecewa ketika hanya dinyatakan sebagai Juara 3 karena mereka memasang target sebagai Juara 1 agar dapat pulang dengan bangga membawa nama almamater di kancah nasional. Namun, mereka tetap bersyukur dan terus mencoba di kompetisi selanjutnya agar semakin lebih baik.

Penulis : Mochamad Rafi Pratama Hariyanto Putra dan Mayandra Alif Anggita Putri (Kedokteran 2022)

Angkat Ide Penggunaan Miltefosine Sebagai First Oral Therapy Leishmaniasis, Delegasi FK Unair Raih Juara 2 Atma Cordis Aesculapius FK UAJ Jakarta –Angkat Ide Penggunaan Miltefosine Sebagai First Oral Therapy Leishmaniasis, Delegasi FK Unair Raih Juara 2 Atma Cordis Aesculapius FK UAJ Jakarta –

Membanggakan almamater tercinta adalah harapan bagi semua ksatria Airlangga, tak terkecuali bagi Fan Maitri Aldian, Maxwell Salvador Surya Atmaja, dan Melissa Valentina Ariyanto. Ketiganya berhasil meraih juara 2 lomba literature review pada acara Atma Cordis Aesculapius yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) Jakarta.

Atma Cordis Aesculapius adalah lomba ilmiah yang diadakan setiap tahunnya oleh kampus yang berlokasi di daerah Jakarta Utara tersebut. Pada tahun ini, lomba itu mengusung tema “Effect to Ameliorate Tropical Infectious Diseases as a Renowned National Health Burden through Innovative Medical and Scientific Strategies” dengan 6 cabang lomba yaitu poster publik, video edukasi, literature review, poster ilmiah, research paper, dan esai ilmiah.

“Saya, Fan, dan Melissa tertarik mengikuti lomba ini karena temanya yang unik, yaitu tropical disease, yang mana merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemui di Indonesia namun sering dilupakan oleh masyarakat” ungkap Maxwell Salvador Surya Atmaja, salah satu anggota tim.

Maxwell juga mengatakan bahwa ada 2 tim lain dari delegasi UNAIR yang mewakili cabang lomba esai ilmiah dan poster publik. Pada lomba kali ini, Maxwell dan tim menulis literature review dengan judul “Apakah Miltefosine Terbukti Efektif dan Aman untuk Pengobatan Leishmaniasis? Tinjauan Sistematis dan Meta- Analisis dari Uji Acak Terkontrol.” “Di sini, saya dan tim melakukan studi kuantitatif dengan meta analisis untuk membuktikan efektivitas Miltefosine sebagai first oral therapy penyakit leishmaniasis dengan membandingkan obat tersebut efikasinya yang tinggi dan efek sampingnya yang ringan serta cara pengaplikasiannya yang mudah diterapkan karena dikonsumsi secara oral,” tambah Fan Maitri Aldian sebagai salah satu anggota tim.

Ide ini dicetuskan karena Fan dan tim melihat bahwa obat lain yang telah ada memang memiliki efektivitas yang tinggi namun cara aplikasinya sulit karena menggunakan metode injeksi. Di samping itu, obat-obat an tersebut menimbulkan banyak efek samping yang serius bahkan bisa menyebabkan kematian.

Dalam mempersiapkan lomba, Fan dan tim membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan mulai dari permulaan bulan Januari untuk mencari ide dan mengerjakan keseluruhan paper literature review nya. “Awal tahun baru 2023 kami mulai brainstorming ide lalu mengerjakan paper nya. Kami berusaha semaksimal mungkin agar bisa masuk 10 besar sehingga bisa presentasi secara offline di Jakarta untuk memperebutkan juara,” jelas Fan.

Setelah 10 besar finalis literature review diumumkan pada tanggal 25 Februari 2023, kami mulai mempersiapkan slide power point untuk presentasinya, juga memikirkan properti apa yang akan digunakan agar presentasinya lebih menarik. “Di lomba kali ini kami merasa cukup tertantang karena ada delegasi dari universitas lain yang pernah kami jumpai di lomba sebelumnya dan mereka juga hebat. Oleh sebab itu, kami memutar otak dengan menyiapkan banyak ‘kejutan’ saat presentasi nanti,” tambah Maxwell.

Namun, ada kejadian yang cukup membuat Maxwell dan tim cemas karena sehari sebelum presentasi yaitu ketika technical check, slide power point yang diberikan ke panitia berantakan formatnya.“Waktu itu kami agak panik, terutama Melissa karena banyak gambar dan tulisannya yang berantakan sedangkan kami hanya diberi waktu lima menit untuk merevisi itu semua,” ungkap Maxwell.

Namun dibalik itu semua, presentasi selama 10 menit di hadapan dewan juri pada hari Kamis, 30 Maret 2023 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang bisa dilihat juga oleh 10 finalis lainnya. Puji Tuhan presentasinya cukup lancar dan kami bisa menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan dewan juri. Namun kami juga was-was karena presentasi kelompok lain pun cukup bagus, jadi kami berdoa agar mendapatkan hasil yang terbaik,” tambah Maxwell.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil, itulah yang dibuktikan oleh Maxwell dan tim. Pada hari Sabtu, 1 April 2023 pukul 15.30, mereka dinyatakan berhasil meraih juara 2 lomba literature review Atma Cordis Aesculapius 2023. Fan dan tim merasa cukup puas walaupun sebenarnya terbersit sedikit rasa kecewa karena tidak bisa meraih juara 1 untuk membawa lebih tinggi lagi nama almamater di kancah nasional. Namun mereka tetap bersyukur dan akan mencoba di kompetisi selanjutnya agar bisa lebih baik lagi. “Kami akan evaluasi kesalahan di tahun ini lalu akan mencoba lagi tahun depan. Mungkin akan mengikuti lebih dari 1 cabang lomba dan semoga bisa membawa pulang juara 1. Amin,” tandasnya.

Penulis: Melissa Valentina Ariyanto (Kedokteran 2021)

Ground Campaign bersama AMSA UNAIR –Ground Campaign bersama AMSA UNAIR –

Fighting Malaria and Hypertension to Increase International Level Health  Quality (FALCIPARUM) merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh  AMSA UNAIR. Acara ini dilaksanakan selama 2 hari. Pada Minggu, 12 Februari  2023 dan Minggu, 26 Februari 2023. Program ini berupa pengabdian masyarakat  yaitu health campaign dengan jangkauan volunteer hingga tingkat  internasional. Dalam acara pada hari pertama akan diadakan ground campaign dan  medical chek up secara offline di Alun-alun Kota Surabaya dan Car Free Day  Taman Bungkul. Pada hari kedua akan dilaksanakan kegiatan Talkshow dan  Workshop melalui live Instagram. Pada kegiatan ini juga akan membuka donasi  yang nantinya akan diberikan pada orang yang membutuhkan melalui kerja sama  dengan beberapa media patner. Acara ini telah diikuti oleh 178 orang yang terdiri  dari volunteer offline maupun online sebanyak 150 orang dan panitia sebanyak 28  orang. 

Kegiatan FALCIPARUM ini berfokus memberikan wadah bagi mahasiswa  untuk mengimprove soft skill sebagai seorang volunteer yang bisa melakukan  sebuah kolaborasi atau kerja sama dengan tim. Selain itu, kegiatan ini bertujuan  untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan diri sedari  kecil. Pada hari pertama, kami mengadakan ground campaign, yang didalamnya  terdapat kegiatan sosialisasi materi terkait tema yang kita ambil yaitu hipertensi dan  dengue fever. Selain itu, kami mengadakan medical check up berupa pengecekan  tekanan darah pada pengunjung yang hadir car free day alun – alun Surabaya.

Tahap persiapan FALCIPARUM 2023 sudah dipersiapkan sejak bulan  Januari. Terdapat hambatan pada saat persiapan yaitu dilakukan beberapa  perubahan tema dari yang awalnya sudah direncanakan. Adanya perubahan tema  ini juga membuat perubahan pada konten maupun susunan acara yang telah  dilakukan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, divisi humas dan juga acara  dengan sigap melakukan perubahan sesuai dengan hasil konsultasi bersama dosen  pembimbing. 

Total pendaftar volunteer melewati indikator keberhasilan yang kami  tentukan. Jumlah peserta yang kami harapkan datang adalah setidaknya 50% dari  200. Namun, volunteer yang mendaftar adalah sebanyak 150 volunteer dari  berbagai macam fakultas maupun kalangan. Kami berharap kesuksesan  pelaksanaan FALCIPARUM atau ground campaign dapat dipertahankan dan dapat  memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Penulis: Fadiah Dini Putri Idwar (Kedokteran 2022)

Sigap Berikan Pertolongan Pertama –Sigap Berikan Pertolongan Pertama –

Acara Main Event PERICARD (PPGD and Cardiology Education Day) yang dilakukan pada tanggal 18 Maret 2023, tepatnya satu minggu setelah pre-event, melibatkan masyarakat di RW 13 Kelurahan Mojo, Gubeng, Surabaya. Kegiatan workshop PERICARD Mengundang dr. Stevanus Chrisputra Pribadi Supit dan dr. Nur Aini M. T. dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular RSUD Dr. Soetomo, workshop General Emergency Life Support (GELS/PPGD) berhasil menarik minat peserta. Workshop diikuti sekitar 41 peserta dengan antusias. Acara diawali dengan sambutan dari LOCO CIMSA UNAIR dan Project Officer, kemudian dilanjutkan dengan workshop utama yang dibawakan secara interaktif oleh dr. Stevanus Chrisputra Pribadi Supit dan dr. Nur Aini M. T.

Dalam acara ini, kami juga melakukan penelitian tentang PPGD dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini menggunakan data pre-test dan post-test yang sudah diisi oleh penduduk setempat. Setelah itu, data tersebut kemudian akan diolah menjadi artikel ilmiah dan infografis. Terakhir, acara ditutup dengan pembagian beras dan sembako kepada seluruh peserta. Panitia dan seluruh peserta akhirnya berfoto bersama di penghujung acara.

Kegiatan PERICARD ini ditujukan agar masyarakat umum serta member SCORE CIMSA UNAIR dapat berkesempatan untuk mempelajari terkait Penanggulangan Penderita Gawat Darurat. Materi utama yang disampaikan pada PERICARD ini adalah bagaimana tahapan memberikan pertolongan pertama yang baik dan benar kepada masyarakat dalam situasi darurat. Karena PERICARD merupakan kegiatan workshop maka para peserta bisa langsung mempraktekkan ilmunya dengan melakukan langkah-langkah PPGD. PERICARD (PPGD and Cardiology Education Day) dengan cukup lancar dikarenakan koordinasi yang baik dari panitia pelaksana yaitu SCORE CIMSA UNAIR. Masalah yang dialami rata-rata berupa masalah teknis yang dapat dipersiapkan lagi kedepannya. Diharapkan agar pengalaman dan pembelajaran dari PERICARD dapat diaplikasikan agar pada acara-acara selanjutnya SCORE CIMSA UNAIR dapat meningkatkan kembali prestasi dan pencapaian yang telah diraih.

Penulis : Zaskia Nafisa Salma, Kedokteran 2022

BREGMA 2023, Berbagi kepada Dhuafa di Bulan Ramadhan –BREGMA 2023, Berbagi kepada Dhuafa di Bulan Ramadhan –

Organisasi kerohanian Islam, ASSALAM BEM KM FK UNAIR  merupakan salah satu organisasi yang berada di Fakultas Kedokteran Universitas  Airlangga. Setiap tahunnya, ASSALAM BEM KM FK UNAIR mengadakan  sebuah acara tahunan yaitu Berbagi Bersama Generasi Muda dan Anak Yatim atau  yang lebih dikenal dengan BREGMA. Pada tahun ini, BREGMA diadakan di  Yayasan Noor Islam pada hari Jumat, 14 April 2023 dan di Pesantren Al Madinah  pada hari Minggu, 16 April 2023. Rangkaian acara pada BREGMA antara lain;  pembukaan dan sambutan-sambutan, edukasi kesehatan, edukasi keagamaan,  sharing-sharing, games dan ice breaking, penutupan serta penyerahan donasi.

Edukasi yang diberikan dalam acara BREGMA adalah mengenai Perilaku  Hidup Bersih dan Sehat. Setelah edukasi, kami mengadakan ice breaking dan  games untuk adik-adik panti. Games tersebut yaitu menebalkan tulisan Bahasa Arab  dan menghiasinya dengan sekreatif mungkin. Disela-sela games, kami mengadakan  sharing-sharing santai bersama dengan adik-adik panti mengenai materi edukasi  yang telah kami berikan dan juga kegiatan serta kebiasaan yang dilakukan oleh  adik-adik panti.

Adik-adik panti sangat berantusias dan bersemangat dalam mengikuti  serangkaian kegiatan BREGMA, terlebih dalam sesi games. Setelah sesi games dan  ice breaking, kami membagikan sebuah doorprize dari games tersebut dan  dilanjutkan dengan penutupan dan penyerahan santunan berupa sembako dari  panitia kepada pihak panti asuhan serta dokumentasi pada akhir acara. Pada saat  edukasi berlangsung juga terdapat kegiatan Medical Check Up (MCU) untuk warga  sekitar panti asuhan.

Tantangan terbesar dalam BREGMA tahun ini adalah bagaimana kita harus  menyiapkan kebutuhan dan keperluan acara dalam suasana Bulan Ramadhan. Akan  tetapi, Alhamdulillah, dengan kerjasama antar panitia dan briefing sebelum acara,  kami dapat menyiapkan dan melaksanakan acara ini dengan baik dan berjalan  lancar sampai selesai. Kegiatan BREGMA tahun ini sangat berkesan bagi para panitia, adik-adik  panti asuhan, pengurus panti asuhan dan warga sekitar panti asuhan. Karena melalui  BREGMA kami dapat menjalin tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan serta  kebermanfaatan dengan pihak dan adik-adik panti asuhan serta warga sekitar panti  asuhan. Kami harap ilmu dan donasi yang telah kami berikan dapat memberikan  keberkahan dan kebermanfaatan kepada panti asuhan tersebut. Harapan kami untuk  tahun depan adalah semoga BREGMA dapat berbagi ke panti asuhan yang lebih  banyak dan selalu berinovasi untuk berbagi dengan sesama.

Hasya Nur Ahmad Fuady Dhuha (Kedokteran 2022)

Pengalaman Berharga di NCMSC 2023 –Pengalaman Berharga di NCMSC 2023 –

National Camp Midwifery Students Competition (NCMSC) adalah ajang lomba  kebidanan tingkat nasional yang merupakan salah satu program kerja Departemen Pendidikan  dan Profesi Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan (IKAMABI) dan dilaksanakan melalui  sistem tenderisasi. Kegiatan NCMSC pada tahun ini dilaksanakan di Universitas Andalas.  Kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa kebidanan jalur reguler jenjang D-III, DIV, dan SI di Indonesia. 

Delegasi mahasiswa Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas  Airlangga meraih beberapa finalis dan juara pada National Camp Midwifery Students  Competition (NCMSC) 2023 yang dilaksanakan di Universitas Andalas pada Februari lalu.  Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari mulai dari keberangkatan hingga kepulangan. 

Prestasi tersebut diraih atas perolehan delegasi Kebidanan UNAIR pada kompetisi  tersebut, yakni finalis lomba artikel penyegar, lomba poster publik, dan vokal solo. Sampai  pada akhirnya, delegasi Kebidanan UNAIR mendapat prestasi sebagai Juara I Lomba Artikel  Penyegar, Juara 2 Lomba Artikel Penyegar, dan juara harapan 2 Lomba Poster Publik. 

Melalui kegiatan kompetisi ini dapat menjadi salah satu bentuk upaya mengharumkan  nama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di kancah nasional. Selain itu, kegiatan ini  juga dapat menumbuhkan jiwa kompetitif, kreativitas, inovatif, dan solutif sebagai mahasiswa  Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di tingkat Nasional sehingga mahasiswa dapat  mengembangkan jiwa softskill dan mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dari  pembelajaran kuliah. Dengan mengikuti ajang nasional seperti diharapkan untuk tahun depan  agar dapat meraih lebih banyak prestasi lagi untuk almamater UNAIR.

Penulis: Pionera Seconda Putri (Kebidanan UNAIR 2020)

STIMULATOR Sebagai Garda Dalam Pengembangan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus –STIMULATOR Sebagai Garda Dalam Pengembangan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus –

STIMULATOR (Sternum’s Initiative for Community Health Advancement  and Support) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa FK  UNAIR Angkatan 2021 kepada masyarakat dimana konsep STIMULATOR adalah  fun learning for special needs children dan desa binaan. Adapun dalam rangkaian  acara yang dimiliki yakni Pre-event, Upgrading, dan Main event. Dalam  mengawali rangkaian acara STIMULATOR nantinya, Pre-event STIMULATOR  telah dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2023 di Fakultas Kedokteran UNAIR.  Adapun peserta yang mengikuti terdiri dari 5 sekolah inklusi yang tersebar di  seluruh Surabaya.

Pre-event STIMULATOR berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan,  terdapat beberapa media informasi yang memberikan tanggapan positif dengan  acara yang dibuat. Selain terdapat siswa-siswi sekolah inklusi, terdapat beberapa  tamu penting yang menghadiri kegiatan ini, seperti dari wakil DPRD kota Surabaya  dan Delegasi BEM Fakultas Kedokteran beberapa Universitas di Surabaya. Acara  yang diselenggarakan dengan menggugah keberanian siswa-siswi inklusi ini,  dinilai cukup menarik, karena minimnya wadah dalam penyaluran bakat yang  mereka miliki. Selain penampilan menarik dari siswa siswi sekolah inklusi, terdapat  rangkaian acara lain, seperti jalan sehat, penampilan Grup Band Luar Biasa, Cap  tangan dalam mengasah sensorik, maupun penampilan dari pendongeng yang  cukup menghibur. Tidak ada gading yang tidak retak, begitu juga dengan kegiatan ini.  Meskipun berbagai tanggapan positif dalam berjalannya acara ini, namun terdapat beberapa hal yang masih perlu diperbaiki kembali. Padatnya jadwal akademik  maupun non akademik yang ada di FK UNAIR, menjadikan sulitnya koordinasi  dan komunikasi antar panitia. Selain itu, adanya kesalahan persepsi bagian  keamanan kampus, mengakibatkan belum terbuka gerbang di pagi hari. Hal tersebut  mengakibatkan sulitnya akses panitia untuk memasuki tempat acara. Sehingga,  diharapkan akan ada kegiatan Bakti Sosial yang lebih menarik dan bermanfaat bagi  masyarakat kedepannya.

Penulis: Nur Rohma Zia Sa’ada, Kebidanan UNAIR 2021

Cegah Hustle Culture Bersama SUMMER-SCOPH CIMSA UNAIR –Cegah Hustle Culture Bersama SUMMER-SCOPH CIMSA UNAIR –

SCOPH CIMSA UNAIR telah berhasil menyelenggarakan sebuah event menarik, yaitu SUMMER (Strategy of Balancing Physical and Mental Health on Hustle Culture). SUMMER merupakan aktivitas yang dilaksanakan sebagai bentuk peringatan World Health Day. Sesuai dengan akronim dari nama event ini, kami ingin mengajak masyarakat umum khususnya mahasiswa untuk menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental melalui pencegahan hustle culture. Kami melakukan usaha pencegahan ini dengan melaksanakan rangkaian kegiatan yang dibagi menjadi 3, yaitu Pre Event, Main Event, dan Post Event yang berjalan mulai 17 Maret 2023 hingga 5 Mei 2023.

Serangkaian event SUMMER ini diawali dengan Pre Event yang berisi upgrading dan offline campaign. Upgrading ini dilaksanakan secara offline di AMEC 202 pada tanggal 17 Maret 2023 yang membawakan materi-materi penting yaitu “Basic Public Health” oleh Mazaya Madarina dan “Public Health in Action” oleh Muhammad Hasan Al-Banna. Selain itu, SUMMER juga menyelenggarakan upgrading secara online dengan topik “How to Maintain Physical and Mental Health as a Medical Student” yang akan dibawakan oleh alumni CIMSA UNAIR pada tanggal 19 Maret 2023, yaitu dokter Sheila Maryam Gautama. Materi-materi yang diberikan saat upgrading ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada 43 member SCOPH CIMSA UNAIR mengenai hustle culture. Pada pre event ini, kami juga menyelenggarakan offline campaign di Taman Bungkul untuk sosialisasi pengetahuan mengenai fenomena hustle culture pada masyarakat. Kegiatan ini mendapatkan antusias dari masyarakat karena banyak dari mereka yang tanpa sadar ternyata mengalami gejala hustle culture.

Pada Main Event, SUMMER membawakan sebuah kegiatan menarik yaitu talkshow dengan topik “Efek Hustle Culture ke Kesehatan Fisik dan Mental” yang dihadiri oleh PDSKJI yang dilaksanakan secara online pada tanggal 15 April 2023. Talkshow ini dihadiri 32 member SCOPH CIMSA UNAIR dan masyarakat umum. Rangkaian event SUMMER ini ditutup dengan Post Event yang berisi konsultasi kesehatan fisik dengan Personal Trainer mengenai “Cara memulai Workout” di Sport Science Center FK UNAIR dan telah dihadiri 8 peserta. Tentu kegiatan ini sangat relevan sebagai bentuk pencegahan dari hustle culture dan juga meningkatkan kesehatan fisik.

Dalam perencanaan dan pelaksanaan event SUMMER ini, tentu tidak luput dari berbagai kendala diantaranya yaitu persiapan acara yang terlalu mendadak. Hal ini kita atasi dengan membagi tugas tiap divisi secara rapi dan memastikan kesiapan tiap keperluan kegiatan sehingga kita dapat menghindari kendala-kendala teknis ketika pelaksanaan kegiatan. Saat pelaksanaan Main Event dengan topik “How to Maintain physical and Mental Health as a Medical Student,” kami mengalami beberapa kendala diantaranya yaitu jumlah peserta yang masih kurang sehingga acara diundur beberapa menit dan salah satu pemateri talkshow meminta tukar urutan presentasi dengan pemateri talkshow yang lain. Kendala-kendala tersebut dapat kami atasi dengan melakukan promosi jauh-jauh hari kepada masyarakat, melakukan koordinasi antar panitia, dan berkomunikasi dengan baik dengan pemateri yang kita undang. Selain itu, kami memiliki saran yaitu kedepannya panitia harus lebih matang dalam mempersiapkan acara termasuk harus menyebarkan informasi pelaksanaan acara jauh-jauh hari agar banyak peserta yang mendaftar sehingga diharapkan pada event di kemudian hari dapat berjalan lebih baik dan terstruktur.

SUMMER memiliki pencapaian-pencapaian terhadap target yang sebelumnya telah kami buat sebagai tolak ukur keberhasilan berjalannya acara kami. Beberapa dari target telah dicapai dan melebihi kuantitas minimal, yaitu jumlah peserta yang mengikuti upgrading, offline campaign, dan konsultasi kesehatan fisik lebih dari target kami. Kami juga melakukan kolaborasi-kolaborasi dengan pihak eksternal dalam pelaksanaan event ini. Selain itu, offline campaign yang kami selenggarakan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat luas terkait hustle culture.

Kami segenap panitia SUMMER SCOPH CIMSA UNAIR mengucapkan terima kasih kepada berbagai yang berkontribusi dalam acara ini sehingga acara ini dapat terselenggara dengan lancar tanpa suatu hambatan yang berarti. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan selama menjalankan proyek di acara ini menjadi bahan evaluasi bagi kami sehingga kami dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja pada proyek-proyek, kepanitiaan, atau organisasi lainnya di kemudian hari.

Penulis: Alivia Zahraturahma, Kedokteran 2022

Delegasi Kebidanan FK UNAIR Raih Gold Medal dalam Event Terbesar Kementerian Riset ThailandDelegasi Kebidanan FK UNAIR Raih Gold Medal dalam Event Terbesar Kementerian Riset Thailand

Thailand Inventors Day merupakan gelaran kompetisi dan pameran  temuan ilmiah yang diselenggarakan National Research and Council of Thailand  (NRCT) yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset,  dan Inovasi Thailand. Pertemuan ini diselenggarakan di Bangkok International  Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand selaku tuan rumah.  Pertemuan ini diselenggarakan sebagai pengakuan atas peran mahasiswa,  akademisi, dan masyarakat umum sebagai agen perubahan yang diharapkan  dapat terus memberikan wadah bagi mahasiswa, praktisi, dan peneliti di seluruh  dunia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pada gelaran acara ini,  didatangkan hasil penemuan dari seluruh dunia yang membawa karya intelektual  masing-masing untuk dapat dipamerkan dan berkompetisi dalam meraih  penghargaan yang telah ada secara luring. 

Kegiatan ini diawali dengan pengiriman abstrak karya dan deskripsi produk  kemudian diseleksi oleh komite NRCT. Finalis diberi kesempatan untuk  memamerkan produk inovasinya pada acara exhibition pada tanggal 1–6 Februari  2023. Kegiatan kemudian akan diikuti dengan panel internasional lalu diakhiri  dengan pemberian penghargaan pada karya terpilih. Tingginya minat pada acara ini  mendatangkan peserta berasal dari 24 negara dan mencapai 250 instansi pendidikan termasuk perguruan tinggi, kegiatan ini terbagi menjadi klasifikasi highschool,  elementary, dan university collage. Total audiance yang hadir dalam enam hari  penyelenggaraan sebanyak 1.246 audience termasuk Putri Bajrakitiyabha, selaku  duta besar Thailand sekaligus putri pertama Raja Vajiralongkorn (Raja Thailand) dengan istri pertamanya, Putri Soamsawali.

Penulis percaya melalui kompetisi ini, penulis akan meningkatkan  pengetahuan di bidang teknologi secara pesat serta memperluas cakrawala  perkembangan pengetahuan di kancah internasional. Dari kegiatan ini pula,  penulis berpotensi untuk menambah international exposure yang dapat  menambah pengalaman lebih, khususnya bagi mahasiswa serta membawa citra  baik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di mancanegara.

Adapun delegasi membawa inovasi brem kulit durian sebagai bioregulator  serotonin pada otak. Dengan kombinasi kulit durian, brem yang diciptakan dapat  menjadi alternatif penghilang dampak buruk terhadap kesehatan bagi pecandu maupun mantan pengguna Narkoba Lysergic Acid Diethylamide (LSD), serta  memanfaatkan pektin kulit durian dalam mendukung proses fermentasi brem asli  Madiun tersebut.

Kegiatan ini memiliki kendala internal pada anggaran biaya subsidi yang terbatas, sehingga perlu menambahkan sumber dana swadaya cukup besar, walaupun sudah mendapatkan swadaya dari UKM Penalaran dan Puspas UNAIR. Dan kendala eksternal pada technical meeting acara yang tidak memaparkan banyaknya juri utama dan juri pertimbangan, sehingga banyaknya  juri yg hadir kurang lebih 12 juri membuat proses penjurian cukup rumit, saran  untuk proaktif bertanya mengenai transparansi juri yang ada.

Penulis: Ardelia Bertha Prastika (Kebidanan, 2019)