Hari: 15 November 2023

Mahasiswa FK X FST Meraih Medali Emas dengan Menciptakan Alat Bantu Skrining Kanker Serviks berbasis AI –Mahasiswa FK X FST Meraih Medali Emas dengan Menciptakan Alat Bantu Skrining Kanker Serviks berbasis AI –

Kegiatan pendelegasian berkompetisi pada ajang Indonesia International IoT  Olympiad 2023 atau yang selanjutnya disebut I3O. I3O dilaksanakan pada tanggal  13 ─ 17 Juni 2023 secara hybrid. Acara offline bertempat di Universitas Syiah  Kuala, Aceh dan tim delegasi mengikuti acara secara online. Acara inovasi tahunan  ini mempertemukan para inovator global, pengusaha, peneliti dan ilmuwan, serta  para ahli dari berbagai bidang dan industri untuk memamerkan inovasi terbaru  mereka, berbagi ide, dan berkolaborasi dengan industri untuk mengembangkan teknologi dan solusi yang lebih baik terutama yang berkaitan dengan IoT.

Tim delegasi berkompetisi pada kategori IoT in Healthcare dengan membawa judul  Alat bantu skrining mulut rahim secara otomatis berbasis Artificial Intelligence. Sebuah Artificial Intelligence (AI) pendeteksi lesi acetowhite (citra tanda gejala  kanker pada mulut rahim) yang dikombinasikan dengan hardware berupa probe (tabung berkamera mini) yang nyaman sebagai alternatif spekulum (alat logam  yang biasa digunakan untuk membuka organ vagina dan melihat citra mulut rahim).

Hal yang melatarbelakangi hadirnya inovasi ini yaitu karena tingginya prevalensi  kematian akibat kanker serviks di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah kurang  rutinnya wanita melakukan pemeriksaan berulang dengan alasan pengalaman tidak  nyaman saat prosedur pemeriksaan menggunakan spekulum. Di samping itu,  prosedur skrining kanker serviks melalui tes IVA (menginspeksi mulut rahim  dengan mata telanjang setelah olesan asam asetat) yang sering digunakan ini  memiliki subjektivitas yang tinggi dan hanya bergantung pada kompetensi  pemeriksa yang tidak merata di Indonesia. Ini menjadi isu sentral, pasalnya semakin  dini mengetahui adanya lesi, maka tingkat kesembuhan juga akan tinggi. melalui  inovasi ini, tim dapat berkontribusi meningkatkan kualitas skrining dan kesediaan  wanita dalam mengecek mulut rahimnya lebih sering sehingga menjadi solusi yang  apik bagi permasalahan tersebut.

Tim delegasi ini bersaing dengan 13 negara, yaitu Vietnam, Thailand, Iran, Filipina,  Malaysia, Afrika Selatan, Turkey, Indonesia, Meksiko, Bangladesh, Timor Leste,  Uni Emirat Arab and Azerbaijan. Terhitung sebanyak 75 tim yang mengikuti  kompetisi secara daring dan 25 tim lainnya secara luring di Universitas Syah Kuala,  Aceh. Pelaksanaan pendelegasian lomba I3O 2023 ini tidak didapati masalah yang  berarti dan berhasil mendapat Gold Medal I3O 2023 dan Special Award dari Indonesian Young Scientist Association (IYSA) berupa Semi Grand Award for free registration to WYIIA 2023 Yogyakarta. Semoga perjuangan dan prestasi tersebut  dapat berlanjut ke lebih banyak keberhasilan.

Penulis: Nabilah Sabilillah (Pendidikan Profesi Bidan 2023, FK UNAIR)

Studi Banding: RENJANA –Studi Banding: RENJANA –

Studi Banding: Renjana merupakan kegiatan kunjungan atau pertukaran  informasi yang dilaksanakan oleh divisi Public Relation LPPM LINGUA FK UNAIR dengan organisasi yang bergerak dalam bidang pers dan jurnalistik dari  universitas lain. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan  wawasan anggota organisasi tentang dunia jurnalistik dan pers, serta dapat  menjadi inspirasi untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi. Studi Banding:  Renjana kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Mei 2023 di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang. Kegiatan Renjana pertama ini  dilaksanakan bersama LPM TRANSFERIN dari UNISSULA. 

Renjana adalah program kerja baru dari masa kepengurusan LPPM  LINGUA 2023/2024. Sebagai salah satu program kerja dengan skala cukup besar,  Renjana mendapatkan perhatian dan minat tinggi dari anggota LINGUA. Tidak  hanya itu, Renjana juga diharapkan membawa inovasi baru dalam bidang pers dan  jurnalistik bagi mahasiswa kesehatan. Melalui Renjana, mahasiswa kesehatan  memiliki peranan dalam kemajuan informasi kesehatan di Indonesia. Hasil  program kerja oleh kedua belah pihak, baik LPM TRANSFERIN dan LPPM  LINGUA, nantinya dapat memunculkan motivasi dalam meningkatkan kualitas  pers dan jurnalistik Indonesia terutama dalam menyediakan informasi kesehatan  yang bermutu bagi masyarakat. 

Menuju hari keberangkatan ke Semarang, tim panitia Renjana berusaha  mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Delegasi LPPM LINGUA disambut  ramah oleh LPM TRANSFERIN setibanya di Universitas Islam Sultan Agung  (UNISSULA) meningkatkan antusiasme dari kedua pihak untuk melaksanakan  Renjana. Acara dimulai dengan sambutan dari dr. Eighty Mardiyan Kurniawati,  SpOG(K) selaku pembimbing LPPM LINGUA dan juga dr. Herlin Ajeng  Nurrahma, M.Biomed selaku pembimbing LPM TRANSFERIN melalui Zoom  Meeting. Acara dilanjutkan dengan sambutan perkenalan dari ketua kedua pihak,  yaitu Fikra Fadhillah selaku CEO LPPM LINGUA dan Alamdito Akbar selaku  Ketua Umum LPM TRANSFERIN. Kemudian, perwakilan divisi dari LPPM  LINGUA maupun LPM TRANSFERIN berkumpul membahas program kerja apa

saja yang telah berhasil dilakukan. Melalui hasil program kerja yang disampaikan,  kedua belah pihak dapat saling mengapresiasi dan mengevaluasi.  Dalam pelaksanaanya, tentu Renjana tidak luput dari beberapa halangan.  Pihak panitia Renjana cukup kesulitan dalam memilih waktu yang tepat bagi  kedua belah pihak. LPPM LINGUA dan LPM TRANSFERIN memiliki jadwal  yang cukup berbeda sehingga dalam perancangan jadwal perlu perhatian lebih.  Namun, setelah dilakukan diskusi akhirnya Renjana dapat dilaksanakan dengan  mempertimbangkan jadwal perkuliahan dan lain-lain. 

LPPM LINGUA bersama LPM TRANSFERIN berhasil membangun  hubungan baru melalui Renjana. Apresiasi dan evaluasi program kerja telah  diterima dengan baik oleh LPPM LINGUA maupun LPM TRANSFERIN yang  nantinya dapat membantu menjalankan visi dan misi dari kedua organisasi. Selain  itu, kolaborasi kedua organisasi ini nantinya dapat meningkatkan kualitas kerja  para anggota dalam menyediakan produk pers dan jurnalistik.  Pada Renjana berikutnya, diharapkan akan semakin banyak kolaborasi  antara LPPM LINGUA dengan lembaga pers dan jurnalistik mahasiswa dari  universitas lain di Indonesia. Kolaborasi ini nantinya diharapkan juga dapat  menjadi wadah pengembangan kemampuan bekerja sama para anggota organisasi  serta menyediakan produk pers dan jurnalistik yang berkualitas terutama dalam  informasi kesehatan Indonesia. Oleh karena itu, evaluasi kegiatan perlu  dilaksanakan untuk penyelenggaraan Renjana selanjutnya.

Penulis: Nathania Elma Fithriyah (Kedokteran 2021), Shafira Tsabita Billah  (Kedokteran 2022)

Kegiatan Harbidnas 2023/2024 –Kegiatan Harbidnas 2023/2024 –

Kegiatan harbidnas (Hari Bidan Nasional) yang diselenggarakan pada minggu 25 Juni 2023 di gedung FK UNAIR yang dilakukan secara offline, dengan mengambil tema  “Perjalanan panjang profesi bidan mewujudkan generasi unggul” pada kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswi kebidanan Universitas Airlangga dari angkatan 2022, 2021 serta  perwakilan dari setiap departemen himawary.

Pertama, peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswi melakukan registrasi dan  diberikan konsumsi untuk dibawa masuk kedalam ruangan. Panitia telah menyusun tempat  duduk sesuai angkatan. Dilanjutkan pembukaan oleh MC dan sambutan dari ketua  penyelenggara harbidnas, ketua hima serta sambutan dari dosen pembimbing hima dan  sambutan dari ibu pokja. Kemudian memasuki acara selanjutnya yaitu menyanyikan lagu mars  dan hymne IBI bersama-sama. Lalu sudah memasuki acara inti yaitu motivasi dari dosen yang  dipaparkan oleh dosen pemateri, yang bertujuan untuk menjadi acuan dasar berkarir menjadi  seorang Bidan. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis yang  bertujuan untuk merayakan hari berdirinya organisasi profesi bidan yang ke-72. Kemudian  sudah memasuki acara terakhir yaitu penyerahan plakat kepada Dosen serta pembagian bunga  kepada bidan yang telah hadir, di lanjutkan dengan sesi dokumentasi dan penutup.

Pada saat pelaksanaan terdapat sedikit masalah yaitu masalah waktu yang tidak sesuai  rundown, dimana waktu kegiatannya agak sedikit molor beberapa menit dari jadwal  sebenarnya dikarenakan beberapa tamu undangan masih belum hadir disaat itu, kemudian  terdapat masalah dari salah satu panitia yang telat hadir di kegiatan sehingga tidak mengikuti

briefing yang diadakan untuk itu terdapat pengalihan jobdesk panitia secara mendadak  dikarenakan panitia yang seharusnya memiliki kewajiban dalam pekerjaan itu masih belum  hadir. kendala selanjutnya yakni susunan acara yang menjadi sedikit tidak beraturan karena  minimnya pengetahun panitia akan susunan kegiatan potong tumpeng secara umum. untuk itu  solusi pertama mengenai rundown yang mundur yakni panitia harus selalu dapat meng follow  up peserta dan tamu undangan mengenai waktu pelaksanaan kegiatan. kemudian solusi untuk  panitia yang telat hadir yakni sebaiknya ketua pelaksana maupun SC dari kegiatan tersebut  lebih tegas dalam memberi aturan kepada anggotanya mengenai kedisiplinan dalam  menjalankan sebuah acara. lalu yang terakhir untuk solusi mengenai susunan acara yang tidak  beraturan yakni sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan sebaiknya panitia dapat menyiapkan  susunan acara sebaik mungkin.

Dan harapan untuk kedepannya semoga peringatan hari bidan ini tetap terlaksana di  setiap tahunnya serta terdapat inovasi-inovasi dalam memperingati hari yang istimewa ini.

Penulis: Airilia Tamamus Sokhikha / Kebidanan 2021,Adriana Erin M.T / Kebidanan 2022

Upaya Internasionalisasi Dosen Kebidanan FK Unair Dalam Kegiatan 33rd International Confederation of Midwives (ICM) Triennial  Congress –Upaya Internasionalisasi Dosen Kebidanan FK Unair Dalam Kegiatan 33rd International Confederation of Midwives (ICM) Triennial  Congress –

Tanggal 10 s.d 14 Juni 2023 adalah tanggal bersejarah bagi bidan di Indonesia karena  Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan kongres bidan dunia. Kesempatan emas tersebut digunakan oleh dosen bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) untuk turut serta sebagai bukti aktualisasi sebagai institusi Pendidikan kebidanan terkemuka di Indonesia bertaraf Internasional. Terdapat 5 orang dosen yang turut serta dalam kegiatan dimana 2 dosen diantaranya mendapatkan hibah pembiayaan dari Bursary ICM. Dosen Bidan FK Unair memiliki misi penting dalam pemberangkatan yaitu presentasi oral dan poster penelitian, menambah jejaring kemitraan dengan bidan dunia, narasumber workshop dan menimbah ilmu khususnya terkait evidence based terkait ilmu kebidanan. Tema Kongres ICM Tahun 2023 adalah Together again: from evidence to reality. Tema yang menyadarkan kita bahwa sebagai bidan harus terus update keilmuan sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi khususnya di Indonesia.

Penulis: Wahyul Anis

Executive Meeting Mc Master University dan Prodi Kebidanan FK UNAIR dalam Menindaklanjuti Kerjasama –Executive Meeting Mc Master University dan Prodi Kebidanan FK UNAIR dalam Menindaklanjuti Kerjasama –

Tanggal 8 Juni 2023 Program Studi Kebidanan FK Unair mendapatkan kunjungan dari Elizabeth Kathleen Darling, RM., MSc., PhD. Salah dosen di Mc Master University. Salah satu agenda penting dalam kunjungan adalah executive meeting. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan III Dr. Sulistiawati, dr., M.Kes., Koordinator Program Studi Dr. Budi Prasetyo,dr. Sp.O.G.,Subsp.Obginsos. dan dosen Prodi Kebidanan FK Unair. Kegiatan diawali dengan sambutan, pemaparan profil Fakultas dan Program Studi serta diskusi bersama. Diskusi dilakukan untuk menindaklanjuti Kerjasama antara Prodi Kebidanan FK Unair dengan Mc Master University. Adapun hasil kegiatan executive meeting adalah beberapa hal yang akan ditindaklanjuti bersama sebagai realisasi Kerjasama setelah MoU telah ditandatangani.

Penulis: Wahyul Anis

Indonesia Menduduki Peringkat TBC di Dunia, Bagaimana Peran Bidan dalam Eliminasi TBC? –Indonesia Menduduki Peringkat TBC di Dunia, Bagaimana Peran Bidan dalam Eliminasi TBC? –

Tahun 2022 Indonesia menempati ranking dua terbesar beban kasus Tuberkulosis (TBC). Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki kasus TBC tinggi. TBC anak merupakan salah satu faktor penyebab kematian Anak. TBC pada anak memiliki kemungkinan tidak ditemukan karena ketidaktahuan dan ketidaksadaran orang tua sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan melibatkan masyarakat.

Wahyul Anis S.Keb.,Bd.,M.Kes sebagai dosen Bidan FK Unair sekaligus sebagai PIC Program Eliminasi TBC pada anak di Geliat Unair (Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat Berbasis Keluarga dan Masyarakat) bekerjasama dengan UNICEF sejak Tahun 2023 aktif dalam Upaya Eliminasi TBC pada anak. Pada tanggal 24 Januari 2023 telah dilaksanakan kegiatan monitoring evaluasi kegiatan eliminasi TBC anak di Kecamatan Pabean Cantian. Pabean Cantian menjadi lokasi pertama Upaya eliminasi TBC anak oleh Geliat Unair karena merupakan salah satu kantong TBC di Kota Surabaya. Kegiatan monitoring evaluasi dilakukan dengan tujuan untuk memantau kegiatan yang dilakukan sebelumnya yaitu peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam melakukan edukasi dan skrining TBC anak pada masyarakat.

Penulis : Wahyul Anis

Katakan Tidak Pada Pernikahan Dini Bersama Mahasiswa Bidan FK UNAIR –Katakan Tidak Pada Pernikahan Dini Bersama Mahasiswa Bidan FK UNAIR –

SURABAYA – Pernikahan dini masih menjadi trend pada sebagian masyarakat di Indonesia sampai saat ini. Minimnya pengetahuan seseorang tentang bahaya pernikahan dini menyebabkan trend pernikahan dini ini terjadi. Pernikahaan usia dini atau lebih dikenal dengan “ Nikah muda “ adalah pernikahan yang dilakukan sebelum mempelai cukup umur. Fenomena ini semakin marak terjadi dikalangan masyarakat Indonesia. Angka pernikahan anak di Jawa Timur (Jatim) masih cukup tinggi. Berdasarkan Data BKKBN pada 2015, jumlah perempuan di bawah usia 16 tahun yang menikah atau hamil di Jawa Timur mencapai 5 ribu orang.Tercatat sepanjang tahun 2021 kemarin, terdapat 17.585 pengajuan dispensasi pernikahan anak yang diterima oleh Pengadilan Tinggi Agama Jatim. Sepanjang tahun 2022 tercatat 150 pengajuan pernikahan usia dini di Surabaya.

Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang terjadi sebelum calon pengantin cukup umur. Minimal usia menikah seorang calon pengantin baik pria maupun wanita adalah 19 tahun (Undang- Undang Nomor 16 Tahun 2019). Sedangkan menurut BKKBN, pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) menurut BKKBN adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, yaitu usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Batasan usia ini dianggap sudah siap menghadapi kehidupan keluarga yang dipandang dari sisi kesehatan dan perkembangan emosional (BKKBN, 2014). Remaja putra dan putri perlu mengetahui bahwa saat menikah, mereka akan menjalani fungsi keluarga yaitu fungsi afektif, sosialisasi, reproduksi, ekonomi, dan pemeliharaan kesehatan (KEMENKES RI, 2016; Herawati et al., 2020).

Berbagai faktor yang mendorong terjadinya pernikahan usia dini yaitu karena adanya faktor pendidikan, faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor lingkungan, seks bebas pada remaja maupun kehamilan di luar nikah Akibatnya angka putus sekolah semakin tinggi sehingga remaja tersebut tidak bisa menggapai cita-citanya. Selain itu pernikahan dini juga meningkatkan resiko kematian ibu dan KDRT (BKKBN, 2018). Salah satu cara pencegahan dari trend pernikahan dini adalah meningkatkan pengetahuan remaja terkait dampak pernikahan dini bagi masa depannya, karena pengetahuan akan mempengaruhi sikap para remaja dalam memandang trend tersebut.

Pada hari Senin, 11 Maret 2023 Mahasiswa Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) memberikan penyuluhan mengenai pencegahan pernikahan dini pada remaja. Kegiatan ini dihadiri oleh sebagian besar remaja putra dan putri Rt. 09/ Rw.03 Kelurahan Sidotopo wetan. Ibu RT bersama kader dan para remaja RT 09/RW 03 mendukung program pernikahan usia dewasa. Kegiatan penyuluhan ini untuk memberikan pemahaman kepada remaja terkait pendewasaan usia pernikahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh pernikahan dini yang dapat sebagai salah satu upaya pencegahan dan menekan tingginya angka pernikahan dini. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan yakni berupa sosialisasi, pembagian leaflet, penayangan video dan diskusi atau sharing session untuk menunjang peningkatan pengetahuan, sikap dan kesadaran diri remaja tentang konsep pendewasaan usia pernikahan dan dampak negatif penikahan usia dini sehingga diharapkan remaja putra dan putri memiliki kemampuan untuk melakukan kontrol diri terkait kesehatan reproduksinya dan dapat menjadi pemberi edukasi bagi teman sebayanya.

Katakan tidak pada pernikahan dini, lakukan PUASA (mata, telinga, mulut, hati dan pikiran) dan tanamkan “ Aku masih ingin “ sehingga memotivasi kita untuk menghindari pernikahan usia dini dan fokus pada hal-hal berguna lainnya seperti mengejar cita-cita. Pada akhir kegiatan remaja diminta untuk membuat komitmen diri atau ajakan agar tidak menikah dini dengan salah satu jargon yang telah dibuat bersama.
Disesi akhir kegiatan, dipimpin oleh ketua RW 3/RT 09 kelurahan Sidotopo Wetan bersama remaja putra putri, kita menyuarakan jargon, Siapa kita ? Remaja Sehat. Perniakahan dini, NO. Pernikahan usia dewasa, Yes. Video jargon dapat diakses pada feed Instagram kelompok 2 mahasiswa profesi bidan 2023 pada link https://www.instagram.com/reel/CqA_vmDhh1X/?igshid=MzRlODBiNWFlZA%3D%3D

Guest Lecture Continuity of Care in Midwifery from Midwifery Education Program Mc Master University –Guest Lecture Continuity of Care in Midwifery from Midwifery Education Program Mc Master University –

Tanggal 8 Juni 2023 Program Studi Kebidanan FK Unair mendapatkan kunjungan dari Elizabeth Kathleen Darling, RM., MSc., PhD. Salah dosen di Mc Master University. Hari pertama berkunjung Liz (nama akrab) memberikan kuliah tamu bagi mahasiswa prodi kebidanan FK Unair dengan topik “Continuity of Care in Midwifery”. Salah satu konsep pelayanan yang memiliki evidence based dalam memberikan pelayanan kepada ibu. Konsep yang banyak diimplementasikan di dunia dipercaya dapat meningkatkan mutu pelayanan dan dapat berkontribusi dalam peningkatan kesehatan ibu. Kegiatan kuliah tamu dilakukan secara rutin setiap tahun oleh Prodi Kebidanan FK Unair untuk memberikan wawasan yang luas khususnya kepada mahasiswa sehingga memiliki profesionalime dan berwawasan global. Kegiatan kuliah tamu dibuka oleh Koordinator Program Studi Kebidanan FK Unair yaitu Dr. Budi Prasetyo,dr. Sp.O.G.,Subsp.Obginsos. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa program sarjana dan profesi serta dosen kebidanan FK Unair.

Penulis: Wahyul Anis

Mc Master University Mengenal Lebih Dekat Wahana Pendidikan Program Studi Kebidanan FK UNAIR –Mc Master University Mengenal Lebih Dekat Wahana Pendidikan Program Studi Kebidanan FK UNAIR –

Tanggal 9 Juni 2023 adalah hari kedua kunjungan dari Elizabeth Kathleen Darling, RM., MSc., PhD. Salah dosen di Mc Master University ke Program Studi Kebidanan FK Unair. Agenda yang telah disepakati bersama pada hari kedua adalah melakukan kunjungan ke wahana Pendidikan Prodi Kebidanan FK Unair meliputi Laboratorium Kebidanan, RS Universitas Airlangga, Puskesmas Mulyorejo dan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Sudjiati. Tujuan kegiatan adalah sebagai bentuk sharing bersama dan bahan awal yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam kerjasama. Adanya perbadaan system pelayanan kesehatan antara Kanada dan Indonesia membuat Liz (panggilan akrab Elizabeth) antusias untuk berdiskusi bersama. Setiap kunjungan Liz mendapatkan sambutan dari pimpinan wahana klinik kemudian dilanjutkan dengan kegiatan presentasi dan kunjungan ke fasilitas yang dimiliki wahana klinik.

Penulis: Wahyul Anis

Mahasiswa Bidan FK Unair bersama Puskesmas Manukan Kulon Melakukan Inisiasi posyandu remaja dengan menentukan kader remaja –Mahasiswa Bidan FK Unair bersama Puskesmas Manukan Kulon Melakukan Inisiasi posyandu remaja dengan menentukan kader remaja –

Kegiatan pembentukan kader posyandu remaja ini dilakukan pada pertemuan remaja pada hari sabtu, tanggal 25 Maret 2023. kegiatan ini diadakan bersamaan dengan buka bersama dengan Perangkat RW, kader, karang taruna dan didampingi oleh puskesmas dan Dosen Pembimbing Profesi Kebidanan FK UNAIR. Buka bersama merupakan strategi untuk meningkatkan motivasi remaja untuk berkumpul menghadiri acara yang kebetulan bertepatan dengan bulan Ramadhan yang mewajibkan warga beragama muslim yang merupakan mayoritas agama warga di wilayah binaan untuk berpuasa.

Hasil dari kegiatan ini telah diperoleh beberapa calon kader posyandu remaja yang telah dipilih saat acara berlangsung. Kegiatan ini diikuti oleh ∓ 37 remaja dan ∓ 15 Karang Taruna Kelurahan Manukan Kulon. Pada akhir acara peserta diminta untuk mengisi post-test dan diberikan doorprize bagi peserta yang mendapatkan nilai tertinggi (Gambar 5). Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan meriah karena banyaknya antusias dari para tamu maupun peserta.

Pertemuan remaja ini menghasilkan 10 kader remaja terpilih yang berasal dari tujuh RT yang ada di RW 02. Pemilihan tersebut dengan mempertimbangkan keaktifan selama acara diskusi, rekomendasi sebaya, dan keterwakilan dari ketujuh RT yang dimiliki RW 02, serta tentunya dengan kesediaan remaja terkait untuk menanggung tanggung jawab sebagai kader remaja dan sepengetahuan dan persetujuan perangkat desa meliputi bapak RW 02 dan karang taruna desa. Pertemuan diakhiri dengan koordinasi masing-masing remaja terpilih dengan penanggung jawab remaja puskesmas.

Penulis: Wahyul Anis dan Evanggelia Dwilda Ferdinandus