Hari: 7 November 2023

Peran serta Alumni FK UNAIR dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember –Peran serta Alumni FK UNAIR dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember –

Alumni FK UNAIR Angkatan 1990 melaksanakan Pengabdian Masyarakat pada Hari Sabtu, Tanggal 28 Oktober 2023, dalam rangka turut berpartisipasi pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dies Natalis ke-69 Fakultas Kedokteran UNAIR dan Peringatan 110 Tahun Pendidikan Dokter di Surabaya.

Kegiatan Pengmas tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Jawa Timur. Dihadiri oleh Perwakilan dari Kecamatan Ambulu, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Ketua IKA Airlangga Kabupaten Jember, 12 Staff Puskesmas yang berasal dari Pukesmas Ambulu, Puskesmas Sabrang dan Puskesmas Andongsari Kabupaten Jember serta para kader kesehatan dari 7 desa yang berada dalam wilayah kerja ketiga Puskesmas tersebut.

Dalam kegiatan ini kami juga mengundang balita stunting, terdiri dari 11 balita stunting usia kurang dari 12 bulan dan 89 balita stunting usia diatas 12 bulan, yang didampingi oleh ibunya masing-masing.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan oleh dokter spesialis kebidanan-kandungan dan dokter spesialis anak kepada para ibu balita stunting dengan harapan agar lebih memahami permasalahan putra-putri mereka yang sedang mengalami masalah dalam pertumbuhannya dan mendapatkan kiat-kiat yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Selain berupa penyuluhan, kegiatan Pengmas ini juga diisi dengan pemeriksaan dan konsultasi gratis oleh dokter spesialis anak serta pemberian paket makanan tambahan berupa susu, kacang hijau dan biskuit kepada setiap balita stunting, sebanyak 100 paket.

Dari seluruh rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah kami laksanakan, diharapkan kedepannya angka balita stunting, khususnya di Kecamatan Ambulu dapat turun dan diikuti seluruh daerah di Indonesia pada umumnya sehingga harapan menuju Generasi Indonesia Sehat dapat tercapai.

Kompak, 2 Dokter Wakili Angkatan 73 FK UNAIR Pengmas Stunting di Kalimantan –Kompak, 2 Dokter Wakili Angkatan 73 FK UNAIR Pengmas Stunting di Kalimantan –

Sabtu lalu, 28 Oktober 2023 Alumni Fakultas Kedokteran Unair secara serentak melakukan pengabdian masyarakat tentang stunting di 38 Provinsi di Indonesia. Para lulusan dokter dari angkatan senior hingga baru pun berkegiatan di daerah masing-masing.

Seperti yang dilakukan oleh Dokter Emil dan Djatmiko. Kendati hanya berdua, Alumni angkatan 1973 (ALFK73) ini kompak melakukan pengmas di Pulau Kalimantan. Tepatnya di Kecamatan Samarinda Seberang.

“Kami mendapat mandat dan dipercaya untuk melaksanakan kegiatan ini, dengan dana yang dikumpulkan dari sumbangan teman-teman ALFK73 semua,” ujar Emil.

Kecamatan Samarinda Seberang dipilih setelah berkoordinasi dengan DKK Samarinda dan rekan -rekan nakes di puskesmas Kampung Baqa Samarinda di awal Bulan Oktober. Dari sini didapatkan data bahwa di kecamatan ini masih banyak balita yang kurang gizi-stunting.

“Menurut data lalu disetujui sebanyak 700 ibu-ibu dengan balita stunting-kurang gizi yang menjadi sasaran pemberian paket PMT,” tambahnya.

dr. Emil dan dr. Djatmiko saat memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada ibu-ibu yang memiliki balita stunting

Kegiatan pengmas dilakukan di tanggal 28 Oktober 2023 dengan 2 kegiatan utama. Pertama penyuluhan kesehatan tentang masalah stunting dan gizi buruk. Materi ini disampaikan oleh dr. Wisnu M.Sc., Sp.A.
Kemudian dilanjutkan dengan pemberian paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu-ibu yang memiliki balita stunting atau gizi kurang. Total ada 66 balita penerima paket PMT.

Tak hanya orang tua dan nakes, kegiatan ini juga dihadiri oleh camat, /kepala desa dan lurah serta para kader kesehatan.

“Kami senang karena ini menunjukkan perhatian pemerintah setempat mengenai isu kesehatan yang sedang dihadapi saat ini. Semoga sedikit dari apa yang kami lakukan dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih perhatian kepada asupan gizi anak sehingga stunting dapat dicegah,” tukas Djatmiko.

Penulis : dr. Emil, dr. Djatmiko
Penyunting : Ismaul Choiriyah

Pengmas Alumni FK UNAIR Angkatan 1993 di Pulau Mandangin, Sampang, Madura –Pengmas Alumni FK UNAIR Angkatan 1993 di Pulau Mandangin, Sampang, Madura –

Dalam rangka Dies Natalies 69 UNAIR dan 110 tahun Pendidikan Dokter di Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) melaksanakan Pengabdian Masyarakat pada 41 titik di 24 Propinsi di Indonesia yang dilakukan serentak pada tanggal 28 Oktober 2023.

Keluarga Besar FK Unair 93 Duluran Saklawase melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Pulau Mandangin, Sampang, Madura mengusung tema “Say No To Stunting: Menuju Generasi Indonesia Sehat” diketuai oleh dr. Zakky Sukmajaya, Sp.OG. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan cara pencegahannya, berkoordinasi dengan Tim Puskesmas dan pemerintah desa setempat serta STIKES Sukma Wijaya, Sampang.

Berangkat bersama menggunakan kapal layar yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Kabupaten Sampang untuk hadir ditengah-tengah masyarakat Pulau Mandangin.

Kegiatan diisi dengan penyuluhan oleh dr. Yeni K., Sp.A., dan disertai sesi tanya-jawab masalah kesehatan, resep anti-stunting dan pembagian paket sehat anti-stunting kepada 150 Balita Stunting. Banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pembicara menunjukkan tingkat antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pencegahan dan bahaya stunting pada generasi penerus bangsa.

Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Pulau Mandangin, Choirul Anam mengaku terbantu dengan digelarnya kegiatan tersebut. Sebab pada tahun 2023, desanya masuk lokus stunting.

“Data stunting di Mandangin sejak 2019, 2020, 2021, dan 2022 menurun. Tapi 2023 kembali masuk lokus stunting, artinya ini ada yang keliru dan kami serius menekan angka ini, tahun ini ada sekitar 176 kasus stunting di Mandangin,” ungkapnya.

Dengan begitu, pihaknya menginginkan keseriusan pemerintah daerah menangani kasus stunting lebih intens. Pasalnya, Mandangin merupakan kepulauan yang notabene akses cukup sulit, maka komitmen bersama menekan angka stunting harus diperhatikan.

“Jangan main-main, mari jika memang ingin mengurangi angka stunting terus lakukan upaya pendataan, pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan bayi, perhatian kesejahteraan nakes, dan upaya masif lainnya terus dilakukan bersama,” pintanya.

Sementara warga setempat, Marwati mengatakan, kegiatan tersebut bermanfaat untuk warga di Pulau Mandangin. Melalui kegiatan ini, ia bisa tahu bagaimana menjalankan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi sehat pada bayi dan ibu hamil.

“Ini kegiatan bagus, kami juga dikasih paket sembako tambahan gizi untuk kebutuhan anak agar tidak alami stunting,” ujarnya.

Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala, dan dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Pengabdian Masyarakat “Stunting” dalam Rangka Dies Natalis Ke-69 dan 110 Tahun Pendidikan Dokter FK UNAIR di Lampung –Pengabdian Masyarakat “Stunting” dalam Rangka Dies Natalis Ke-69 dan 110 Tahun Pendidikan Dokter FK UNAIR di Lampung –

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Angkatan tahun 2004 mengadakan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Pada hari Sabtu, Tanggal 28 Oktober 2023 pada pukul 10:00 WIB

Acara dihadiri oleh kurang Lebih 120 peserta yang terdiri dari Bayi, Balita, Ibu Hamil, ibu Balita dan kader stunting kelurahan, serta perwakilan dari kelurahan setempat dan Puskesmas setempat. Dalam acara tersebut juga diliput oleh beberapa media lokal diantaranya lampunglive.com

Kegiatan meliputi penyuluhan tentang stunting kepada masyarakat dan pemberian makanan tambahan terdiri dari, telur, susu, dan vitamin.

Bertindak sebagai nara sumber adalah dr. Antoni Miftah, Sp.KK dengan topik stunting dan dampaknya. Setelah topik stunting kemudian acara dilanjutkan dengan penyuluhan tentang gizi sehat, oleh perwakilan dari  puskesmas setempat. Setelah penyuluhan acara dilanjutkan dengan acara tanya jawab oleh masyarakat dengan nara sumber dr Antoni Miftah Sp.Kk, dr Natalia dan Petugas Puskesmas. Setelah acara tanya Jawab selesai, acara kembali dilanjutkan pemberian makanan tambahan yang secara Simbolis dilakukan oleh dr. Natalia, Sp. KK. kepada masyarakat

Acara bakti sosial yang kami adakan di Bandar Lampung ini juga di siarkan secara langsung melalui link zoom yang di adakan oleh panitia dari FK UNAIR Pusat. Masyarakat yang menghadiri acara bakti sosial dalam rangka Dies Natalis ke-69 FK UNAIR ini sangat Antusias dan tertib, hingga acara bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Penulis : dr Antoni Miftah, Sp.KK

Cegah Stunting Fakultas Kedokteran UNAIR, Bantu 198 Anak di Kaimana –Cegah Stunting Fakultas Kedokteran UNAIR, Bantu 198 Anak di Kaimana –

KAIMANA, KT- Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Sabtu (28/10/23) memberikan banntuan berupa bingkisan dan makanan tambahan kepada ratusan balita di dua titik yang berbeda di Kabupaten Kaimana Papua Barat.

Bantuan sosial sebagai bentuk penekanan terhadap tingginya angka stunting di Kaimana itu, melibatkan setidaknya 198 balita di Kampung Lobo dan murid TK Senja Indah Kaimana di Kampung Coa.

Bantuan sosial yang diserahikan langsung oleh para alumni dan mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya tersebut, diwakili oleh dr. I Wayan Putra, SpA, dr. Halwia Sirua dan dr. Meita Septaviani Mairuma.

Dalam keterangannya kepada wartawan, dr. I Wayan Putra, SpA, sebagai Ketua Panitia menyebutkan, kegiatan sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh Universitas Airlangga ini dalam rangka Dies Natalis ke-69 dan 110 tahun Pendidikan Dokter di Surabaya.

“Kegiatan ini memang dilaksanakan secara serentak di 41 titik lokasi di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2023 dengan tema FK UNAIR Cegah Stunting Menuju Generasi Indonesia Sehat,” tegasnya.

Pemberian bantuan sosial di TK Senja Indah Kaimana di Kampung Coa

Kegiatan ini, lanjut dia, dilakukan oleh FK UNAIR angkatan 2012 dan Sp1 2013, sebagai wujud kepedulian terhadap upaya menekan tingginya angka stunting di Kabupaten Kaimana.

Sementara itu, dua dokter lainnya yakni dr. Halwia Sirua dan dr. Meita Septaviani Mairuma dalam keterangan mereka pun menyebutkan, selain memberikan bantuan berupa bingkisan dan makanan tambahan, tetapi mereka juga melaksanakan kegiatan lain, diantaranya kegiatan antropometri, penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan anak.

“Tujuan kegiatan ini agar angka stunting pada anak di Indonesia dapat turun dan anak-anak di Indonesia sehat selalu,” ujar dr. Meita Septaviani Mairuma.

Dirinya pun sangat berharap agar ke depannya, dengan sejumlah kegiatan penekanan stunting ini, anak-anak di Kabupaten Kaimana terhindar dari persoalan stunting yang akan mengancam masa depannya.(TIM-R1)

FK UNAIR Tanda Tangani MoA dengan Pusan National University Medical School –FK UNAIR Tanda Tangani MoA dengan Pusan National University Medical School –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) dan Pusan National University Medical School, Korea Selatan University menandatangani perjanjian kerjasama (MoA), Jumat (27/10)

Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subsp. F.E.R dengan dekan Pusan National University Medical School, Prof Chang Chulhoon.

Melalui ini, ke depan kolaborasi yang sebelumnya sudah terjalin baik di tingkat departemen, diawali oleh Departemen Bedah bisa dikembangkan lebih luas.

“Kami berharap kolaborasi ini bisa membuka peluang bagi mahasiswa dan staf untuk berkembang. Salah satunya melalui program student mobility,” terang dekan.

Pun juga membuka kesempatan untuk melakukan riset kolaborasi, pengabdian masyarakat serta pengembangan tri dharma perguruan tinggi yang lain.

FK UNAIR saat ini sangat aktif menjalin mitra luar negeri. Selain menambah wawasan global kepada civitas akademisnya, kolaborasi bisa menguatkan posisi FK UNAIR sehingga lebih terekognisi asing.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Chang menyampaikan antusiasmenya dalam kolaborasi ini. Dengan ini diharapkan juga dapat meningkatkan capaian masing-masing kampus khususnya dalam perankingan global.

“QS World Ranking UNAIR khususnya Fakultas Kedokteran sangat baik. Kami menantikan peningkatan ranking di kedua belah institusi dari kolaborasi-kolaborasi yang akan dilakukan bersama. Menjadikan dua institusi ini fakultas kedokteran terbaik di negara masing-masing,” tukasnya. (ISM)

Dekan Berangkatkan Delegasi IMO ke Jakarta –Dekan Berangkatkan Delegasi IMO ke Jakarta –

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs, F.E.R memberangkatkan delegasi mahasiswa yang akan berkompetisi dalam Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2023, Rabu (01/11) di Sidang D.

Delegasi ini akan bertolak ke Universitas Yarsi, Jakarta pada Kamis untuk bertanding dengan delegasi lain dari Fakultas Kedokteran dari seluruh Indonesia.

Adapun mahasiswa yang berangkat kurang lebih sepuluh orang. Mereka terbagi dalam lima tim. Setiap tim ini akan berkompetisi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Diantaranya neuropsikiatri, penyakit infeksi, digestif, muskuloskeletal, dan genitourinari.

“Yakin dengan apa yang kita punyai. Apa yang sudah dipersiapkan selama beberapa bulan terakhir, pasti membuahkan hasil, “ ujar dekan memberi semangat.

Dekan optimis, tim yang akan berangkat ini juga akan membawa nama baik FK UNAIR. Bukan hanya prestasi, namun juga dari sikap dan moral yang baik sesuai dengan slogan UNAIR.

“Setiap tahun saya lihat ada saja adik-adik ini membawa gelar juara, tidak hanya di IMO, di IMPHO maupun kompetisi lain. Insyaallah yang ini juga akan pulang dengan hasil yang terbaik,” tambahnya.

Sebagai bentuk support, dekan juga akan meluangkan waktu untuk mengunjungi adik-adik yang berkompetisi nanti.

Yongki Welliam, ketua tim bersyukur FK UNAIR mendorong, mendukung dan memfasilitasi mahasiswanya untuk berkembang. Ia bertekad akan memberikan hasil terbaik nanti.

“ Terima kasih kepada Bapak Dekan juga dosen pembimbing kami, dr. Alfian Nur Rasyid, Sp. P serta dr. Irmi Syafaah, Sp.P. kami akan berjuang sebaik mungkin,” tukasnya.

Penulis : Ismaul Choiriyah

Bermitra, FK UNAIR Segera Kirim Mahasiswa Tempuh PhD ke CMU, Taiwan –Bermitra, FK UNAIR Segera Kirim Mahasiswa Tempuh PhD ke CMU, Taiwan –

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) siap mengirimkan lulusannya menempuh studi PhD di China Medical University (CMU) Taiwan. Di tahap awal ini, ada empat sampai lima kandidat yang akan berangkat.

Pengiriman mahasiswa ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara FK UNAIR dan CMU yang MoA nya baru saja ditandatangani Rabu (02/11) di Ruang Sidang C, FK UNAIR.

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG, Subs, F.E.R dengan Dekan FK CMU yang diwakili oleh Prof Liang Yo Yang.

Melalui ini, CMU akan menerima mahasiswa PhD kiriman dari FK UNAIR tanpa dikenakan biaya. Selain dibebaskan biaya pendidikan, kandidat yang lolos akan mendapatkan uang akomodasi senilai 12 juta setiap semesternya.

“Sebelumnya sudah banyak alumni FK UNAIR yang berkuliah di kampus kami. Dan bisa dipastikan, kualitas mahasiswanya bagus-bagus. Semua memiliki capaian akademis yang bagus. Karenanya kami antusias menyambut kerjasama ini,” terangnya.

Dekan FK UNAIR juga berharap program pengiriman mahasiswa PhD ini bisa kontinyu. Sehingga akan lahir akademisi-akademisi yang berwawasan internasional. Tentunya akan kembali membangun almamater.

Lebih lanjut, Prof Budi berharap kerjasama ini bisa berkembang. Tidak hanya memberi kesempatan kepada mahasiswa, namun juga memberikan kesempatan bagi dosen maupun staf untuk mengembangkan karirnya.

“FK UNAIR memiliki banyak ahli dari berbagai bidang. Kami akan sangat senang jika nantinya dosen kami bisa diundang untuk berbagi ilmu di CMU,” terangnya.

Lebih lanjut, diharapkan ke depan juga akan banyak seminar, penelitian dan pengabdian masyarakat bersama.

Penulis : Ismaul Choiriyah

Pengabdian Masyarakat Alumni FK Unair 1998 di Jakarta – “MPASI Tepat, Stunting Lewat” –Pengabdian Masyarakat Alumni FK Unair 1998 di Jakarta – “MPASI Tepat, Stunting Lewat” –

Stunting dapat dicegah, salah satu kuncinya adalah nutrisi dalam 1000 hari pertama kehidupan, sejak konsepsi hingga usia dua tahun. Dalam rentang waktu tersebut, pemenuhan asupan berkualitas untuk bayi dan balita menjadi salah satu kunci. Angka pemberian ASI ekslusif di Indonesia, meskipun belum ideal, sudah merangkak naik. Namun, di sisi lain kualitas Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayi and balita di atas 6 bulan masih jauh dari harapan dan ini berkontribusi pada masih tingginya angka stunting di berbagai daerah.

Jakarta sebagai ibu kota yang dekat dengan pusat pemerintahan hendaknya menjadi cermin bagaimana agenda pembangunan pemerintah pusat bisa terlaksana dengan lebih baik. Namun kenyataanya, masih ada kantung – kantung di mana angka stunting di Jakarta masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, alumni FKUA 1998 wilayah Jabodetabek memilih Jakarta sebagai lokasi pengabdian masyarakat untuk cegah stunting kali ini.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian cara untuk memperingati Dies Natalis ke 69 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) dan 110 tahun Pendidikan dokter di Surabaya. Kegiatan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2023 secara serentak di 23 Propinsi, alumni FK UNAIR melakukan pengabdian masyarakat dengan tema “FK Unair Cegah Stunting” di seluruh Indonesia.

Tema yang dipilih di Jakarta adalah “MPASI tepat, Stunting Lewat” yang bertujuan untuk menekankan pentingnya MPASI yang tepat waktu, tepat frekuensi pemberian, tepat jumlah, tepat variasi jenis bahan pangan, tepat tekstur serta zat gizinya bagi bayi dan balita untuk cegah stunting. Pengabdian masyarakat ini di lakukan di Posyandu Buah Naga, yang merupakan binaan dari Puskesmas Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh total 255 peserta, termasuk 106 pasang ibu dan balita, 8 kader, pemangku kepentingan lokal baik dari tingkat RT, RW, dan kelurahan. Acara juga dihadiri oleh perwakilan dari suku dinas kesehatan Jakarta Selatan dan pihak puskesmas. Kegiatan ini juga merupakan perwujudan kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian yang sama, karena kegiatan yang dilakukan alumni FKUA 1998 kali ini juga didukung oleh ibu ibu Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) di lingkungan badan diklat Kejaksaan Agung RI.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian bantuan berupa sembako dan Al Quran secara simbolis kepada pihak kelurahan serta pemuka agama. Selain itu, bagi pasangan ibu dan anak diberikan  bingkisan berupa bahan MPASI yang terdiri atas 4 jenis kelompok pangan sebagai gambaran bahwa MPASI sehat dengan jenis pangan beragam tidaklah harus mahal. Bingkisan bahan MPASI yang diberikan terdiri atas telur, tempe, sayuran kaya vitamin A, sayuran lain serta susu cair full cream tanpa gula.

Ketua panitia kegiatan dr Angraeni Noviandini, SpKK, menyampaikan harapan bahwa kerjasama yang terjalin serta langkah kecil yang dilakukan kali ini dapat terus bergulir seprti bola salju, semakin besar, sehingga bersama sama kita dapat berkontribusi untuk mencegah stunting untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Tim Alumni FKUA 1998 Jabodetabek

PERDOSNI Cabang Surabaya Bekerjasama dengan FK UNAIR Memperingati World Stroke Day –PERDOSNI Cabang Surabaya Bekerjasama dengan FK UNAIR Memperingati World Stroke Day –

Surabaya – Bertepatan pada tanggal 29 Oktober 2023 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FKUA), PERDOSNI cabang Surabaya bekerja sama dengan FKUA menyelenggarakan perayaan World Stroke Day (WSD) atau Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap tahun pada tanggal 29 Oktober 2023. Kegiatan ini diikuti para anggota PERDOSNI cabang Surabaya, staf, dan Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Departemen Neurologi FKUA – RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Sejarahnya, WSD dicetuskan oleh World Stroke Organization (WSO) atau Organisasi Stroke Dunia. WSD dirayakan pertama kali pada tahun 2006. Tujuan peringatan WSD yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang stroke, mulai dari memahami dan mengenali gejala stroke, mengetahui dan mengelola faktor risiko stroke, cara mencegah stroke, hingga memahami tindakan untuk membantu pasien dengan stroke. Hal yang perlu ditekankan yaitu stroke dapat dicegah. Tema World Stroke Day 2023 (Hari Stroke Sedunia 2023) adalah Together We Are dengan penggunaan tagar #GreaterThan Stroke (Bersama kita menjadi lebih kuat dari stroke).

Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr. dr. Hanik Badriyah Hidayati, Sp.N(K), dalam sambutannya menyebutkan bahwa stroke bisa dicegah. Salah satu langkah pencegahan yaitu dengan mengendalikan faktor risiko stroke. Kadar asam urat, gula darah, dan kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko stroke yang harus diwaspadai. Olahraga teratur juga bermanfaat untuk mencegah stroke.

Selanjutnya, sambutan juga diberikan oleh dr. Fadil, Sp.N(K) perwakilan dari Ketua PERDOSNI Cabang Surabaya. Beliau menegaskan bahwa acara WSD diselenggarakan bukan sebagai pengingat tingginya angka kejadian stroke, tetapi untuk meningkatkan kepedulian agar mampu mengenal gejala dan tatalaksana stroke.

Kemudian sambutan dari dr. Dedy Kurniawan, Sp.N(K), FINA sebagai ketua panitia peringatan WSD tahun ini, menyampaikan bahwa peringatan hari stroke sedunia dilakukan agar masyarakat tetap mengingat penyakit stroke, penyakit dengan angka kejadian dan kecacatan  tinggi. Dengan demikian, pencegahan merupakan hal yang penting, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan faktor risiko stroke dan konsultasi dengan dokter spesialis neurologi mengenai bagaimana cara mengontrol faktor risiko yang sudah ada. Pada tahun ini, peserta kegiatan diutamakan untuk para Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Kegiatan ini diawali dengan senam bersama di halaman FKUA yang diikuti oleh para anggota PERDOSNI cabang Surabaya, staf, PPDS Departemen Neurologi FKUA – RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta Tendik FKUA. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kadar kolesterol, pemeriksaan neurobehaviour, serta konsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi.

(Ditulis oleh: Hanik Badriyah Hidayati/ Dedy Kurniawan/ Fadil Baktir)