Hari: 14 November 2023

Mahasiswa Kebidanan FK Unair Menginisiasi Berdirinya Posyandu Remaja untuk Mengoptimalkan Kesehatan Remaja –Mahasiswa Kebidanan FK Unair Menginisiasi Berdirinya Posyandu Remaja untuk Mengoptimalkan Kesehatan Remaja –

Tim profesi kebidanan UNAIR mendirikan posyandu remaja di RT 01 RW 08 Dukuh Kupang Timur, Pakis. Posyandu remaja itu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang terkelola dan terselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Hal itu, termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan remaja.

Peran tersebut guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja. Terlebih untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja.

“Di sini kami melibatkan Kader Kesehatan Remaja dalam pengelolaannya sendiri. Kader terpilih secara sukarela mengajukan diri dan mendapat pelatihan untuk ikut melaksanakan upaya pelayanan. Baik bagi diri sendiri, teman sebaya, keluarga, serta masyarakat,” ujar Sonia, salah satu anggota pendiri, saat wawancara UNAIR NEWS, Kamis (27/04/2023).

Meninjau hal itu, tim kemudian bekerja sama dengan Puskesmas setempat, pihak ketua RT dan RW, Kader SurabayaHebat (KSH) dan diketahui oleh pihak Kelurahan, Posyandu remajaitu dirasaperlu hadir di tengah masyarakat RT1 RW 08. Hal tersebut tidak lain karena setelah kelompok 6 program Pendidikan Profesi Kebidanan Fakultas Kedokteran UNAIR melakukan pendataan secara door to door (antar rumah, red).

Dari hal itu terdapat data sebanyak 95% remaja putri tidak melakukan deteksi dini kanker payudara. Yaitu SADARI atau periksa payudara sendiri, serta 66% tidak mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi.

“Setelah mendapatkan data tersebut, kami berdiskusi dengan dosen pembimbing juga diskusi dengan pihak puskesmas Pakis. Dari hal itu akhirnya mendapat persetujuan untuk dilaksanakan pembentukan posyandu remaja ini” ucap Sonia.

Sistem Pelayanan Posyandu Remaja Pakis

Mendukung pelayanan Posyandu Remaja Pakis tersebut, tenaga kesehatan dari puskesmas dikerahkan dalam sistem pelayanan kesehatan. Menurut informasi dari Sonia, pelaksanaan pembentukan posyandu berawal dari dana pribadi kelompok profesi kebidanan, termasuk kegiatan penyuluhan dan diskusi.

“Kemudian untuk selanjutnyapembiayaan Posyandu Remaja dapat berasal dari  APBN, APBD Provinsi, APBD Kab/Kota termasuk Anggaran Dana Desa (ADD) dan sumber-sumber dan lainnya,” pungkas Sonia.

Penulis: Rosita

Editor: Nuri Hermawan

Mahasiswa Kebidanan Lakukan Aksi Pemberdayaan Kesehatan –Mahasiswa Kebidanan Lakukan Aksi Pemberdayaan Kesehatan –

Tim bidan muda Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) melakukan pemberdayaan kesehatan di kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya pada Kamis – Jumat (30-31/3/2023). Kegiatan itu berlatar belakang minimnya pengetahuan ibu-ibu mengenai tes iva (tes deteksi kanker leher rahim) dan banyak yang tidak memakai kontrasepsi. Selain itu juga minimnya kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi.

“Untuk itu, dari tiga masalah besar yang terjadi pada 153 kartu keluarga di RT 03/RW03 Tenggilis Mejoyo. Kami mengadakan tiga program besar, dengan fokus utama yakni remaja tingkat menengah. Kami menyasar siswa-siswi kelas 7 dan 8 SMPN 49 Surabaya,’’ papar Ardhel Koordinator Kegiatan.

Di bawah bimbingan Bidan koordinator Puskesmas Tenggilis Elly Fatmawati A.Md., Keb dan dua dosen Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR Sofia Al Farizi S. Keb., Bd., M. Kes dan Dwi Izzati Budiono S. Keb., Bd., M. Sc mengarahkan program-program tersebut mencakup paparan materi mengenai stunting, diskusi dan pembagian poster, serta pelantikan 35 kader remaja sehat.

Deklarasi Komitmen Kesehatan Bagi Siswa

Dalam prosesnya, peserta memiliki rasa curiosity dan terbuka sehingga mereka antusias dengan materinya. Selanjutnya tim bidan muda ini membuat deklarasi komitmen. Pihaknya (red: bidan muda) meminta peserta untuk menandatangani secara simbolis sebagai remaja bebas stunting, anemia, dan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta peduli gizi.

Tim juga mendapat respons dan dukungan sangat baik dari Puskesmas Tenggilis maupun SMPN 49 Surabaya. Bahkan pihak sekolah berharap agar kegiatan serupa dapat terselenggara secara rutin.

“Gurunya bilang, ini adalah materi yang kami cari selama ini, dan harapannya bisa terselenggara secara rutin,” jelas Ardhel.

Menegaskan hal itu, tim juga menyambut baik harapan dari pihak sekolah. Sebab remaja ialah fase persiapan sebelum dewasa dan menikah. Menurutnya stunting pada anak terjadi karena pola hidup orang tua yang kurang baik sedari remaja, utamanya gizi. Berkaitan dengan hal itu, permasalahan hamil di luar nikah dan pernikahan dini (married by accident) juga berpotensi membawa dampak masalah kesehatan yang buruk, seperti infeksi menular seksual ataupun HIV AIDS.

“Oleh sebabnya, ini bukan ilmu tabu. Jangan ragu untuk divalidasi, karena di sosial media juga barangkali bias. Terlepas dari hal itu, setiap sekolah pun terjadi regenerasi dari siswa kelas 7 ke 8 dan begitu seterusnya. Maka kegiatan serupa ini gak menutup kemungkinan diadakan setiap tahun,’’ ucap Lia Octaviana Ketua tim.

Daftar Pustaka :

UNAIR News (2023) ‘Mahasiswa Kebidanan Lakukan Aksi Pemberdayaan Kesehatan’. Surabaya: PUSAT KOMUNIKASI DAN INFORMASI PUBLIK (PKIP). Available at:

https://unair.ac.id/mahasiswa-kebidanan-unair-lakukan-aksi-pemberdayaan- kesehatan/.

Pemberdayaan Masyarakat Tentang SADARI oleh Bidan Muda Universitas Airlangga –Pemberdayaan Masyarakat Tentang SADARI oleh Bidan Muda Universitas Airlangga –

Kanker Payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan angka kematian yaitu 17 per 100.000 penduduk, yang diikuti kanker serviks (leher rahim) sebesar 23,4 perpenduduk dengan rata-rata angka kematian 13,9 per 100.000 penduduk. (Kemenkes RI, 2019). SADARI adalah cara sederhana dan mudah dalam deteksi dini kanker payudara yang bisa dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Kebidanan komunitas adalah salah satu wadah dalam memberdayakan masyarakat yang bisa menjadi solusi dari pengetahuan dan praktik tentang SADARI yang kurang. Pelaksaan kegiatan komunitas di wilayah binaan dimulai sejak tanggal 06 Maret hingga 08 April 2023 dengan jumlah mahasiswa bidan muda dalam kelompok yaitu 11 orang. Sasaran dari kegiatan komunitas ini adalah wanita Pasangan Usia Subur (PUS). Pelaksanaan program kesehatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan demonstrasi praktik SADARI yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan dengan cara ceramah yaitu pemaparan materi secara verbal dan tertulis tentang pentingnya SADARI dan bahayanya kanker payudara. Setelah pemberian penyuluhan dengan ceramah dilanjutkan dengan demonstrasi menggunakan phantom payudara terkait langkah-langkah SADARI yang mana fasilitator mempraktikkan terlebih dahulu disusul para peserta mempraktikkannya sendiri dengan payudara masing-masing.

Penulis : Wahyul Anis (Dosen Bidan FK UNAIR)

Mahasiswa Bidan FK Unair Melakukan Upaya Preventif Anemia pada Remaja Melalui Pemberian Tablet Tambah Darah dan Penyuluhan –Mahasiswa Bidan FK Unair Melakukan Upaya Preventif Anemia pada Remaja Melalui Pemberian Tablet Tambah Darah dan Penyuluhan –

Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan buka bersama dan pembentukan kader posyandu remaja yaitu hari sabtu tanggal 25 Maret 2023 di Balai RW 02 Kelurahan Manukan Kulon. Pemberian Tablet Tambah Darah dilakukan di depan pintu masuk bersama dengan pemberian leaflet setelah mengisi daftar hadir. Kegiatan ini diikuti oleh 13 remaja putri dari RW 02 dengan diberikan 4 tablet tiap remaja. Dengan harapan meningkatkan konsumsi remaja selama 1 bulan dengan jangka 1 minggu 1 tablet dan dilanjutkan dengan program pemberian tablet oleh puskesmas di satu bulan setelah acara dan seterusnya.

Kegiatan ketika peserta telah memasuki ruangan pertemuan remaja meliputi menyaksikan bersama beberapa film pendek mengenai masalah-masalah kesehatan yang dapat merusak remaja. Selanjutnya para remaja diberikan penyuluhan, diskusi dan tanya jawab mengenai pentingnya Tablet Tambah Darah pada masa remaja

Penulis: Wahyul Anis dan Euvanggelia Dwilda Ferdinandus (Dosen Bidan FK Unair)

Prestasi Mahasiswa Bidan FK UNAIR dalam Kancah Nasional –Prestasi Mahasiswa Bidan FK UNAIR dalam Kancah Nasional –

Menuju Indonesia emas 2045, kesehatan ibu dan bayi baru lahir menjadi salah satu target dari SDGs. Sebagai calon bidan yang akan meneruskan tombak perjuangan, anggota himpunan mahasiswa kebidanan HIMAWARY Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengikuti pendelegasian lomba NCMSC untuk menuangkan ide-ide kreatifnya serta mengembangkan softskill maupun hardskill mahasiswa. National Camp Midwifery Student Competition (NCMSC) adalah lomba kebidanan tingkat nasional yang merupakan salah satu program kerja Departemen Pendidikan dan Profesi Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan (IKAMABI) dan dilaksanakan melalui sistem tenderisasi. Acara NCMSC tahun ini yang mengangkat tema “Improvement of Maternal and Newborn Health Through Midwifery” diselenggarakan secara offline di Universitas Andalas, Padang.

Pada tanggal 24 Februari – 26 Februari 2023, Prodi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) mengirim 10 mahasiswa kebidanan untuk mengikuti delegasi babak final lomba NCMSC cabang artikel penyegar, poster publik, dan vokal solo. Di ajang perlombaan tingkat nasional ini berhasil menyabet juara 1 artikel penyegar dengan ide berupa aplikasi CATIN CENTER, juara 2 artikel penyegar dengan ide ANETYN Kalung Anti Cemas Berbasis Neuropsikologis, dan juara harapan 2 poster publik yang mebawakan ide Rencanakan Persalinan dan Cegah Komplikasi dengan TANDA TANYA. Berbagai ide-ide tersebut dikemas dalam bentuk prototype yang siap dipresentasikan di Universitas Andalas, Padang. Dengan mengikuti ajang perlombaan ini, berharap agar ide-ide yang dicetuskan dapat diimplementasikan dan berguna untuk masyarakat.

Penulis: Wahyul Anis dan Ari Tricahyanti

Dosen dan Mahasiswa Bidan FK UNAIR Melaksanakan Upaya Pencegahan Stunting Melalui Penyuluhan –Dosen dan Mahasiswa Bidan FK UNAIR Melaksanakan Upaya Pencegahan Stunting Melalui Penyuluhan –

SURABAYA – Permasalahan anak balita pendek (stunting) menjadi masalah kesehatan masyarakat yang global. Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting atau anak pendek dan anemia defisiensi besi merupakan masalah utama pada balita di Indonesia. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai stunting menjadi salah satu prioritas kegiatan promosi kesehatan di masyarakat. Hasil pengkajian di wilayah binaan, RT 5 RW 1 Kelurahan Putat Gede, tidak ditemukan adanya kasus stunting. Namun, penyuluhan mengenai stunting tetap dilaksanakan karena merupakan program yang sedang digalakkan untuk mencapai target prevalensi stunting turun menjadi 14% di tahun 2024.

Dosen profesi bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Ratna Dwi Jayanti, S.Keb, M.Keb, Bd. Sebagai pemateri penyuluhan stunting mengatakan “Stunting adalah gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kurangnya pemenuhan gizi pada 1000 hari Pertama Kehidupan (HPK)” Ujarnya dalam pertemuan di Balai RT.05 RW.1 Putat Gede Surabaya, Selasa, 21 Maret 2023.

Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Para peserta yang terdiri dari ibu ibu PKK dan Kader Surabaya Hebat (KSH) terlihat antusias dan aktif mengikuti sesi diskusi serta tanya jawab. “Adanya penyuluhan mengenai stunting, kami sebagai kader mendapat gambaran apa saja faktor faktor yang menyebabkan stunting. Sehingga, kami dapat melakukan pendampingan keluarga secara optimal terutama pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan bayi” ujar Bu Partini, TPK RT. 05 RW.01 Putat Gede. Para peserta diharapkan bisa berbagi informasi dan sharing mengenai stunting kepada anak atau saudaranya perempuannya yang ingin merencanakan kehamilan atau sedang hamil. Dengan bertambahnya pengetahuan stunting, diharapkan para peserta bisa lebih peduli dan saling mengingatkan mengenai pentingnya mencegah stunting.

Penulis: Wahyul Anis,S.Keb.,Bd., M.Kes. dan Ratna Dwi Jayanti S.Keb.,Bd.,M.Keb.

Inovasi Mahasiswa Profesi Bidan FK UNAIR –Inovasi Mahasiswa Profesi Bidan FK UNAIR –

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) dorong remaja masyarakat khususnya remaja di Kelurahan Gunungsari untuk mendirikan Posyandu Remaja. Kegiatan tersebut diawali dengan penyuluhan dan pengenalan Posyandu Remaja pada remaja setempat yang dilaksanakan pada Minggu, (19/3/2023) di Balai RW 03 setempat.

Inovasi pendirian Posyandu Remaja tersebut awalnya direncanakan hanya didirikan di RT 01, namun karena antusias masyarakat dan remaja setempat akhirnya pendirian Posyandu Remaja ini melibatkan seluruh remaja di RW 03. Roy Purwanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi harapan RW setempat untuk merangkul remaja memajukan dan mensejahterakan warga RW 03.

“Harapan kami dengan melibatkan seluruh RT di wilayah RW 03 akan semakin banyak pemuda-pemudi yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan sehingga warga RW 03 semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Selain melakukan penyuluhan dan pengenalan mengenai posyandu remaja, dilaksanakan pula kegiatan posyandu yang perdana dilakukan di RW 03 yang dilaksanakan pada tanggal 1 April 2023.

Kegiatan posyandu perdana tersebut sebagai bentuk perkenalan bagi para kader remaja terhadap pelayanan dan pemeriksaan apa saja yang dilakukan dalam posyandu. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan antara lain pengukuran tensi, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, lingkar perut, dan indeks massa tubuh (IMT) yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan dan gizi para kader posyandu remaja.

Para kader remaja juga dibekali ilmu terkait stunting oleh fasilitator, Andriyanti S.Keb, Bd., M.Keb, dosen dari Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang diharapkan agar remaja terutama remaja putri memahami bahwa mereka adalah calon ibu dimana pemenuhan gizi seimbang perlu diperhatikan mulai saat ini agar nantinya ketika mereka siap menjadi ibu tidak mengalami kekurangan energi kronis (KEK) sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting.

Kegiatan perdana posyandu remaja tersebut juga diselingi dengan acara buka bersama. Harapan dari dilakukan posyandu remaja ini remaja dapat lebih perduli dengan kesehatan dan lingkungan sehingga menjadi contoh yang baik untuk masyarakat wilayah RW 03. Tindaklanjut dari kegiatan posyandu remaja ini adalah diresmikannya Kader dan Kegiatan oleh Dinas Kesehatan Surabaya dibantu oleh Eka Aprilia Jati R, A.Md.Keb selaku penanggungjawab kegiatan remaja di Puskesmas Dukuh Kupang. Harapannya setelah resmi didirikan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya, posyandu remaja ini dapat rutin dilaksanakan setiap bulannya di RW 03 RT 01 Kelurahan Gunungsari Kecamatan Dukuh Pakis oleh kader remaja setempat.

Penulis: Wahyul Anis dan Andriyanti

Dosen dan Mahasiswa Bidan FK UNAIR Memberdayakan Remaja Putat Gede Melalui Posyandu Remaja –Dosen dan Mahasiswa Bidan FK UNAIR Memberdayakan Remaja Putat Gede Melalui Posyandu Remaja –

SURABAYA – Untuk menjaga kesehatan remaja, mahasiswa Profesi Kebidanan FK UNAIR menginisiasi terbentuknya Posyandu remaja di RT 05 RW 01 Putat Gede. Inisiasi terbentuknya Posyandu remaja ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan ibu hamil dan ibu nifas yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Salah satu penyebabnya yaitu tidak ada pemeriksaan dan pemantauan kesehatan berkala pada remaja, khususnya remaja putri.

Sebelum penyuluhan dimulai, dilakukan pemeriksaan pada peserta meliputi pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, kadar gula darah dan kadar hemoglobin pada remaja.

Pembukaan posyandu remaja secara simbolis dilakukan oleh Budi Setya Wardhani, S.ST selaku bidan kordinator Puskesmas Tanjungsari, dibantu oleh Lana Zuhara, S.Kep.Ners selaku Penangung jawab posyandu remaja, Rabu (21/3/2023).

Pada kesempatan ini, mahasiswa memaparkan materi terkait kesehatan remaja. Materi yang disampaikan terkait dengan pendewasaan usia perkawinan. “Usia ideal untuk menikah yaitu minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki”. Hal ini dilakukan Bukan Tanpa Alasan karena pada umur tersebut pria dan wanita memiliki kematangan organ reproduksi dan psikologi yang baik dan kemampuan finansial untuk menuju ke jenjang yang berikutnya. Fadiah Maharani,S.Keb sebagai pemateri menyampaikan “sehat secara sosial fisik dan mental berkaitan dengan sistem fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja”.

Selain itu juga memaparkan materi mengenai siklus menstruasi. “Mayoritas remaja tidak pernah mencatat siklus haid padahal itu sangat penting untuk mengetahui keteraturan periode siklus haid” Ujar Putri Fina, S.Keb. Acara ini dihadiri oleh anggota karang taruna, para remaja dan Kader Surabaya Hebat RT.05 Rw 01 Putat Gede. Acara berjalan dengan baik dan remaja sangat antusias bertanya dan sangat setuju bila acara seperti ini dapat dilaksanakan rutin setiap bulan.

Penulis: Wahyul Anis,S.Keb.,Bd., M.Kes. dan Ratna Dwi Jayanti S.Keb.,Bd.,M.Keb.

Inovasi Mahasiswa Bidan FK UNAIR Menggalakan Kegiatan PROLAKTIN (Penuhi Program MP-ASI, Galakkan Anti Stunting) –Inovasi Mahasiswa Bidan FK UNAIR Menggalakan Kegiatan PROLAKTIN (Penuhi Program MP-ASI, Galakkan Anti Stunting) –

Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang harus segera terselesaikan. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO. Saat ini, Surabaya berada pada angka 4,8 persen. Sedangkan target nasional, penurunan stunting di tahun 2024 mencapai angka 14 persen. Untuk mengejar angka tersebut salah satu yang memiliki peranan penting adalah bidan. Dalam bentuk kepedulian serta kontribusi calon bidan, oleh karena itu pada tanggal 18 Februari 2023 himpunan mahasiswa kebidanan HIMAWARY Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) terjun langsung ke masyarakat melakukan bakti sosial dengan tema PROLAKTIN: Penuhi Program MP-ASI, Galakkan Anti Stunting.

Untuk menyukseskan acara bakti sosial PROLAKTIN, mahasiswa S1 Kebidanan angkatan 2021 yang tergabung dalam HIMAWARY sepakat menggandeng Kader Posyandu dan Puskesmas RW VII Pacar Kembang, serta Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia Nasional (IKAMABINAS). Bakti sosial ini berisikan penyuluhan, demonstrasi MPASI, pembagian sembako dan obat-obatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk ibu hamil dan masyarakat RW VII Pacar Kembang. Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi tinggi badan, berat badan, IMT, tekanan darah, asam urat dan gula darah. Lebih dari 60 peserta yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui dan kader Posyandu RW VII Pacar Kembang, Surabaya menghadiri penyuluhan dan demonstrasi MPASI. Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan tersebut dihadiri oleh 90 peserta mulai dari ibu hamil, orang dewasa hingga lanjut usia baik perempuan maupun laki-laki. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat membantu menurunkan angka stunting khususnya di RW VII Pacar Kembang, Surabaya.

Penulis: Wahyul Anis dan Ari Tricahyanti

Dosen dan Mahasiswa Bidan FK UNARI Ajarkan Ibu PKK dan KSH Putat Gede SADARI –Dosen dan Mahasiswa Bidan FK UNARI Ajarkan Ibu PKK dan KSH Putat Gede SADARI –

SURABAYA – Mahasiswa profesi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Surabaya, menggelar penyuluhan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri (SADARI) di Balai RT 05 RW. 01 Putat Gede, Selasa (21/03/2023). Dengan melakukan SADARI, masyarakat dapat melakukan deteksi dini kanker payudara secara mandiri tanpa perlu mengeluarkan biaya. Berdasarkan hasil pengkajian di wilayah RT 5 RW 1 Kelurahan Putat Gede Kecamatan Sukomanunggal didapatkan bahwa pengetahuan dan kesadaran Wanita Usia Subur (WUS) mengenai SADARI masih rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan SADARI yang ditujukan untuk WUS di wilayah tersebut.

Terdapat 30 peserta yang terdiri ibu-ibu PKK dan Kader Surabaya Hebat (KSH) mengikuti penyuluhan hari itu. Sebelum penyuluhan dimulai, dilakukan pemeriksaan pada peserta meliputi pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, dan kadar gula darah. Materi tentang pengertian dan cara pencegahan kanker payudara disampaikan oleh Putri Fina S.Keb salah satu mahasiswa profesi kebidanan Universitas Airlangga, Surabaya didampingi oleh Ratna Dwi Jayanti, S.Keb, M.Keb, Bd sebagai dosen pendamping. Mengawali materinya, Putri panggilan akrab mahasiswa ini menyampaikan pentingnya pemeriksaan Payudara Sendiri “Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) harus dilakukan oleh wanita usia subur sebagai bentuk pencegahan Kanker Payudara. Berdasarkan Hasil riset, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak diderita oleh wanita,” tuturnya.

Penulis: Wahyul Anis,S.Keb.,Bd., M.Kes. dan Ratna Dwi Jayanti S.Keb.,Bd.,M.Keb.