Hari: 12 November 2023

IMPhO 2023 – Fakultas Kedokteran Universitas AirlanggaIMPhO 2023 – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

[‼️IMPhO 2023 : Regular Registration is Open‼️]

Greetings!
Welcome to
?️Indonesian Medical Physiology Olympiad (IMPhO) Universitas Airlangga 2023?️

This year, IMPhO will be held OFFLINE on: 14th – 15th October 2023
at the Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya

? Timeline of Registration :

  • Early Registration : 26th June – 22th July 2023
  • Regular Registration : 24th July – 19th August 2023
  • Late Registration : 20th August – 16th September 2023

‼️Register your team now‼️
❕link in bio❕

Stay tuned for further updates on:

  • Instagram : @impho2023
  • Facebook Page : IMPhO UNAIR 2023
  • Line OA : @846mcncf

Student Outbound Universitas Airlangga Berangkat ke Research Institute for Microbial Diseases, Osaka University, Jepang –Student Outbound Universitas Airlangga Berangkat ke Research Institute for Microbial Diseases, Osaka University, Jepang –

Osaka, Jepang, 1 Agustus 2023. Dua mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Andrew William dan Mahawikan Akmal Danishara, berangkat ke Jepang untuk mengikuti kegiatan Student Outbound di Research Institute for Microbial Diseases (RIMD), Osaka University. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 3 hingga 31 Juli 2023 dan menjadi momen penting dalam rangka pelaksanaan student mobility program yang tercakup dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan yang telah tertunda akibat pandemi sebelumnya. Dengan dibukanya kembali program ini, diharapkan para mahasiswa yang terlibat dapat menyerap banyak ilmu baru, melengkapi ilmu yang sudah didapat di FK UNAIR, dan kemudian menularkan pengalaman mereka kepada teman-temannya di kampus. Selain itu, melalui kegiatan ini, kedua mahasiswa tersebut diharapkan mampu menjadi agen pendidikan yang dapat meningkatkan eksposur internasional terhadap Universitas Airlangga, khususnya Fakultas Kedokteran.

Research Institute for Microbial Diseases, Osaka University, merupakan lembaga riset terkemuka yang berfokus pada penyakit mikroba, termasuk penelitian virus, bakteri, dan infeksi menular lainnya. Andrew William dan Mahawikan Akmal Danishara telah diberikan kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan para peneliti ahli di bidang tersebut dan berpartisipasi dalam beragam kegiatan akademis dan laboratorium.

Dalam wawancara sebelum keberangkatan, Andrew William menyatakan kegembiraannya dan berharap program ini akan memberikan banyak ilmu dan pengalaman berharga dalam bidang kedokteran yang nantinya dapat dia bagikan kepada teman-temannya di FK UNAIR. Mahawikan Akmal Danishara juga menyatakan antusiasmenya dan berkomitmen untuk mengambil pelajaran sebanyak mungkin dari program ini untuk kemajuan akademiknya dan kontribusi bagi dunia kedokteran di Tanah Air.

Dengan adanya kegiatan Student Outbound ini, diharapkan sinergi akademik antara Universitas Airlangga dan Osaka University semakin menguat, serta mendorong pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya antar dua negara. Selain itu, program ini menjadi langkah konkret dalam mencapai visi universitas sebagai lembaga pendidikan yang berdaya saing global dan mampu mencetak lulusan yang berkualitas tinggi di tingkat internasional.

Semoga melalui program ini, Andrew William dan Mahawikan Akmal Danishara mampu menjadi duta bangsa yang berprestasi dan membawa nama baik Universitas Airlangga serta Indonesia di tingkat internasional. Selamat berjuang dan semoga sukses sekembalinya dari program Student Outbound di RIMD, Osaka University, Jepang!

Penulis: Shahzad Shoukat

Editor: Aulia Fatimah Azzahra

Prodi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter FK UNAIR berkolaborasi dengan SMA Lombok Barat untuk Menurunkan Stunting –Prodi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter FK UNAIR berkolaborasi dengan SMA Lombok Barat untuk Menurunkan Stunting –

Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menunjukkan kasus stunting di Indonesia masih tergolong tinggi dengan menyentuh angka 30,8%. Salah satu pilar upaya penanganan gizi buruk dan stunting adalah perubahan perilaku. Berdasarkan sasarannya, strategi intervensi dilakukan dengan pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Intervensi gizi sensitif menyasar masyarakat umum, khususnya keluarga yang dikerjakan dengan lintas sektor non- kesehatan. Pernikahan dini, kesadaran dan kesiapan remaja akan kesehatan reproduksi menjadi salah satu penyebab stunting.

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi yang berprevalensi underweight tertinggi di Indonesia. Lombok Barat adalah salah satu wilayah di NTB yang mempunyai prevalensi status gizi (BB/U) balita tertinggi yaitu sebesar 22,8%, lebih tinggi dari rerata NTB sendiri. Sedangkan prevalensi stunted sebesar 20,73% di tahun 2019 dan 18,98% di tahun 2021. Meski terjadi penurunan namun angka tersebut masih jauh lebih tinggi dari target nasional. Untuk itu masih dibutuhkan penguatan kolaborasi banyak pihak dalam mengatasi stunting ini.

Prodi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) merasa terpanggil untuk berperan serta dalam Gerakan penurunan stunting melalui pengabdian masyarakat yang bertema “Penguatan Upaya Intervensi Gizi Sensitif dalam Rangka Menurunkan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Kesehatan Reproduksi Remaja Di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Mitra sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMA Negeri 1 Gunungsari di Lombok Barat. Sekolah ini merupakan SMA negeri satu-satunya yang ada di kawasan ini.

Kegiatan PKM yang akan dilakukan merupakan skema Program Kemitraan Masyarakat dengan fokus pengabdian bidang kesehatan yang bertumpu pada kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 28 Juli 2023 dengan mengangkat materi yang sesuai dengan permasalahan mitra. Pada kegiatan tersebut disampaikan pengetahuan tentang stunting, deteksi dan dampaknya oleh Eka Arum Cahyaning Putri, dr, MKes; pengetahuan tentang Kesehatan repoduksi remaja oleh Dr Reny I’tishom, MSi; edukasi gizi dan ketrampilan pemeriksaan Kesehatan reproduksi remaja dan gizi oleh Dr Purwo Sri Rejeki, dr, MKes; dan Penguatan karakter remaja untuk menunjang Kesehatan reproduksi remaja dalam memfiltrasi arus informasi di era teknologi digital oleh Eko Purwanto, ST, MM.Peserta kegiatan terdiri dari 50 peserta yang terdiri dari 25 orang siswa PMR SMAN Gunungsari 1 Surabaya dan 25 orang Guru. Guru ini terdistribusi  2 orang dari SMKN 2 Linggar, 2 orang SLBN 1 Lombok Barat, 2 orang dari SMKN 1 Gunungsari, 4 orang dari SMKN Batulayar dan sisanya dari SMAN 1 Gunungsari.

Acara diawali dengan senam bersama, kemudian pembukaan, penyampaian cindera mata, penyampaian materi dan ditutup dengan pemeriksaan antropometri serta kadar Glukosa darah. Acara disambut baik oleh peserta maupun pihak sekolah dan berharap Kerjasama makin ditingkatkan di tahun depan.

Penulis : Uswatun

Lolos Seleksi, 10 Finalis Maju Babak Grand Final Pemilihan Duta SDGs FK UNAIRLolos Seleksi, 10 Finalis Maju Babak Grand Final Pemilihan Duta SDGs FK UNAIR

Pemilihan Duta Sustainable Development Goals (SDGs) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) sudah sampai babak final pada 28 – 29 Juli 2023 lalu. Sepuluh finalis terpilih akan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni babak grand final pada 13 – 14 Agustus mendatang.

Finalis ini terpilih berdasarkan hasil tes tulis, Diskusi kelompok (FGD) dan presentasi yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut. Adapun pertimbangannya adalah wawasan peserta mengenai peran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / Sustainable Development Goals (SDGs) itu sendiri.

Sebelumnya itu, peserta telah melewati tahap awal. Diantaranya seleksi administratif dan video. Juri kemudian mengakumulasi berbagai poin tersebut untuk menentukan nama-nama yang berhak maju ke tahap selanjutnya.

Duta SDGs FK UNAIR ini memiliki peran dalam mempromosikan SDG’s terutama pada poin ke tiga yakni di bidang kesehatan.

“Duta SDGs dari lembaga pendidikan kesehatan nantinya memiliki fungsi penting untuk mengadvokasi, mengedukasi, dan menginspirasi individu dan kelompok terkait SDGs,” ungkap Ketua panitia acara Hanifa Erlin Dharmayanti, dr., Sp.OG.

Beberapa fungsi utama seorang duta SDG dari lembaga pendidikan kesehatan antara lain dapat menjadi juru bicara aktif dalam mendukung dan mempromosikan SDGs. Mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu kesehatan yang terkait dengan SDGs. Berperan dalam pengembangan program-program pendidikan dan pengabdian masyarakat melalui pelatihan yang mempromosikan SDGs dalam konteks kesehatan.

“Duta SDGs juga diharapkan menjadi contoh teladan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip SDGs dalam kehidupan sehari-hari, serta membantu membangun kemitraan dengan berbagai pihak terkait, termasuk organisasi masyarakat sipil, institusi pemerintah, lembaga swasta, dan komunitas lokal,” tambahnya.

Adapun sepuluh finalis yang lolos ke tahap selanjutnya antara lain Avriza Zenia Nur Asmadhynegara, Mochamad Rafi Pratama Hariyanto Putra, Satila Zalianty Zen dan Daffa Ainur Rahman.

Selain itu ada Yasmin Azzahra Arifin, Aisyah Berliana Salsabila, Almira Shafa Hendrawan, Aqila Az Zahra, Ukhudiah Kafanila Malika Azar dan Shafira Tsabita Billah.

Duta SDGs FK UNAIR ini dipilih dari mahasiswa aktif FK UNAIR semester satu hingga empat.

Penulis : Ismaul Choiriyah

Dokter Patologi Anatomik Anjurkan Pap Smear Rutin Setahun Sekali –Dokter Patologi Anatomik Anjurkan Pap Smear Rutin Setahun Sekali –

Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker terbanyak di Indonesia. Hal ini dikarenakan 75 persen penderitanya ditemukan pada stadium lanjut. Prihatin akan hal ini, Departemen Patologi Anatomik (PA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyediakan layanan pemeriksaan Pap Smear Gratis kepada 100 wanita di Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Sabtu, 29 Juli 2023.

Layanan Pap Smear gratis ini dilakukan di di RS Mawaddah Medika, Ngoro. Dokter spesialis PA FK UNAIR kompak untuk turun menangani langsung. Mereka juga dibantu oleh tenaga kesehatan (Nakes) di sana.
“Anjuran Pap Smear satu tahun sekali ini mengacu pada rekomendasi dari American Cancer Society,” ujar Ketua Panita Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Departemen PA, Dr.Anny Setijo Rahaju, dr.,Sp.P.A., Subsp. U.R.L. (K) saat mengisi penyuluhan mengenai Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks kepada pasien di RS Mawaddah Medika, Mojokerto, Sabtu, 29 Juli 2023.

Pap Smear merupakan prosedur diagnosa yang paling akurat untuk mendeteksi kanker serviks. Pap smear mampu mendeteksi gejala kanker serviks sejak stadium awal bahkan dalam fase pra kanker. Dengan pap smear rutin, diharapkan tanda-tanda kanker serviks ini sudah ditemukan sejak fase pra kanker.

“Sama halnya kanker lain, semakin awal diagnosa, maka semakin mudah disembuhkan. Sebaliknya, jika baru dideteksi saat stadium lanjut, maka risiko kematian juga tinggi,” paparnya.

Hal ini yang menyebabkan angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia yang masih tinggi. Hal ini karena 75 persen kasusnya ditemukan dalam stadium akhir.

Angka kesakitan kanker di Indonesia pun masih cukup tinggi. Setidaknya 2 hingga 3 orang menderita kanker serviks setiap jamnya. Artinya dalam sehari setidaknya ada 20.928 kasus baru.

Departemen Patologi Anatomik (PA) FK UNAIR saat melakukan pelayanan pemeriksaan Pap Smear Gratis kepada 100 wanita di Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Sabtu, 29 Juli 2023.

Kendati dianjurkan, tidak semua wanita bisa melakukan pap smear. Mereka yang sudah menikah atau yang aktif melakukan hubungan seksual saja yang dianjurkan untuk pap smear rutin satu tahun sekali. Dianjurkan bagi wanita tiga tahun setelah aktif melakukan hubungan seksual dan sebaiknya dilakukan sebelum mengalami gejala apapun.

“Sementara yang belum menikah belum perlu untuk melakukan pap smear,” tambahnya.

Tak dipungkiri sebagian perempuan merasa takut atau risih karena pemeriksaan ini dilakukan di bagian vital. Namun perlu diketahui bahwa skrining ini tidak menimbulkan nyeri.

“Pemeriksaannya juga cenderung sederhana dan tidak memerlukan obat-obatan,” tambahnya.

Untuk menghindari lupa, Dokter Anny menyarankan agar Pap Smear dilakukan di momen-momen spesial. Misalnya saat ulang tahun, ulang tahun pernikahan, kenaikan kelas, sehabis lebaran dan lain sebagainya.

“Ini lebih mudah diingat sehingga tidak sampai terlewat lebih dari satu tahun,” terangnya.

Penyuluhan kanker serviks ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Departemen PA FK UNAIR tahun 2023. 100 ibu muslimat juga hadir dalam kegiatan ini. Selain mendapatkan materi, para peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan pap smear gratis.

Wakil Bupati Mojokerto, Shofiya Hana, Lc, yang turut hadir mengapresiasi kegiatan ini, “Ini memberikan motivasi masyarakat khususnya di Kabupaten Mojokerto untuk mawas diri dan juga peduli terhadap diri sendiri khususnya di kaum wanita,” tukasnya.

Turut Berupaya Menurunkan Stigma Masyarakat pada Penderita HIV, FK UNAIR Berkolaborasi dengan Kader Kesehatan Kelurahan Kalisari dan KDS Suara Berdaya Surabaya (SBS)Turut Berupaya Menurunkan Stigma Masyarakat pada Penderita HIV, FK UNAIR Berkolaborasi dengan Kader Kesehatan Kelurahan Kalisari dan KDS Suara Berdaya Surabaya (SBS)

Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia meningkat di tahun 2023. Penularan kasus didominasi oleh ibu rumah tangga. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV mencapai 35%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kasus HIV pada kelompok lainnya seperti suami pekerja seks dan kelompok MSM (man sex with man). Aktivitas ini telah menyumbang sekitar 30% penularan dari suami ke istri. Dampaknya, kasus HIV baru pada kelompok ibu rumah tangga bertambah sebesar 5.100 kasus setiap tahunnya.

Di Surabaya sendiri pada tahun 2022, penemuan kasus HIV di Kota Surabaya sebesar 663 kasus. Penyebab terjadinya penularan HIV antara lain adalah perilaku seks sesama jenis (homoseksual) sebesar 44%. Perilaku seks berbeda jenis (heteroseksual) sebanyak 53,8%, dan perilaku berbagi jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba suntik (penasun) sebanyak 2,11% dan kasus HIV ditemukan paling banyak pada laki – laki sebesar 80%. Sedangkan, rentang usia paling banyak penderita HIV adalah pada rentang usia 25-49 tahun.

Untuk itu, Prodi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) berupaya untuk berkontribusi dalam penurunan stigma penderita HIV pada masyarakat Kelurahan Kalisari melalui kegiatan sosialisasi untuk lebih mengenal penyakit akibat HIV, dampak, bahaya, cara pencegahan serta komplikasi yang dapat terjadi. Prof. Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp.Rad(K) dan Tri Pudy Asmarawati., dr., Sp.PD,K-PTI sebagai pembawa materi telah menyampaikan berbagai hal mengenai HIV dan penyakit yang mungkin terjadi akibat HIV pada sesi sosialisasi yang dihadiri oleh 44 Kader Kesehatan Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya

Kegiatan itu dilanjutkan dengan diadakanya lomba voli, balap karung, kempit balon yang berjalan secara meria dengan melibatkan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Suara Berdaya Surabaya dan warga Kelurahan Kalisari, kegiatan ini sebagai bentuk penghilangan stigma di masyarakat pada penderita HIV, dan menunjukkan bahwa penderita HIV tidak perlu di beri perlakuan berbeda di masyarakat, mereka bukan orang yang harus dihindari dan dikucilkan, namun harus diayomi dan dibantu untuk mendapatkan pengobatan yang baik.

Penulis : Anggrek

FK UNAIR – Pemkot Surabaya Bersinergi Turunkan Stunting, Kematian Ibu & Anak –FK UNAIR – Pemkot Surabaya Bersinergi Turunkan Stunting, Kematian Ibu & Anak –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menggelar diskusi dengan PemKot (Pemerintah Kota) Surabaya pada Selasa, 8 Agustus 2023. Diskusi ini membahas mengenai percepatan penanganan kesehatan di Surabaya, khususnya dalam menekan angka stunting, gizi buruk, serta kematian ibu dan anak.

Dalam diskusi yang bertempat di Aula FK UNAIR ini, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, S.T., M.T hadir bersama Kepala Dinas kesehatan Kota Surabaya dan beberapa direktur rumah sakit di Kota Surabaya.

“Kami akan upayakan agar angka stunting, gizi buruk dan kematian ibu dan anak di Surabaya bisa ditekan,” ungkapnya.

Eri menyadari, untuk mewujudkan semua itu, pemkot tidak bisa berjalan sendiri. Karenanya ia menggandeng FK UNAIR.

“Kota Surabaya memiliki perguruan tinggi yang sangat hebat, yakni Fakultas Kedokteran UNAIR, dari hasil pemaparan beliau tadi (para dokter) muncul keyakinan dan semangat baru insyaallah di akhir tahun ini kita bisa melewati itu semuanya,” tambahnya.

Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subsp. F.E.R menyebut tiga poin yang diusulkan dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak ini. Pertama adalah memberikan pelatihan USG dasar kepada semua puskesmas di Surabaya. Tak hanya mendeteksi jenis kelamin, USG juga memegang peranan krusial dalam mendeteksi kelainan pada janin. Jika USG rutin dilakukan, maka Angka Kematian Bayi bisa ditekan.

“Kami berikan pelatihan ini, nanti pemkot yang melengkapi alatnya di puskesmas-puskesmas. Jika ini berjalan dengan baik, maka dampak positifnya juga tinggi,” ungkap dekan.

Sinergi ini juga disempurnakan dengan menerjunkan mahasiswa sebagai pendamping ibu hamil di Surabaya. Mereka akan mendampingi ibu dari hamil hingga melahirkan. Dan pendampingan ini akan berlanjut jika bayi yang lahir stunting.

Konsepnya, nantinya satu mahasiswa akan mendampingi satu ibu hamil. Pendamping berperan untuk memantau kondisi kehamilan, mengingatkan untuk kontrol, dan sebagainya. Jika ada keluhan, maka mahasiswa akan mencatat dan melaporkan. Kemudian FK UNAIR yang memiliki Departemen Obstetri dan Ginekologi akan terjun dalam kondisi diperlukan.

“Program pendampingan ini sebenarnya sudah berjalan satu tahun sebelum pandemi. Mahasiswa kami mendampingi setidaknya 10 puskesmas. Karenanya ini akan kami hidupkan kembali,” tambah dekan.
Mendukung program pengentasan gizi buruk dan stunting, departemen pediatri juga akan mengakomodir konsultasi gizi di puskesmas.

Sebenarnya tidak kurang upaya FK UNAIR untuk menekan angka stunting di Surabaya. Dalam beberapa tahun terakhir, dosen dan mahasiswa rutin melakukan pengabdian masyarakat dan penelitian dengan tema stunting. Ini dilakukan untuk merumuskan inovasi pelayanan kesehatan yang efektif untuk penanganan stunting. (ISM)

Dokter UNAIR TV Bersama dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur Bertekad untuk Mendukung Program Prioritas Kesehatan –Dokter UNAIR TV Bersama dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur Bertekad untuk Mendukung Program Prioritas Kesehatan –

Pada Jumat, 11 Agustus 2023, telah diadakan penandatanganan naskah Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Dokter UNAIR TV dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Kerjasama ini dilaksanakan menggalang kemitraan dalam rangka pelaksanaan program prioritas bidang kesehatan. Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa Timur sehingga dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Hal ini diwujudkan melalui upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Stunting, pencegahan penyakit TBC dan penyakit tidak menular.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Teater, Lantai 3 C, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. dr. Erwin, Sp.PD, K-PTI selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Pada kegiatan ini, pihak Dokter UNAIR TV diwakili oleh dr. Hanifa Erlin, Sp.OG, selaku Staf Khusus Dekanat FK UNAIR, Dr. Reny I’tishom, M.Si selaku Humas FK UNAIR dan tim Dokter UNAIR TV. Kerjasama ini dikoordinasikan oleh bagian Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Selain dengan Dokter UNAIR TV, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga turut menggandeng kerjasama dengan Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya serta mengundang beberapa mitra potensial lainnya.

Dalam sambutannya dr. Erwin menyatakan bahwa masih ada masalah-masalah kesehatan yang perlu diselesaikan di Jawa Timur. Upaya penyelesaian permasalahan kesehatan ini meliputi beberapa aspek, antara lain upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam upaya promotif dan preventif, Dinas Kesehatan perlu melibatkan berbagai mitra dan lintas sektor untuk menjangkau masyarakat sehingga masalah kesehatan bukan hanya menjadi tugas tenaga kesehatan tetapi juga turut mengajak peran serta dari masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi dasar komitment untuk meningkatkan peran dari mitra dan menindaklanjuti rencana program yang telah disusun. Dalam kesempatannya, Dr. I’tishom menambahkan bahwasanya Dokter UNAIR TV sangat mendukung dan berkomitment untuk menjalankan program penyebarluasan informasi kesehatan melalui platform media sosial yang ada. (Ovin Nada)

Sharing Session “Peluang setelah melaksanakan studi di Universitas Luar Negeri dalam bidang kesehatan”Sharing Session “Peluang setelah melaksanakan studi di Universitas Luar Negeri dalam bidang kesehatan”

“Tingkatkan peluangmu dengan persiapan yang tepat untuk studi di luar negeri. Bergabunglah dengan acara kami dan pelajari segala hal yang perlu kamu ketahui sebelum melangkah ke negara baru! ? ? “

Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Kedokteran Present : Sharing Session yang membahas tentang “Peluang setelah melaksanakan studi di Universitas Luar Negeri dalam bidang kesehatan”.

Opening Speech :
Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp. O.G., Subsp. FER : Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Dr. Bambang Wicaksono, Sp. BP-RE, Subsp. EL(K) : Sekretaris Umum Ikatan Alumni Komisariat Kedokteran Universitas Airlangga

Special Guest :
Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B. Bus., M. Sc : Wakil Gubernur Jawa Timur

Narasumber :
Prof. Iman Harymawan, SE., MBA., Ph.D : Director of Airlangga Global Engagement (AGE), Universitas Airlangga

Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp. T.H.T.K.L., Subsp. Onk(K)., FICS. : Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

dr. Faisal Yusuf Azhari, M. Sc : Awardee BPI 2023, Ph.D Candidate University of Manchester

dr. Farizal Rizky Muharram : Awardee LPDP 2023, M. Sc Candidate Harvard University

Moderator :
dr. Wigaviola Socha Purnamasari : Awardee LPDP 2023, M. Sc Candidate Imperial College London

Kegiatan ini akan diadakan pada :
Tanggal : Senin, 21 Agustus 2023
Jam : 13.30 WIB
Tempat : Ruang Kelas Internasional FK UNAIR

Segera daftarkan diri kalian pada link bit.ly/SKebangsaan
Siapkan pertanyaan dan kita tunggu di acara ini !

Cinta Bangsa, Cinta Pendidikan !!