Hari: 8 November 2023

Mahidol Exchange Experience –Mahidol Exchange Experience –

Hi, my name is Raushana Amira Zuraida. I am a third year medical student in Universitas Airlangga. During the semester break, me and twelve other students got an opportunity to participate in the student outbound program to Institute of Molecular Biosciences, Mahidol University, Thailand. The registration of this exchange program is through the Office of International Affairs in our faculty.

Our program was an internship program where during the first week we attended lectures about topics from each laboratory at Institute of Molecular Biosciences, Mahidol University. The lecture topics are about Polymerase Chain Reaction (PCR) & Fluorescent Protein Technology, Thalassemia, and Vaccine. After lecture, usually we have some laboratory sessions as well, such as micro pipetting, etc. These laboratory sessions are something new for us since we got into medical school during the pandemic and could not do the laboratory sessions in our university offline.

On the second until third week, we were divided into small groups of two or three students. Each group will intern in a laboratory and do an experiment there. I happened to get the Virus Laboratory with my friend, Farhan. We were supervised and taught by Dr. Wannapa Sornjai. She was really kind and friendly to us.

In the virus laboratory, we did an experiment which is determining the effect of HA-15 treatment on ZIKV or zika virus infection in Vero cells. We learned how to culture cells, extract RNA from cells, and at the end we did a PCR test to test the virus. This was very new for us because at that time, we still does not know much about virus or molecular biosciences. But Dr. Wannapa gave a really clear and well explanation to us and gave us guidance during the lab sessions so we could minimalize error during the experiment.

Mahidol University is one of the best university in Thailand and is located just outside the capital city, Bangkok. It is also really big, we usually go around the university complex using a mini bus that is provided by the campus. It has a huge iconic hall and huge student center for the students to do their student activities. They even have Starbucks in the campus complex.

During the weekends, me and my friends went out to Bangkok’s tourist destinations, such as Wat Pho, Wat Arun, and Chatuchak Market. Wat Pho and Wat Arun is Thailand’s must visit and iconic Buddhist temple with its colorful pattern. Chatuchak Market is a weekend market where we can go shopping for some affordable clothes, souvenirs, and other things.

This program gave me a new view in the medical field which is research in the laboratory. We can explore many things that is in line with our interest and learn deeper and do some experiment that could lead us to innovations, or new findings in science. I learned a lot new things here, especially during the experiments since we had the opportunity to do the experiments hand on.

By : Raushana Amira Zuraida

Prodi IKFR FK UNAIR-RSDS Borong Gelar Juara di PIT PERDOSRI XXII 2023 –Prodi IKFR FK UNAIR-RSDS Borong Gelar Juara di PIT PERDOSRI XXII 2023 –

Program studi di Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo baru saja mengikuti acara Pekan Ilmiah Tahunan / PIT XXII PERDOSRI 2023 di Malang yang diselenggarakan sejak Rabu, 04 Oktober 2023 hingga Sabtu, 07 Oktober 2023. Acara yang mengusung tema “Rising to The Challenge: Innovations and Strategies for Rehabilitation in A Post-Pandemic World” ini dihadiri oleh dokter SpKFR se-Indonesia, dokter umum, PPDS (Peserta Pendidikan Dokter Spesialis) dengan pembicara internasional dan multidisiplin (SpTHT, SpOT, SpBTKV, SpPD, SpGK). Acara ini merupakan acara PIT pertama yang diadakan secara offline setelah pandemi COVID 19 sehingga menjadi ajang silaturrahim antar ahli ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi se-Indonesia.

Selain berperan aktif sebagai pembicara, moderator, dan panitia, IKFR FK UNAIR – RSUD Dr. Soetomo juga berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Adapun penghargaan yang diterima yaitu:

  1. Juara 3 Poster – Case Presentation dengan judul “Rehabilitation of Dysphonia et Dysphagia on Autoimmune Disease using sEMG Biofeedback: A Case Report” oleh PPDS : dr. Juwita R Salsabil dan dr. Nanda Aulya Ramadhan, dengan pembimbing dr. Rwahita Satyawati, Sp. K.F.R., Ger(K)
  2. Juara 2 Poster – Case Presentation dengan judul “Intensive Care Rehabilitation After Crisis in Patient with Myasthenia Gravis: A Case Report” oleh PPDS : dr. Etta Novayanti dengan pembimbing dr. Lydia Arfianti, Sp. KFR., M.S(K), dr. Dewi Poerwandari, Sp. KFR., K.R.(K), dan dr. Yudith Dian Prawitri, Sp. KFR., N.M.(K)

Penghargaan ini adalah wujud kolaborasi yang baik antara peserta didik dengan pembimbing di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Momen ini diharapkan menjadi pacuan semangat untuk civitas akademika di lingkungan Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo agar dapat terus meningkatkan prestasi terutama pada kegiatan ilmiah Nasional maupun Internasional.

Webinar Update in Clinical Practice : From Head to ToeWebinar Update in Clinical Practice : From Head to Toe

[DIES NATALIS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA Ke-69]

Webinar Update in Clinical Practice : From Head to Toe
69 Topik, 69 Pembicara dan Puluhan Topik Bidang Spesialis

12 SKP IDI
Sesi 1 – 6 : 4 SKP
Sesi 7 – 12 : 4 SKP
Sesi 13 – 19 : 4 SKP

NOW OPEN FOR REGISTRATION

Tanggal: 15 Oktober 2023
Waktu: 08:00 WIB – 20.00 WIB
Tempat: Zoom Meeting
Topik: klik pdf

Link Registrasi:
http://bit.ly/WebinarDiesNatalisFKUNAIR69

Biaya Pendaftaran
Dokter Spesialis : Rp 300,000,-
Dokter Umum : Rp 200,000,-
Dokter Muda dan Mahasiswa : Rp 150,000,-
Tenaga Kesehatan Lain : Rp 100,000,-

BANK MANDIRI No.Rekening 1420028280088
Atas nama. IKA FK UNAIR

???? Contact Person
– Maya – 081259000036
– Syifa Az Zahra – 081246684281

Don’t miss it!

WEBINAR DIES NATALIS FK 69-1

Tim FK Unair Sukses Meraih Juara 1 & 2 pada Olimpiade Fisiologi Nasional Mahasiswa – Indonesian Medical Physiologi Olympiad (IMPhO) 2023 –Tim FK Unair Sukses Meraih Juara 1 & 2 pada Olimpiade Fisiologi Nasional Mahasiswa – Indonesian Medical Physiologi Olympiad (IMPhO) 2023 –

Olimpiade Mahasiswa Kedokteran di Bidang Ilmu Faal atau Indonesian Medical Physiology Olympiad pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017, dan tahun 2023 merupakan IMPhO yang ke 6. Pada IMPhO 2023 ini diikuti oleh 56 tim yang berasal dari berbagai Fakultas Kedokteran se Indonesia, disertai 9 orang dosen pendamping. Acara diselenggarakan selama 2 hari yaitu 14 dan 15 Oktober 2023. Rangkaian kegiatan pada hari pertama yaitu babak penyisihan, seminar ilmiah oleh Professor Cheng Hwee Ming, ahli fisiologi dari University of Malaya, city tour pada sore hari, serta gala dinner pada malam hari. Hari kedua adalah puncak kegiatan yaitu adanya babak perempat final, semifinal, final, serta acara penghargaan-penghargaan.

Badan Eksekutif Mahasiswa FK Unair dan Departemen Ilmu Fisiologi dan Biokimia Kedokteran menjadi Steering Committee pada IMPhO 2023 ini. Agde Muzaky, ketua acara IMPhO 2023 menyampaikan bahwa secara keseluruhan, acara berjalan lancar. Demikian juga yang disampaikan dr. Eka Arum sebagai dosen pembimbing pada acara ini.  Juri yang berpartisipasi pada IMPhO 2023 adalah dr. Nelson dari FK Atmajaya, dr. Ermin dari UIN Malang, dan dr. Made dari FK UWKS.

Pada IMPhO 2023 ini babak perempat final diikuti oleh 20 tim kemudian 8 tim dengan skor tertinggi maju ke babak semifinal. Babak semifinal menyisihkan 5 tim yang kemudian melaju ke babak grand final. Dan yang menjadi pemenang pada IMPhO 2023 adalah FK Universitas Airlangga – tim 1 (juara 1); FK Universitas Airlangga – tim 2 (juara 2) dengan dosen Pembina dr Raden Argarini. Sedangkan juara 3 diraih oleh FK Universitas Diponegoro – tim 2. Dekan FK Unair Prof Dr Budi Santoso Sp.OG (K) menyerahkan trophy dan hadiah untuk seluruh pemenang di Aula FK Unair dan menyampaikan kepada hadirin bahwa olimpiade seperti ini perlu diselenggarakan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan akademis dan prestasi mahasiswa kedokteran.

Penulis: Eka Arum CP

Kulit Sehat di Usia Senja –Kulit Sehat di Usia Senja –

“Kulit Sehat di Usia Senja” adalah tema yang diangkat di acara Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Departemen/KSM Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) – RSUD Dr. Soetomo Surabaya berkolaborasi dengan Departement of Dermatology Khmer-soviet Friendship Hospital, Jumat, 13 Oktober 2023.

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik, angka harapan hidup penduduk Indonesia meningkat menjadi 72,32 tahun pada tahun 2023. Peningkatan angka ini hendaknya dapat sejalan dengan peningkatan kesehatan dan kualitas hidup lansia.

Seiring bertambahnya usia dan memasuki lanjut usia, kita dihadapkan pada berbagai tantangan masalah kesehatan. Diantaranya adalah keluhan nyeri sendi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, katarak dan gangguan pendengaran. Kesehatan kulit pada lansia juga harus diperhatikan.

Hal-hal yang dapat terjadi pada proses penuaan kulit diantaranya:

1. Perubahan struktur dan penurunan fungsi

2. Penurunan jumlah kolagen dan elastin

3. Penipisan lapisan epidermis kulit

4. Penurunan produksi keringat dan minyak di kulit

Perubahan-perubahan tersebut membuat lansia rentan mengalami gangguan pada kulit diantaranya:

1. Kulit menjadi mudah cedera

2. Rentan mengalami gangguan pembuluh darah

3. Penyembuhan luka lebih lama

Masalah paling sering pada kulit lansia adalah Xerosis kutis atau kulit kering. Kulit kering merupakan kondisi kulit yang mengalami kekurangan kandungan air pada lapisan kulit. Kondisi tersebut sering terjadi pada lansia akibat menurunnya aktivitas kelenjar keringat, kelenjar minyak, serta menurunnya jumlah pelembap alami kulit atau kondisi penyakit lainnya.  Kasus xerosis kutis menempati urutan ke-5 kasus terbanyak kunjungan poliklinik kulit kelamin divisi umum dan geriatri RS Dr. Soetomo pada bulan Januari-September 2023.

Gejala kulit kering adalah gatal dengan tampakan mulai dari kemerahan, kulit bersisik, hingga kulit pecah pecah yang sering ditemukan terutama pada area tungkai bawah dan panggul. Apabila kulit yang gatal dan kering digaruk, akan rentan terjadi perlukaan atau infeksi kuman pada kulit. Oleh karena itu, lansia membutuhkan perawatan kulit dasar untuk sehari-hari.

Berikut ini langkah-langkah memakai produk perawatan kulit wajah untuk lansia:

1. Pada pagi hari, cuci wajah dengan pembersih wajah, kemudian mengoleskan pelembap wajah dan juga tabir surya dengan minum SPF 30 untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.

2. Pada malam hari, cuci wajah dengan pembersih wajah, kemudian mengoleskan pelembap wajah dan gunakan krim malam yang mengandung bahan aktif retinoid.

Ada pula tambahan perawatan kulit wajah yang dapat digunakan misalnya toner, serum dan tindakan oleh dokter spesialis DVE (Dermatologi, Venereologi dan Estetik) sesuai kebutuhan (seperti mikrodermabrasi, peeling, laser, botok, filler dan lainnya).

Selain itu, faktor nutrisi juga sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit antara lain:

1. Kita perlu mengkonsumsi antioksidan setiap hari. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker dan lainnya. Antioksidan dapat ditemukan pada vitamin, mineral dan astaxanthin.

2. Vitamin A meningkatkan produksi kolagen sehingga mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan. Kita membutuhkan 650RE (Retinol Ekuivalen) vitamin A setiap harinya. Vitamin A dapat kita peroleh dari telur, susu, keju, ubi, sereal, wortel, brokoli dan mangga.

3. Vitamin C meningkatkan produksi kolagen sehingga meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit. Kita membutuhkan 90mg vitamin C setiap harinya. Vitamin C dapat kita peroleh dari buah jeruk, nanas, stroberi, mangga, paprika, tomat dan sayuran hijau.

4. Vitamin D mempercepat penyembuhan luka, mendukung sistem kekebalan kulit, melindungi terhadap peradangan, membantu mengurangi munculnya jerawat. Kita membutuhkan 20mcg vitamin D setiap harinya. Vitamin D dapat kita peroleh dari ikan salmon, tuna, telur, susu, paparan sinar matahari.

5. Vitamin E merupakan antioksidan kuat untuk membantu melembapkan kulit, sehingga mengurangi munculnya garis halus dan kerutan. Kita membutuhkan 15mcg vitamin E setiap harinya. Vitamin E dapat kita peroleh dari brokoli, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, mangga, kiwi dan alpukat.

6.Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah, mengurangi memar dan memperkuat dinding pembuluh darah. Kita membutuhkan 65 vitamin K setiap harinya. Vitamin K dapat kita peroleh dari sayuran hijau, blueberry, keju, telur dan daging.

7. Zat besi membantu meningkatkan kekuatan dan elastisitas kulit melalui produksi kolagen. Kita membutuhkan 9mg zat besi setiap harinya. Zat besi dapat kita peroleh dari daging merah, unggas, makanan laut, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

8. Seng bersifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi reaksi peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas. Kita membutuhkan 11mg seng setiap harinya. Seng dapat kita peroleh dari kerang, unggas, kacang-kacangan, gandum dan sereal.

9. Tembaga merupakan komponen penting dari kolagen. Tembaga memberi kekuatan dan elastisitas kulit, sehingga menjaga kulit tetap kencang dan kenyal. Kita membutuhkan 900mcg tembaga setiap harinya. Tembaga dapat kita peroleh dari kerang, kacang-kacangan dan biji-bijian.

10. Astaxanthin merupakan pigmen merah pada hewan-hewan laut, seperti udang dan salmon. Astaxanthin berfungsi melindungi sel dari kerusakan dan meningkatkan fungsi serta sistem kekebalan tubuh.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan perawaan kulit pada lansia. Mari bersama merawat kulit lansia agar terus terjaga kesehatannya. Seperti pepatah, usia hanyalah angka. Lansia pun berhak atas kulit yang sehat dan hidup yang berkualitas. Lansia sehat, Indonesia kuat!

Pengabdian Masyarakat Alumni FK Unair, Sinergi Alumni dan Masyarakat  “FK Unair Cegah Stunting Menuju Generasi Indonesia Sehat” –Pengabdian Masyarakat Alumni FK Unair, Sinergi Alumni dan Masyarakat  “FK Unair Cegah Stunting Menuju Generasi Indonesia Sehat” –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengadakan pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-69 serentak di 37 titik se-Indonesia dengan tema “FK Unair Cegah Stunting Menuju Generasi Indonesia Sehat” pada hari ini Sabtu, 28 Oktober 2023. Agenda ini juga akan dicatatkan pada  Rekor MURI sebagai  Penyuluhan dan Edukasi Stunting di Lokasi Terbanyak oleh Alumni Fakultas Kedokteran di Satu Perguruan Tinggi. Salah satu titik kegiatan adalah di Kota Depok yang dilaksanakan oleh Alumni FK Unair Angkatan 1999 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok di Puskesmas Abadi Jaya. Acara yang digelar oleh alumni FK Unair Angkatan 1999 ini berupa pemberian edukasi dan informasi kepada masyaraakat dan tenaga kesehatan dalam mencegah dan menangani stunting.

Dalam kesempatan kali ini, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi kepada FK Unair atas terselenggarakannya agenda pengabdian masyakarat di Kota Depok dengan tema stunting ini. Meskipun angka Stunting di Kota Depok di bawah rata-rata Jawa Barat dan Nasional, namun tingkat zero new stunting belum terpenuhi, sehingga dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi diharapkan usaha tersebut dapat diwujudkan.

“Tahun ini Dies Natalis FK Unair mengambil tema stunting sejalan dengan program pemerintah dalam mengatasi problem stunting di Indonesia, melalui peran sektor pendidikan”, ungkap dr. Roethmia Sp.PD perwakilan Alumni FK Unair Angkatan 99.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang secara luring dan daring ini dihadiri pula perwakilan dari lintas sektor yaitu dinas kesehatan, Kelurahan, Kader Posyandu, Ahli Gizi, Alumni FK Unair, serta perwakilan dari dunia usaha yang turut mendukung acara ini.

Alumni FK Unair Angkatan 99 juga menyerahkan secara simbolis  sejumlah bantuan berupa Makanan Tambahan dan vitamin kepada ahli gizi puskesmas untuk disalurkan ke balita yg membutuhkan.erta Buku edukasi stunting dan resep menu balita sehat kepada perwakilan Kader Postandu setempat.

Alumni FK UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Sulawesi Barat –Alumni FK UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Sulawesi Barat –

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) pada tanggal 28 Oktober 2023, secara serentak melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat diseluruh Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Cegah Stunting Menuju Generasi Indonesia Sehat”.

Pada kegiatan kali ini dr. Sri Andriani Damris selaku penanggung jawab kegiatan dan sebagai satu-satunya alumni FK Unair di Sulawesi Barat angkatan 2012 bekerjasama dengan Puskesmas setempat untuk menyukseskan kegiatan ini.

Kegiatan ini dilakukan di Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju, Kecamatan Mamuju, bertempatan di Puskesmas Bambu. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan optimalisasi 1000 HPK, cegah stunting, serta pembagian sembako berupa susu dan makanan kepada masyarakat. Namun, target kegiatan ini diprioritaskan pada ibu hamil serta ibu yang memiliki anak berusia 0 sampai 5 tahun. Harapan yang ingin dicapai oleh para Alumni FK Unair terhadap kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia hari ini, yaitu semoga kasus stunting pada anak di Indonesia berkurang serta dapat membantu masyarakat terutama para ibu untuk lebih paham akan pentingnya mengatasi dan mencegah stunting diawal kehamilan, juga dapat memperbaiki pola hidup ibu hamil dan anak.

Penulis
Nur Insani

Alumni Prodi Sp1 Patologi Anatomik Ikut Cegah Stunting dengan Penyuluhan tentang Merariq Kodeq dan Skrining TBC Kelenjar –Alumni Prodi Sp1 Patologi Anatomik Ikut Cegah Stunting dengan Penyuluhan tentang Merariq Kodeq dan Skrining TBC Kelenjar –

Alumni Prodi Sp1 Patologi Anatomik FK Unair dari seluruh Indonesia tidak ketinggalan ikut mendukung pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Natalis FK Unair ke-69 serentak di 37 titik se-Indonesia. Lokasi yang dipilih adalah wilayah Kelurahan Gomong, Kecamatan Salaparang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Dalam kesempatan kali ini, penyuluhan difokuskan pada 2 topik yang berkaitan budaya dan fenomena yang terjadi di masyarakat setempat , yaitu  Pencegahan Merariq Kodeq (menikah di bawah umur) utk Mencegah Terjadinya Stunting oleh Dr.dr.Lina Nurbaiti, M.Kes. FISPH, FISCM yang juga selaku direktur RS Universitas Mataram. Topik berikutnya adalah Pentingnya Skrining Limfadenopati pada Anak Stunting untuk Mendeteksi Terjadinya Infeksi TBC kelenjar oleh Dr.Hj. Fathul Djannah, dr. Sp.P.A. Suasana penyuluhan berlangsung sangat meriah, dihadiri oleh pejabat setempat yaitu Bapak Lurah Gomong dan Ibu Lurah yang juga sebagai Ketua TP PKK Kelurahan Gomong, Anggota Dewan Kota Mataram, Kepala Puskesmas Gomong, Kepala lingkungan, serta para alumni Prodi PA dengan sasaran peserta yaitu Ibu-ibu dengan anak stunting, remaja  Karang Taruna, Kader posyandu, tim penggerak PKK, pegawai puskesmas serta pegawai  kelurahan orang, dengan total peserta 100 orang.

Para peserta sangat antusias dalam bertanya dalam diskusi dan berinteraksi dalam kuis karena topik yang dibahas merupakan masalah yang mereka alami sehari-hari.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan contoh menu sehat yang menampilkan video demo memasak dan pembagian resep masakan sederhana namun lezat dan kaya gizi. Bagi anak stunting yang hadir, dilakukan pula pemeriksaan fisik skrining adanya limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening) sebagai deteksi awal adanya TBC kelenjar yang juga menjadi salah satu penyebab stunting, diakhiri dengan pembagian PMT dan multivitamin.

Alumni FK UNAIR Angkatan 1995 Goes to Pondok Pesantren –Alumni FK UNAIR Angkatan 1995 Goes to Pondok Pesantren –

Ajak Santri Kenali dan Cegah Stunting. Puluhan santri putra dan putri di pondok pesantren Yanabiul Ulum Wal-Hikam, sore 28 Oktober kemarin, tampak antusias mendengarkan paparan dr Virany Diana, SpA (K) di aula pondok.

“Ayo, coba 5 anak yang duduk di depan berdiri bersama. Silakan dibandingkan tinggi badan masing,” kata dr Virany.

Serempak, lima santri putra berdiri lalu melihat teman di sebelah masing-masing dan tertawa.

Virany menyebut, saat ini stunting perlu menjadi perhatian para remaja juga. Lebih awal mengenali, lebih cepat menangani. Ia menyarankan konsumsi makanan yang tidak sehat diperbaiki dan memperbanyak protein sebagai salah satu sumber gizi yang berperan dalam pertumbuhan.

“Nanti kalau sudah jadi bapak atau ibu, juga harus memperhatikan ini. Kalau jumlah lauk tinggi protein terbatas, lebih baik memprioritaskan anak yang sedang mengalami tumbuh kembang,” saran alumni FK UNAIR Angkatan 1995.

Pengmas Serempak

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) pada tanggal 28 Oktober 2023, secara serentak melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat diseluruh Indonesia sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Cegah Stunting Menuju Generasi Indonesia Sehat.”

Salah satu yang terlibat adalah angkatan 1995. “Kami memilih pondok pesantren karena di pondok adalah tempat berkumpulnya generasi muda, usia di bawah 15 tahun. Masih ada waktu untuk memperbaiki stunting pada mereka sekaligus melakukan edukasi untuk mencegahnya karena mereka ini calon orang tua,” kata Prof Dr Eighty Mardiyan K, dr, Sp.OG (K) yang turut terjun bertemu santri di pondok.

Selain edukasi oleh dr Virany, dr Febrian Renatasari, SpDV juga memberikan penjelasan tentang cara mencegah dan mengobati scabies . Ini merupakan jenis penyakit kulit yang banyak dialami santri di pondok.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan serah terima obat scabies bagi para santri.